You are on page 1of 3

Ketika Prasangka Buruk Memenuhi Hati Dan Pikiran

08.46 No comments Melatih Diri Agar Senantiasa Berprasangka Baik

Belum lama ini, aku mendengar berita miring tentang sikap tidak amanah seorang ikhwan. Atas berita itu, aku merasa kecewa kepada ikhwan tersebut. Aku menjadi tidak respek padanya. Aku terus ngedumel! dalam hati. "ok bisa ya, padahal jenggotnya panjang, istrinyapun memakai jilbab lebar. Aku terus berpikir, penampilan dan cara berpakaiannya menunjukkan sang ikhwan paham agama. "ok sampai#$ %ukup lama aku tenggelam dalam pikiran buruk tentang ikhwan itu. &ingga akhirnya, Allah mempertemukan kami dan kami terlibat perbincangan cukup lama. '(entu saja ikhwan tersebut didampingi istrinya). *ari perbincangan itu, rasa respekku yang memudar akibat berita miring itu, perlahan+lahan tumbuh lagi. *an tak henti+hentinya aku beristigh,ar di dalam hati di sela+sela perbincangan kami. Akupun bersyukur kepada Allah. *engan skenarioNya, Allah melindungiku dari prasangka buruk yang berkelanjutan terhadap saudara seiman. *an atas kehendakNya, Allah bersihkan ikhwan tersebut dari segala dugaan+dugaan yang tidak benar melalui perbincangan! kami. "arena dari perbincangan itulah, aku jadi lebih paham tentang dirinya, bahwa sesungguhnya orang+orang salah sangka terhadap ikhwan ini. --Aku memiliki tetangga yang sudah bertetangga denganku lebih dari satu tahun+tetangga tesebut baru pindah ke komplek tempat kami tinggal. .arak rumah kami sungguh dekat. (api aku belum pernah bertemu dengan penghuni rumah tersebut, apalagi ngobrol!. *an setiap aku lewat di depan rumahnya, kulihat pintu gerbangnya selalu di gembok. "adang aku lihat mobilnya wara+ wiri di depan rumah, dan kami hanya saling berlambaian tangan, dan itulah komunikasi!+ku dengan tetanggaku itu. (erbersit dalam hati, kok begitu ya caranya bertetanggga. /epertinya nggak mau kenal! orang. Nggak pernah nenangga!, rumah juga tertutup rapat terus. /eminggu yang lalu, tetanggaku ini menghubungiku, ia minta tolong agar dicarikan tenaga pembantu plus guru ngaji di rumahnya. "arena urusan tersebut, aku jadi berkesempatan berkunjung ke rumahnya. *an dari kunjungan itulah, aku jadi lebih paham, mengapa ia tidak pernah nenangga!, mengapa pintu rumah tertutup rapat dan pintu gerbang senantiasa digembok. (ernyata, si ibu ini memiliki 4 anak. 0 sudah belasan tahun dan 1 orang masih balita. *an anak

kedua yang berumur 2 tahun, berkebutuhan khusus. 3asya Allah, pantas saja, ia tidak bisa bebas keluar rumah, pantas saja, rumah harus terus tertutup rapat 'anaknya yang berkebutuhan khusus, tidak bisa melihat rumah terbuka). Alhamdulillahaku bersyukur, sekali lagi, Allah melindungiku dari prasangka buruk yang berkelanjutan. *iciptakanNya scenario, yang membuat aku dapat silahturrahim ke tetanggaku tersebut sehingga aku mendapat jawaban atas prasangka+prasangka burukku. --*ua pengalaman berharga yang membuat aku tersadar diri. "ita memang benar+benar tidak boleh berprasangka buruk. .ikapun kita menyaksikan sikap atau si,at seseorang 4yang tidak mengenakkan5, kita tetap harus berpikir positi,. 3enyikapinya dengan cara pandang yang positi,. Berusaha melihat, mungkin ada alasan yang dapat diterima, mengapa si A bersikap begini atau begitu. /ebagai contoh, ada seorang ummahat yang kemudian diberi label 4keras dan mau menang sendiri5. 6ada mulanya aku sendiri agak tidak nyaman dengan sikapnya. Berangkat dari kesadaran tidak ingin berpikir buruk tentang orang lain, aku sedikit+sedikit mencari tahu tentang dirinya, berusaha lebih dekat dengannya. 7alhasil, terjawablah teka+teki, kenapa sang ummahat yang terlihat paham agama, lulusan pesantren, tetapi 4keras dan mau menang sendiri5. (ernyata, 8mmahat ini berasal dari sebrang. 9rangtuanya hingga kini masih hidup dan bukan penganut agama islam. "emudian ia tinggalkan keluarganya demi memeluk islam. /ebagaimana diketahui, orang sebrang memiliki hubungan kekerabatan yang kuat dan erat. Bukan perkara mudah 4pergi5 meninggalkan orangtua dan kemudian berpindah agama. .ustru dengan sikap keras dan mau menang sendirinya itulah yang membuat sang ummahat 4kuat5 meninggalkan orangtua dan agama nenek moyangnya demi :slam. Artinya, secara pribadi memang ia typical orang yang 4keras5. .ika dilihat dari latar belakangnya, justru si,at 4keras5 itu yang menjadi kelebihannya. 6ada umumnya kita semua tahu bahwa berprasangka buruk itu dilarang. (etapi, dalam keseharian kita, betapa sulit menghindar dari perilaku ini. 6rasangka artinya membuat keputusan! sebelum mengetahui ,akta yang rele;an mengenai objek tersebut. 6adahal Allah ber,irman, Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka! Karena sebagian dari prasangka itu adalah dosa. '</. Al+&ujurat =4>? @ 0A) Dan Dari Abu Hurairah A bah!a asulullah "AW bersabda, #auhkanlah dirimu dari prasangka buruk, karena sesungguhnya prasangka itu adalah perkataan yang paling bohong. '&B. 3utta,aC!alaih) 3ustinya peringatan Allah tentang dosanya berprasangka buruk cukup membuat kita berhenti dari perbuatan tersebut. Berprasangka buruk, berkaitan erat dengan pola pikir negati,. "etika menyikapi sebuah masalah atau kejadian, mindset kita tertuju kepada hal+hal yang buruk. .adi hasilnya adalah prasangka+prasangka buruk yang berkembang. *an ini harus dibenahi. /aya menulis artikel inipun dengan niat, semoga tulisan ini menjadi tausiah pribadi.

/emoga tulisan ini menjadi pengingat bagi saya ketika, prasangka+prasangka buruk memenuhi hati dan pikiran. 'http@DDwww.eramuslim.com) Wallahu$alam. 8mmuali.wordpress.com