Вы находитесь на странице: 1из 13

Evi Saeful Rahman NPM 4122.1.07.11.

0011

PENGARUH DOSIS PUPUK ORGANIK SUGOI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) VARIETAS PERKASA
ABSTRAK

EVI SAEFUL RAHMAN. 2012. Pengaruh Dosis Pupuk Organik Sugoi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Buncis ( Phaseolus vulgaris L.) Varietas Perkasa. Dibimbing oleh R. WAHYONO WIDODO dan SUPARMAN. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Cijambe Kecamatan Paseh Kabupaten Sumedang, dari bulan Juli 2011 sampai bulan Oktober 2011, yang terletak pada ketinggian 483 meter di atas permukaan laut. Tujuan penelitian untuk mempelajari pengaruh dosis pupuk organik Sugoi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis varietas Perkasa. Rancangan yang digunakan dalam percobaan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari lima perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan percobaan adalah dosis pupuk organik sugoi terdiri atas : A = 0 L ha-1, B = 33 L ha-1, C = 66 L ha-1, D = 99 L ha-1 dan E = 133 L ha-1. Hasil percobaan menunjukkan bahwa dosis pupuk organik Sugoi berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis varietas perkasa, yaitu terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun per tanaman pada umur 28 HST dan 35 HST, jumlah prolong segar per tanaman, panjang polong segar per tanaman, bobot polong segar per tanaman dan bobot polong segar per petak. Pemberian pupuk organic Sugoi dengan dosis 99 Lha-1 dan 133 L ha-1 meningkatkan tinggi tanaman dan jumlah daun per tanaman pada umur 28 HST dan 35 HST, jumlah polong segar per tanaman, panjang polong segar, bobot polong segar tanaman dan bobot polong segar per petak.

e-jurnal LPPM Unwim 2012

Evi Saeful Rahman NPM 4122.1.07.11.0011

ABSTRACT

EVI SAEFUL RAHMAN. 2012. The Effect of Sugoi Organic Fertilizer Rate on Growth and Yield of Bean Plant (Phaseolus vulgaris L.) Perkasa Variety. Guided by R. WAHYONO WIDODO and SUPARMAN. This experiment was carried out at Cijambe village, Paseh Subdistrict, Sumedang regency, from Juli 2011 until October 2011. The altitude is 483 m above sea level. The object of research was to study the effect of sugoi organic fertilizer rate on growth and yield of bean plant perkasa variety. Design was used a Randomized Block Design (RBD) consisted of five treatments and five replications. Those treatments were rate of sugoi organic fertilizer, namely : A = 0 L ha-1, B = 33 L ha-1, C = 66 L ha-1, D = 99 L ha-1 and E = 133 L ha-1. The results of this experiment showed that : the rate of sugoi organic fertilizer affected to the plant height and number of leaves per plant at 28 days after planting (DAP) and 35 DAP, number of fresh pod per plant, length of fresh pod per plant, weight of fresh pod per plant and weight of fresh pod per plot. The application of Sugoir organic fertilizer with 99 L and 133 L ha -1 the plant height and number of leaves per plant at 28 days after planting (DAP) and 35 DAP, number of fresh pod per plant, length of fresh pod per plant, weight of fresh pod per plant and weight of fresh pod per plot.

e-jurnal LPPM Unwim 2012

Evi Saeful Rahman NPM 4122.1.07.11.0011

I. 1.1

PENDAHULUAN Latar Belakang Salah satu masalah kesehatan dan sosial yang dihadapi Indonesia adalah rendahnya

status gizi masyarakat. Hal ini mudah dilihat, misalnya dari berbagai masalah gizi, seperti kurang gizi, anemia gizi besi, gangguan akibat kekurangan yodium, dan kurang vitamin A (Husaini, Mien dan Hermana, 2006). Rendahnya status gizi jelas berdampak pada kualitas sumber daya manusia. Oleh karena status gizi mempengaruhi kecerdasan, daya tahan tubuh terhadap penyakit, kematian bayi, kematian ibu, dan produktivitas kerja. Hasil penelitian pengaruh pupuk organik Sugoi terhadap tanaman buncis varietas Perkasa belum banyak informasinya, tetapi dosis yang dianjurkan untuk tanaman buncis adalah 50-60 L.ha-1 Untuk mengetahui informasi yang lebih lengkap, maka dilakukan penelitian Pengaruh Dosis Pupuk Organik Sugoi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Buncis Varietas Perkasa. 1.2 Identifikasi Masalah Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka dapat diidentifikasikan masalah sebagai berikut : 1. Apakah dosis pupuk organik Sugoi yang berbeda berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis varietas Perkasa. 2. Dosis pupuk organik Sugoi berapa yang menghasilkan pertumbuhan dan hasil terbaik pada tanaman buncis varietas perkasa.

e-jurnal LPPM Unwim 2012

Evi Saeful Rahman NPM 4122.1.07.11.0011

1.3 Tujuan dan Kegunaan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh dosis pupuk organik Sugoi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis varietas Perkasa. Kegunaan penelitian ini untuk memberikan informasi mengenai dosis pupuk organik Sugoi bagi petani maupun instansi terkait dalam upaya peningkatan hasil tanaman buncis. 1.4 Kerangka Pemikiran Pupuk organik sugoi mengandung unsur hara makro (N, P, K, Ca, Mg, S) dan unsur hara mikro (Fe, Zn, B, dan Mn) dan juga beberapa mikroorganisme seperti bakteri pelarut fosfat, bakteri selulotik, Azotobacter sp dan Azospirillium sp. Pupuk organik berupa cairan lengkap dan dibutuhkan untuk diserap tanaman lebih optimal. Menurut Buckman dan Brady (1982), apabila suatu tanaman berbeda dalam lingkungan yang baik dan sebagian besar unsur hara cukup tersedia, kecuali satu unsur hara dalam keadaan rendah, maka jika unsur hara tersebut ditambahkan pertumbuhannya semakin cepat sampai mencapai titik tertentu sesuai dengan faktor pembatas pertumbuhan. Titik tersebut merupakan pertumbuhan tanaman yang maksimum yang dapat dicapai karena pada titik inilah perimbangan unsur hara yang baik mungkin terjadi pada suatu lingkungan tertentu. Apabila terus dilakukan penambahan dengan unsur tersebut akan menghasilkan ketidakseimbangan di antara unsur hara didalam tanaman, sehingga akan mengurangi laju pertumbuhan tanaman. Dengan demikian, pemberian pupuk organik sugoi yang tepat akan diperoleh pertumbuhan dan hasil tanaman buncis yang lebih baik. Menurut CV, Sejahtera Bersama (2011) dosis pupuk organik Sugoi 50 60 L.ha-1 menghasilkan pertumbuhan dan hasil tanaman sayuran terbaik, termasuk tanaman buncis.

e-jurnal LPPM Unwim 2012

Evi Saeful Rahman NPM 4122.1.07.11.0011

1.5 Hipotesis Berdasarkan kerangka pemikiran, maka diperoleh hipotesis sebagai berikut : 1) Dosis pupuk organik Sugoi yang berbeda berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis varietas Perkasa. 2) Salah satu dosis pupuk organik Sugoi berpengaruh lebih baik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis varietas Perkasa. II. TINJUAN PUSTAKA

2.1 Tinjauan Umum Tanaman Buncis Tanaman Buncis (Phaseolus vulgaris) adalah jenis sayuran polong semusim yang termasuk ke dalam famili Leguminoceae (kacang-kacangan) yang sudah populer diseluruh dunia. Asal usul tanaman buncis berasal dari Mexico selatan dan Amerika Tengah, kemudian menyebar ke berbagai negara termasuk Indonesia (Bambang Cahyono, 2003). Klasifikasi tanaman buncis menurut Rahmat Rukmana (1994) adalah : Divisio Sub divisio Classis Ordo Familia Genus Species : Spermatophyta : Angiospermae : Dicotyledonae : Leguminales : Leguminoceae : Phaseolus : Phaseolus vulgaris

e-jurnal LPPM Unwim 2012

Evi Saeful Rahman NPM 4122.1.07.11.0011

2.2 Syarat Tumbuh Tanaman Buncis Tanaman buncis umumnya dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah ataupun dataran tinggi yaitu antara 200-1500 meter diatas permukaan laut. Temperatur yang optimum 200C sampai 250 C dengan kelembaban antara 50% sampai 60% serta cukup mendapat sinar matahari (Bambang Cahyono, 2003). 2.3. Proses Penyerapan Unsur Hara Melalui Akar Unsur hara tanaman merupakan makanan bagi tanaman, yang dalam hal ini pemenuhan kebutuhan makanan tanaman selaku produsen dalam rantai makanan adalah dengan cara mengabsorpsi bahan-bahan anorganik dalam tanah, dan mengolahnya menjadi bahan organik melalui proses fotosintesis. Melalui proses fotosisntesis, tanaman mengumpulkan karbon yang ada di udara ditambah dengan air dan mengubahnya menjadi bahan organik oleh klorofil dengan bantuan sinar matahari. Mekanisme pengubahan unsur hara menjadi senyawa organik atau energi disebut metabolism (Saifuddin Sarief, 1989). 2.4 Pupuk Organik Sugoi dan Peranannya Proses produksi pupuk organik Sugoi yaitu dengan sistem fermentasi dingin, diperkaya dengan probiotik sehingga aman bagi lingkungan, tidak beracun dan aplikasinya tidak membutuhkan biaya yang besar karena cukup dikocor pada media tanam sehingga lebih efektif dan efesien. Anjuran penggunaan pupuk organik Sugoi untuk tanaman

sayuran adalah 66 L.ha-1 yang diberikan 5 kali yaitu pada umur 7 HST, 14 HST, 21 HST, 28 HST dan 35 HST (CV. Sejahtera Bersama, 2011). III. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan eksperimen melalui percobaan lapangan.

e-jurnal LPPM Unwim 2012

Evi Saeful Rahman NPM 4122.1.07.11.0011

3.1 Tempat dan Waktu Percobaan Penelitian percobaan dilaksanakan di Desa Cijambe Kecamatan Paseh Kabupaten Sumedang dengan ketinggian tempat 483 meter dari permukaan laut. Tipe curah hujan adalah C (Agak basah) menurut klasifikasi Schmidt dan Ferguson (1951) dalam Ance Gunarsih Kartasapoetra (1986) (Data percobaan terdapat pada Lampiran 1). Lahan yang akan digunakan dalam percobaan ini adalah lahan sawah dengan ordo tanah Vertisol. Percobaan dilaksanakan dari bulan Juli 2011 sampai bulan Oktober 2011. 3.2 Bahan dan Alat Percobaan Bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah benih tanaman buncis varietas Perkasa (Deskripsi terdapat pada Lampiran 2), Pupuk organik Sugoi, NPK Mutiara (16 : 16 : 16), pupuk kandang domba, Insektisida Curacron 500 EC, Fungisida Antracol 70 WP dan air. Peralatan yang digunakan adalah cangkul, ajir, hand sprayer, meteran, rapia, timbangan analitik, mistar, ember, gelas ukur, alat tulis, label, termometer. 3.3 Rancangan Percobaan 3.3.1 Rancangan Lingkungan Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan. Sehingga seluruhnya terdapat 25 petak percobaan.

e-jurnal LPPM Unwim 2012

Evi Saeful Rahman NPM 4122.1.07.11.0011

3.3.2 Rancangan Perlakuan Perlakuan percoban adalah dosis pupuk cair Sugoi terdiri dari lima taraf, yaitu : A B C D E = = = = 0 L ha-1 33 L ha-1 66 L ha-1 99 L ha-1

= 132 L ha-1 Tiap perlakuan diulang 5 kali sehingga seluruh petak percobaan berjumlah 25

petak. Rancangan perlakuan terdiri dari lima perlakuan dan lima ulangan yang ditempatkan secara acak. Tata letak percobaan dapat dilihat pada Lampiran 3. 3.3.3 Rancangan Respon 1. Tinggi Tanaman (cm) 2. Jumlah daun per tanaman (helai) 3. Jumlah polong segar per tanaman 4. Panjang polong segar per tanaman (cm) 5. Bobot polong segar per tanaman (g) 6. Bobot polong segar per petak (kg) 3.3.4 Rancangan Analisis Analisis hasil pengamatan diuji menggunakan metode statistik berdasarkan model linier RAK sederhana sebagai berikut : 1. Model Linier Xij = + ri + tj + eij

e-jurnal LPPM Unwim 2012

Evi Saeful Rahman NPM 4122.1.07.11.0011

Keterangan: Xij ri tj eij

: : : : :

Hasil pengamatan pada ulangan ke-i dan perlakuan ke-j Rata-rata umum Pengaruh ulangan ke-i Pengaruh perlakuan ke-j Pengaruh acak ulangan ke-i dan perlakuan ke-j

2. Uji Lanjutan Apabila dari analisis ragam terdapat keragaman yang nyata yaitu bila nilai F hit > Ftab analisis dilanjutkan dengan uji beda untuk setiap perlakuan berdasarkan Uji Jarak berganda Duncan (Duncans New Multiple Ranges Test) pada taraf nyata 5% dengan rumus : LSR (.dbg.p) = SSR (.dbg.p) S x Sx =

KTG r

Keterangan : LSR SSR dbg Sx p r KTG

= Least Significant Ranges = Studentized Significant Ranges = taraf nyata (5%) = derajat bebas galat = galat baku rata-rata = jarak antara perlakuan = ulangan yang dilakukan = kuadrat tengah galat

3.4 Pelaksanaan Percobaan 3.4.1 Pengolahan Tanah Pengolahan tanah yang dilakukan sebanyak dua kali. Pengolahan tanah pertama dilakukan dengan tujuan untuk membalikan tanah dan membenamkan gulma, sedangkan pengolahan tanah kedua untuk meremahkan dan meratakan tanah sekaligus pembuatan petak percobaan. Ukuran petak tinggi 40 cm, lebar 100 cm dan panjang 210 cm dengan jarak antar bedengan 60 cm dan jarak antar ulangan 100 cm.

e-jurnal LPPM Unwim 2012

Evi Saeful Rahman NPM 4122.1.07.11.0011

3.4.2 Pemupukan Dasar Setelah dilakukan pengolahan tanah yaitu pemberian pupuk dasar . Pupuk dasar yang digunakan yaitu pupuk kandang domba dengan takaran 20 t.ha-1 (4,2 kg.petak-1 atau 300 g.tanaman-1 ), caranya, pupuk kandang domba tersebut dicampurkan merata dengan tanah. 3.4.3 Penanaman Langkah pertama dalam penanaman yaitu pembuatan lubang tanam dengan alat bantu menggunakan tugal. Jarak yang digunakan adalah 50 cm antar barisan dan 30 cm dalam barisan. Benih buncis ditanam sebanyak dua benih per lubang tanam kemudian tutup dengan menggunakan tanah. 3.4.4 Pemeliharaan dan Pemberian Perlakuan 1) Penyiraman 2) Penyulaman 3) Pemasangan ajir 4) Penyiangan 5) Pemupukan 6) Pengendalian Hama dan Penyakit 3.4.5 Pemanenan Tanaman buncis dipanen pada umur 40 HST sampai 58 HST dengan interval tiga hari sekali sebanyak 7 kali panen, tanda-tandanya sebagai berikut : polong berwarna hijau agak muda, biji polong belum tampak menonjol dan polong belum berserat. Pemanenan dilakukan dengan cara dipetik beserta tangkainya dengan menggunakan gunting secara

e-jurnal LPPM Unwim 2012

Evi Saeful Rahman NPM 4122.1.07.11.0011

hati-hati agar tidak merusak daun, ranting-ranting muda polong-polong lain yang belum saatnya dipetik. IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Pengamatan 4.1.1 Pengamatan Penunjang 1) Analisis Tanah Sebelum Percobaan 2) Analisis Pupuk Organik Sugoi 3) Suhu Udara Selama Percobaan 4) Serangan Hama dan Penyakit 5) Jenis Gulma yang Tumbuh 6) Pengamatan Utama 1. 2. 3. 4. 5. 6. Tinggi Tanaman Jumlah Daun per Tanaman Jumlah Polong Segar per Tanaman Panjang Polong Segar per Tanaman Bobot Polong Segar per Tanaman Bobot Polong Segar per Petak

4.2 Pembahasan Hasil percobaan pengaruh pupuk organik Sugoi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis varietas Perkasa menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik Sugoi berpengaruh terhadap semua komponen yang diamati kecuali terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun per tanaman pada umur 14 HST dan 21 HST. Hal ini diduga karena tanaman masih muda dan sistem perakaran tanaman belum berkembang sehingga kemungkinan tanaman belum banyak membutuhkan unsur hara dan masih menggunakan unsur hara yang terdapat dalam keping biji. Pengaruh dosis pupuk organik Sugoi yang nyata

e-jurnal LPPM Unwim 2012

Evi Saeful Rahman NPM 4122.1.07.11.0011

terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun per tanaman terlihat pada umur 28 MST dan 35 MST. Pada umur 28 HST dan 35 HST, tinggi tanaman dan jumlah daun per tanaman pada setiap perlakuan menunjukkan perbedaan. Pemberian pupuk organik Sugoi dosis 99 L.ha-1 dan 133 L.ha-1 memperlihatkan bobot polong segar per petak yang lebih tinggi yaitu 25,79 kg.petak -1 dan 27,51 kg.petak-1, dibandingkan dengan tanpa pupuk organik Sugoi yang hanya mencapai 19,19 kg.petak -1. Dengan demikian pemberian pupuk organik Sugoi dapat meningkatkan hasil tanaman buncis varietas Perkasa. V. KESIMPULAN DAN SARAN 5.2 Kesimpulan Berdasarkan hasil percobaan mengenai pengaruh dosis pupuk organik Sugoi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis dapat disimpulkan : 1. Pemberian dosis pupuk organik Sugoi berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis varietas perkasa, yaitu terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun per tanaman pada umur 28 HST dan 35 HST, jumlah polong segar per tanaman, panjang polong segar per tanaman, bobot polong segar per tanaman dan bobot polong segar per petak. 2. Dosis pupuk organik Sugoi dengan dosis 99 L.ha-1 dan 133 L.ha-1 meningkatkan tinggi tanaman dan jumlah daun per tanaman pada umur 28 HST dan 35 HST, jumlah polong segar per tanaman, panjang polong segar, bobot polong segar tanaman dan bobot polong segar per petak.

e-jurnal LPPM Unwim 2012

Evi Saeful Rahman NPM 4122.1.07.11.0011

5.3 Saran Untuk mendapatkan hasil tanaman buncis varietas Perkasa yang lebih baik pada kondisi lingkungan yang sama dengan tempat percobaan disarankan pemberian pupuk organik Sugoi pada dosis 99 L.ha -1 karena dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman buncis varietas Perkasa.

e-jurnal LPPM Unwim 2012