You are on page 1of 45

JOURNAL READING

OCCUPATIONAL THERAPY FOR CHILDREN WITH ATTENTION DEFICIT HYPERACTIVITY DISORDER (ADHD), PART 1: A DELINEATION MODEL OF PRACTICE SIDNEY CHU1 AND FRANCES REINOLDS 2

Oleh: Laili Khairani H1A 007 033 DALAM RANGKA MENGIKUTI KEPANITERAAN KLINIK MADYA DI BAGIAN/SMF ILMU PENYAKIT JIWA RSJP NTB/FK UNRAM FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MATARAM MATARAM

2013

PENDAHULUAN

Di United Kingdom, terapi okupasi untuk anakanak dengan ADHD sebagian kecil dipraktekkan. Terapis okupasi memiliki banyak penawaran untuk anak-anak dengan ADHD dalam memfasilitasi keterlibatan dalam tugas-tugas dan berpartisipasi dalam pekerjaan, namun memiliki kekurangan dalam melakukan evaluasi dan intervensi.

Pada bagian pertama, disajikan bagan model terapi okupasi yang dapat dipraktekkan, untuk memberikan pedoman dalam memahami psikopatologi dan pengelolaan gangguan ini.

Pada model ini dibahas mengenai gambaran terapi okupasi tertentu sebagai prosedur evaluasi dan intervensi yang cocok untuk penilaian yang berpusat pada keluarga dan paket pengobatan.

LATAR BELAKANG

ADHD adalah gangguan neuropskiatri yang spesifik. Anak didiagnosis dengan ADHD jika muncul impulsif, terlalu aktif dan/atau kurang memperhatikan pada usia mereka dan merupakan hambatan untuk sukses dalam sosial dan pendidikan.

Di Eropa dan Amerika Utara, memiliki pedoman klinis untuk ADHD dan gangguan hiperkinetik yang telah dipublikasikan untuk para praktisi medis, psikolog dan lainnya.
Untuk mengintegrasikan penggunaan komponen ini secara khusus dilakukan proses evaluasi dan intervensi terapi okupasi untuk anak-anak dengan ADHD, terapis okupasi harus memadukan informasi yang relevan dan menyusunnya dalam sebuah model terapi okupasi yang dapat dipraktekkan.

Pengembangan model praktek untuk anakanak dengan ADHD akan memandu trapis dalam proses evaluasi dan intervensi, dan menetapkan peras spesifik dari terapi okupasi dalam tim multidisiplin.

APAKAH MODEL PERANCANGAN YANG DIPRAKTEKKAN?

Sebuah perancangan model yang mengidentifikasi prinsip evaluasi dan intervensi untuk kelompok lien secara spesifik dan dapat dikonseptualisasikan ke dalam model profesional yang lebih luas serta menekankan pada konsep okupasi untuk kesehatan.

Rancangan model untuk memberikan panduan yang jelas mengenai apa yang harus dinilai dan bagaimana menilai, serta menyatakan tujuan pengobatan dengan strategi intervensi yang jelas.

KONSEP TEORI DARI RANCANGAN MODEL PRAKTEK TERAPI OKUPASI UNTUK ANAK-ANAK DENGAN ADHD
Konsep-konsep teori yang berkaitan dengan perintah, gangguan dan intervensi terapetik sebagai inti teoritis utama dalam terapi okupasi. Model yang dipraktekkan ini didasarkan pada konsepkonsep teori yang berhubungan dengan anak, lingkungan, interaksi antar faktor-faktor dan partisipasi anak dalam pekerjaan.

Gambar 1. menggambarkan interkasi antar faktor dalam model yang diusulkan. Ini membantu pemahaman masalah anak pada berbagai tingkat disfungsi, pengaruh faktor lingkungan yang berbeda, tuntutan tugas yang dipilih, dan tingkat partisipasi anak dalam pekerjaan.

GAMBAR 1

ANAK DENGAN ADHD


Gambar 1 menyoroti interaksi antara anak dengan dirinya atau lingkungannya serta tugas pada tingkat yang berbeda fungsinya (yaitu nurologis, psikologis dan perilaku) dari perpaduan bukti penelitian yang berbeda.

Teori dasar ADHD peran ganglia dan dopamine dalam jalur frontal-basal, dengan adanya gangguan fungsi yang berakibat pada masalah pengendalian perhatian dan hambatan perilaku.

Voller (2001) memperluas ulasan mengenai neurologis ADHD dengan memasukkan sirkuit prefrontal-subkortikal. Lobus frontal, ganglia basalis dan thalamus dapat membentuk suatu sistem atau lingkaran, yang mengaktifkan dan menonaktifkan jalur assendens/gairah dan dessendens/penghambat.

Memerlukan alat penilai untuk mengevaluasi dari segi perilaku yang berkaitan dengan ADHD dan juga alatalat untuk mengidentifikasi perbedaan korelasi neurologis dan psikologis untuk mempresentasikan pola perilaku.

Model menekankan bahwa seorang anak ADHD membutuhkan intervensi neurologis, psikologis dan strategis perilaku, untuk mendukung kinerja dan meningkatkan partisipasi dalam pekerjaan.

LINGKUNGAN
Lingkungan merupakan konteks dimana anak-anak terlibat dalam tugas atau pekerjaan yang berbeda-beda, termasuk pengaturan fisik dan sosialnya. Anak-anak dengan ADHD biasanya memiliki gejala yang berbeda pada waktu-waktu yang berbeda dan dalam situasi yang berbeda. Penilaian memberikan dasar untuk intervensi yang efektif dengan mengatasi faktor-faktor lingkungan yang menginduksi perilaku anak.

TUNTUTAN TUGAS
Tugas didefinisikan sebagai urutan tindakan dimana banyak orang yang terlibat untuk memenuhi kebutuhan. Okupasi terapis mengklasifikasikan tugas ke dalam perawatan diri, sekolah/belajar, bermain dan rekreasi, serta partisipasi sosial. Variabel yang digunakan seperti tujuan, sesuatu yang baru, tingkat tantangan dan pentingnya tugas, serta menonjolnya motivasi anak.

DUKUNGAN KELUARGA
Penting untuk mempertimbangkan adanya dukungan keluarga dan keterlibatan orang tua pada perilaku anak. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa banyak orang tua yang memiliki pemahaman informasi tentang ADHD, semakin kecil kemungkinan mereka untuk menggunakan kedisiplinan yang tidak efektif.

KESEIMBANGAN TUGAS DALAM LINGKUNGAN ANAK


Hal ini menentukan keberhasilan kinerja okupasi dan partisipasi dalam pekerjaan yang berbeda. Pelaksanaan okupasi adalah suatu proses interaksi dengan lingkungan yang sesuai dengan tujuan atau niat dari anak. Mengacu pada mencocokkan antara keterampilan dan kemampuan anak, tuntutan tugas, serta karakteristik fisik, lingkungan sosial dan budaya.

PENDEKATAN PERAWATAN YANG BERPUSAT PADA KELUARGA


Okupasi terapis mengakui bahwa hasil akhir dari perkembangan anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan pengasuhannya. Mereka berusaha keras untuk berkolaborasi berhubungan dengan orang tua dan menghargai bahwa anak dengan ADHD adalah bagian dari sistem keluarga yang interaktif. Ketika menerapkan prinsip-prinsip ini, semua evaluasi dan intervensi yang diadopsi harus dibingkai dalam perawatan yang berpusat pada pendekatan keluarga.

GAMBAR 2

EVALUASI MULTIDIMENSIONAL PADA ANAK-ANAK DENGAN ADHD

Setiap anak-anak dengan ADHD memiliki kumpulan masalah yang unik dan beberapa fungsi domain mungkin akan terpengaruh. Penting untuk mengadopsi evaluasi dengan pendekatan multidimensional dalam menentukan apakah hadir atau tidak hadirnya ADHD dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi perkembangan dan kinerja anak.

MENILAI ANAK DI TINGKAT NEUROLOGIS


Penelitian terbaru menunjukkan bahwa fungsi modulasi sensorik kurang bisa menjadi dasar untuk menyajikan pola perilaku pada anak dengan ADHD. Modulasi sensorik adalah kemampuan untuk mengatur dan mengorganisir tingkat, intensitas dan sifat tanggapan terhadap masukan sensoris secara bertingkat dan adaptif, sehingga berbagai kenerja dan adaptasi terhadap tantangan dapat dipertahankan.

MENILAI ANAK PADA LEVEL PSIKOLOGIS


Dasar psikologis ADHD biasanya ditangani oleh Psikologis klinis dalam interpretasi tes psikologis seperti Conners Continous Performance Test II atau the Behaviour Rating Inventory of Executive Fuction.

MENILAI ANAK PADA TINGKAT PERILAKU


Penting untuk memeriksa apakah terdapat rentang perilaku seperti kurang perhatian, hiperaktif dan impulsive yang terdapat pada anak < 7 tahun, adanya penurunan fungsi sosial, akademik dan pekerjaan.

ADHD Rating Scale-IV berguna untuk skrining, penilaian atau evaluasi hasil pengobatan.
Dapat dilakukan juga wawabcara secara semi-struktur dengan orang tua, guru dan anak yang merupakan komponen penting dari evaluasi.

Idealnya, data harus dilengkapi dengan protokol observasi anak dan fungsi psikososial di lingkungan, seperti kontrol emosi, hubungan didalam group, keterampilan sosial dan interaksi dengan orang tua.

MENILAI LINGKUNGAN

Mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan lingkungan rumah melalui wawancara datau informasi dari anggota lainnya. SLI (Strengths and Limitation Inventory: School Version) skala penilaian multidimensi yang dirancang untuk mendokumentasikan kekuatan dan keterbatasan yang dapat diwujudkan dalam suasana akademis.

Dalam banyak kasus pengamatan langsung akan memberikan data yang paling bermanfaat ketika dilakukan selama jam pelajaran. Selain observasi kelas, terapis juga dapat mewawancarai guru untuk mengumpulkan informasi lebih lanjut dan menganalisis komponen sensorik dari lingkungan fisik yang mempengaruhi perilaku anak.

MENILAI KINERJA TUGAS


Penilaian keterampilan perseptual dan fungsional memberikan informasi mengenai fungsi yang dasar dan disfungsi anak, dan dampaknya terhadap kemampuan anak untuk melaksanakan tugas yang berbeda dan terlibat dalam berbagai pekerjaan. Terapis dapat mengelola tes perseptual-motor standar dalam rutinitas praktek terapi okupasi pediatri.

MENILAI DINAMIKA DAN DUKUNGAN KELUARGA

Terapis dapat mengumpulkan informasi tentang dinamika keluarga dan dukungan melalui wawancara dengan orang tua dan pengamatan dari interaksi antara anak dan orang tua.

MENGGUNAKAN DATA PENILAIAN


Tujuan utama dari evaluadi multidimensi adalah untuk memperoleh data yang akurat mengenai frekuensi dan keparahan perilaku ADHD melalui pengaturan dan dengan individu yang berbeda, begitu pula dengan kemungkinan penyebab ksulitan dalam melakukan dan berpartisipasi dalam pekerjaan yang berbeda.

INTERVENSI MULTIFASET ANAK-ANAK DENGAN ADHD

Gambar 3. menggambarkan penerapan beberapa strategi intervensi ke dalam model rangka untuk anak-anak dengan ADHD. Hasil yang positif dalam memberdayakan dan memungkinkan orang tua dan guru melalui pendekatan perawatan yang berpusat pada keluarga merupakan kontribusi penting terhada[ keberhasilan akhir dari intervensi.

GAMBAR 3

PENGOBATAN MELALUI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN UNTUK ORANG TUA DAN GURU

Setelah menyelesaikan evaluasi multidimensi, sesi umpan balik harus dilakukan dengan kedua orang tua dan guru sehingga mereka berdua mendengar informasi yang sama. Studi penelitian menunjukkan bahwa hasil pengobatan lebih baik dapat dicapai dengan meningkatkan pemahaman orang tua dan guru tentang kondisi dan strategi manajemen perilaku.

PENGOBATAN MELALUI ADAPTASI LINGKUNGAN


Faktor-faktor lingkungan yang berbeda dapat berkontribusi pada presentasi pola perilaku yang berbeda pada anak-anak dengan ADHD dan modifikasi yang sesuai akan membantu untuk memfasilitasi partisipasi anak dalam pekerjaan yang berbeda. Lingkungan yang menenangkan dengan stimulasi yang kurang, dibutuhkan untuk mempertahankan kontrol perhatian, dan mempromosikan sel-regulation, seperti kelas dengan warna netral.

Penting untuk dicatat bahwa rutinitas sehari-hari yang cukup konsisten, dapat diprediksi dan terstruktur membantu anak-anak untuk mengatur diri. Trapis harus memperkenalkan penggunaan jadwal visual dalam lingkungan rumah dan kelas.

PENGOBATAN ANAK DI TINGKAT NEUROLOGIS


Untuk memenuhi kebutuhan sensorik anak, terapis mempertimbangkan bagaimana diet sensori anak bervariasi sepanjang hari. Konsep diet sensorik didasarkan pada gagasan bahwa setiap individu membutuhkan sejumlah stimuli sensorik untuk berada ditingkat paling waspada, dapat berpartisipasi dan terampil.

PENGOBATAN ANAK PADA TINGKAT PERILAKU


Tinjauan sistematis yang berbeda mengonfirmasi bahwa manajemen perilaku merupakan pengobatan yang efektif untuk anak-anak dengan ADHD. Sepuluh prinsip ini menyoroti kebutuhan spesifik anakanak dengan ADHD; misalnya, mereka perlu memberikan konsekuensi langsung, teratur dan cukup kuat untuk membangun dan mempertahankan perilaku yang diinginkan

Seperti disebutkan di atas, jadwal kegiatan visual dengan diet sensorik dapat diintegrasikan ke dalam jadwal.

PENGOBATAN MELALUI SELEKSI TUGAS YANG SESUAI DAN REMIDIAL MASALAH PERKEMBANGAN DAN FUNGSIONAL
Dalam hal tuntutan tugas dan seleksi, Zentall (1993) menganjurkan peningkatan pada partisipasi aktif, penggunaan respon lisan sebagai lawan respon tertulis, fokus pada kebaruan tugas dan kecepatan masingmasing, dan juga pengurangan jumlah ' seat work' untuk memaksimalkan tugas kinerja anak-anak dengan ADHD.

PENGEMBANGAN PENILAIAN DAN PENGOBATAN BERBASIS PADA MODEL

Model ini menunjukkan sejumlah prosedur evaluasi dan intervensi yang berbeda, susunan yang lebih kecil yang mungkin dipilih untuk merumuskan penilaian dan pengobatan khusus, dikelola dalam sumber daya yang terbatas. Paket ini membutuhkan penggunaan alat penilaian yang tidak mahal atau tersedia di sebagian besar departemen terapi okupasi pediatrik.

Dasar pemikiran adalah bahwa alat penilaian yang dipilih dapat menyediakan informasi yang cukup untuk mengidentifikasi disfungsi dasar anak mendasari dan merencanakan program intervensi yang berpusat pada anak dan keluarga.

GAMBAR 4

KESIMPULAN
Model ini menekankan interaksi antara anak, tugas yang harus dilakukan oleh anak, dan lingkungan dimana anak melaksanakan tugas. Dalam rangka mencapai keberhasilan partisipasi dalam pekerjaan yang berbeda, goodness-of-fit antara keseluruhan tiga faktor perlu dicapai. Model ini juga menyoroti pemahaman baru akan ADHD sebagai suatu kelompok gangguan yang kompleks dan multifaset di bidang neurologis, psikologis dan perilaku.

Mengingat beberapa disfungsi yang terlibat, suatu evaluasi multidimensi dan intervensi multifaset diusulkan. Setiap penilaian dan pengobatan yang dikembangkan perlu diuji coba pada praktek klinis dan dievaluasi.

TERIMAKASIH