Вы находитесь на странице: 1из 18

III.

KEBUTUHAN AIR IRIGASI

3.1. Tampungan Air Tanah Tanah adalah suatu tampungan air yang digunakan oleh tanaman-tanaman. Tampungan air tanah terisi oleh air hujan dan irigasi, namun tampungan secara perlahan-lahan habis oleh

transpirasi dan evaporasi atau evapotranspirasi (ET). Tampungan air tanah dapat mencapai suatu tingkat minimun dimana jika pengurangan yang lebih rendah dari nilai minimum tersebut akan berpengaruh terhadap hasil produksi tanaman. Pada kondisi tersebut irigasi seharusnya diberikan guna mengembalikan

tampungan pada kapasitas penuhnya. Tingkat ketersediaan air dalam tanah dimana irigasi diberikan tergantung pada jenis tanah dan tanaman. Kapasitas tampungan untuk menyediakan air pada tanah tertentu tergantung pada kedalaman daerah perakaran tanaman. ir yang diberikan lebih

dari kapasitas tampungan hilang karena perkolasi diba!ah daerah perakaran. kibatnya, tidak hanya kekurangan tetapi juga

kelebihan air yang diberikan menunjukkan suatu praktek irigasi yang lemah. "ungsi tampungan air tanah terasa seperti tampungan air lainnya yang mana diisi sampai kapasitas dan kemudian dibiarkan kosong pada laju tertentu sampai pada suatu tingkat minimum Kebutuhan Air Irigasi 34

yang

sudah

ditentukan

sebelum

diisi

kembali.

Perbedaan

diantaranya terletak pada besarnya volume air yang digunakan. Pada tampungan penyediaan air, volume dijaga pada suatu tingkat tetap yang telah diketahui sedangkan pada tampungan air tanah hanya dapat dihitung secara kira-kira karena ruang tanah yang berubah dan ketidaktepatan dalam penentuan nilai-nilai laju air yang digunakan oleh tanaman di lapangan.

3.2. Ruang Padat dan Berporou #olume tanah tersusun dari partikel-partikel padat dan ruang kosong, atau berporous, dari ukuran yang beragam. Partikelpartikel padat diklasi$ikasikan menjadi tiga kelompok tergantung diameternya, disebut pasir (%,%&-&,% mm), lempung (%,%%&-%,%& mm) dan liat ('%,%%& mm). Perbandingan relati$ dari ketiga

kelompok dalam tanah disebut tektur atau jenis tanah. #olume tanah yang tidak terisi oleh partikel-partikel padat merupakan ruang pori. Perbandingan ruang pori tanah tergantung pada tekstur dan struktur tanah , dan bervariasi kira-kira dari (% persen pada tanah-tanah bertekstur kasar sampai )% persen pada tanah-tanah bertekstur halus. *erat volume suatu unit tanah kering dalam keadaan struktur aslinya dikenal sebagai bulk density (*+). ,ilai *+ dari tanah-tanah bertekstur halus, dengan perbandingan ruang pori yang lebih Kebutuhan Air Irigasi 35

tinggi, secara karakteristik lebih rendah (-,%--,&) dari pada tanahtanah bertekstur kasar (-,.--,/). Petani sering menyebut tanah-tanah bertekstur halus dan kasar sebagai tanah 0ringan1 dan 0berat1. 2al ini lebih mudah karena tanah-tanah bertekstur halus, seperti liat, lebih sukar untuk dikerjakan dari pada tanah-tanah bertekstur kasar, seperti liat berpasir, dengan $raksi liat yang lebih sedikit dan drainase yang bagus. *ulk +ensity dari tanah tertentu biasanya dianggap konstan untuk tujuan perancangan tertentu. ,amun nilainya dapat

meningkat sejalan dengan tanah yang ditanami itu terganggu dan menjadi padat. Total ruang pori dalam tanah terdiri dari pori-pori mikro (kapilaritas) dan pori-pori makro. Perbandingan antara keduanya tergantung pada tekstur dan struktur tanah. Tanah berat, tanahtanah bertekstur halus memiliki persentase pori-pori mikro yang lebih tinggi, sebaliknya pada tanah ringan, tanah-tanah bertekstur kasar pori-pori makro lebih mendominasi. Pori-pori mikro merupakan tampungan air tanah. +alam poripori ini yang air ditahan diba!ah tegangan permukaan (kira-kira -3( atm pada kapasitas penuh) untuk digunakan oleh tanamantanaman. +alam Pori-pori makro air mengalir keba!ah akibat gaya gravitasi, meninggalkan udara yang penting bagi pertumbuhan Kebutuhan Air Irigasi 36

tanaman. Kemudian tanah-tanah berat, dengan persentase poripori mikro lebih tinggi, memiliki tampungan air tanah yang lebih besar per unit kedalamannya dibandingkan dengan tanah-tanah ringan. 4ehingga, tanah-tanah berat membutuhkan pemberian air yang lebih banyak tapi dengan $rekuensi yang lebih sedikit sebaliknya tanah-tanah ringan membutuhkan jumlah yang sedikit tapi lebih sering. Ketika panas, tanah-tanah ringan musim panas bisa membutuhkan irigasi setiap hari dan kadang-kadang lebih dari sekali dalam sehari, khususnya ketika masa pertumbuhan

tanaman. Tanah-tanah berat, memiliki persentase pori makro yang lebih rendah, sering dianggap drainase yang jelek. Tanah-tanah yang ringan pada umumnya tidak ada masalah dengan drainase. 4etelah hujan turun atau irigasi, air dalam pro$il tanah mengalir turun dan lapisan-lapisan pori-pori mikro perlahan-lahan terisi mencapai kapasitasnya secara berurutan. Proses biasanya cukup untuk satu hari (pada tanah-tanah ringan) sampai tiga hari (pada tanah-tanah berat). Kedalaman dimana tampungan air tanah terisi tergantung pada jenis tanah, kandungan air tanah mula-mula dan jumlah air yang masuk ke dalam tanah. 5aktu yang dibutuhkan oleh tampungan air tanah untuk kembali kosong tergantung pada laju evapotranspirasi aktual atau pemakaian konsumti$. Kebutuhan Air Irigasi 37

3.3. Kapa ita !apang Kandungan air dalam tanah --( hari setelah air diberikan dan drainase sebagian besar telah berhenti dide$inisikan sebagai 7ntuk beberapa tujuan praktis "6,

kapasitas lapang ("6).

digambarkan sebagai persentase berat kering tanah, dianggap konstan. 4uatu contoh tanah pada "6 yang memiliki berat total -%% g. Tanah dikeringkan dalam sebuah oven pada -%/ selama &. jam. Ketika air yang tertahan pada "6 telah hilang dari tanah, total berat sampel adalah 8% g. 9aka "6 adalah &/:. "6 lebih rendah pada tanah-tanah ringan dibandingkan tanah-tanah berat, rata-rata berkisar dari / sampai &/-(% persen.

3.".

Titi# !a$u

ir yang disadap dari tampungan air tanah melalui ET, tegangan permukaannya meningkat. Pada tegangan -/ atm tanaman-tanaman tidak dapat lagi menyadap air dan mereka akan layu secara permanen. Kandungan air tanah pada saat itu, pada basis berat kering, dide$inisikan sebagai titik layu permanen, atau mudahnya disebut titik layu (5P). Pada saat ini tercapai,

kandungan air tanah adalah kosong.

Kebutuhan Air Irigasi

38

Tanaman kadang kala menunjukkan tanda-tanda kelayuan menjelang siang hari tetapi segar kembali setelah itu pada saat hari lebih sejuk. Kelayuan ini, dimana terjadi ketika tanamantanaman tidak dapat menyadap air dalam jumlah yang cukup secara cepat, seharusnya tidak disalahartikan dengan kelayuan permanen yang terjadi pada 5P. 5P dari tanah-tanah biasanya dihitung menggunakan bunga matahari. ,ilai bervariasi kira-kira dari &-( persen untuk tanahtanah sangat ringan sampai &% persen untuk tanah-tanah berat.

3.%. Kapa ita Tota& Air Ter edia Kapasitas tampungan aktual dari tampungan air tanah yaitu selisih antara 5P dan "6, diistilahkan kapasitas total air tersedia (T 56) dan juga diekspresikan sebagai persentase berat kering tanah. ,ilai T 56 berkisar rata-rata dari ( persen untuk tanahtanah sangat ringan sampai -/ persen atau lebih untuk tanahtanah berat. 7ntuk tujuan-tujuan T 56 praktis lebih berman$aat suatu volume ini

mengekspresikan dibandingkan

dalam berat

persentase kering.

dengan

basis

7ntuk

tujuan

digunakan persamaan (.%basis volume = %basis berat BD ...................................((.-)

Kebutuhan Air Irigasi

39

4ebagai contoh, jika "6 ; -<: (basis berat), 5P ; <: (basis berat) dan *+ ; -.(, T 56 adalah (-<-<) = -.( ; -(: (basis volume). 4atu persen kandungan air dalam tanah sama dengan - cm atau -% mm air (yaitu -%% m(3ha) per meter kedalaman tanah. 4ehingga, pada contoh T 563- m kedalaman ; -( cm ; -(% mm (-(%% m(3ha). +alam kasus ini telah diasumsikan bah!a pro$il tanah adalah seragam. T 563- m kedalaman dapat dihitung dengan persamaan (.&
TAWC / 1m = [ FC berat WPberat ] BD 10, mm ..................((.&)

T 563- m kedalaman bervariasi kira-kira antara (% mm (untuk tanah-tanah sangat ringan) dan -/% mm atau lebih (untuk tanah-tanah berat).

3.'. (aerah Pera#aran Ran)angan kar-akar tanaman terutama akti$ pada bagian atas dari daerah perakaran, dimana mereka menyadap sebagian besar air untuk pemakaian tanaman. Pada umumnya, kedalaman yang memberikan kontribusi 8%->% persen dari total air yang digunakan oleh tanaman dide$inisikan sebagai daerah perakaran utama. 7ntuk tujuan-tujuan perancangan penting untuk mengetahui daerah perakaran utama pada periode kebutuhan kelembaban puncak? inilah yang disebut dengan +aerah perakaran rancangan (+@A).

Kebutuhan Air Irigasi

40

,ilai untuk +@A, bahkan untuk jenis tanaman yang sama, dapat bervariasi sebagai hasil dari perbedaan-perbedaan tanah dan perlakuan-perlakuan irigasi. *esarnya nilai +@A untuk beberapa jenis tanaman seperti terlihat pada tabel (.-. 4ehingga persamaan (.& dapat dikoreksi kembali menjadiB
TAWC / 1m = [ FC berat WPberat ] BD 10 DRZ ( mm ) ...........((.()

Pada contoh yang terakhir T 563- m adalah -(% mm (-(%% m(3ha). 7ntuk kapas, memiliki suatu +@A ; -.& m, T 56 rancangan ; -(% = -.& m ; -/) mm (-/)% m (3ha ). *agaimanapun juga untuk jeruk, dengan suatu +@A ; -,. m, T 56 rancangan ; -(% = -,& ; -8& mm (-8&% m(3ha).
Ta*e& 3.1 Rata+Rata Keda&aman (aerah Pera#aran Tanaman (5alker,->8>)

Tanaman

Keda&aman Pera#aran ,meter-./ %.< -.& -.% %.) %.> %.>

Tanaman

Keda&aman Pera#aran ,meter%.( -.( -./ %.> &.% %.( %.>

nggur Kacang Tanah 4emangka Kedelai *ayam Pisang *uncis

4lada 9elon Tomat Cobak 6ina Kenari *a!ang Palm

Kebutuhan Air Irigasi

41

Terung *rokoli Kol *le!ah 5ortel Kol Kembang 4eledri *uah 6eri Deruk Dagung Kapas

%.> %./ %./ -./ %.> %.) %.. &.% -.. -.( -.&

Persik Pir Kacang Polong 6abe ,enas Kentang 4tra!beri Cabu Cobak Ketimun

-.) -.) %.8 %.> %./ %.> %./ -.8 %./ -.-

Tanah-tanah jarang memiliki pro$il-pro$il yang seragam. Cebih sering dari pada tidak daerah perakaran utama tanaman

berkembang menjadi dua atau lebih lapisan-lapisan yang berbeda, masing-masing memiliki nilai "6, 5P dan *+-nya sendirinya. Pada kasus-kasus seperti ini T 56 pada daerah perakaran utama ditentukan dengan perhitungan nilai T 56 setiap lapisan dan menambahkannya.

3... Titi# Kriti dan Pengurangan $ang (iper*o&eh#an Kebutuhan Air Irigasi 42

4ebahagian

besar

percobaanEpercobaan

lapangan

menunjukkan bah!a kandungan air tanah dalam daerah perakaran utama tidak seharusnya dibiarkan menjadi kosong sebelum irigasi diberikan. 9aksudnya bah!a hanya sebahagian T 56 yang

digunakan dalam perancangan dan pengoperasian sistem-sistem irigasi. Keadaan dimana air tersedia tidak diijinkan untuk berkurang dikenal sebagai titik kritis (6P). tanaman, tanah dan iklim, *ervariasi sesuai dengan jenis dihitung dalam percobaan-

dan

percobaan lapangan menggunakan kriteria yang bervariasi. 4alah satu kriteria yang sering digunakan adalah E$isiensi Penggunaan ir

(57E), yang mengekspresikan hasil per volue air (kg3m (). 9aka sejumlah perlakuan-perlakuan irigasi disesuaikan dimana air

diberikan pada beragam titik kritis yang dipilih? titik kritis optimum bersesuaian dengan nilai perhitungan 57E tertinggi. Titik kritis optimum kemudian digunakan dalam perancangan. Kisaran antara "6 dan 6P sering diistilahkan dengan

pengurangan yang diperbolehkan (9 +)? dan itu bisa diekspresikan sebagai suatu persentase T 56. *iasanya 9 + bervariasi antara (%: (istilah perlakuan basah) dan <%: (istilah perlakukan kering) dari T 56, dengan rata-rata /%:. Ketika 9 + diketahui, maka kita dapat menghitung total kebutuhan air (,6@) yang sangat penting untuk mengembalikan Kebutuhan Air Irigasi 43

kondisi daerah perakaran utama ke "6. Pada periode kebutuhan kelembaban puncak rancangan ,5@ dihitung sebagai berikutB
NWRRancangan = TAWC Rancangan MAD( % ), mm

atau
NWR Rancangan = [ FC berat WPberat ] BD 10 DRZ MAD( % ) ( mm ) ((..)

4ebagai contoh anggaplah suatu tanaman dengan +@A ; %,) m, tumbuh pada tanah berstekstur sedang yang memiliki pro$il yang homogen. "6 dan 5P (basis berat) berturut-turut adalah -): dan -8:, dan *+ ; -,&/. 9 + rancangan ; )%: dari T 56.

9asukkan nilai-nilai tersebut ke dalam persamaan ((..), ,5@ rancangan dihitung sebagai berikutB ,5@ rancangan ; (-8--)) = -,&/ = -% = %,) = %,) ; ()mm (()% m(3ha). 4uatu contoh yang kedua melibatkan suatu tanaman yang memiliki +@A %,) m sepanjang dua lapisan yang berbeda. Capisan atas, %,( m dalamnya, dicirikan oleh "6 (berat) B -/:, 5P (berat) B -%:, *+ B -,&, 9 + B /%:. Persamaan ((..) digunakan untuk menghitung ,5@. 7ntuk lapisan atas T 56 ; (-/-8 = -,( = -% = %,( ; &< mm dan untuk lapisan ba!ah T 56 ; (&%--%) = -,& = -% = %,( ; () mm. Dumlah )( mm. 9aka ,5@ ; )( = %,/ ; (& mm ((&%m(3ha). 9 + yang digunakan diatas adalah rata-rata untuk daerah perakaran utama. Pada kenyataannya tumbuh-tumbuhan

menyadap air tanah pada suatu laju yang secara bertahap Kebutuhan Air Irigasi 44

berkurang sesuai dengan kedalaman. 9eskipun demikian, lebih utama untuk mengairi kekurangan air pada lapisan-lapisan tanah lebih atas yang melebihi 9 +. Perhatikan sebuah contoh, suatu tanah yang homogen dimana +@A terbagi pada . lapisan yang seimbang, masing-masing berisi (%mm air. +imulai dari atas, tanaman menyadap .%,(%, &% dan -% : T 56 dari . bagian penyusun +@A. Frigasi dijad!alkan 9 + ; .%: (nilai rata-rata untuk +@A. Pertanyaannya adalah berapa persen air yang disaap dari masing-masing seperempat +@A yang harus diirigasi. T 56 dalam daerah perakaran rancangan adalah (% = . ; -&% mm. Dadi, kedalaman air yang ditambahkan oleh irigasi menjadi sejumlah (.%3-%%) = -&% .8 mm. 4eperempat bagian atas dari +@A menggunakan (.%3-%%) = .8 ; ->,& mm. +engan suatu cara yang sama, pro$il tiga dari empat lainnya menggunakan air secara berturut-turut adalah %,( = .8 ; -.,. mm, %,& = .8 ; >,) mm dan %,- = .8 ; .,8 mm. Persentase air yang disadap dari keempat bagian tersebut, dimulai dari atas, adalah B (->,&3(%) = -%% ; ).? (-.,.3(%) = -%% ; .8? (>,)3(%) = -%% ; (& dan (.,83(%) = -%% ; -). +engan jelas dikatakan bah!a lebih utama mengairi kira-kira dua pertiga dari air yang tersimpan pada lapisan atas dari +@A yang telah digunakan. Pada lapisan ba!ah, dengan kata lain, tampungan air tanah telah dipertahankan relati$ penuh. Kebutuhan Air Irigasi 45

Perhatian sebaiknya diberikan dalam penetapan 9 + ketika perencanaan daerah-daerah baru dimana data pengamatan

lapangan tidak cukup. 4ebagai contoh, suatu 9 + yang tinggi (6P yang rendah) pada suatu iklim panas, dimana terdapat laju ET yang tinggi dari tanah atas, dapat menyebabkan pengeringan berlebihan akan daerah perakan yang lebih atas yang lebih utama untuk irigasi. 2al ini bisa berbahaya, apalagi jika tanaman yang

diusahakan memiliki daerah perakaran utama yang dangkal. *iasanya perhitungan langsung kandungan air tanah, atau tegangan, untuk tujuan penjad!alan irigasi-irigasi, dibuat hanya pada tanah lapisan atas saja. Pengirigasi sebaiknya berhati-hati menggunakan pengurangan air yang diperbolehkan pada lapisan tanah atas, lebih lagi pada daerah perakaran utama, yang akan menyebabkan pengirigasian yang berlebihan dan perkolasi yang dalam. 9 +, $rekuensi irigasi, hasil tanaman dan air serta biayabiaya pekerja dari suatu sistem irigasi adalah berkaitan. ,ilai 9 + yang lebih tinggi dihubungkan pada umumnya dengan

pengurangan hasil-hasil tanaman. *agaimanapun, irigasi kemudian dapat diterapkan kurang sering, pengurangan tenaga kerja dan biaya air. *iaya-biaya ini biasanya tidak diperhitungkan dalam menentukan 9 +, dan pilihan diberikan untuk kriteria tertentu sebagai e$isiensi penggunaan air (57E). Calu, 9 + rancangan dan Kebutuhan Air Irigasi 46

$rekuensi irigasi yang berkaitan tidak perlu optimum secara ekonomi

3./.

Ke*utuhan Air

Pada saat irigasi diberikan terjadi kehilangan-kehilangan tertentu. Kehilangan-kehilangan ini digantikan dengan

penambahan air yang cukup (jika ada) kepada kebutuhan air bersih (,5@). Kehilangan-kehilangan dihasilkan dariB a) yang ada dalam irigasi curah b)

evaporasi

dan

tiupan

angin,

dan

ketidakseragaman aplikasi dan kehilangan karena perkolasi. Dika masing-masing kehilangan ditentukan sebagai -% dan &% persen dari air yang dicurahkan, e$isiensi dari penerapan adalah (>%3-%%) = (8%3-%%) ; <&:. +engan kata lain, <&: dari total curahan air tetap dipakai tanaman. 7ntuk menetukan, kebutuhan pemberian air kotor atau G5@, dimana cukup air tersedia, ,5@ dibagi <&:. ,ilai ini disebut e$isiensi sistem rancangan. *ermacam-macam petunjuk dan buku panduan menyediakan nilai-nilai yang cocok dari e$isiensi sistem rancangan, ini hanya rata-rata, bagaimanapun juga , dapat diterapkan. 2ubungan antara 65@, ,5@ dan e$isiensi sistem rancangan digambarkan sebagai Kebutuhan Air Irigasi 47

GWR( mm ) =

NWR( mm ) .........................((./) Efisiensi sistem rancangan( % )

4ebagai contoh, asumsikan bah!a suatu sistem curah dirancang untuk irigasi siang hari pada suatu temperatur iklim dimana angin adalah sedang. E$isiensi sistem rancangan ditentukan sebesar <%: (diasunsikan bah!a persediaan air dapat

menyediakan cukup air untuk memenuhi G5@). Tanamannya adalah kapas dan ,5@ nya adalah </mm (</% m (3ha).

9enggunakan persamaan (-.&%), G5@ ; </3%.<% ; -%< mm (-%<% m(3ha). Calu, suatu penambahan sejumlah (& mm air harus diberikan lebih dari ,5@. +urasi irigasi, asumsi air diberikan pada laju <,& mm3hari adalah -%<3<,& -/ jam (%)B%% E &-B%%).

3.0. Se&ang 1a#tu Ran)angan Frigasi yang berikutan, jumlah hari yang dibutuhkan oleh air tanah untuk mencapai titik kritis yang diinginkan dilambangkan $rekuensi irigasi, atau selang !aktu irigasi. 7ntuk suatu tanah dan tanaman tertentu selang !aktu irigasi ditentukan oleh rata-rata laju ETcrop aktual atau pemakaian konsumti$ (67) dalam mm3hari. 9enunjuk khususnya pada periode dari kebutuhan kelembaban puncak, selang !aktu irigasi dihitung sebagai berikutB
nterval irigasi ( hari ) = NWR( mm ) ........................((.)) ETcro! ( mm hari )

Kebutuhan Air Irigasi

48

,ilai puncak ETcrop biasanya bervariasi dari / sampai < mm3hari, tetapi diba!ah kondisi iklim yang ekstrim bisa mencapai nilai -% mm3hari atau lebih. Perhatikan, sebagai sebuah contoh, suatu tanaman sayursayuran tumbuh pada suatu tanah berstekstur sedang diba!ah kondisi temperatur musim panas. ,5@ puncak ; .% mm (.%% m(3ha) dan rata-rata puncak ETcrop harian ; ) mm3hari. 9asukkan nilai-nilai ini pada persamaan ((.)). 4elang !aktu irigasi < hari. Dika tanaman sayur-sayuran yang sama tumbuh pada tanah berstekstur kasar diba!ah kondisi iklim yang ekstrim, dengan ,5@ puncak &% mm dan ETcrop -% mm3hari. 4elang !aktu irigasi dipersingkat jadi & hari. 4elang !aktu irigasi pada persamaan ((.)) pasti juga diperbolehkan untuk operasi pertanian yang beragam, seperti penyiraman dan pengolahan tanah. Periode bersih aktualnya tetap untuk menyelesaikan irigasi dibatasi selang !aktu rancangan. dalah selang !aktu ini dimana suatu sistem irigasi sebaiknya direncanakan. sumsikan selang !aktu irigasi -. hari dan suatu periode dari ) hari dibutuhkan bagi bermacam-macam operasi peranian. 4elang !aktu rancangan adalah 8 hari dan sistem irigasi direncanakan kemudian.

Kebutuhan Air Irigasi

49

4etiap usaha sebaiknya dibuat untuk memilih selang !aktu rancangan secara tepat. Dika terlalu pendek, akan menyebabkan rancangan yang berlebihan dan biaya sistem yang lebih tinggi, jika terlalu panjang tidak akan bisa menuntaskan irigasi pada seluruh lahan. Pada kasus terakhir, irigasi masa depan akan mencakupi daerah yang lebih luas setiap hari, begitu mementingkan laju aliran yang lebih tinggi dibanding rancangan dan mendorong ke arah suatu tetesan di ba!ah tekanan.

3.12.

3ontoh

6ontoh berikut menyimpulkan perhitungan-perhitungan yang termasuk dalam penetuan ,5@, G5@ dan selang !aktu rancangan. Tanaman yang diusahakan adalah kapas, memiliki puncak +@A %,8 m dan ETcrop ) mm3hari. 9 + adalah <%:, "6 &8: (berat), 5P B -): (berat) dan *+ -,&. +aerah dirancang untuk irigasi curah pada malam ketika kecepatan anginnya rendah ke sedang. E$isiensi rancangan sistem ditentukan 8/:. Periode & hari dibutuhkan untuk berbagai operasi pertanian. 8mm3jam. 4olusinya adalahB ,5@ ; (&8--)) = -.& = -% = %.8 = %.< ; 8- (8-% m(3ha) G5@ ; 8-3%.8/ ; >/ (>/% m(3ha) Fnterval irigasi ; -. E & ; -& hari Kebutuhan Air Irigasi 50 ir dicurahkan pada laju rata-rata

Cama pemberian air ; >/ mm38 mm3jam

-& jam.

Flustrasi contoh menggambarkan kemudahan dengan mana berbagai macam variabel rancangan dihitung. 9asalah utama terletak pada penghimpunan dari data-data penting. Cebih-lebih, kesulitan-kesulitan pada daerah-daerah baru sering muncul dalam menetukan nilai ETcrop yang tepat.

Kebutuhan Air Irigasi

51