You are on page 1of 1

Perubahan Paradigma dari AI (Artificial Intelligence) ke IS (Intelliget Systems)

Nurhayat Ali Hanifa 213120006 alihanifa@gmail.com Tujuan awal AI adalah untuk mencapai tahap kecerdasan dengan membangun artefak-artefak yang mampu menunjukkan kemampuan mengenali sepertihalnya manusia. Pada akhir tahun 1980, sub bidang dari AI mulai membuat konferensi dan jurnal ilmiahnya sendiri, dan mulai membentuk spesialisasispesialisasi di dalam keilmuan AI. Efeknya, para mehasiswa dan penilit mulai memfokuskan diri dan penelitiannya pada sub bdidang AI yang lebih spesifik. Hasilnya, perkembangan penelitan yang dihasilkan setiap sub bidang AI cukup menggembirakan, di sisi lain, ini juga mempersempit lingkup antara sesama peneliti AI. Saat ini, banyak sub bidang AI lebih menonjol dibandingkan dengan AI nya itu sendiri. Selain afliasi AI yang bergeser, kasus yang di coba untuk diselesaikan oleh AI juga mengalami perubahan. Setiap sub bidang mulai mendefinisikan tugas dan lingkup kasus mereka masing-masing yang digunakan untuk mengukur perkembangan mereka masing-masing. Secara institusi, fakultas ilmu komputer yang dahulu adalah rumah nya AI kini membagi menjadi system dan algoritma. Dan para peneliti AI pun terbagi kepa da peneliti system dan algoritma. Ini menggambarkan perhatian terhadap komponen mekanik sebagai bagian dari kecerdasan. Seingga, penelitian-penelitian pada sub bidang AI melahirkan sistem-sistem cerdas yang bekerja pada suatu kondisi atau kasus tertentu. Perkembangan berikutnya dari AI, agen-agen cerdas pada IS tersebut diharapkan dapat bekerja sama membentuk suatu kolborasi kecerdasan sehingga akna tetap menuju kepada tujuan awal dari AI.