You are on page 1of 1

Komentar : Seperti yang telah di jelaskan di artikel bahwa metode lumbar epidural analgesia merupakan trend terbaru di kalangan

para ibu hamil yang ingin bersalin secara normal tapi tanpa rasa sakit dan nyeri yang berlebihan. Hal yang diperhatikan dalam metode persalinan ini adalah kenyamanan. Karena sang calon ibu akan diberi suntikan epidural untuk mengalihkan rasa sakit selama proses persalinan berlangsung. Selain trend di kalangan para ibu hamil, ini juga menjadi trend tersendiri dikalangan medis, terutama pada keperawatan maternitas, dimana persalinan dengan metode ini perlu observasi dan perawatan khusus dari persalinan normal pada umumnya. Sebelum masuk ke indonesia, metode ini telah terlebih dahulu menjadi trend di luar negeri. Di Jerman, bius lokal ini lebih populer dengan cara peridural anestesi/ PDA, sedangkan di Indonesia lebih dikenal dengan epidural anestesi atau intratekal labour anesthesia/ ILA. Nah, medote ini sendiri memiliki kelebihan dan kekurangan sesuai yang dianalisis dari hidup 4 sehat.com yaitu:

Apa keuntungan dari anestesi PDA/epidural? Lebih dari 90% ibu yang mendapatkan pembiusan, tidak merasakan nyeri, sehingga proses persalinan lebih nyaman. Ibu tetap sadar dan merasakan kontraksi, namun tidak merasa nyeri. Pembiusan dapat dilakukan pada pasien dengan tekanan darah tinggi. Bumil dapat terhindar dari stress sehingga energi saat mengejan lebih banyak Apa kekurangannya? Karena efeknya yang menurunkan tekanan darah, maka setelah pemberian anestesi, ibu gak boleh turun atau jalan-jalan, takut tekanan darah tiba-tiba "drop" (hipotensi postural). Sakit kepala. Ini karena bila penusukan jarum terlalu dalam, cairan spinal keluar. Namun kejadian ini hanya 1%. Sakit punggung setelah melahirkan. (lumayan sering) Sulit buang air kecil (jarang), jadi akan dipasangkan kateter urin sementara. Jarum bius melukai syaraf (amat sangat langka, dokter yang mengerjakan pembiusan adalah dokter berkompeten pastinya, namun seperti lagu Kahitna, dokter pun manusia biasa yang kadang salah). Nah setelah mengetahui kekurangan dan kelebihan metode ini, dalam dunia keperawatan maternitas ada hal hal yang perlu diperhatikan pada metode ini yaitu kondisi janin dan calon ibu.Jantung janin harus selalu dipantau terusmenerus dengan alat CTG (kardiotokografi), dan ibu harus berbaring miring ke satu sisi. Biasanya kekuatan otot-otot perut, pinggang sampai kaki akan tetap ada sampai proses bersalin selesai. Juga gerakan tungkai kaki tidak melemah dan terbatas. Namun pada beberapa kasus (jarang), efek bius terlalu kuat, sehingga saat bersalin, cslo ibu tidak bisa mengejan dengan baik. Beberapa ibu juga butuh infus oksitosin, karena kontraksi rahim berkurang akibat efek obat bius. Pada kasus ekstrim bisa terjadi, persalinan normal tidak dapat dilakukan karena hilangnya kontraksi rahim dan relaksasi otot-otot ibu, sehingga bumil harus dioperasi caesar.