Вы находитесь на странице: 1из 33

ANDROID DAN PERKEMBANGANNYA

Makalah ini disusun sebagai tugas mata kuliah Teknologi Informasi dan Komunikasi Dosen pengampu : Septia Lutfi,S.Kom, M.Kom

Oleh Dyah Ayu Wulandari 1102412106

KURIKULUM DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2013

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah Di era modern ini, teknologi berkembang dengan sangat pesat, terlebih teknologi komunikasi. Begitu banyak cara dan alat yang dapat kita gunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain, bahkan yang berada jauh di belahan dunia sana. Koneksi internet juga mulai ada di belahan dunia manapun, sehingga memudahkan kita dalam mengakses informasi. Perkembangan ini terus menerus terjadi demi mengikuti kemajuan dunia, dan terus berkembang untuk memperbaiki yang sebelumnya tercipta. Berbagai inovasi bermunculan dari berbagai pihak, salah satunya adalah ANDROID. ANDROID merupakan salah satu contoh dari hasil kemajuan alat komunikasi di dunia. Android adalah sistem operasi untuk telepon selular yang berbasis linux dan juga berbasis open source yang menyediakan platform terbuka bagi para pengembang untuk menciptakan aplikasi baru, OS android dinilai akan berkembang secara pesat dan mengalahkan vendor ternama seperti microsoft mobile, plam OS atau iphone. Android awalnya dikembangkan oleh Android, Inc., dengan dukungan finansial dari Google, yang kemudian membelinya pada tahun 2005. Sistem operasi ini dirilis secara resmi pada tahun 2007, bersamaan dengan didirikannya Open Handset Alliance, konsorsium dari perusahaan-perusahaan perangkat keras, perangkat lunak, dan telekomunikasi yang bertujuan untuk memajukan standar terbuka perangkat seluler. B. Tujuan Makalah ini disusun agar kita bisa mengetahui bagaimana perkembangan ANDROID selama ini. Selain itu kita juga bisa mengetahui ANDROID versi apa yang sesuai dengan kebutuhan kita sehigga kita bisa menggunakan ANDROID dengan bijak. Ketika kita sudah mengetahui betul seperti apa alat elektronik yang kita gunakan, maka kita akan mampu memanfaatkannya dengan baik, dan bukannya dimanfaatkan oleh alat tersebut

BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian

Android adalah sistem operasi untuk telepon selular yang berbasis linux dan juga berbasis open source yang menyediakan platform terbuka bagi para pengembang untuk menciptakan aplikasi baru, OS android dinilai akan berkembang secara pesat dan mengalahkan vendor ternama seperti microsoft mobile, plam OS atau iphone. Android awalnya dikembangkan oleh Android, Inc., dengan dukungan finansial dari Google, yang kemudian membelinya pada tahun 2005. Sistem operasi ini dirilis secara resmi pada tahun 2007, bersamaan dengan didirikannya Open Handset Alliance, konsorsium dari perusahaan-perusahaan perangkat keras, perangkat lunak, dan telekomunikasi yang bertujuan untuk memajukan standar terbuka perangkat seluler. Android adalah sistem operasi dengan sumber terbuka, dan Google merilis kodenya di bawah Lisensi Apache. Kode dengan sumber terbuka dan lisensi perizinan pada Android memungkinkan perangkat lunak untuk dimodifikasi secara bebas dan didistribusikan oleh para pembuat perangkat, operator nirkabel, dan pengembang aplikasi. Selain itu, Android memiliki sejumlah besar komunitas pengembang aplikasi (apps) yang memperluas fungsionalitas perangkat, umumnya ditulis dalam versi kustomisasi bahasa pemrograman Java. Pada bulan Oktober 2012, ada sekitar 700.000 aplikasi yang tersedia untuk Android, dan sekitar 25 juta aplikasi telah diunduh dari Google Play, toko aplikasi utama Android. Sebuah survey pada bulan April-Mei 2013 menemukan bahwa Android adalah platform paling populer bagi para pengembang, digunakan oleh 71% pengembang aplikasi seluler.

Faktor-faktor di atas telah memberikan kontribusi terhadap perkembangan Android, menjadikannya sebagai sistem operasi telepon pintar yang paling banyak digunakan di dunia,[19] mengalahkan Symbian pada tahun 2010. Android juga menjadi pilihan bagi perusahaan teknologi yang menginginkan sistem operasi berbiaya rendah, bisa dikustomisasi, dan ringan untuk perangkat berteknologi tinggi tanpa harus mengembangkannya dari awal. Akibatnya, meskipun pada awalnya sistem operasi ini dirancang khusus untuk telepon pintar dan tablet, Android juga dikembangkan menjadi aplikasi tambahan di televisi, konsol permainan, kamera digital, dan perangkat elektronik lainnya. Sifat Android yang terbuka telah mendorong munculnya sejumlah besar komunitas pengembang aplikasi untuk menggunakan kode sumber terbuka sebagai dasar proyek pembuatan aplikasi, dengan menambahkan fitur-fitur baru bagi pengguna tingkat lanjut atau mengoperasikan Android pada perangkat yang secara resmi dirilis dengan menggunakan sistem operasi lain. B. Sejarah Android Adapun sedikit tentang sejarah Android, Google Inc. mengakuisisi Android Inc. yang mengembangkan softwere untuk ponsel yang berada di Palo Alto, California, Amerika Serikat pada bulan Oktober 2003 oleh Andy Rubin (pendiri Danger), Rich Miner (pendiri Wildfire Communications, Inc.), Nick Sears (mantan VP T-Mobile), dan Chris White (kepala desain dan pengembangan antarmuka WebTV) untuk mengembangkan "perangkat seluler pintar yang lebih sadar akan lokasi dan preferensi penggunanya". Tujuan awal pengembangan Android adalah untuk mengembangkan sebuah sistem operasi canggih yang diperuntukkan bagi kamera digital, namun kemudian disadari bahwa pasar untuk perangkat tersebut tidak cukup besar, dan pengembangan Android lalu dialihkan bagi pasar telepon pintar untuk menyaingi Symbian dan Windows Mobile (iPhone Apple belum dirilis pada saat itu). Meskipun para pengembang Android adalah pakar-pakar teknologi yang berpengalaman, Android Inc. dioperasikan secara diam-diam, hanya diungkapkan bahwa para pengembang sedang menciptakan sebuah perangkat lunak yang diperuntukkan bagi telepon seluler. Masih pada tahun yang sama, Rubin kehabisan uang. Steve Perlman, seorang teman dekat Rubin, meminjaminya $10.000 tunai dan menolak tawaran saham di perusahaan. Google mengakuisisi Android Inc. pada tanggal 17 Agustus 2005, menjadikannya sebagai anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Google. Setelah pengakuisisian oleh Google, perusahaan tersebut menutup diri, kemudian tersebar rumor bahwa Google sedang mengembangkan ponsel. Rumor tersebut akhirnya menjadi nyata pada November 2007. Google tiba- tiba mengumumkan bahwa mereka memang mengembangkan sebuah ponsel

Google dan system operasi mobile baru yang disebut Android. Kemudian untuk mengembangkan Android, dibentuklah Open Handset termasuk Google, HTC, Intel, Motorola, Qualcomm, T-Mobile, dan Nvidia. Telepon pertama yang memakai system Android adalah HTC Dream, yang dirilis tanggal 22 Oktober 2008. Pada penghujung tahun 2009 diperkirakan di dunia ini paling sedikit terdapat 18 jenis telepon seluler yang menggunakan Android. Android didasarkan pada kernel Linux dan dirancang untuk digunakan oleh Open Handset Alliance yang terdiri dari sekelompok puluhan pembuat hardwere, carrier dan perusahaan terkait perangkat mobile lainnya. Hak cipta dari Android itu sendiri dimiliki oleh Google. Android telah tersedia sebagai open source sejak 21 oktober 2008 dimana google membuka seluruh kode sumber dibawah lisensi Apache, dengan munculnya lisensi ini berbagai vendor dapat menambahkan ekstensi kepemilikan tanpa mengirimkan kembali ke komunitas open source. Sedangkan logo dari Andriod berupa robot Android berwarna hijau muda. Untuk tulisan Android menggunakan font Android Norad yang dibuat oleh Ascender Corporation. Ternyata logo Android ini juga memiliki sejarahnya sendiri, logo Android lahir dari sebuah rancangan seorang desainer bernama Irina Blok. Logo Android itu dirancang untuk sibol internasional, pemilihannya pun tidak dilakukan secara asal- asalan, setiap logo harus sesuai dengan nama, sehingga dalam pembuatan logo ini dibentuk tim sendiri untuk merancangnya. Logo harus sesuai dengan apa yang akan dipresentasikan dari dalam Android itu sendiri. Hingga akhirnya tim memilih untuk menggunakan logo berbentuk robot dengan badan yang kekar serta kepala yang mirip dengan mangkuk yang dibalik. Pemilihan warna hijau didasarkan atas nilai warna standar print PMS 376C dengan warna hex #A4C639. Alasan dipilihnya warna hijau, karena warna hijau cocok dengan banyak warna, terutama warna gelap. Awalnya logo Android ini dikabarkan menjiplak dari sebuah karakter game yang berjudul Gauntlet: The Third Encounter. Akan tetapi Irina Blok menyangkal hal itu, dia mengatakan bahwa tidak ada unsur plagiatisme dalam pembuatan logo itu.

C. Pengembangan Android Android dikembangkan secara pribadi oleh Google sampai perubahan terbaru dan pembaruan siap untuk dirilis, dan informasi mengenai kode sumber juga mulai diungkapkan kepada public. Kode sumber ini hanya akan berjalan tanpa modifikasi pada perangkat tertentu, biasanya pada seri Nexus. Ada binari tersendiri yang disediakan oleh produsen agar Android bisa beroperasi. Logo Android yang berwarna hijau dirancang oleh desainer grafis Irina Blok. Linux Android terdiri dari kernel yang berbasis kernel Linux versi 3.x (versi 2.6 pada Android 4.0 Ice Cream Sandwich dan pendahulunya). Peranti tengah, perpustakaan perangkat lunak, dan API ditulis dalam C, dan perangkat lunak aplikasi berjalan pada kerangka kerja aplikasi, termasuk perpustakan kompatibel-Java yang berbasis Apache Harmony. Android

menggunakan mesin virtual Dalvik dengan kompilasi tepat waktu untuk menjalankan 'dexcode' Dalvik (Dalvik Executable), biasanya diterjemahkan dari kodebit Java. Platform perangkat keras utama pada Android adalah arsitektur ARM. Ada juga dukungan untuk x86 dari proyek Android-x86 dan Google TV menggunakan versi x86 khusus Android. Pada tahun 2013, Freescale mengumumkan melibatkan Android dalam prosesor i.MX buatannya, yakni seri i.MX5X dan i.MX6X. Pada 2012, prosesor Intel juga mulai muncul pada platform utama Android, misalnya pada telepon seluler. Arsitektur kernel Linux pada Android telah diubah oleh Google, berbeda dengan siklus pengembangan kernel Linux biasa. Secara standar, Android tidak memiliki X Window System asli ataupun dukungan set lengkap dari perpustakaan GNU standar. Oleh sebab itu, sulit untuk memporting perpustakaan atau aplikasi Linux pada Android. Dukungan untuk aplikasi simpel C dan SDL bisa dilakukan dengan cara menginjeksi shim Java dan menggunakan JNI, misalnya pada port Jagged Alliance 2 untuk Android. Salah satu fitur yang coba disumbangkan oleh Google untuk kernel Linux adalah fitur manajemen daya yang disebut "wakelocks", namun fitur ini ditolak oleh pengembang kernel utama karena mereka merasa bahwa Google tidak menunjukkan niatnya untuk

mengembangkan kodenya sendiri. Pada bulan April 2010, Google mengumumkan bahwa mereka akan menyewa dua karyawan untuk mengembangkan komunitas kernel Linux, namun, Greg Kroah-Hartman, pengelola kernel Linux versi stabil, menyatakan pada bulan Desember 2010; ia khawatir bahwa Google tak lagi berusaha untuk mengubah kode utama Linux. Beberapa pengembang Android di Google mengisyaratkan bahwa "tim Android sudah mulai jenuh dengan proses ini", karena mereka hanyalah tim kecil dan dipaksa untuk melakukan pekerjaan yang mendesak demi keberlangsungan Android. Pada Agustus 2011, Linus Torvalds menyatakan: "akhirnya Android dan Linux akan kembali pada kernel umum, tapi mungkin hanya untuk empat atau lima tahun kedepan". Pada Desember 2011, Greg Kroah-Hartman mengumumkan dimulainya Android Mainlining Project, yang bertujuan untuk mengembalikan beberapa pemacu, patch, dan fitur Android pada kernel Linux, yang dimulai dengan Linux 3.3. Setelah upaya sebelumnya gagal, Linux akhirnya menyertakan fitur wakelocks dan autosleep pada kernel 3.5. Antarmukanya masih sama, namun implementasi Linux yang baru memiliki dua mode suspend berbeda: suspend ke penyimpanan (suspend tradisional yang digunakan oleh Android), dan ke cakram (hibernasi, serupa dengan fitur yang ada pada desktop). Penyertaan fitur baru ini akan rampung pada Kernel 3.8, Google telah membuka repositori kode publik yang berisi karya eksperimental mereka untuk mendesain ulang Android dengan Kernel 3.8. Memori kilat (flash storage) pada perangkat Android dibagi menjadi beberapa partisi, misalnya "/system" untuk sistem operasi, dan "/data" untuk pemasangan aplikasi dan data pengguna. Berbeda dengan distribusi desktop Linux, pemilik perangkat Android tidak diberikan akses root pada sistem operasi, dan partisi sensitif seperti /system bersifat readonly. Namun, akses root dapat diperoleh dengan cara memanfaatkan kelemahan keamanan pada Android, cara ini sering digunakan oleh komunitas sumber terbuka untuk meningkatkan kinerja perangkat mereka, namun juga bisa dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab untuk menyebarkan virus dan perangkat perusak. Terkait dengan masalah apakah Android bisa digolongkan ke dalam distribusi Linux masih diperdebatkan secara luas. Linux Foundation dan Chris DiBona, kepala sumber terbuka Google, mendukung hal ini. Sedangkan yang lainnya, seperti teknisi Google Patrick Brady, menentangnya, ia beralasan bahwa Android kurang mendukung sebagian besar perkakas GNU, termasuk glibc.

Pengelolaan Memori Karena perangkat Android umumnya bertenaga baterai, Android dirancang untuk mengelola memori (RAM) guna menjaga konsumsi daya minimal, berbeda dengan sistem operasi desktop yang bisa terhubung pada sumber daya listrik tak terbatas. Ketika sebuah aplikasi Android tidak lagi digunakan, sistem secara otomatis akan menangguhkannya (suspend) dalam memori secara teknis aplikasi tersebut masih "terbuka", namun dengan ditangguhkan, aplikasi tidak akan mengkonsumsi sumber daya (misalnya daya baterai atau daya pemrosesan), dan akan "diam" di latar belakang hingga aplikasi tersebut digunakan kembali. Cara ini memiliki manfaat ganda, tidak hanya meningkatkan respon perangkat Android karena aplikasi tidak perlu ditutup dan dibuka kembali dari awal setiap saat, tetapi juga memastikan bahwa aplikasi yang berjalan di latar belakang tidak menghabiskan daya secara sia-sia. Android mengelola aplikasi yang tersimpan di memori secara otomatis: ketika memori lemah, sistem akan menonaktifkan aplikasi dan proses yang tidak aktif untuk sementara waktu, aplikasi akan dinonaktifkan dalam urutan terbalik, dimulai dari yang terakhir digunakan. Proses ini tidak terlihat oleh pengguna, jadi pengguna tidak perlu mengelola memori atau menonaktifkan aplikasi secara manual. Namun, kebingungan pengguna atas pengelolaan memori pada Android telah menyebabkan munculnya beberapa aplikasi task killer pihak ketiga yang populer di Google Play. Jadwal Pembaruan Google menyediakan pembaruan utama bagi versi Android, dengan jangka waktu setiap enam sampai sembilan bulan. Sebagian besar perangkat mampu menerima pembaruan melalui udara (OTA). Pembaruan utama terbaru adalah Android 4.3 Jelly Bean. Dibandingkan dengan sistem operasi seluler saingan utamanya, yaitu iOS, pembaruan Android biasanya lebih lambat diterima oleh perangkat penggunanya. Untuk perangkat selain merek Nexus, pembaruan biasanya baru bisa diterima dalam waktu berbulan-bulan setelah dirilisnya versi resmi. Hal ini disebabkan oleh banyaknya variasi perangkat keras Android, sehingga setiap pembaruan harus disesuaikan secara khusus, misalnya: kode sumber resmi Google hanya berjalan pada perangkat Nexus. Porting Android pada perangkat keras tertentu yang dilakukan oleh produsen telepon seluler membutuhkan waktu dan proses, para produsen

ini umumnya mengutamakan perangkat terbaru mereka untuk menerima pembaruan, dan mengenyampingkan perangkat lama. Oleh sebab itu, telepon pintar lama seringkali tidak diperbarui jika produsen memutuskan bahwa itu hanya menghabiskan waktu, meskipun sebenarnya perangkat tersebut mampu menerima pembaruan. Masalah ini diperparah ketika produsen menyesuaikan Android dengan antarmuka dan aplikasi ciptaan mereka, yang mana ini harus diterapkan kembali untuk setiap perilisan terbaru. Penundaan lainnya juga bisa disebabkan oleh operator nirkabel; setelah menerima pembaruan dari produsen ponsel, operator akan menyesuaikannya dengan kebutuhan mereka, misalnya melakukan pengujian ekstensif terhadap jaringan sebelum mengirim pembaruan kepada pengguna. Kurangnya dukungan pasca-penjualan dari produsen ponsel dan operator telah menimbulkan kritikan dari para konsumen dan media teknologi. Beberapa pengkritik menyatakan bahwa industri memiliki motif keuangan untuk tidak memperbarui perangkat mereka, seperti tidak adanya pembaruan bagi perangkat lama dan memperbarui perangkat yang baru dengan tujuan meningkatkan penjualan, sikap yang mereka sebut "menghina. The Guardian melaporkan bahwa metode pembaruan yang rumit terjadi karena produsen ponsel dan operator-lah yang telah merancangnya seperti itu. Pada 2011, Google, yang bekerjasama dengan sejumlah perusahaan industri, membentuk "Android Update Alliance", dengan janji bahwa mereka akan memberikan pembaruan secara tepat waktu bagi setiap perangkat dalam jangka 18 bulan setelah dirilisnya versi resmi. Sejak didirikan hingga tahun 2013, aliansi ini tak pernah disebut-sebut lagi. Komunitas Sumber Terbuka Android memiliki komunitas pengembang dan penggemar aktif yang menggunakan kode sumber Android untuk mengembangkan dan mendistribusikan versi modifikasi Android buatan mereka. Komunitas pengembang ini seringkali memberikan pembaruan dan fitur-fitur baru bagi perangkat lebih cepat jika dibandingkan dengan produsen/operator, meskipun pembaruan tersebut tidak menjalani pengujian ekstensif atau tidak memiliki jaminan kualitas. Mereka berupaya untuk terus memberikan dukungan bagi perangkat-perangkat lama yang tak lagi menerima pembaruan resmi, ataupun memodifikasi perangkat Android agar bisa berjalan dengan menggunakan sistem operasi lain, misalnya HP TouchPad. Komunitas ini seringkali merilis pembaruan bagi perangkat pra-rooted, dan berisi modifikasi yang tidak cocok bagi pengguna non-teknis, misalnya kemampuan untuk overclock atau over/undervolt prosesor

perangkat. CyanogenMod adalah perangkat tegar (firmware) komunitas yang paling banyak digunakan, dan menjadi dasar bagi sejumlah firmware lainnya. Secara historis, produsen perangkat dan operator seluler biasanya tidak mendukung pengembangan firmware oleh pihak ketiga. Produsen khawatir bahwa akan muncul fungsi yang tidak sesuai jika perangkat menggunakan perangkat lunak yang tidak resmi, sehingga akan menyebabkan munculnya biaya tambahan. Selain itu, firmware modifikasi seperti CyanogenMod kadang-kadang menawarkan fitur yang membuat operator harus

mengeluarkan biaya premium, misalnya tethering. Akibatnya, kendala teknis seperti terkuncinya bootloader dan terbatasnya akses untuk root umumnya bisa ditemui di kebanyakan perangkat Android. Namun, perangkat lunak buatan komunitas pengembang semakin populer, dan setelah Kongres Pustakawan Amerika Serikat mengijinkan "jailbreaking" perangkat seluler, produsen ponsel dan operator mulai memperlunak sikap mereka terhadap pengembang pihak ketiga. Beberapa produsen ponsel, termasuk HTC, Motorola, Samsung dan Sony, mulai memberikan dukungan dan mendorong pengembangan perangkat lunak pihak ketiga. Sebagai hasilnya, kendala pembatasan perangkat keras untuk memasang firmware tidak resmi mulai berkurang secara bertahap setelah meningkatnya jumlah perangkat yang memiliki kemampuan untuk membuka bootloader, sama dengan seri ponsel Nexus, meskipun pengguna harus kehilangan garansi perangkat mereka jika melakukannya. Akan tetapi, meskipun produsen ponsel telah menyetujui pengembangan perangkat lunak pihak ketiga, beberapa operator seluler di Amerika Serikat masih mewajibkan ponsel penggunanya untuk "dikunci". Kemampuan untuk membuka dan meretas sistem pada telepon pintar dan tablet terus menjadi sumber perdebatan antar komunitas pengembang dan industri; komunitas beralasan bahwa pengembangan tidak resmi dilakukan karena industri gagal memberikan pembaruan yang tepat waktu bagi pengguna, atau untuk tetap melanjutkan dukungan versi terbaru bagi perangkat mereka. D. Macam- macam Versi Android Ada beberapa versi dan tingkat Android yang selalu jadi update OS, jadi untuk kesempurnaan OS dan performa sangat tergantung dari versi apa yang digunakan, semakin tinggi tingkat versi android maka semakin baik kinerjanya. Adapun macam- macam dari Versi Android adalah sebagai berikut:

1. Android Versi 1.1 (tanpa nama) HTC pertama yang menggunakan system operasi Android 1.0 pada HTC Dream (T- Mobile G1 dalam versi AS) pada Oktober 2008. Update Android versi 1.1 dirilis pada 9 Maret 2009. Android Versi 1.1 ini masih sederhana, yang menjadi keunggulan dari Android ini adalah dilengkapinya dengan pembaruan estetis pada aplikasi, jam alarm, pencarian suara, pengiriman pesan dengan Gmail dan pemberitahuan email. Fitur utama yang dimiliki dari Android versi 1.1 adalah sebagai berikut: Maps : menambahkan rincian serta ulasan ketika pengguna melakukan

pencarian google maps. Dialer : menampilkan secara timeout ketika melakukan panggilan

Messaging : menyimpan lampiran System : mendukung fitur layout

2. Android 1.5 (CupCake) Versi pertama dari system operasi android yang benar- benar memamerkan kekuatan platform miliknya adalah Android 1.5 CupCake. Konon Android 1.5 seharusnya adalah versi 1.2, tetapi Google akhirnya memutuskan untuk membuat pembaharuan besar dan menghadirkan versi 1.5 dengan nama CupCake. CupCake adalah kue kecil yang sangat populer di seluruh dunia saat ini yang dibuat dalam wadah berbentuk cetakan dan biasanya disajikan dengan frosting di atasnya.

Android versi 1.5 diliris pada Mei 2009, dalam versi ini Google telah merilis telepon seluler dengan menggunakan Android dan Softwere Development Kit/ SKD. Sedangkan spesifikasi dari CupCake adalah sebagai berikut: Mempuyai kemampuan merekam dan menonton video melalui camcorder. Upload video ke youtube dan uplaud gambar ke picasa Aplikasi baru soft- keyboard dengan fungsi text prediction Bluetooth A2DP dan AVRCP support Mempunyai kemampuan otomatis terhubung ke perangkat Bluetooth dengan jarak tertentu Widget baru dan folder dapat dikumpulkan di layar home

Adapun bahasa yang didukung oleh Android adalah sebagai berikut:

1. Cina, RRC 2. Cina, Taiwan 3. Ceko 4. Belanda, Belanda 5. Belanda, Belgia 6. Inggris, Amerika Serikat 7. Inggris, Inggris 8. Inggris, Kanada 9. Bahasa Inggris, Australia 10. Bahasa Inggris, Selandia Baru 11. Bahasa Inggris, Singapura 12. Perancis, Perancis 13. Perancis, Belgia 14. Perancis, Kanada

15. Perancis, Swiss 16. Jerman, Jerman 17. Jerman, Australia 18. Jerman, Swiss 19. Jerman, Liechtenstein 20. Italia, Italia 21. Italia, Swiss 22. Norwegia 23. Jepang 24. Korea 25. Polandia 26. Rusia 27. Spanyol

3. Android Versi 1.6 (Donut)

Android versi 1.6 Donut dirilis pada September 2009. Update ini memperbaiki bug OS yang sering reboot dengan fitur foto dan video dari kamera antarmuka dan integrasi pencarian yang lebih baik. Versi ini juga menambahkan dukungan utuk ukuran layar yang lebih besar dan diberi versi awal fitur navigasi turn- by-turn besutan Google. Donat seperti yang kita ketahui merupakan makanan atau kue yang populer dan turun temurun dikonsumsi di seluruh dunia. Adapun kemampuan yang dimiliki Donut adalah sebagai berikut: Peningkatan pada android market Integrasi kamera, perekam video dan tampilan galeri Aplikasi galeri yang baru memungkinkan pengguns memilih banyak foto untuk dihapus. Aplikasi voice search yang diperbaharui menjadi lebih cepat merespon dan integrasi dengan aplikasi yang lain termasuk kemampuan mencari kontak Aplikasi search yang ditingkatkan untuk bisa mencari bookmarka, histori, kontak, dan web dari layar home Peningkatan dukungan teknologi untuk CDMA/EVDO.802.1, VPNs, dan mesin text to speech mendukung resolusi layar WVGA Speed improvement in searching an camera application (perbaikan kecepat di aplikasi pencarian dan aplikasi kamera 4. Android Versi 2.0- 2.1 (clair)

Android 2.0 clair dirilis pada Oktober 2009 dengan bugfix versi 2.0.1 pada desember 2009. Android 2.1 dirilis pada Januari 2010. clair adalah makanan penutup yakni kue yang berbentuk persegi panjang yang dibuat dengan krim di tengah dan lapisan cokelat di atasnya. Adapun kemampuan dari Android versi clair adalah sebagai berikut: Optimalisasi kecepatan hardwere Mendukung lebih banyak ukuran layar dan resolusi Revamped UI, User interface baru pada browser dan dukungan html5 Daftar kontak baru, rasio putih hitam yang lebih baik untuk backgrounds Peningkatan aplikasi Google Maps 3.1.2 Dukungan untuk Microsoft Exchange Mendukung flash untuk kamera, digital oom. Peningkatan pada aplikasi virtual keyboard, Bluetooth 2.1, Live Wallpapers

5. Android 2.2- 2.2.3 (Froyo) Android 2.2 Froyo dirilis pada 20 Mei 2010 dengan peningkatan kecepatan dan pengadopsian Google Javascript Chrome dari

browser

dengan

berbagai tambahan fitur lainnya. Froyo itu sendiri merupakan kependekan dari Froen Yohurt yang merupakan yohurt yang telah mengalami proses

pendinginan, sehingga terlihat seperti es krim. Adapun spesifikasi dari Android 2.2 Froyo adalah sebagai berikut: Dilengkapi dengan fitur Adobe Flash 10.1 Memiliki kecepatan 3 sampai 5 kali dari pendahulunya Mampu merekam video dengan HD Quality Bisa meletakkan aplikasi di dalam MMC/ SD Card Bisa dijadikan untuk hostpot Performa yang meningkat Kemampuan auto update dalam Android market

6. Android Versi 2.3- 2.4 (Gingerbread) Android versi 2.3 Gingerbread dirilis secara resmi pada Desember 2010. Pada 7 Desember 2010, Google secara resmi mengumumkan smartphone Nexus S yang dibuat oleh Samsung yang menjadi

smartphone pertama dengan Android versi ini. Gingerbread sebenarnay merupakan kue jahe atau cookie dengan rasa khas jahe. Kue ini sering dibuat untuk merayakan liburan akhir tahun di AS dan dibuat seperti bentuk manusia. Adapun kemampuan dari Android Versi Gingerbread adalah sebagai berikut: Dukungan pada kamera depan, aplikasi kamera di Android 2.3 sudah mendukung kamera depan sejak awal. Artinya produsen seperti HTC, yang salah satu versi ponsel Androidnya sudah memiliki dua kamera, bisa langsung memasang dua kamera di ponsel Android. Ponsel Internet. Kemampuan telepon via internet, atau Voice over IP, akan didukung pada tingkat system operasi. Tanpa aplikasi tambahan, pengguna sudah bisa membuat panggilan VoIP, tentu dengan setting SIP manual. Tampilan yang lebih rapi.tampilan antarmuka dri Gingerbread konon bakal makin rapi dan mudah dipelajari. Menu dan tema visual diperbaiki oleh Google untuk memudahkan navigasi. Manajemen Aplikasi. Akan tersedia shortcut untuk sebuah aplikasi bernama Manage Aplication. Di sini pengguan bisa melihat berapa besar memori yang diserap oleh masing- masing aplikasi yang sedang berjalan. Input teks Lebih cepat. Keyboard Android Gingerbread dijanjikan akan lebih baik, dengan beberapa berubahan lokasi dan bentuk. Selain itu ada kemampuan memperbaiki salah ketik lewat kamus bawaan. Copy paste. Kemampuan untuk memilih lalu melakukan copy, cut atau paste di Gingerbread menjadi semakin lebih baik. Cara penggunaannya merip yang dilakukan Apple pada iOS, lengkap dengan marker yang bisa digeser sebelum menyalin.

7. Android Versi 3.0- 3.2 (Honeycomb) Android Versi 3.0 Honeycomb dirilis pada Februari 2011, kemudian disusul dengan cepat pada versi 3.1 dan 3.2. android versi ini khusus dan benar- benar dioptimalkan untuk tablet. Honeycomb merupakan sereal manis yang populer sejak tahun 1965, berupa sereal jagung dengan rasa madu yang berbentuk sarang lebah. Berikut adalah spesifikasi dari Android Versi Honeycomb: Efek grafik 3 dimensi yang dapat bekerja dengan mulus walaupun untuk aplikasi dengan kebutuhan kinerja grafis timggi. Efek 3D ini juga tersedia untuk aplikasi, wallpaper, dam grafik lainnya. Antarmuaka pengguna (UI) Honeycomb didesain ulang khusus untuk tablet dengan memeperhitungkan ukuran layar yang lebih besar daripada OS Android sebelumnya yang didesain untuk layar smartphone ukuran maksimal 4 inci. Layar muka Honeycom juga memakai papan menu yang selalu nampak di bagian bawah layar. Papan ini berisis notifikasi, status system, dan navigasi di layar selain tampioan jam, mode redup dan lain- lain. Sementara itu tampilan papan aksi di bagian atas akan tergantung pada aplikasinya. Multitasking yang lebih mudah dengan adanya peluncur aplikasi yang baru dijalankan (recent apps). Tool ini terdapat di system bar sehingga selalu terlihat dan memudahkan untuk berpindah antar aplikasi tanpa perlu masuk ke dalam menu. Papam ketik virtual yang bersahabat dan mudah digunakan. Layarnya lebih alamai dan lebih besar dengan meniru tampilan papan ketik notebook/ laptop dan bukan seperti papan ketik ponsel. Copy paste yang lebih baik dengan tambahan opsi menu untuk operasi manipulasi teks. Papan menu di bagian atas akan menyediakan berbagai opsi seperti cut, copy, copy ke clipboard, share, paste, pencarian ke web, hingga pencarian local. Peningkata koneksi termasuk wifi dan Bluetooth untuk tethering. Pemindaian atas wifi ditingkatkan sehingga bisa mempercepat penyambungan koneksi sementara dengan Bluetooth pengguna bisa melakukan tether dan membagi koneksinya dengan perangkat lain termasuk dukungan ke perangkat sederhana yang tidak memiliki antarmuka pengguna.

Penjelajahan web anonym juga didukung dalam Honeycomb. Pengguna bisa menjelajah web secara privat termasuk mode incognito untuk melakukan pencarian di web secara diam- diam. Selain itu browsernya juga diubah dari multi-window menjadi tabulasi dengan halaman terbuka akan ditampilkan pada papan yang berada di bagian atas layar. Sinkronisasi bookmark juga tersedia berkat opsi akun Google untuk segala aktivitas.

Aplikasi yang sudah ada juga akan tetap bekerja dengan baik meski aplikasi yang tersedia di Android Market saat ini didesain untuk smartphone yang memiliki ukuran layar lebih kecil. Tombol fungsi menu yang ada di ponsel Android sekarang diganti dengan menu Action Bar. Ada juga opsi developer untuk membuat tata letak bagi layar yang lebih besar dan menambahkan pada aplikasi yang sudah mereka buat.

Pengorganisasian email lebih mudah dengan tampilan dua bagian layar. Ini seakan meniru tampilan pada iPad yang bekerja dengan mengesankan. Pengorganisasian menjadi lebih muda termasuk adanya fitur sinkronisasi email.

Widget akan lebih interaktif dengan fungsi yang lebih beragam dan tidak hanya pasif menunggu informasi dari pengguna. Gerakan tangan dan jari juga bisa digunakan untuk menggulung layar secara 3D untuk menyusun konten termasuk operasi navigasi yang lebih menyenangkan.

8. Android Versi 4.0 (Ice Crean Sandwich)

Android Versi 4.0 Ice Cream Sandwich merupakan versi terbaru Android untuk smartphone, tablet, dan lainnya. Android Ice Cream Sandwich dirilis pada 19 Oktober

2011. Versi ini didasarkan untuk mengoptimalkan multitasking, banyak notifikasi, layar beranda yang dapat disesuaikan dan interaktivitas mendalam serta cara baru yang ampuh untuk berkomunikasi dan berbagi konten. Ice Crean Sandwich ini sendiri merupakan lapisan ice cream yang biasanya berupa vanilla yang terjepit antara dua cookies coklat, dan biasanya berbentuk persegi panjang. Adapun fitur- fitur dari Android Versi 4.0 Ice Crean Sandwich adalah sebagai berikut: Home Screen. Terlihat dengan gaya layaknya honeycomb ( versi android untuk tablet). Kita dapat merubah ukuran widget sesuka kita, sehingga tampilannya akan terlihat lebih nyaman. Ikon aplikasi dapat diseret ke dalam folder, ala IOS. Tapi Ice Cream Sandwich lebih unggul dari iPhone dengan membiarkan anda menempatkan kontak seseorang (atau setidaknya jalan pintas speed dial) ke dalm folder juga, dan bahkan menempatkan orang dalam sedikit update pada bagian keyboard yaitu kemampuan iniline pemeriksaan ejaan. Sayangnya masih belum support Indonesia. Browser. Perubahan yang cukup sigifikan terletak pada tampilan browser. Browser ini mampu membuka hingga 16 tab! tampilannya pun tidak berbentuk horizontal pada umumnya, namun berbentuk vertikal dan bertumpuk. Umumnya kita terkadang juga lebih minat tampilan versi desktop sebuah situs dan yang kita lakukan adalah menghilangkan sudomain pada url browser kita atau mencari link dekstop view pada sebuah situs, namun dengan versi android Ice Cream Sandwich kita tak usah repot-repot melakukan hal itu, cukup memilih option full screen, kita akan mendapatkan tampilan website versi desktop. Email. Aplikasi Gmail pun tidak luput dari update. Kita dapat memilih beberapa email sekaligus untuk mempercepat pengarsipan. Kita juga dapat membolak-balik email Anda horizontal, untuk membaca lebih cepat, dan bahkan mencari hingga 30 hari ke belakang, tanpa terhubung ke jaringan. Mobile Data. Sebenarnya fitur ini sudah ada di versi android sebelumsebelumnya, yaitu kita dapat menonaktifkan mobile data Anda untuk menghindari biaya yang tidak diinginkan dari operator nirkabel. Kita juga dapat melihat grafik bulana penggunaan data kita, namun bedanya disini penontrolan ini lebih spesifik. Kita dapat melihat aplikasi apa yang paling menyedot kuota internet kita. Saat ditemukan, kita juga dapat membatasi kuota

untuk aplikasi bersangkutan. Its awesome and usefull bagi kita yang di Indonesia. Video dan Foto. Kamera baru pada ponsel Galaxy Nexus memiliki zero shutter lag, dan mendukung video 1080p, time-lapse video photography, dan pilihan lainnya. Tapi di luar itu, semua perangkat Ice Cream Sandwich akan membiarkan Anda berbagi foto langsung dari dalam kamera, dan melihat semua gambar Anda tidak hanya diorganisasi oleh waktu tetapi dengan lokasi atau bahkan orang-orang. Dan seperti pada iPhone, Anda dapat melakukan beberapa pengeditan dasar pada kamera. Desain cantik. OS Android terbaru ini memiliki penampilan yang jauh berbeda dari Gingerbread. Tampilannya lebih elegan, dan fitur notifikasinya pun diperkaya dan lebih interaktif. Google juga melakukan perbaikan dengan sejumlah font baru yang optimal untuk display HD. Interface-nya pun terlihat teratur. Di Android terbaru ini, penggunanya bisa melihat aplikasi terkini (recent apps), yang baru dibuka dan bisa multi tasking dalam membuka apps. Tampilan recent apps ini terlihat seperti yang digunakan di Honeycomb. Home-screen di Ice Cream Sandwich kini dilengkapi widget yang ukurannya bisa disesuaikan (resizeable). Kemudian, fitur baru yang dilakukan di home screen adalah bisa membuat folder, serta action bar yang bisa dikustomisasi secara cepat. Keyboard. Sedikit update pada bagian keyboard yaitu kemampuan inline pemeriksaan ejaan. Sayangnya masih belum support bahasa Indonesia. Screenshot. Dulu, kita tidak dapat berbagi screenshot Android sederhana, semudah pada perangkat IOS. Nah, sekarang Android memiliki kemampuan screenshot persis sama, dengan animasi Polaroid kecil yang lucu untuk menyorot tindakan. Notifikasi. Sebenarnya sistem notifikasi di android sudah sangat baik dibandingkan sistem operasi lainnya, namun disini masih disempurnakan dengan tanda notifikasi saat ponsel dalam keadaan terkunci. Face Unlock. Sistem operasi terbaru Android ini melakukan perbaikan fitur yang ada dan penambahan fitur baru yang berhubungan dengan keamanan. Dengan fitur Face Unlock, Galaxy Nexus dapat mengenali wajah Anda, dan Anda bisa membuka kunci (unlock) dengan identifikasi wajah.

Foto lebih mudan dan bisa diedit langsung. Meski ponsel dalam keadaan terkunci, Anda bisa langsung mengambil foto dengan tombol kamera. Sebelum dibagikan ke Facebook, bisa langsung mengedit foto dengan aplikasi bernama Instagram. Fitur panorama foto juga terpasang di perangkat ini.

Google+. Selain itu, Ice Cream Sandwich dilengkapi dengan Google+. Canggihnya, Anda bisa melakukan telekonferensi hingga dengan sepuluh orang dengan fitur Hangout di Google+.

Nstant Voice. Kini Anda bisa menekan tombol perintah suara dan mulai berbicara, tapi teks langsung muncul saat Anda masih berbicara. Ini berbeda dengan Android sebelumnya, juga iOS, yang melakukan itu secara bertahap.

Android Beam. Fitur ini merupakan fitur berdasarkan teknologi NFC. Dengan teknologi NDEF Push, dua ponsel Android yang menggunakan teknologi NFC bisa melakukan pertukaran data dan informasi. Jadi dengan hanya men-tap, maka kontak, webpage, video, atau musik bisa ditransfer, sama seperti menggunakan Bluetooth.

9. Android Versi 4.1- 4.2 Jelly Bean

Android Versi 4.1 Jelly Bean diumumkan pada 27 Juni 2012 pada konferensi Google l/O. Versi ini adalah yang tercepat dan terhalus dari semua versi Android. Jelly Bean 4.1 meningkatkan kemudahan dan keindahan tampilan dari Ice Cream Sandwich dan memperkenalkan pengalaman pencarian Google yang baru di Android. Android 4.2 Jelly Bean diumumkan pada 29 October 2012, versi ini menawarkan peningkatkan kecepatan dan kemudahan Android 4.1 serta mencakup semua fitur baru seperti Photo

Sphere dan desain baru aplikasi kamera, keyboard Gesture Typing, Google Now dan lainnya. Jelly Bean adalah sejenis permen yang juga populer disebut kacang jeli. Di bawah ini merupakan fitur- fitur yang ada pada Android Versi 4.1 Jelly Bean: Photo Sphere dan Keyboard Gestures. Photo Sphere ini adalah salah satu fitur menakjubkan dari Android 4.2 Jelly Bean. Photo Sphere memungkinkan pengguna mengambil foto dari setiap arah, mirip dengan Street View dan Panoramic Photo. Selain Photo Sphere, Android 4.2 juga mengusung fitur keyboard gestures. Fitur keyboard gestures ini sebenarnya telah hadir di aplikasi pihak ketiga, kini fitur ini diadopsi oleh Google dengan berbagai penyempurnaan. User Login. Fasilitas user login ini adalah salah satu fitur baru yang dibawa Android 4.2 Jelly Bean. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk login ke perangkat layaknya login di komputer. Melalui fitur user login ini, pengguna dapat mengkustomisasi homescreen, widget hingga aplikasi sendiri. Fitur ini juga bermanfaat untuk mengakomodasi jika pengguna tablet ini lebih dari 1 orang, sehingga masing-masing memiliki kustomisasi sendiri-sendiri. Fitur user login ini untuk sementara hanya tersedia pada tablet, namun kedepan akan dikembangkan untuk smartphone. Wireless Display. Android 4.2 juga dilengkapi sebuah fitur bernama wireless display dimana pengguna dapat menghubungkan perangkat Android dengan monitor lain atau TV tanpa menggunakan kabel. Untuk menggunakan fitur ini dibutuhkan wireless display adaptor untuk monitor atau TV yang memiliki konektor HDMI. Google memperluas fungsi notifikasi pada Android 4.2 Jelly Bean yang memungkinkan pengguna untuk menindak lanjuti pemberitahuan atau notifikasi yang muncul hanya dengan sekali sentuh. Google Now. Mungkin Google Now bukanlah fitur baru, karena telah hadir sejak Android 4.1 Jelly Bean. Namun fitur Google Now ini telah diperbarui oleh Google, sebagai contoh, pada Weather, kini tak hanya memberitahukan cuaca hari ini, namun juga perkiraan cuaca hari ini atau esok. Cukup banyak tambahan fitur di Google Now. Seperti yang dikutip dari Sidomi.com, sistem operasi Android 4.2 Jelly Bean yang saat ini telah disematkan pada ponsel Nexus 4 dan tablet Nexus 10 ini akan menjadi ancaman bagi iOS 6. Android

4.2 Jelly Bean ini juga menjadi jawaban Google atas Windows Phone 8 yang juga diluncurkan dihari yang sama. E. Interkoneksi Client- Server Android Interkoneksi client-server pada Android digunakan untuk akses internet, mengirim email, atau menampilkan isi suatu situs berita lewat RSS.

Penanganan URL dalam Android meliputi open koneksi ke web server dari perangkat mobile dan penanganan data I/O diantara keduanya. Proses yang terjadi meliputi tahapan berikut : Setup connection Data transfer Closed mendefinisikan java.net.HttpURLConnection, java.net.URL dan

Android

java.net.URLConnection class untuk membuat semua obyek koneksi. Dalam penanganan URL, openConnection() digunakan untuk membuka URL, yang akan memberikan obyek HttpURLConnection. Untuk transfer data menggunakan class java.io.InputStreamReader yang akan mengirimkan data tiap karakter dari sisi server. Untuk akses dari HP Android ke Server tidak bisa menggunakan localhost / 127.0.0.1, harus menggunakan IP private atau publik. Latihan Membuat Aplikasi Client- Server a. Design tampilan di : res/layout/main.xml <?xml version="1.0" encoding="utf-8"?> <LinearLayout xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android" android:orientation="vertical" android:layout_width="fill_parent" android:layout_height="fill_parent"

android:background="#125698" > <TextView android:layout_width="fill_parent" android:layout_height="wrap_content" android:text="Interkoneksi Client-Server" /> <LinearLayout android:orientation="horizontal" android:layout_width="fill_parent" android:layout_height="wrap_content" > <TextView android:text="Username" android:id="@+id/TextView01" android:layout_width="wrap_content" android:layout_height="wrap_content"></TextView> <EditText android:id="@+id/EditText01" android:layout_width="fill_parent" android:layout_height="wrap_content"></EditText> </LinearLayout> <LinearLayout android:orientation="horizontal" android:layout_width="fill_parent" android:layout_height="wrap_content" > <TextView android:id="@+id/TextView02" android:layout_width="wrap_content" android:layout_height="wrap_content" android:text="Alamat"></TextView> <EditText android:id="@+id/EditText02" android:layout_width="fill_parent" android:layout_height="wrap_content"></EditText> </LinearLayout> <Button android:id="@+id/Button01" android:layout_width="wrap_content" android:layout_height="wrap_content" android:text="Proses"></Button> <TextView android:id="@+id/TextView03" android:layout_width="wrap_content" android:layout_height="wrap_content"></TextView> </LinearLayout> b. Buat file : latClientServer.java package pens.edu; import java.io.IOException; import java.io.InputStream; import java.net.HttpURLConnection; import java.net.URL; import java.net.URLConnection;

import android.app.Activity; import android.os.Bundle; import android.view.View; import android.widget.Button; import android.widget.EditText; import android.widget.TextView; import android.util.Log; public class latClientServer extends Activity { public static final String LOG_TAG ="dataBaru"; TextView txt; EditText nm, almt; Button proses; String nama2, alamat2; /** Called when the activity is first created. */ @Override public void onCreate(Bundle savedInstanceState) { super.onCreate(savedInstanceState); setContentView(R.layout.main); txt = (TextView) findViewById(R.id.TextView03); nm = (EditText) findViewById (R.id. EditText01); almt = (EditText) findViewById (R.id. EditText02); proses = (Button) findViewById (R.id. Button01); proses.setOnClickListener(new klikproses()); } class klikproses implements Button.OnClickListener { public void onClick (View v) { nama2 = nm.getText().toString(); alamat2 = almt.getText().toString(); String urlSite = "http://192.168.41.1/proses.php?nama="+nama2+"&alama t= "+alamat2; String str = downloadTeks (urlSite); txt.setText(str); Log.v(LOG_TAG,"str : " +str); } } private InputStream OpenHttpConnection (String urlString) throws IOException { InputStream in = null; int response = -1; URL url = new URL(urlString); URLConnection conn = url.openConnection(); try { HttpURLConnection httpConn = (HttpURLConnection) conn; httpConn.setAllowUserInteraction(false); httpConn.setInstanceFollowRedirects(true);

httpConn.setRequestMethod("GET"); //menggunakan metode GET saja httpConn.connect(); response = httpConn.getResponseCode(); if (response == HttpURLConnection.HTTP_OK) { in = httpConn.getInputStream(); } } catch (Exception ex) { throw new IOException ("Error connecting"); } return in; } private String downloadTeks (String URL) { InputStream in = null; try { in = OpenHttpConnection (URL); } catch (IOException e){} int charRead; StringBuffer data = new StringBuffer(); String str = ""; try { while ((charRead = in.read()) != -1 ){ data.append((char) charRead); } str = data.toString(); in.close(); } catch (IOException e) {} return str; } //akhir downloadTeks } // akhir latClientServer c. Edit file AndroidManifest.xml agar bisa koneksi ke internet <?xml version="1.0" encoding="utf-8"?> <manifest xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android" package="pens.edu" android:versionCode="1" android:versionName="1.0"> <application android:icon="@drawable/icon" android:label="@string/app_name"> <activity android:name=".latClientServer" android:label="@string/app_name"> <intent-filter> <action android:name="android.intent.action.MAIN" /> <category android:name="android.intent.category.LAUNCHER" /> </intent-filter> </activity>

</application> <uses-sdk android:minSdkVersion="8" /> <uses-permission android:name="android.permission.INTERNET"/> </manifest> d. Buat file : proses.php yang ditaruh di server untuk memproses data dari HP Android <? $dtnama = $_GET["nama"]; $dtalamat = $_GET["alamat"]; echo "Nama : $dtnama"; echo "\n"; echo "Alamat : $dtalamat"; ?>

F. Komponen GUI ANDROID Ada beberapa macam component Android yang biasa dipakai dalam pembuatan aplikasi, yaitu : 1. Text Control 2. Button 3. Check Box 4. Radio Button 5. List 6. Grid 7. Date and Time Macam-macam text control meliputi : 1. TextView 2. EditText 3. AutoCompleteTextView 4. MultiAutoCompleteTextView 5. Terdapat 3 jenis button yaitu : 6. Basic button 7. Image button
8. Toggle button

Jenis Layout:

Latihan Membuat Aplikasi radio Button 1. Design tampilan di : res/layout/main.xml <?xml version="1.0" encoding="utf-8"?> <LinearLayout xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android" android:orientation="vertical" android:layout_width="fill_parent" android:layout_height="fill_parent" android:background="@color/warna"> <TextView android:layout_width="fill_parent" android:layout_height="wrap_content" android:text="@string/hello" /> <TextView android:text="Dimanakah letak PENS :" android:id="@+id/TextView01" android:layout_width="wrap_content" android:layout_height="wrap_content"></TextView> <RadioGroup android:id="@+id/RadioGroup01" android:layout_width="wrap_content" android:layout_height="wrap_content" android:orientation="vertical"> <RadioButton android:text="Surabaya" android:id="@+id/RadioButton01" android:layout_width="wrap_content" android:layout_height="wrap_content"></RadioButton>

<RadioButton android:text="Kediri" android:id="@+id/RadioButton02" android:layout_width="wrap_content" android:layout_height="wrap_content"></RadioButton> </RadioGroup> <Button android:text="Pilih" android:id="@+id/Button01" android:layout_width="wrap_content" android:layout_height="wrap_content"></Button> <TextView android:text="" android:id="@+id/TextView02" android:layout_width="wrap_content" android:layout_height="wrap_content"></TextView> </LinearLayout> 2. Buat file : latRadBtn.java package pens.edu; import android.app.Activity; import android.os.Bundle; import android.view.View; import android.widget.Button; import android.widget.RadioButton; import android.widget.RadioGroup; import android.widget.TextView; public class latRadBtn extends Activity { TextView data; Button pilih; RadioButton rb1, rb2; RadioGroup rg; /** Called when the activity is first created. */ @Override public void onCreate(Bundle savedInstanceState) { super.onCreate(savedInstanceState); setContentView(R.layout.main); rg = (RadioGroup) findViewById (R.id.RadioGroup01); rb1 = (RadioButton) findViewById (R.id.RadioButton01); rb2 = (RadioButton) findViewById (R.id.RadioButton02); data = (TextView) findViewById (R.id.TextView02); pilih = (Button) findViewById (R.id.Button01); pilih.setOnClickListener(new klik()); } class klik implements Button.OnClickListener { public void onClick (View v) { if (rb1.isChecked()) data.setText("Surabaya"); if (rb2.isChecked()) data.setText("Kediri"); }

} }

Latihan Membuat aplikasi passing parameter antara 2 tampilan


1. Design tampilan yang pertama di : res/layout/main.xml

<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?> <LinearLayout xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android" android:orientation="vertical" android:layout_width="fill_parent" android:layout_height="fill_parent" android:background="@color/warna"> <TextView android:layout_width="fill_parent" android:layout_height="wrap_content" android:text="@string/hello" /> <LinearLayout android:orientation="horizontal" android:layout_width="fill_parent" android:layout_height="wrap_content"> <TextView android:text="Nama" android:id="@+id/TextView01" android:layout_width="wrap_content" android:layout_height="wrap_content"></TextView> <EditText android:text="" android:id="@+id/EditText01" android:layout_width="fill_parent" android:layout_height="wrap_content"></EditText> </LinearLayout> <LinearLayout android:orientation="horizontal" android:layout_width="fill_parent" android:layout_height="wrap_content"> <TextView android:text="Alamat" android:id="@+id/TextView02" android:layout_width="wrap_content" android:layout_height="wrap_content"></TextView> <EditText android:text="" android:id="@+id/EditText02" android:layout_width="fill_parent" android:layout_height="wrap_content"></EditText> </LinearLayout> <LinearLayout android:orientation="horizontal" android:layout_width="fill_parent" android:layout_height="wrap_content"> <Button android:text="Proses"

android:id="@+id/Button01" android:layout_width="wrap_content" android:layout_height="wrap_content"></Button> <Button android:text="Reset" android:id="@+id/Button02" android:layout_width="wrap_content" android:layout_height="wrap_content"></Button> </LinearLayout> </LinearLayout>
2. Design tampilan yang kedua di : res/layout/hal2.xml

<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?> <LinearLayout xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android" android:orientation="vertical" android:layout_width="fill_parent" android:layout_height="fill_parent" android:background="@color/warna2"> <TextView android:text="" android:id="@+id/TextView01" android:layout_width="wrap_content" android:layout_height="wrap_content"></TextView> <TextView android:text="" android:id="@+id/TextView02" android:layout_width="wrap_content" android:layout_height="wrap_content"></TextView> </LinearLayout>
3. Buat file : latGUI.java untuk memproses tampilan yang pertama

package pens.edu; import android.app.Activity; import android.content.Intent; import android.os.Bundle; import android.view.View; import android.widget.Button; import android.widget.EditText; public class latGUI extends Activity { EditText nm, almt; Button pilih,reset; public static String nama; public static String alamat; /** Called when the activity is first created. */ @Override public void onCreate(Bundle savedInstanceState) { super.onCreate(savedInstanceState); setContentView(R.layout.main); nm = (EditText) findViewById(R.id.EditText01); almt = (EditText) findViewById(R.id.EditText02); pilih = (Button) findViewById(R.id.Button01);

reset = (Button) findViewById(R.id.Button02); pilih.setOnClickListener(new click01()); reset.setOnClickListener(new click02()); } class click01 implements Button.OnClickListener{ public void onClick(View v){ nama = nm.getText().toString(); alamat = almt.getText().toString(); Intent i = new Intent (latGUI.this,hal2.class); finish(); startActivity(i); } } class click02 implements Button.OnClickListener{ public void onClick(View v){ nm.setText(""); almt.setText(""); } } }
4. Buat file : hal2.java untuk memproses tampilan yang kedua

package pens.edu; import android.app.Activity; import android.os.Bundle; import android.widget.TextView; public class hal2 extends Activity { TextView dtnama, dtalamat; /** Called when the activity is first created. */ @Override public void onCreate(Bundle savedInstanceState) { super.onCreate(savedInstanceState); setContentView(R.layout.hal2); dtnama = (TextView) findViewById (R.id.TextView01); dtalamat = (TextView) findViewById (R.id.TextView02); dtnama.setText(latGUI.nama); dtalamat.setText(latGUI.alamat); } }
5. Edit file AndroidManifest.xml agar bisa interaksi 2 tampilan

<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?> <manifest xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android" package="pens.edu" android:versionCode="1" android:versionName="1.0"> <application android:icon="@drawable/icon" android:label="@string/app_name"> <activity android:name=".latGUI"

android:label="@string/app_name"> <intent-filter> <action android:name="android.intent.action.MAIN" /> <category android:name="android.intent.category.LAUNCHER" /> </intent-filter> </activity> <activity android:name=".hal2"></activity> </application> <uses-sdk android:minSdkVersion="8" /> </manifest>

DAFTAR PUSTAKA

http://www.hasbihtc.com/apa-itu-android-kelebihan-hp-android.html http://m.inilah.com/read/detail/1992003/inilah-sejarah-penamaan-dari-tiap-versi-android http://m.merdeka.com/teknologi/sejarah-logo-android.html http://www.teknokers.com/kelebihan-android-4-2-jelly-bean-beserta-fitur-terbarunya.html http://siandroid.blogspot.com/2013/06/versi-dan-tingkat-android.html http://raytkj.blogspot.com/2012/07/karakteristik-android-berdasarkan-versi.html http://id.wikipedia.org/wiki/Android_%28sistem_operasi%29


zenhadi@eepis-its.edu