You are on page 1of 2

Nama : Gusti Nani Pratiwi NIM : J1C110007 Artikel Marsilea crenata Klasifikasi Kerajaan: Plantae Divisi : Pteridophyta Kelas

: Filicinae Ordo : Marsileales Famili : Marsileaceae Genus : Marsilea Spesies : Marsilea crenata Gambar
Gambar Marsilea crenata

Deskripsi : Marsilea crenata atau yang lebih dikenal dengan nama Semanggi ini termasuk dalam tumbuhan paku Classis Filicinae karena sudah mempunyai akar, batang dan daun. Marsilea crenata termasuk dalam Sub Classis Hydrpterydes karena merupakan tumbuhan paku air yang heterospora. Semanggi termasuk dalam Ordo Marsileales karena hidup dalam air yang dangkal dengan akar di dalam tanah. Semanggi mempunyai sorus dalam satu sporofit terdapat dalam sporakarpium yang bentuknya seperti kacang. Semanggi mempunyai batang yang merayap. Di buku-buku batang ke bawah membentuk akar, ke atas membentuk daun yang bertangkai panjang yang muncul diatas permukaan air dengan helaian daun yang berbelah. Sporakarpium keluar diatas tangkai daun. Marsilea crenata adalah sekelompok paku air yang memiliki morfologi tumbuhan yang khas, karena bentuk entalnya yang menyerupai payung yang tersusun dari empat anak daun yang berhadapan, daun berdiri sendiri atau dalam berkas, menjari berbilang 4, berbentuk baji bulat telur, gundul atau hampir gundul, dengan panjang 3-22 cm dan lebar 2-18 cm, urat daun rapat berbentuk kipas, pada air yang tidak dalam muncul diatas air. Akibat bentuk daunnya ini, nama "semanggi" dipakai untuk beberapa jenis tumbuhan dikotil yang bersusunan daun serupa, seperti klover . Tangkai daun panjang dan tegak dengan panjang sekitar 2-30 cm. Semua anggotanya heterospor atau memiliki dua tipe spora yang berbeda kelamin. Reproduksi : Seperti halnya tumbuhan paku yang lain, Semanggi bereproduksi secara aseksual (vegetatif) dengan stolon yang menghasilkan gemma (tunas). Gemma adalah anakan pada tulang daun atau kaki daun yang mengandung spora. Reproduksi seksual (generatif) melalui pembentukan sel kelamin jantan/spermatozoid (gametangium jantan/anteridium) dan sel kelamin betina/ovum (gametangium betina/arkegonium). Seperti pada lumut tumbuhan paku juga mengalami pergiliran keturunan/metagenesis. Metagenesis tersebut dibedakan antara paku homospora dan heterospora. Adapun siklus hidup dari semanggi terdiri dari dua tahap atau fase yang berbeda yaitu:

Nama : Gusti Nani Pratiwi NIM : J1C110007 1. Fase sporophyte (diploid) menghasilkan spora oleh meiosis 2. Sebuah spora tumbuh dengan pembelahan sel menjadi prothallus haploid (fase gametofit) 3. Prothalus menghasilkan gamet 4. Gamet jantan membuahi sebuah gamet betina di prothallus 5. Gamet yang dibuahi (zigot diploid) tumbuh dengan pembelahan sel menjadi sporofit (tanaman semanggi) Habitat : Mudah ditemukan di pematang sawah, tepi saluran irigasi, selokan dan genangan air dangkal. Potensi : Daun tumbuhan ini biasa dijadikan bahan makanan yang dikenal sebagai pecel semanggi. Semanggi juga diketahui mengandung fitoestrogen (estrogen tumbuhan) yang berpotensi mencegah osteoporosis. Selain itu, tumbuhan ini juga berpotensi sebagai tumbuhan bioremediasi , karena mampu menyerap logam berat Cd dan Pb . Daftar Pustaka : Afrizal. 2009. Paku Air http://id.wikipedia.org/wiki/Semanggi" Kategori : Marsileaceae | Salviniales Di akses pada 15 Oktober 2011 Darmawati. 2011. Marsileaceae http://darmawati-dharmawati.blogspot.com/2011/04/ordo-marseleales.html Diakses pada 15 Oktober 2011 Yoga Pradana. 2006. Klasifikasi Semanggi <http://www.plantamor.com> Diakses pada 13 Oktober 2011