You are on page 1of 2

Artificial Kidney (Ginjal Buatan)

Samuel Kant/13210147
Ginjal buatan, atau dikenal dengan istilah artificial kidney, adalah sebuah alat yang mempunyai prinsip kerja seperti ginjal manusia pada umumnya, berfungsi sebagai pengganti ginjal yang gagal berfungsi, menggunakan prinsip hemodialysis.

Willem Johan kolf, from google images.

Ginjal buatan ini pertama kali diperkenalkan oleh seorang pria berkebangsaan AS keturunan Belanda, yaitu Willem Kolff, dengan alatnya yaitu dialiser. Willem Kolff merupakan seorang dokter yang berkonsentrasi pada pembuatan organ-organ buatan dan dijuluki sebagai dokter paling penting abad 20. Prinsip hemodialisis diperkenalkan oleh willem ketika penjajahan Jerman di Belanda pada perang dunia ke 2 pada 1943 dan sangat membantu menangani pasien-pasien yang gagal ginjal pada saat itu, dengan membuat dialiser yang bekerja sesuai dengan prinsip dan proses bekerja ginjal, merupakan sebuah alat yang sampai sekarang tetap dipakai dan merupakan alat yang sangat berguna bagi ratusan ribu penderita gagal ginjal. Ginjal buatan yang dibuat oleh willem disempurnakan oleh Dr. Niss Alwall dan Dr. Belding H. Scribner.

Proses Kerja Dialiser http://www.lhsc.on.ca/Health_Professionals/CCTC/elearning/crrt/filter2.gif

Prinsip kerjanya dengan metoda hemodialysis, yaitu ada proses ini digunakan membran buatan semi-permeabel yang berfungsi sebagai ginjal buatan. Juga dipergunakan suatu mesin untuk mengalirkan darah pasien melalui salah satu sisi permukaan dari membran semi-permeabel sebelum di kembalikan ke sirkulasi darah tubuh pasien. Pada saat yang sama cairan hemodialisis dipompakan ke dalam mesin dan dialirkan melalui sisi lain dari permukaan semi-permeabel, sehingga terjadi pertukaran ion antara darah pasien dengan cairan hemodialisis. Melalui membran semi-permeabel yang mengandung lubang-lubang kecil tersebut produk-produk sisa dari darah pasien seperti urea, kreatinin, fosfat, kalium dan lainnya termasuk kelebihan air serta garam dari tubuh akan lewat dan masuk ke dalam cairan hemodialisis yang mengalir dengan arah berlawanan dari aliran darah pasien. Walaupun demikian, protein dan sel-sel darah tidak dapat menembus melalui lubang-lubang kecil dalam membran semi-permeabel tersebut. Bakteri dan virus yang mungkin mengkontaminasi cairan hemodialisis juga tidak dapat masuk ke dalam aliran darah pasien melalui membran tersebut karena ukurannya lebih besar dari lubang-lubang kecil tersebut.

Dialiser pertama. http://www.asaio.com/clientuploads/_photos/_21/_344.jpg Walaupun hemodialisis berfungsi mirip dengan cara kerja ginjal, tindakan ini hanya mampu menggantikan sekitar 10% kapasitas ginjal normal. Selain itu, hemodialisis bukannya tanpa efek samping. Beberapa efek samping hemodialisis antara lain tekanan darah rendah, anemia, kram otot, detak jantung tak teratur, mual, muntah, sakit kepala, infeksi, pembekuan darah (trombus), dan udara dalam pembuluh darah (emboli) Pada gagal ginjal kronik, hemodialisis biasanya dilakukan 3 kali seminggu. Satu sesi hemodialisis memakan waktu sekitar 3 sampai 5 jam. Selama ginjal tidak berfungsi, selama itu pula hemodialisis harus dilakukan, kecuali ginjal yang rusak diganti ginjal yang baru dari donor. Tetapi, proses pencangkokan ginjal sangat rumit dan membutuhkan biaya besar.