Вы находитесь на странице: 1из 4

Pengertian perikatan?

Perikatan adalah hubungan hukum antara dua pihak di dalam lapangan harta kekayaan, dimana pihak yang satu (kreditur) berhak atas prestasi dan pihak yang lain (debitur) berkewajiban memenuhi prestasi itu. Riduan Syahrani, seluk beluk dan asas-asas hukum perdata-

Unsur unsur perikatan?

a. adanya hubungan hukum b. melibatkan 2 orang atau lebih c. dalam lapangan harta kekayaan d. adanya prestasi e. adanya debitur dan kreditur

Samakah perjanjian dengan perikatan? Perjanjian tidak sama dengan perikatan, karena perikatan lebih kepada hal harta kekayaan, sedangkan perjanjian lebih luas sifatnya, misalnya saja perjanjian perkawinan, selain itu pada dasarnya perjanjian merupakan salah satu sumber perikatan apabila memenuhi unsur-unsur yang perikatan.

Sumber perikatan (1233 KUH Perdata) 1. Perikatan bersumber perjanjian, apabila terdapat pelanggaran, maka gugatannya berupa wanprestasi (1243 KUH Perdata) 2. Perikatan bersumber UU, apabila terdapat pelanggaran, maka gugatannya PMH (1365 KUH Perdata)

Objek dari suatu perikatan yaitu adanya prestasi dari kedua belah pihak, bisa berupa: 1. memberikan sesuatu 2. berbuat sesuatu 3. tidak berbuat sesuatu

Macam-macam perikatan 1. Perikatan alam (natuurlijk verbintenis), yang ditimbulkan hanya hubungan moral sehingga tidka mempunyai akibat hukum dan tidak dapat dipaksakan. 2. Perikatan perdata (civil verbintenis), menimbulkan hubungan hukum sehingga memiliki akibat hukum dan pelaksanaannya dapat dipaksakan (dapat dilaksanakan eksekusi).

Apa bedanya perjanjian sepihak dengan perjanjian timbal balik? Perjanjian sepihak adalah perjanjian dimana salah satu pihak yang memenuhi kewajiban dan salah satu pihak mendapatkan hak saja, misalnya hadiah, hibah. Sedangkan perjanjian timbal balik adalah perjanjian di mana kedua belah pihak memiliki hak dan memiliki kewajiban, misalnya dalam perjanjian jual beli, penjual berhak mendapatkan uang pembayaran dan berkewajiban menyerahkan barang kepada pembeli. Pembeli berhak mendapatkan barang dan berkewajiban membayar sejumlah uang yang telah disepakati.

Unsur-unsur dalam perjanjian a. unsur essensialia (pokok), misalnya harga, barang. b. unsur naturalia (alami), misalnya jika ada kecacatan barang ditanggung oleh penjual. c. unsur accidentalia (tambahan), misalnya ketentuan jika terjadi wanprestasi.

Apa itu perjanjian Cuma-Cuma dan atas beban? Dalam Pasal 1314 KUH Perdata disebutkan bahwa perjanjian dengan Cuma-Cuma adalah suatu perjanjian dengan mana pihak yang satu memberikan suatu keuntungan kepada pihak yang lain tanpa menerima suatu manfaat bagi dirinya sendiri. Contohnya saja memberikan hadiah. Sedangkan perjanjian atas beban adalah suatu perjanjian yang mewajibkan masing-masing pihak memberikan sesuatu, berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatu, misalnya A mengizinkan B untuk menempati rumahnya yang kosong, dengan syarat bahwa B tidak merenovasi bentuk rumah A.

Apa itu perjanjian obligatoir? Perjanjian obligatoir yaitu perjanjian dimana adanya kesepakatan belum mengalihkan hak milik tetapi baru melahirkan hak dan kewajiban saja.

Hukum perdata memiliki konsep konsensuil (abstrak), yaitu bahwa suatu perjanjian telah terjadi setelah adanya kata sepakat, sedangkan hukum adat memilki konsep konkrit, kontan, magis religius, dan komunal.

Risiko Apa itu risiko? Bagaimana risiko dalam perjanjian sepihak? Bagaimana risiko dalam perjanjian timbal-balik? Perbedaan antara wanprestasi dengan overmacht? Mengapa suatu perjanjian berakhir?

Overmacht 1. Overmacht subjektif/sementara/relatif Akibatnya perikatan tertunda selama sementara, misalnya A mempunyai utang tapi anaknya sakit. 2. Overmacht objektif, mengena semua orang, contohnya krisis moneter, tsunami. Keadaan tak terduga yang menyebabkan debitur tidak dapat dimintai pertanggungjawaban atau dipersalahkan.

Syarat-syarat overmacht: 1. Keadaan tak terduga/diluar kemampuan manusia 2. Debitur tidak dapat diminta pertanggungjawaban

Asas-Asas Perjanjian 1. Asas konsensualisme adalah asas dimana menyatakan bahwa perjanjian sudah terjadi dengan adanya kata sepakat. 2. Asas kebebasan berkontrak (Pasal 1338 ayat (1) KUH Perdata) Maknanya: 1. Setiap orang bebas menentukan dengan siapa perjanjian itu akan dilaksanakan. 2. Setiap orang bebas menentukan isi dan syarat-syarat perjanjian. 3. Setiap orang bebas menentukan bentuk perjanjian

4. Setiap orang bebas untuk menentukan terhadap hukum mana perjanjian tersbeut tunduk. 3. Asas itikad baik (Pasal 1338 ayat (3) KUH Perdata) Itikad baik: a. awal : berarti kejujuran b. pelaksanaan : berarti kepatutan, norma-norma yang tidak tertulis 4. Asas keseimbangan (Pasal 1338 ayat (3) KUH Perdata) Hendaknya ada keseimbangan hak dan kewajiban antara kreditur dan debitur 5. Asas kepribadian Pasal 1314 KUH Perdata : setiap orang berjanji untuk dirinya sendiri. 6. Asas mengikatnya perjanjian (Pacta Sunt Servada) Pasal 1338 ayat (1) 7. Asas dalam sewa menyewa (Pasal 1560 KUH Perdata) Seorang penyewa harus menjadi bapak rumah yang baik 8. Asal jual beli tidak memutuskan sewa menyewa

Literatur yang disarankan: 1. Kompilasi hukum perikatan, Mariam Darus B. 2. Aneka perjanjian, Prof. Subekti 3. Hukum perjanjian, Prof. Subekti 4. Hukum perikatan, R. Setiawan 5. Hukum perutangan, Sri Soedewi