Вы находитесь на странице: 1из 4

MAHASISWA HARUS KREATIF UNTUK MENJADI INOVATIF

0 Posted by :admin On : May 29, 2012 Sekali lagi ditekankan bahwa kreatif bukanlah sebuah bakat alami yang dibawa seseorang sejak lahir. Namun kreatifitas muncul karena usaha dan upaya kita menyelesaikan suatu masalah. Sebagai seorang mahasiswa, menjadi kreator (seseorang yang kreatif) adalah mutlak. Mengapa demikian? Berikut pendapat saya tentang kreatifitas yang mutlak harus dibangun oleh mahasiswa. Disaat masih menjadi mahasiswa, tidak takut membuat kegagalan. Mahasiswa memiliki kondisi optimal untuk berkreasi dan merintis sebuah inovasi. Dikala masih menjadi mahasiswa, upaya kreatifitas dan inovasi yang belum menuai keberhasilan, dinilai sebagai suatu proses belajar. Orang-orang disekitar seringkali menyatakan Ah, dia kan masih mahasiswa. Tentu saja hal ini berbalik 180 derajat saat seorang mahasiswa sudah mencapai kelulusan. Orang tua dan orangorang disekitar memberikan tanggungjawab untuk mampu menghasilkan pendapatan (uang) dan mengharapkan langsung sukses. Mahasiswa memiliki banyak peluang. Setiap mahasiswa di Universitas Bangka Belitung ini memiliki kesempatan yang sama untuk untuk mengikuti Program Kreatifitas Mahasiswa yang didanai oleh DIKTI. Jika mahasiswa IPB, ITP, UGM dan kampus lainnya berlomba-lomba memproduksi proposal dengan berbagai ide kreatifnya baik dalam pengabdian masyarakat (PKMM), penerapan teknologi (PKMT), penelitian (PKMP), Kewirausahaan (PKMK),penulisan ilmiah (PKM-AI) dan gagasan tertulis (PKM-GT) belum terlihat hal yang sama di Universitas Bangka Belitung yang kita banggakan ini. Maka dapat dipastikan rentetan nama universitas ternama diatas yang banyak menghiasi pengumuman pemenang PKM. Masing-masing tim berhak atas dana berkisar antara 5 7 juta rupiah. Menjadi mahasiswa kreatif memang tidak harus melalui PKM, namun saat mahasiswa tidak punya ajang melatih kreativitasnya secara mandiri, apakah perguruan tinggi tidak akan menghasilkan lulusan yang kreatif? Pertanyaan yang tidak mudah dijawab karena proses belajar-mengajar bersifat multi-aspek atau dipengaruhi oleh banyak faktor, misalnya mutu dosen, motivasi mahasiswa, kurikulum beserta metode mengajarnya, daya dukung sarana dan prasarana pembelajaran. Jadi rendahnya minat mengikuti PKM mungkin merupakan kesalahan atau tanggung jawab kolektif. Skripsi itu menyelesaikan masalah dengan kreatif. Seorang sarjana disaat lulus nanti dituntut menjadi seseorang yang mampu memberikan perubahan. Perubahan apakah? Perubahan pada masalah-masalah yang terjadi baik di bidangnya maupun di masyarakat. Tentunya perubahan yang menjadikan lebih baik dengan adanya penyelesaian masalahmasalah. Hal itu telah dilatih dalam proses pembelajaran di kampus. Seorang calon

sarjana harus mampu melihat permasalahan yang ada dibidangnya dan mampu memberikan solusi pemecahan masalah. Hal tersebut dituangkan dalam sebuah penelitian dalam skripsi. Harapannya, seorang sarjana yang telah melaksanakan skripsi dengan baik yaitu mampu melihat permasalahan dan mampu meyelesaikannya, maka dia sudah menjadi seseorang yang kreatif. Namun itu hanya 1 masalah dan 1 pemecahan masalah. Jika seorang mahasiswa mau belajar untuk memecahkan lebih banyak masalah tentunya kreatifitasnya dapat terasah. Membangun rasa keingintahuan. Keingintahuan seorang mahasiswa dapat dilihat saat perkuliahan dimana sebagian mahasiswa yang telah memahami materi yang disampaikan, akan menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan materi. Hal ini merupakan keingintahuan mahasiswa akan korelasi materi dengan kondisi riil yang diketahuinya. Sebagian lagi merupakan mahasiswa yang menanyakan karena belum memahami materi. Upaya ini memiliki nilai positif sebagai upaya mahasiswa berusaha untuk dapat memahami materi. Yang sangat disayangkan adalah sebagian mahasiswa meributkan dengan presensi kuliah, selalu abstain saat sesi diskusi dan tidak mau bertanya saat belum memahami suatu materi. Seperti halnya adik-adik kita di playgroup, taman kanak-kanak maupun sekolah dasar, keingintahuannya sangat tinggi dalam segala hal. Dengan begitu capaian pengetahuannya lebih banyak bertambah dengan eksplorasi keingintahuannya. Mengapa disaat mencapai level mahasiswa, keingintahuan itu berkurang? Pendidikan di Belanda (meski belum kesana dan mengutip dari nuffic neso), mahasiswa di Belanda dituntut untuk partisipatif dan berpikir memecahkan berbagai permasalahan. Hal ini memungkinkan untuk memberikan ide-ide baru dan banyak belajar untuk memecahan masalahnya. Inovasi dan kreatifitas adalah hal-hal penting dalam pendidikan di Belanda.

SUDAH KREATIFKAH ANDA SEBAGAI MAHASISWA ? Ada beberapa ciri orang kreatif yaitu : 1. Berani. Seseorang berani menghadapi tantangan dengan segala resikonya. Apakah itu kegagalan ato kerugian. Sehingga seseorang memiliki kebebasan untuk berfikir dan bertindak. 2. Ekspresif. Seseorang tidak takut menyatakan perasaannya dan pemikirannya. Sehingga dia memiliki rasa percaya diri yang cukup tinggi. 3. Humor. Seseorang yang mampu merubah suasana dengan menyampaikan sesuatu dengan cara yang tidak lazim dan tidak terduga. Humor terbentuk dengan adanya daya imajinasi yang baik. Pemikiran imajinatif membuat sesuatu menjadi berbeda. 4. Intuisi. Menerima intuisi sebagai aspek wajar dalam kepribadiannya. Intuisiintuisi tersebut menjadikan seseorang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Untuk menjadi kreatif bukan suatu anugerah yang dating tiba-tiba, namun suatu proses yang panjang. Berikut ini ada kutipan tentang cara membangun kreatifitas dalam kehidupan sehari-hari.

1.

Amatilah sesuatu yang dikenal

Amatilah sesuatu dalam 10 menit dan gambarkan kembali menurut apa yang dilihat, didengar, dirasakan dan diaromakan. Dengan demikian kita merasa lebih mengenal sesuatu tersebut (kayak syahrini aja pake sesuatu) dan dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan sesuatu tersebut. 2. Jangan menunda pekerjaan salah saatu hal yang mengherankan tentang ide-ide adalah bahwa otak dapat diperintah untuk bekerja dengan autopilot (kayak sukoi pakai auto pilot). Jika Anda memberinya gagasan-gagasan dasar dan rangsangan yang cocok, akhirnya otak akan memunculkan gagasan-gagasan yang dapat diteruskan. Namun ada kecendrungan apabila dihadapkan pada persoalan, maka Anda akan menunda sampai menit terakhir, dengan dalih bahwa otak akan berkerja secara optimal kalau dalam keaadaan terdesak. Dan itu memang ada benarnya, karena ketegangan batas waktu mempersatukan pikiran dengan baik sekali. Tetapi Anda tidak memberikan kesempatan yang cukup kepada otak untuk menghasilkan pekerjaan yang optimal. Jika Anda mengerjakan jauh hari sebelum batas waktu, tidak berarti ente harus merampungkan, tetapi hanya memberi masukan yang lebih baik kepada diri sendiri untuk menyadari dimensi-dimensi lain dari keadaan yang anda hadapi. 3. Pejamkan mata dan biarkan pikiran mengembara Berkhayal juga bisa menghasikan ide, Dengan cara membiarkan alam tak sadar Anda mengerjakan sesuatu dan biarkan pikiran anda mengembara akan dapat menjadi sangat efektif. 4. Ambillah sudut pandang orang lain Artinya, Anda mencoba untuk menempatkan diri pada posisi orang lain untuk mengetahui reaksi seseorang atas tindakan yang Anda ambil. 5. Melakukan curah-gagasan Dengan melakukan curah-gagasan atau brainstorming dapat memudahkan Anda untuk mendapatkan banyak gagasan dengan cepat. Proses ini berlandaskan anggapan bahwa sekelompok orang yang bekerja bersama dibawah pimpinan yang baik dapat memunculkan jauh lebih banyak ide dan kemungkinan daripada bekerja masing-masing. 6. Belajar menjadi seorang inovator yang baik

Anda harus selalu mencari, menyesuaikan dan mengimplementasikan ide-ide, baik yang baru maupun yang lama. Anda dapat melakukannya dengan membaca, survei, penelitian atopun diskusi. 7. Ubahlah kebiasaan dan citra diri

Untuk bisa seperti itu, jadilah orang yang progresif, kembangkanlah atribut-atribut dan motivasi yang di butuhkan. Tuangkanlah ide Anda dalam bentuk tulisan dan terimalah perubahan dan tantangan suatu masalah dengan tangan terbuka dengan begitu biasakanlah berpikir terbuka dan fleksibel.