You are on page 1of 5

Keunikan Sepatu Monk Strap

Pull out style with monk strap shoes! Keunikan sepatu ini terletak pada perpaduan tampilan formal dan kasual. Sepatu memang benda mode yang tidak bisa dilepaskan dari aktivitas sehari-hari, baik pria maupun wanita. Untuk pria, memang ada jenis-jenis sepatu yang tanpa disadari bisa jadi salah satunya adalah favorit Anda. Berbicara mengenai ragam jenis sepatu yang sedang menjajah wilayah mode bagi pria, terselip satu nama yang sedang meroket dan menjadi trend-setter di mana-mana. Ya, monk strap shoes. Mendengar kata monk, jangan seketika memberi label pada sepatu yang sama persis dikenakan para biksu pada film The Shaolin Master. Banyak yang berpikir bahwa monk strap shoes adalah turunan dari jenis sepatu slip-on, tidak salah juga, toh memang monk strap ini tidak memiliki tali layaknya jenis classic Oxford. Seperti putaran mode yang selalu berulang, monk strap kini kembali naik pamor dengan tetap menghembuskan napas klasik yang seolah menyeret tampilan gaya pria menjadi lebih dandy dan flamboyan. Tampilan vintage ini menyeret wajah mode setidaknya setengah abad ke belakang, without War World madness of course.

Jika berbicara lebih jauh soal kategori sepatu, monk strap adalah golongan slip-on shoes serupa dengan penny loafer, tassel loafer, atau driving moccasin (not sure). Ciri khas dari sepatu ini terletak pada, tentu saja, strap atau tali pengikat yang menutupi bagian atas sepatu ini. Single strap atau double strap sama saja, dan gesper untuk mengencangkan tali tersebut biasanya menjadi pencuri perhatian dari sepatu jenis monk strap. Sepatu ini selalu berkaitan dengan karakteristik gaya yang ingin ditampilkan seorang pria, dan gesper yang berada di pinggir sepatu ini menjadi sisi dekoratif yang menguatkan taste gaya tersebut. Banyak sepatu monk strap yang mematenkan gesper dan talinya sehingga pemakainya tinggal menyelipkan kaki saat menggunakannya, inilah kenapa monk strap dimasukkan dalam jenis slip-on. Sementara gesper pada monk strap inilah yang memberikan sentuhan kuno yang elegan. Menyoal sepatu slip-on nyaman dengan desain yang lebih styilish mungkin monk strap dapat menduduki peringkat pertama. Monk strap saat ini telah mengalami metamorfosis dan terlahir kembali dalam varian desain dan beberapa di

antaranya memiliki tampilan yang lebih kontemporer dibanding yang lain. Aneka label kenamaan mulai mengangkat kembali monk strap sebagai benda mode yang sepertinya masuk dalam jajaran must have item pria saat ini. Tengok saja Gucci, Giorgio Armani, Salvatore Ferragamo, sampai Zara, pasti Anda akan melihat ragam model sepatu ini yang membuat dompet tergiur. Ada beberapa pria yang masih ragu untuk mengenakan sepatu monk strap dalam setiap kesempatan. Memakai sepatu dan mencocokkannya dengan momen yang akan Anda hadiri bukan hanya kepandaian wanita, pria pun juga perlu memiliki sense of style agar penampilannya kian menarik.

Buzz up your style! Ingat, monk strap itu bukan melulu sepatu pesta. Mungkin Anda melihat sepatu ini seperti layaknya pantofel kebanyakan, namun dengan masuk dalam kategori slip-on shoes, monk strap sebetulnya lebih fleksibel untuk dikenakan dalam beragam kesempatan. Sepatu warna hitam jelas akan menimbulkan kesan lebih formal dibanding warna lain seperti coklat atau krem. Jangan ragu untuk kenakan

sepatu monk strap ini dengan paduan jeans untuk look casual dan sedikit terlihat preppy. Pull out the looks! Bicara soal jeans, jangan ragu untuk menggulung celana jeans Anda sampai sebatas mata kaki. Tujuannya, apalagi jika bukan untuk sedik it show off bahwa sepatu yang Anda kenakan adalah jenis monk strap. Dengan detil gesper yang menempel di sisinya, sayang jika Anda menutupinya dengan potongan celana yang biasa saja. Just try it!

Handle with care! Karena tidak memiliki tali, sepatu monk-strap biasanya tertutup pada bagian punggungnya. Dengan display leather yang lebih luas, maka sudah kewajiban untuk memberi perawatan ekstra pada sepatu ini. Untuk sepatu dengan material kulit premium, usahakan untuk membersihkannya dua minggu sekali dan simpan di tempatnya agar partikel jamur atau debu tidak merusak lapisannya. Source: talkmen.com