You are on page 1of 7

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN

IV.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dengan menggunakan metode induksi polarisasi konfigurasi DipoleDipole dilakukan pada hari Minggu, 20 Oktober 2013 yang dimulai pada pukul 14.00 s/d 16.00 WIB. Berlokasi di Taman Rektorat UPN Veteran Yogyakarta.

Gambar IV.1. Desain Survei

13

IV.2. Peralatan dan Perlengkapan Dalam acara lapangan metode resistivitas konfigurasi Schlumberger digunakan beberapa alat. Alat tersebut diantaranya adalah: 1. Resistivitymeter Iris Syscal R1 Plus 2. Accu 12 volt 3. Palu 4. Kabel 5. Kabel konektor 6. Meteran 7. GPS dan Kompas 8. Elektroda Arus 9. Payung 10. Porouspot

Gambar IV.2. Peralatan dan Perlengkapan

14

IV.3. Diagram Alir Pengambilan Data

Mulai

Membentangkan Lintasan

Persiapan Alat Resistivitymeter

Setting Alat Resistivitymeter

Pengambilan Data V dan I (Akuisisi)

Pencatatan Data V dan I (Akuisisi)

Selesai

Gambar IV.3. Diagram Alir Pengambilan Data

Langkah-langkah kerja pengambilan data metode induksi polarisasi konfigurasi Dipole-Dipole adalah sebagai berikut: 1. 2. 3. Membentangkan meteran sepanjang 34 meter. Menyiapkan seluruh instrumentasi/peralatan yang digunakan. Mengecek semua peralatan yang digunakan terlebih dahulu, untuk memastikan semua alat layak digunakan dan dalam keadaan baik. 4. 5. 6. Mengukur dan mencatat azimuth. Memasang elektroda sesuai spasi yang ada pada tabel. Menghubungkan elektroda arus (C1 dan C2) dan porouspot (P1 dan P2) dengan menggunakan kabel konektor kemudian menghubungkan dengan alat.

15

7.

Menghubungkan alat dengan sumber (Accu 12 V). Pemasangan tidak boleh terbalik, dimana (+) dengan (+) sedangkan (-) dengan (-).

8.

Mensetting alat seperti konfigurasi yang akan digunakan yaitu Dipole-Dipole dengan panjang lintasan 50 m, dan spasinya sesuai dengan yang telah ditentukan pada tabel.

9.

Melakukan pengukuran dengan menekan tombol MEASURE, kemudian diperoleh nilai I (mA), V (mV), dan nilai M (msec).

10. Mencatat nilai yang diperoleh dari alat beruupa nilai harga potensial (V), arus (I), dan Chargeability (M) catat nilai pada tabel data. Kemudian menghitung nilai Resistivitas Semu. 11. Untuk pengukuran posisi berikutnya cukup mengatur spasi antar elektroda dan porouspot. 12. Memindahkan posisi P1 dan P2 serta C1 dan C2 setelah beberapa kali pemindahan porouspot pada pengambilan data berikutnya dengan jarak yang telah ditentukan.

16

IV.4. Diagram Alir Pengolahan Data Mulai

Pengolahan Data V (mV) dan I (mA)

Pengolahan Manual

Pengolahan Software Res2dinv

Penampang Pseudosection Resistivity dan Chargeability Manual

Penampang Pseudosection Resistivity dan Chargeability Res2dinv

Interpretasi

Kesimpulan

Selesai Gambar IV.4. Diagram Alir Pengolahan Data

17

Langkah-langkah kerja pengolahan data metode induksi polarisasi konfigurasi Dipole-Dipole secara manual adalah sebagai berikut: 1. Data yang diperoleh dari pengukuran lapangan adalah I, V, K, dan M. Dari data tersebut kemudian menghitung nilai R yaitu dengan membagi nilai V dan I. 2. Mencari nilai resistivitas semu yaitu dengan cara mengalikan R dengan K, Dari nilai slope di setiap titik maka mencari nilai elevasi dengan mengalikan titik dengan sin besar slopenya lalu ditambahkan dengan 100. 3. Melakukan plotting nilai Datum Point pada x dan nilai kedalaman pada y. Setelah itu, memplot nilai resistivitasnya untuk penampang resistivitas, dan nilai chargeability pada penampang chargeability. 4. Melakukan interpolasi terhadap nilai-nilai resistivity dan chargebility yang sudah diplot sesuai dengan range nilai besar resistivitas dan chargeabilty yang sudah diketahui. 5. Memberi warna sesuai dengan besarnya resistivitas maupun chargeability.

Langkah-langkah kerja pengolahan data metode induksi polarisasi konfigurasi Dipole-Dipole dengan menggunakan software Res2dinv adalah sebagai berikut: 1. Data yang diperoleh dari pengukuran lapangan adalah I, V, K, dan M. Dari data tersebut kemudian menghitung nilai R yaitu dengan membagi nilai V dan I. 2. Mencari nilai resistivitas semu yaitu dengan cara mengalikan R dengan K, Dari nilai slope di setiap titik maka mencari nilai elevasi dengan mengalikan titik dengan sin besar slopenya lalu ditambahkan dengan 100. 3. Memasukkan data yang sudah diolah di Microsoft Excel tersebut ke Notepad lalu selanjutnya disave dalam bentuk (.txt). 4. Menggunakan software Res2dinv. 5. Mempersiapkan data yang akan diinput ke dalam software 6. Memasukkan data yang dimiliki ke software Surfer10 terlebih dahulu lalu save dengan ekstensi (.dat). 7. Membuka program Res2dinv pilih File, Read Data File. 8. Membuka data yang telah disave dalam bentuk (.dat) sebelumnya.

18

9. Mengubah Setting Finite Mesh Grid Size menjadi 4 Nodes, dan Use Finite Element Method menjadi Trapezoidal, lalu dengan Mesh Refinement menjadi Finest Mesh. 10. Memilih menu Inversion dan save, lalu mengklik Least Squares Invension menjadi 5 lalu selanjutnya mengisikan dengan angka 0. 11. Menampilkan peta dengan memilih Display lalu Show Inversion Results. 12. Memilih menu Display Section, Choose Resistivity or IP Display, dan memlih Resistivity and IP Display. 13. Kembali pada menu Display Section, Include Topography Model Display, dan memlih Logarithmic. 14. Menyimpan penampang pseudosection 2D dengan menu Save as BMP File.

19