You are on page 1of 16

JENIS PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

UNDANG-UNDANG NO. 10 TH. 2004


A. Peraturan Perundang-undangan di Tingkat Pusat. 1. Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah Pengganti UndangUndang (PERPU); 2. Peraturan Pemerintah; 3. Peraturan Presiden; 4. Peraturan Menteri; 5. Peraturan Kepala Lembaga Pemerintah Non Departemen; 6. Peraturan Direktur Jenderal Departemen; 7. Peraturan Badan Hukum Negara* (lihat bahasan hal. 200) B. Peraturan Perundang-undangan di Tingkat Daerah. 1. Peraturan Daerah Provinsi; 2. Peraturan/Keputusan Gubernur; 3. Peraturan Daerah Kabupaten/Kota; 4. Peraturan/Keputusan Bupati/Walikota.

Undang-Undang
Undang-Undang adalah peraturan perundang-undangan yang tertinggi di Negara Republik Indonesia, yang di dalam pembentukannya dilakukan oleh dua lembaga, yaitu Dewan Perwakilan Rakyat dengan persetujuan Presiden seperti ditetapkan dalam Pasal 5 ayat (1), dan Pasal 20 UUD 1945.

Pasal 5 (1) dan Pasal 20 UUD 1945


Pasal 5:
(1) Presiden berhak mengajukan rancangan undang-undang kepada Dewan Perwakilan Rakyat.

Pasal 20:
(1) Dewan Perwakilan Rakyat memegang kekuasaan membentuk undang- undang. (2) Setiap rancangan undang-undang dibahas oleh Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden untuk mendapat persetujuan bersama. (3) Jika rancangan undang-undang itu tidak mendapat persetujuan bersama, rancangan undang-undang itu tidak boleh diajukan lagi dalam persidangan Dewan Perwakilan Rakyat masa itu. (4) Presiden mengesahkan rancangan undang-undang yang telah disetujui bersama untuk menjadi undang-undang. (5) Dalam hal rancangan undang-undang yang telah disetujui bersama tersebut tidak disahkan oleh Presiden dalam waktu tiga puluh hari semenjak rancangan undang-undang tersebut disetujui, rancangan undang-undang tersebut sah menjadi undang-undang dan wajib diundangkan.

Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPU)


Pasal 22 Undang-Undang Dasar 1945: (1) Dalam hal ikhwal kegentingan yang memaksa, Presiden berhak menetapkan Peraturan Pemerintah sebagai Pengganti UndangUndang. (2) Peraturan Pemerintah itu harus mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat dalam persidangan yang berikut. (3) Jika tidak mendapat persetujuan maka Peraturan Pemerintah itu dicabut. Penjelasan: Pasal ini mengenai noodverordeningsrecht Presiden. Aturan sebagai ini memang perlu diadakan agar supaya keselamatan negara dapat dijamin oleh pemerintah dalam keadaan yang genting, yang memaksa pemerintah untuk bertindak lekas dan tepat. Meskipun demikian, pemerintah tidak akan terlepas dari pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat. Oleh karena itu, peraturan pemerintah dalam pasal ini, yang kekuatannya sama dengan undang-undang harus disahkan pula oleh Dewan Perwakilan Rakyat.

Peraturan Pemerintah (PP) Pasal 5 (2) UUD 1945


Peraturan Pemerintah adalah peraturan perundang-undangan yang dibentuk oleh Presiden untuk melaksanakan Undang-Undang berdasarkan ketentuan Pasal 5 ayat (2) UUD 1945 (sebelum dan sesudah perubahan) yang menentukan sebagai berikut:
Presiden menetapkan Peraturan Pemerintah untuk menjalankan Undang-Undang sebagaimana mestinya.

Karakteristik PERATURAN PEMERINTAH


A. Hamid S Attamimi:
a. b. Peraturan Pemerintah tidak dapat dibentuk tanpa terlebih dulu ada Undang-Undang yang menjadi induknya. Peraturan Pemerintah tidak dapat mencantumkan sanksi pidana apabila Undang-Undang yang bersangkutan tidak mencantumkan sanksi pidana. Ketentuan Peraturan Pemerintah tidak dapat menambah atau mengurangi ketentuan Undang-Undang yang bersangkutan. Untuk menjalankan, menjabarkan, atau merinci ketentuan Undang-Undang, Peraturan Pemerintah dapat dibentuk meski ketentuan Undang-undang tersebut tidak memintanya secara tegas-tegas. Ketentuan-ketentuan Peraturan Pemerintah berisi peraturan atau gabungan peraturan dan penetapan: Peraturan Pemerintah tidak berisi penetapan semata-mata.

c.
d.

e.

Peraturan Presiden (PERPRES) Pasal 4 (1) UUD 1945


Peraturan Presiden (dulu Keputusan Presiden) merupakan peraturan perundang-undangan yang dibentuk oleh Presiden berdasarkan ketentuan Pasal 4 ayat (1) UUD 1945 sebelum dan sesudah Perubahan yang berbunyi sebagai berikut:
Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan pemerintahan menurut UndangUndang Dasar

Peraturan Menteri (PERMEN)


Peraturan Menteri (dulu disebut dengan Keputusan Menteri) adalah salah satu jenis peraturan perundang-undangan yang setingkat lebih rendah dari Peraturan Presiden. Kewenangan Menteri untuk membentuk suatu Peraturan Menteri ini bersumber dari Pasal 17 UUD 1945, oleh karena Menteri-menteri Negara itu adalah pembantu-pembantu Presiden yang menangani bidang-bidang tugas pemerintahan yang diberikan kepadanya.

Peraturan Kepala Lembaga Pemerintah Non Departemen


Peraturan Kepala Lembaga Pemerintah Non Departemen adalah salah satu jenis peraturan yang kewenangannya dimiliki oleh setiap Kepala Lembaga Pemerintah Non Departemen, oleh karena mereka merupakan pembantu-pembantu Presiden dalam bidang-bidang tugas yang diserahkan kepadanya. Saat ini Lembaga-lembaga Pemerintah Non Departemen diatur dengan Keputusan Presiden No. 103 Th. 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen Republik Indonesia, yang telah diubah dengan Keputusan Presiden No. 3 Th. 2002.

Peraturan Direktur Jenderal Departemen


Peraturan Direktur Jenderal Departemen merupakan peraturan yang dibentuk sebagai penjabaran dari Peraturan Menterin, sehingga pengaturannya bersifat teknis saja, oleh karena pengaturan yang bersifat kebijakan dibuat oleh Menteri yang bersangkutan. Sesuai Pedoman No. 175 dan No. 176 Lampiran Undang-Undang No. 10 Th. 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundangundangan, pendelegasian kewenangan mengatur kepada Direktur Jenderal Departemen hanya dapat dilakukan oleh peraturan yang lebih rendah dari Undang-Undang. Peraturan Direktur Jenderal Departemen saat ini diatur dengan Peraturan Presiden No. 9 Th. 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia.

Peraturan Badan Hukum Negara*


Peraturan Badan Hukum Negara adalah salah satu jenis peraturan perundang-undangan yang kewenangan pembentukannya ditentukan dalam Undang-Undang pembentukan dari Badan Hukum Negara tersebut secara atribusi. Kewenangan yang diberikan pada Badan Hukum Negara tersebut adalah kewenangan untuk mengatur hal-hal yang termasuk bidang tugas dan wewenangnya.

Peraturan Daerah Provinsi


Peraturan Daerah Provinsi adalah peraturan yang dibentuk oleh Gubernur bersama-sama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi, dalam melaksanakan otonomi daerah dan tugas pembantuan. Kewenangan pembentukan Peraturan Daerah Provinsi ini merupakan suatu pemberian kewenangan (atribusian) untuk mengatur daerahnya sesuai Pasal 136 Undang-Undang No. 32 Th. 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

Peraturan Gubernur
Peraturan Gubernur adalah peraturan perundang-undangan di Daerah yang merupakan peraturan pelaksanaan dari Peraturan Daerah Provinsi, yang dibentuk berdasarkan Pasal 146 Undang-Undang No. 32 Th. 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

Peraturan Daerah Kabupaten/Kota


Peraturan Daerah Kabupaten/Kota adalah peraturan yang dibentuk oleh Bupati atau Walikota bersama-sama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/ Kota, dalam melaksanakan otonomi daerah yang diberikan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.
Kewenangan pembentukan Peraturan Daerah Provinsi ini merupakan suatu pemberian kewenangan (atribusian) untuk mengatur daerahnya sesuai Pasal 136 UndangUndang No. 32 Th. 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

Peraturan Bupati atau Walikota


Peraturan Bupati atau Walikota adalah peraturan perundang-undangan yang merupakan peraturan pelaksanaan dari Peraturan Daerah Kabupaten/Kota, yang dibentuk berdasarkan Pasal 146 Undang-Undang No. 32 Th. 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Berdasarkan Pasal 146 tersebut, untuk melaksanakan Peraturan Daerah atau atas kuasa peraturan perundangundangan (yang lebih tinggi) Kepala Daerah dapat juga membentuk Keputusan Kepala Daerah, namun pada saat ini Keputusan Kepala Daerah tersebut hanya yang bersifat penetapan.