You are on page 1of 4

15/11/13

Biografi Lafran Pane - Pendiri Organisasi Himpunan Mahasiswa Islam | Kumpulan Biografi Tokoh Hebat Dunia

Kumpulan Biografi Tokoh Hebat Dunia Cerita Sukses Tokoh Hebat Dunia
ARTIS ILMUWAN MOTIVATOR OLAHRAGAWAN PENEMU PAHLAWAN NASIONAL PENGUSAHA SUKSES
Browse > Hom e > Pe nulis Buk u > Politik us > Tok oh Nasional > Biografi Lafran Pane - Pe ndiri O rganisasi Him punan Mahasiswa Islam

Kategori Artikel Ilmuwan Penulis Buku Penyanyi Politikus Seniman Tokoh Dunia Tokoh Nasional Tokoh Teknologi ADS

BIOGRAFI LAFRAN PANE - PENDIRI ORGANISASI HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM


Biografi Lafran Pane - Lafran Pane lahir di kampung Pagurabaan, Kecamatan Sipirok, yang terletak di kaki gunung Sibual-Bual, 38 kilometer kearah utara dari Padang Sidempuan, Ibu kota kabupaten Tapanuli Selatan, dia merupakan tokoh pendiri organisasi HMI (Himpunan Mahasiswa Islam). Sebenarnya Lafran Pane lahir di Padangsidempuan 5 Februari 1922. Untuk menghindari berbagai macam tafsiran, karena bertepatan dengan berdirinya HMI Lafran Pane mengubah tanggal lahirnya menjadi 12 April 1923. Pemuda Lafran Pane yang tumbuh dalam lingkungan nasionalis-muslim pernah menganyam pendidikan di Pesantren, Ibtidaiyah, Wusta dan sekolah Muhammadiyah. Sebelum tamat dari STI Lafran pindah ke Akademi Ilmu Politik (AIP) pada bu lan April 1948. Setelah Universitas Gajah Mada (UGM) dinegerikan tanggal 19 desember 1949, dan AIP dimasukkan dalam fakultas Hukum, ekonomi, sosial politik (HESP). Dalam sejarah Universitas Gajah Mada (UGM), Lafran termasuk dalam mahasiswa-mahasiswa yang pertama mencapai gelar sarjana, yaitu tanggal 26 januari 1953. Dengan sendirinya Drs. Lafran pane menjadi Sarjana Ilmu Politik yang pertama di Indonesia. Mengenai Lafran Pane Sujoko Prasodjo dalam sebuah artikelnya di majalah Media nomor : 7 Thn. III. Rajab 1376 H/ Februari 1957, menuliskan : "Sesungguhnya, tahuntahun permulaan riwayat HMI adalah hampir identik dengan sebagian kehidupan Lafran Pane sendiri. Karena dialah yang punya andil terbanyak pada mula kelahiran HMI, kalau tidak boleh kita katakan sebagai tokoh pendiri utamanya tanpa mengurangi sumbangsih tokoh pendiri yang lain seperti Karnoto Zarkasyi, Dahlan Husein, Maisssaroh Hilal, Suwali, Yusdi Ghozali, Mansyur, Siti Zainah, M. Anwar, Hasan Basri, Marwan, Zulkarnaen, Tayeb Razak, Toha Mashudi dan Badron Hadi." Semasa di STI inilah Lafran Pane mendirikan Himpunan Mahasiswa Islam (hari rabu pon, 14 Rabiul Awal 1366 H / 5 Februari 1947 pukul 16.00). HMI merupakan organisasi mahasiswa yang berlabelkan Islam pertama di Indonesia dengan dua tujuan dasar. Pertama, Mempertahankan Negara Republik Indonesia dan mempertinggi derajat rakyat Indonesia. Kedua, Menegakkan dan mengembangkan ajaran agama Islam. Dua tujuan inilah yang kelak menjadi pondasi dasar gerakan HMI sebagai organisasi maupun individu-individu yang pernah dikader di HMI. Jika dinilai dari perspektif hari ini, pandangan nasionalistik rumusan tujuan tersebut barangkali tidak tampak luar biasa. Namun jika dinilai dari standar tujuan organisasi-organisasi Islam pada masa itu, tujuan nasionalistik HMI itu memberikan sebuah pengakuan bahwa Islam dan Keindonesiaan tidaklah berlawanan, tetapi berjalin berkelindan. Dengan kata lain Islam harus mampu beradaptasi dengan Indonesia, bukan sebaliknya. Dalam rangka mensosialisasikan gagasan keislaman-keindonesiaanya. Pada Kongres Muslimin Indonesia (KMI) 20-25 Desember 1949 di Jogjakarta yang dihadiri oleh 185 organisasi alim ulama dan Intelegensia seluruh Indonesia, Lafran Pane menulis sebuah artikel dalam pedoman lengkap kongres KMI (Yogyakarta, Panitia Pusat KMI Bagian Penerangan, 1949, hal 56). Artikel tersebut berjudul Keadaan dan Kemungkinan Kebudayaan Islam di Indonesia. Dalam tulisan tersebut Lafran membagi masyarakat Islam menjadi 4 kelompok. Pertama, golongan awam, yaitu mereka yang mengamalkan ajaran Islam itu sebagai kewajiban yang diadatkan seperti upacara kawin, mati dan selamatan. Kedua, golongan alim ulama dan

Official Facebook & Twitter


Follow @Biografi_TD 1,555 follow ers

Tem ukan kam i di Facebook

Biografi Tokoh Dunia


Suka

1.916 orang menyukai Biografi Tokoh Dunia.

Plugin sosial Facebook

Entri Populer Biografi Aburizal Bakrie Pengusaha Besar Indonesia -

Biografi Aburizal Bakrie - Bakrie. Apa yang ada dalam benak kamu saat mendengar nama Bakrie? Dan saat itu rupa siapa yang kamu bayangk... Biografi Chairul Tanjung Pengusaha Besar Asal Indonesia Biografi Chairul Tanjung - Satu lagi pria berkebangsaan

www.kolombiografi.com/2013/11/biografi-lafran-pane-pendiri-organisasi.html

1/4

15/11/13

Biografi Lafran Pane - Pendiri Organisasi Himpunan Mahasiswa Islam | Kumpulan Biografi Tokoh Hebat Dunia
Indonesia ini masuk dalam daftar 1000 orang terkaya di dunia dan namanya berada di... Biografi Jenderal Soedirman Pahlawan Nasional Berjiwa Sosial Tinggi Biografi Jenderal Soedirman Beberapa tokoh pahlawan nasional Indonesia sudah pernah kita bahas sebelumnya. Kali ini sekilas tentang toko... Biografi Dr. Sutomo - Pendiri Organisasi Budi Utomo Biografi Dr. Sutomo - Bicara tentang tokoh nasional atau pahlawan nasional Indonesia memang sangat menarik untuk dibahas. Selain kita bisa... Biografi Al Khawarizmi - Bapak Aljabar Dari Uzbekistan Biografi Al Khawarizmi - Satu lagi tokoh Islam yang berjasa dalam dunia ilmu pengetahuan. Karyakarya penemuannya sangat bermanfaat bagi p...

pengikut-pengikutnya yang ingin agama Islam dipraktekan sesuai dengan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad S.A.W. Ketiga, golongan alim ulama dan pengikutnya yang terpengaruh oleh mistik. Pengaruh mistik ini menyebabkan mereka berpandangan bahwa hidup hanyalah untuk akhirat saja. Mereka tidak begitu memikirkan lagi kehidupan dunia (ekonomi, politik, pendidikan). Sedangkan golongan keempat adalah golongan kecil yang mecoba menyesuaikan diri dengan kemauan zaman, selaras dengan wujud dan hakikat agama Islam. Mereka berusaha, supaya agama itu benar-benar dapat dipraktekan dalam masyarakat Indonesia sekarang ini. Lafran sendiri meyakini bahwa agama Islam dapat memenuhi keperluan-keperluan manusia pada segala waktu dan tempat, artinya dapat menselaraskan diri dengan keadaan dan keperluan masyarakat dimanapun juga. Adanya bermacam-macam bangsa yang berbeda-beda masyarakatnya, yang tergantung pada faktor alam, kebiasaan, dan kebudayaan Islam dapat diselaraskan dengan masyarakat masing-masing. lain-lain. Maka

Sebagai muslim dan warga Negara Republik Indonesia, Lafran juga menunjukan semangat nasionalismenya. Dalam kesempatan lain, pada pidato pengukuhan Lafran Pane sebagai Guru Besar dalam mata pelajaran Ilmu Tata Negara pada Fakultas Keguruan Ilmu Sosial, IKIP Yogyakarta (sekarang UNY), kamis 16 Juli 1970, Lafran menyebutkan bahwa Pancasila merupakan hal yang tidak bisa berubah. Pancasila harus dipertahankan sebagai dasar Negara Republik Indonesia. Namun ia juga tidak menolak beragam pandangan tentang pancasila, Lafran mengatakan dalam pidatonya: "Saya termasuk orang yang tidak setuju kalau Pemerintah atau MPR mengadakan interprestasi yang tegar mengenai pancasila ini, karena dengan demikian terikatlah pancasila dengan waktu. Biarkan saja setiap golongan mempunyai interpretasi sendiri-sendiri mengenai pancasila ini. Dan interpretasi golongan tersebut mungkin akan berbeda-beda sesuai dengan perkembangan zaman. Adanya interpretasi yang berbeda-beda menunjukan kemampuan pancasila ini untuk selamlamanya sebagai dasar (filsafat) Negara". (hal.6) Dari tulisan di atas nampak Lafran sangat terbuka terhadap beragam interpretasi terhadap pancasila, termasuk pada Islam. Islam bertumpu pada ajarannya memiliki semangat dan wawasan modern, baik dalam politik, ekonomi, hukum, demokrasi, moral, etika, sosial maupun egalitarianisme. Egalitarianisme ini adalah faktor yang paling fundamental dalam Islam, semua manusia sama tanpa membedakan warna kulit, ras, status sosial-ekonomi. Wajah islam yang seperti ini selazimnya dapat dibingkai dalam wadah keindonesiaan. Wawasan keislaman dalam wadah keindonesiaan akan sesuai dengan perkembangan waktu dan tempat. Untuk kepentingan manusia kontemporer diseluruh jagat raya ini sebagai rahmatan lil alamin. HMI merupakan organisasi pergerakan tertua di ibu pertiwi ini yang berdiri pada hari rabu tanggal 14 Rabiul awal 1366 H atau bertepatan dengan 5 Februari 1947M, di salah satu ruangan kuliah tafsir STI. Mengenai Lafran Pane Sujoko Prasodjo dalam sebuah artikelnya di majalah Media nomor : 7 Thn. III. Rajab 1376 H/ Februari 1957, menuliskan : "Sesungguhnya, tahun-tahun permulaan riwayat HMI adalah hampir identik dengan sebagian kehidupan Lafran Pane sendiri. Karena dialah yang punya andil terbanyak pada mula kelahiran HMI, kalau tidak boleh kita katakan sebagai tokoh pendiri utamanya tanpa mengurangi sumbangsih tokoh pendiri yang lain seperti Karnoto Zarkasyi, Dahlan Husein, Maisssaroh Hilal, Suwali, Yusdi Ghozali, Mansyur, Siti Zainah, M. Anwar, Hasan Basri, Marwan, Zulkarnaen, Tayeb Razak, Toha Mashudi dan Badron Hadi." Melihat latar belakang pemikirannya dalam pendirian HMI adalah: Melihat dan menyadari keadaan kehidupan mahasiswa yang beragama Islam pada waktu itu, yang pada umumnya belum memahami dan mengamalkan ajaran agamanya. Keadaan yang demikian adalah akibat dari sitem pendidikan dan kondisi masyarakat pada waktu itu. Karena itu perlu dibentuk organisasi untuk merubah keadaan tersebut. Dalam membentuk organisasi ini ia melandasinya dengan semangat keislaman-keindonesiaan yang merupakan gagasan yang relefan saat itu dengan tujuan mempertahankan kemerdekaan indonesia, menegakkan nilai-nilai islam serta mengankat harkat, derajat dan martabat seluruh rakyat indonesia tanpa terkecuali. Lafran Pane sebagaimana dijelaskan Nurkholismajid yang juga dikutip Azyumardi Azra adalah personifikasi dari pemikiran keislaman dan keindonesiaan HMI. Itu terlihat dari keteguhan iman serta amal perbuatan lafran sangat tulus, jujur, tawadhu, indefenden, visioner, konsiten, moderat dan demokrat. Beliau tetap menjaga prinsif itu semua meskipun ada generasi HMI penerusnya telah banyak menjadi orang pada taraf tertentu. Bahkan beliau terkesan menarik diri dari prestasi yang diraih generasi pada keemasan HMI. Beliau sedikitpun tidak menancapkan pengaruhnya dalam HMI apalagi menggunakan HMI untuk keperluaan pribadinya sendiri, Lafran bahkan menghindari sebutan sebagai pendiri HMI sampai akhir hayatnya. Jika ditinjau dari perspektif kekinian, pandangan nasionalistik rumusan tujuan tersebut barangkali tidak tampak luar biasa. Namun jika dinilai dari standar tujuan organisasiorganisasi Islam pada masa itu, tujuan nasionalistik HMI itu memberikan sebuah pengakuan

www.kolombiografi.com/2013/11/biografi-lafran-pane-pendiri-organisasi.html

2/4

15/11/13

Biografi Lafran Pane - Pendiri Organisasi Himpunan Mahasiswa Islam | Kumpulan Biografi Tokoh Hebat Dunia

bahwa Islam dan Keindonesiaan tidaklah berlawanan, tetapi berjalin sinergis bersama. Dengan kata lain Islam harus mampu beradaptasi dengan Indonesia, bukan sebaliknya. Dalam rangka mensosialisasikan gagasan keislaman-keindonesiaanya. Pada Kongres Muslimin Indonesia (KMI) 20-25 Desember 1949 di Yogyakarta yang dihadiri oleh 185 organisasi alim ulama dan Intelegensia seluruh Indonesia, Lafran Pane menulis sebuah artikel dalam pedoman lengkap kongres KMI (Yogyakarta, Panitia Pusat KMI Bagian Penerangan, 1949, hal 56). Artikel tersebut berjudul Keadaan dan Kemungkinan Kebudayaan Islam di Indonesia. Dalam buku ini Lafran Pane berasumsi bahwa agama islam dapat mengisi hajat kebutuhan manusia global pada tataran locus dan temposnya, artinya dapat menselaraskan diri dengan keadaan dan keperluan masyarakat kapanpun dan dimanapun berada. Adanya bermacammacam bangsa yang berbeda-beda masyarakatnya, yang tergantung pada faktor alam, kebiasaan, kultur dan lain-lain. Maka masyarakat masing-masing. kebudayaan islam dapat diselaraskan dengan

Pada buku ini juga menjelaskan ten tang idiologi pembebasan semangat intelektualisme dan kesadaran keimanan Islam dengan pembentukan intelektual muslim indonesia melalui HMI. Ini merupakan suatu proses dinamika sejarah dan perjuangan panjang yang dimulai sejak sarekat Islam. Lafran memilih sikap untuk mempertahankan sejarah panjang tersebut dengan menjadikan Islam sebagai benteng rasional dan solusi kuat serta berdiri tegak dala wujud negara kesatuan republik indonesia. Pada sosoknya kita bisa melihat bentuk perjuangan, pemikiran dan aplikasinya secara real dalam bingkai pluralitas nusantara ataupun multikulturalnya bangsa ini. Bagi beliau Islam bukanlah suatu spritualisme pasif, maka dari itu ia telah memberikan warisan intelektualnya kepada HMI; Islam inklusif dan progresif. Secara totalitas buku ini memaparkan jejak hikayat dan pemikiran Lafran Pane dan sumbangsinghnya selaku pelopor pendiri HMI juga seorang Rausyan Fikr ataupun aktor intelektual visioner yang memiliki kwalitas khusus yang bersifat bawaan (innate). Dalam pandangan Antonio Gramci sebagaimana yang dikutif Yudi Latif, seorang tokoh intelektual tidak hanya bekerja pada tahap manual saja akan tetapi terletak pada fungsi sosialnya. Sedangkan menurut Ali Syariati konsep Rausyan Fikr adalah intelekual yang tercerahkan, pemikir bebas, pemikir bebas yang mempunyai tanggung jawab struktural, moral dan sosial, itu semua ada pada sosok Lafran Pane. Setiap 25 Januari, sebuah organisasi bernama Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) akan mengenang satu orang: Prof. Drs. H. Lafran Pane. Dia pemrakarsa berdirinya HMI, organisasi yang banyak melahirkan sumber daya manusia (SDM) terbaik di negeri ini, juga punya andil besar terhadap lahirnya proklamasi. Pada 25 Januari 1991, beliau meninggal dunia. Singkat kata, Lafran Pane Layak dijadikan tokoh nasional bahkan pahlawan nasional. Kerana HMI Organisasi yang didirikannya telag lahir tokoh-tokoh bangsa di negeri ini seperti seperti Dahlan Ranuwiharjo, Deliar Noer, Nurcholish Madjid, Ahmad Syafi Maarif, Kuntowijoyo, Endang Syaifuddin Anshori, Chumaidy Syarif Romas, Agussalim Sitompul, Dawam Rahardjo, Immaduddin Abdurrahim, Ahmad Wahib, Djohan Effendi, Ichlasul Amal, Azyumardi Azra, Fachry Ali, Bahtiar Effendy, dan lain-lain. Terdapat juga tokoh-tokoh sosial-ekonomi-politik seperti HMS Mintaredja, M. Sanusi, Bintoro Cokro Aminoto, Ahmad Tirtosudiro, Amir Radjab Batubara, Marie Muhammad, Sulastomo, Ismail Hasan Metareum, Hamzah Haz, Bachtiar Hamzah, Ridwan Saidi, Jusuf Kalla, Amien Rais, Akbar Tanjung, Fahmi Idris, Mahadi Sinambela, Ferry Mursyidan Baldan, Hidayat Nur Wahid, Marwah Daud Ibrahim, Munir SH, Adyaksa Dault, Abdullah Hemahua, Yusril Ihza Mahendra, Syaifullah Yusuf, Bursah Jarnubi, Hamid Awwaluddin, Jimlie Asshiddiqi, Anas Urbaningrum, dan masih banyak lagi. Referensi : http://kolom-biografi.blogspot.com/2012/03/biografi-lafran-pane-pendiri-hmi.html http://mulyanaal-anshory.blogspot.com/2012/02/biografi-lafran-pane.html

www.kolombiografi.com/2013/11/biografi-lafran-pane-pendiri-organisasi.html

3/4

15/11/13

Biografi Lafran Pane - Pendiri Organisasi Himpunan Mahasiswa Islam | Kumpulan Biografi Tokoh Hebat Dunia

Artikel Menarik Lainnya


Penulis Buku Biografi Mick Jagger - Anggota Terkenal Dari The Rolling Stone Biografi Michael Jackson - Raja POP Dunia Biografi Merry Riana - Enterpreneur Wanita No. 1 Di Asia Biografi Max Weber - Ahli Ekonomi Politik Dan Sosiolog Jerman Biografi Mario Teguh - Motivator Terkemuka Indonesia Biografi Maria Gaetana Agnesi - Matematikawan Dan Filsuf Italia Biografi Marco Polo - Pedagang Dan Penjelajah Italia Biografi Louis Braille - Pencipta Sistem Tulisan Braille Biografi Lafran Pane - Pendiri Organisasi Himpunan Mahasiswa Islam Selasa, 05 November 2013 Biografi Leonardo da Vinci - Ilmuwan Yang Berjiwa Seni Tinggi Biografi Lenin - Pemimpin Dan Guru Rakyat Dunia
Add a comment...

Biografi Kong Hu Cu - Filsuf Sosial Tiongkok Terkenal Biografi Konfusius - Tokoh Terkenal Cina
Facebook social plugin

Comment using...

Biografi Kofi Annan - Diplomat Asal Ghana Biografi King C. Gillete - Pemrakarsa Pisau Cukur Biografi Ki Hadjar Dewantara - Pelopor Pendidikan Kaum Pribumi Indonesia

0 Responses to Biografi Lafran Pane - Pendiri Organisasi Himpunan Biografi Karl Marx - Pakar Ekonomi Politik Mahasiswa Islam
Poskan Komentar Biografi Kahlil Gibran - Seniman Terkemuka Asal Lebanon Biografi Joseph Priestley - Raja Penemu Gas

Biografi Kary Mullis - Penemu Reksi Berantai Polimerase

Masukkan komentarKepler Anda... Biografi Johannes - Ilmuwan Terbesar Sepanjang Masa


Biografi Johann Wolfgang von Goethe - Ilmuwan Multitalenta Biografi Johannes Gutenberg - Penemu Di Bidang Percetakan

Beri komentar sebagai:

Biografi John S. Pemberton - Penemu Minuman Coca Cola

Google Account

Biografi John Napier - Penemu Konsep Dasar Logaritma


Publikasikan Tokoh Nasional Pratinjau

Biografi Merry Riana - Enterpreneur Wanita No. 1 Di Asia Biografi Melly Goeslaw - Si Ratu Soundtrack Biografi Megawati Soekarnoputri - Presiden Wanita Pertama Indonesia
C opyright 2013 | All rights reserved - PRIVAC Y POLIC Y - C ONTAC T US

Biografi Mbah Surip - Tak Gendong Kemana-mana

POWERED BY Google.C o.Id

Biografi Martha Tilaar - Wanita Pengusaha Sariayu Indonesia Biografi Mario Teguh - Motivator Terkemuka Indonesia Biografi March Boedihardjo - Mahasiswa Imut Dan Jenius Biografi Mohammad Mahfud - Politikus Indonesia Biografi Kyai Haji Abdurrahman Wahid - Presiden Indonesia Ke-4 Biografi Koes Plus - Legenda Musik Indonesia www.kolombiografi.com/2013/11/biografi-lafran-pane-pendiri-organisasi.html

4/4