Вы находитесь на странице: 1из 6

Niken Endras C.

D3 TL 1A / 23 1131120113

SUPERKONDUKTOR
PENGERTIAN SUPERKONDUKTOR Superkonduktor adalah suatu material yang tidak memiliki hambatan di bawah suatu nilai suhu tertentu. Suatu superkonduktor dapat saja berupa suatu konduktor, semikonduktor ataupun suatu insulator pada keadaan ruang. Suhu dimana terjadi perubahan sifat konduktivitas menjadi superkonduktor disebut dengan terperatur kritis (Tc).

SEJARAH SUPERKONDUKTOR Superkonduktor pertama kali ditemukan oleh seorang fisikawan Belanda, Heike Kamerlingh Onnes, dari Universitas Leiden pada tahun 1911. Pada tanggal 10 Juli 1908, Onnes berhasil mencairkan helium dengan cara mendinginkan hingga 4oK atau -269oC. Kemudian pada tahun 1911, Onnes mulai mempelajari sifat-sifat listrik dari logam pada suhu yang sangat dingin. Pada waktu itu telah diketahui bahwa hambatan suatu logam akan turun ketika didinginkan di bawah suhu ruang, tetapi belum ada yang dapat mengetahui berapa batas bawah hambatan yang dicapai ketika temperatur logam mendekati 0oK atau nol mutlak. Pada bulan Februari 1987, ditemukan suatu keramik yang bersifat superkonduktor pada suhu 90oK. Penemuan ini menjadi penting karena dengan demikian dapat digunakan nitrogen cair sebagai pendinginnya. Beberapa contoh material superkonduktor : 1) Merkuri Beberapa ahli ilmuwan pada waktu itu seperti William Kelvin memperkirakan bahwa elektron yang mengalir dalam konduktor akan berhenti ketika suhu mencapai nol mutlak. Di lain pihak, ilmuwan yang lain termasuk Onnes memperkirakan bahwa hambatan akan manghilang pada keadaan tersebut. Untuk mengetahui yang

2)

3)

4)

5)

sebenarnya terjadi, Onnes kemudian mengalirkan arus pada kawat merkuri yang sangat murni dan kemudian mengukur hambatannya sambil menurunkan suhunya. Pada suhu 4,2oK, Onnes terkejut ketika mendapatkan bahwa hambatannya tiba-tiba menjadi hilang. Dengan tidak adanya hambatan, maka arus dapat mengalir secara terus-menerus tanpa kehilangan energy. Percobaan Onnes dengan mengalirkan arus pada suatu kumparan superkonduktor dalam rangkaian tertutup dan kemudian mencabut sumber arusnya lalu mengukur arusnya satu tahun kemudian ternyata arus masih tetap mengalir. Fenomena ini kemudian oleh Onnes diberi nama SUPERKONDUKTIVITAS. Atas penemuannya itu, Onnes dianugerahi nobel fisika pada tahun 1913. Karbon Karbon juga bersifat superkonduktor dengan Tc 15 oK. Unsur seperti logam emas, tembaga, dan perak, yang merupakan logam konduktor terbaik bukanlah suatu superkonduktor. Keramik Pada tahun 1986 terjadi sebuah terobosan baru di bidang superkonduktivitas. Alex Miller dan Georg Bednorz, peneliti di Laboratorium Riset IBM di Rischlikon, Switzerland, berhasil membuat suatu keramik yang terdiri dari unsur Lanthanum, Barium, Tembaga, dan Oksigen, yang bersifat superkonduktor pada suhu tertinggi pada waktu itu yaitu 30oK. Penemuan ini menjadi spektakuler karena keramik selama ini dikenal sebagai isolator. Keramik tidak menghantarkan listrik sama sekali pada suhu ruang. Hal ini menyebabkan para peneliti pada waktu itu tidak memperhitungkan bahwa keramik dapat menjadi superkonduktor. Penemuan ini membuat keduanya diberi penghargaan hadiah nobel setahun kemudian. (TMTSF)2PF6 Penemuan lainnya yaitu bahan organik yang bersifat superkonduktor yaitu (TMTSF)2PF6. Titik kritisnya senyawa organic ini masih sangat rendah yaitu 1,2oK. HgBa2Ca2Cu3Ox Suhu tertinggi suatu bahan menjadi superkonduktor hingga saat ini adalah o 138 K, yaitu untuk suatu bahan yang memiliki rumus HgBa2Ca2Cu3Ox.

KARAKTERISTIK MATERIAL SUPERKONDUKTOR 1) Menolak medan magnet Penemuan lainnya yang berkaitan dengan superkonduktor terjadi pada tahun 1933. Walter Meissner dan Robert Ochsenfeld menemukan bahwa suatu superkonduktor akan menolak medan magnet. Sebagaimana diketahui, apabila konduktor digerakkan dalam medan magnet, suatu arus induksi akan mengalir dalam konduktor tersebut. Prinsip inilah yang kemudian diterapkan dalam generator. Akan tetapi, dalam superkonduktor arus yang dihasilkan tepat berlawanan dengan medan tersebut sehingga medan tersebut tidak dapat menembus material superkonduktor tersebut. Hal ini akan menyebabkan magnet tersebut ditolak. Fenomena ini dikenal dengan istilah DIAMAGNETISME dan efek ini kemudian dikenal dengan efek MEISSNER. Efek Meissner ini sedemikian kuatnya sehingga sebuah magnet dapat melayang karena ditolak oleh superkonduktor. Medan magnet ini juga tidak boleh terlalu besar. Apabila medan magnetnya terlalu besar, maka efek Meissner ini akan hilang dan material akan kehilangan sifat superkonduktivitasnya. Gambar efek Meissner :

2) Efisiensi sangat tinggi Penggunaan superkonduktor yang sangat luas tentu saja di bidang listrik. Generator yang dibuat dari superkonduktor memiliki efisiensi sebesar 99% dan ukurannya jauh lebih kecil dibandingkan dengan generator yang menggunakan kawat tembaga. APLIKASI-APLIKASI SUPERKONDUKTOR 1) Sistem penstabil listrik Suatu perusahaan Amerika, American Superconductor Corp, diminta untuk memasang suatu sistem penstabil listrik yang diberi nama Distributed Superconducting Magnetic Energy Storage System (D-SMES). Satu unit D-SMES dapat menyimpan energi listrik sebesar 3 juta watt yang dapat digunakan untuk menstabilkan listrik apabila terjadi gangguan listrik. 2) Kabel (Transmisi) superkonduktor Untuk transmisi listrik, pemerintah AS dan Jepang berencana untuk menggunakan kabel superkonduktor dengan pendingin nitrogen untuk menggantikan kabel listrik bawah tanah yang terbuat dari tembaga. Dengan menggunakan kabel superkonduktor, arus yang dapat ditransmisikan akan jauh meningkat. 250 pon kabel superkonduktor dapat menggantikan 18.000 pon kabel tembaga, mengakibatkan efisiensi sebesar 7.000% dari segi tempat. 3) Bahan pembuatan superkomputer Di bidang komputer, superkonduktor digunakan untuk membuat suatu superkomputer dengan kemampuan berhitung yang fantastis. 4) HTS-SQUID Di bidang militer, HTS-SQUID digunakan untuk mendeteksi kapal selam dan ranjau laut. Gambar HTS-SQUID :

5) Motor listrik superkonduktor Superkonduktor juga digunakan untuk membuat suatu motor listrik dengan tenaga 5.000 tenaga kuda. Gambar perbedaan motor listrik superkonduktor dengan motor listrik tembaga :

6) Pembuatan bahan ferrit dari limbah pabrik baja 7) Aplikasi motor kecil Melalui program RUK, uji kinerja komponen bonded magnet P3IB pada motor kecil telah berfungsi dengan baik. Sebagai contoh dengan tegangan 4 Volt diperoleh putaran jangkar sekitar 24000 rpm. 8) Multilayer GMR Bahan GMR Multilayer Fe/Si pada skala nanometer dengan nilai rasio GMR 0.22% pada suhu ruang adalah hassil kolaborasi riset antara P3IB khususnya bidang karakterisasi dan analisa nuklir dengan National Institute of Industrial Science and Technology, Tsukuba Jepang. 9) Kereta api super cepat Superkonduktor kini telah banyak digunakan dalam berbagai bidang. Hambatan tidak disukai karena dengan adanya hambatan maka arus akan terbuang menjadi panas. Apabila hambatan menjadi nol, maka tidak ada energy yang hilang pada saat arus mengalir. Penggunaan superkonduktor di bidang transportasi memanfaatkan efek Meissner, yaitu pengangkatan magnet oleh superkonduktor. Hal ini diterapkan pada kereta api super cepat di Jepang, yang diberi nama The Yamanashi MLX01 Maglev train. Kereta api ini melayang di atas magnet superkonduktor. Dengan malayang, maka gesekan antara roda dengan rel dapat dihilangkan dan akibatnya kereta dapat berjalan dengan sangat cepat yaitu dengan kecepatan 343 mph atau sekitar 550 km/jam. Gambar The Yamanashi MLX01 Maglev train :