Вы находитесь на странице: 1из 11

TUGAS K3

PENURUNAN GTT DAN PENGGUNAAN UGB

oleh :

NIKEN ENDRAS CAMARITA DIII 3 A / 22 1131120113

PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO POLITEKNIK NEGERI MALANG 2013

GARDU TIANG Umumnya konfigurasi Gardu Tiang yang dicatu dari SUTM adalah T section dengan peralatan pengaman Pengaman Lebur Cut-Out (FCO) sebagai pengaman hubung singkat transformator dengan elemen pelebur (pengaman lebur link type expulsion) dan Lightning Arrester (LA) sebagai sarana pencegah naiknya tegangan pada transformator akibat surja petir.

Gambar Gardu Tiang dan Single Line Diagramnya Untuk Gardu Tiang pada sistem jaringan lingkaran terbuka (open-loop), seperti pada sistem distribusi dengan saluran kabel bawah tanah, konfigurasi peralatan adalah section dimana transformator distribusi dapat di catu dari arah berbeda yaitu posisi Incoming Outgoing atau dapat sebaliknya.

Single Line Diagram Konfigurasi Section Gardu Tiang

Guna mengatasi faktor keterbatasan ruang pada Gardu Tiang, maka digunakan konfigurasi switching/proteksi yang sudah terakit ringkas sebagai RMU (Ring Main Unit). Peralatan switching incoming-outgoing berupa Pemutus Beban atau LBS (Load Break Switch) atau Pemutus Beban Otomatis (PBO) atau CB (Circuit Breaker) yang bekerja secara manual (atau digerakkan dengan remote control). Fault Indicator (dalam hal ini PMFD : Pole Mounted Fault Detector) perlu dipasang pada section jaringan dan percabangan untuk memudahkan pencarian titik gangguan, sehingga jaringan yang tidak mengalami gangguan dapat dipulihkan lebih cepat. KONSTRUKSI GARDU TIANG 1. Ruang Bebas Hambatan (Right of Way) dan Jarak Aman (Safety Distance) Ruang bebas hambatan atau right of way pada Gardu Tiang adalah daerah bebas dimana gardu tersebut berlokasi. Pada ruang bebas tersebut tidak ada penghalang yang menyebabkan komponen gardu beserta kelengkapannya bersentuhan dengan pohon atau bangunan. Tersedia akses jalan masuk-keluar gardu untuk keperluan kegiatan operasi dan pemeliharaan/perbaikan gardu. Jarak aman bagian Gardu Tiang di sisi 20 kV sesuai dengan ketentuan Saluran Udara Tegangan Menengah adalah 2,5 meter dari sisi terluar konstruksi gardu.

2. Spesifikasi Peralatan Gardu Tiang a. Tiang Tiang yang dipergunakan untuk Gardu Distribusi jenis ini dapat berupa tiang besi ataupun tiang beton berkekuatan beban kerja sekurang-kurangnya 500 daN, dengan panjang 11 atau 12 meter. b. Peralatan Hubung dan Proteksi Karakteristik listrik komponen utama instalasi Gardu Tiang yang harus dipenuhi pada sisi Tegangan Menengah (TM), adalah : Tegangan pengenal : 24 kV Frekuensi pengenal : 50 Hz Ketahanan isolasi terhadap tegangan impuls kering standar (puncak) : 125 kV Inpulse DC test selama 1 menit : 50 kV

Ketahanan tegangan jarak isolasi (isolating distance) di udara : Tegangan impuls, kering (puncak) : 145 kV Inpulse DC voltage selama 1 menit : 50 kV Ketahanan terhadap arus hubung singkat (1 detik) : 12.5 kV Ams maksimum gangguan ke bumi selama 1 detik : 1 kA Tegangan uji terhadap sirkuit bantu : 2 kV Tegangan surja hubung dan Pemutus Tenaga hampa udara harus cocok untuk transformator terendam minyak (tanpa penangkap petir) dengan tingkat isolasi dasar (BIL) : 125 kV Karakteristik listrik komponen utama instalasi Gardu Tiang yang harus dipenuhi

pada sisi Tegangan Rendah (TR), adalah : Tegangan pengenal : 230/400 V Frekuensi pengenal : 50 Hz Tingkat isolasi dasar (puncak) : 6 kV Arus ketahanan waktu singkat selama 1 detik PHB 250/500/630 A : 0.5 kA PHB 800 A : 0.5 kA PHB 1200 A : 0.5 KHA busbar : 250/400/630/800/1200 A Kapasitas pengaman lebur HRC : 25 kA/400 V Tegangan ketahanan frekuensi daya selama 1 menit : 2,5 kV

3. Jenis Konstruksi Gardu Tiang Gardu tiang ini merupakan gardu listrik tipe terbuka (out-door) dengan memakai konstruksi dua tiang atau lebih. Tempat kedudukan transformator sekurang kurangnya 3 meter di atas tanah dan ditambahkan platform sebagai fasilitas kemudahan kerja teknisi operasi dan pemeliharaan. Transformator dipasang pada bagian atas dan lemari panel / PHB-TR pada bagian bawah.

PENYELENGGARAAN PENGGANTIAN TRAFO 1. Persiapan Sebelum Penggantian Khusus transformator, periksa fisik transformator distribusi yang meliputi : a. Packing transformator. b. Periksa assesoris transformator, apakah sudah sesuai dengan syarat kontrak yang disepakati, misalnya Termometer, Oil Level, Buchholz Relay, Breather (silica gel) c. Periksa volume minyak pada gelas duga (oil Level) dan kebocoran pada transformator. d. Periksa Name Plate serta Sertifikat Transformator, apakah telah sesuai dengan permintaan, pemeriksaan antara lain : Daya/ Kapasitas. : kVA Tegangan Sisi Teg. Tinggi : Volt Tegangan Sisi Teg. Rendah : Volt Vektor Group : Tingkat Pengaturan Tegangan :

e. Pengujian Ketahanan Isolasi antara : sisi Tegangan Rendah (TR) dengan sisi Tegangan Menengah (TM). sisi Tegangan Rendah (TR) dengan bodi (E). sisi Tegangan Menengah (TM) dengan bodi (E).

2. Handling Transportasi, Penaikan Transformator ke Tiang Kondisi kritis adalah pada saat memindahkan transformator dari gudang ke lokasi penggantian misalnya, juga pada saat penaikan/penurunan transformator dari /ke atas truck. Ketentuan penaikan/penurunan transformator distribusi dari truk di haruskan menggunakan alat bantu forklift, mobile-crane/lifter (truk yang sudah dilengkapi lifter) atau minimal Tripod yang dapat di rakit dilokasi. Penggunaaan alat bantu Rope Sling dan Wire Sling hanya direkomendasikan untuk transformator berdaya < 100 kVA, dan posisi sling diletakkan di bawah atau pada dasar dan melingkar pada transformator yang akan ditarik, karena tumpuan beratnya berada di dasar packing transformator. Pelaksanaan penaikan/penurunan ke atau dari truk harus diperhatikan dengan seksama untuk memastikan tidak terjadinya kerusakan pada tangki transformator (bila

menggunakan forklift) atau kerusakan isolator (umumnya bila menggunakan crane atau Tripod). Pengangkutan transformator dari gudang penyimpanan ke lokasi gardu dipersyaratkan/tidak diperbolehkan adanya guncangan-guncangan pada saat dibawa dengan kendaraan. SOP PENGGUNAAN UGB (Unit Gardu Bergerak)

1. Tujuan a. Unit Gardu Bergerak (UGB) menggunakan sistem trafo bergerak yang mudah dioperasikan secara berpindah tempat, merupakan sarana penunjang kontinuitas penyaluran tenaga listrik dengan tanpa pemadaman pada pelanggan apabila sedang dilakukan pemeliharaan atau perbaikan Trafo Distribusi. b. Digunakan sebagai pengganti fungsi Gardu Tiang pada saat mengalami kerusakan / gangguan yang sifatnya sementara dengan batas waktu tertentu.

2. Langkah-langkah Pemanfaatan UGB (Unit Gardu Bergerak) a. Mengatasi Gangguan Trafo Distribusi Periksa persediaan trafo Pemeliharaan digudang unit UPJ maupun APJ (Trafo rekondisi maupun trafo baru) Apabila tidak ada persedian trafo pemeliharaan sesuai kapasitas yang dibutuhkan, maka : Untuk sementara mengunakan UGB dengan batas waktu tertentu (max 1 minggu)

Mengupayakan segera pengganti trafo yang rusak sesuai kapasitas ke Kantor Distribusi atau APJ yang lain Segera memasang Trafo pengganti dan membongkar UGB untuk

dikembalikan ke APJ sebagai persedian b. Pelaksanaan Pemeliharaan GTT Tanpa Padam Pasang UGB pada lokasi GTT yang akan dipelihara. Pindahkan beban pelanggan pada UGB. Bebaskan GTT yang akan dipelihara. Setelah selesai pemeliharaan, GTT dioperasikan kembali. Bongkar UGB dikembalikan ke APJ untuk persediaan.

3. Cara Pengoperasian UGB (Unit gardu Bergerak) a. Pemeriksaan Trafo di dalam UGB Perikasa petunjuk minyak dan cek adakah kebocoran serta bersihkan trafo. Periksa isolator/bushing adakah yang retak/pecah dan diperkirakan apakah air sudah masuk. Periksa arrester 20 kV adakah kerusakan. Test tahanan isolasi dan tahanan tanah (grounding < 5 Ohm) Test dielectric minyak bila tidak dioperasikan lama.

b. Pemeriksaan Kubikel di dalam UGB Periksa adakah peralatan yang retak, pecah dan diperkirakan sudah rusak. Periksa dan bersihkan isolator, busbar, penutup dan penyekat kubikel. Periksa kekencangan mur baut pada busbar dan termination. Test tahanan isolasi dan tahanan tanah. Dicoba dioperasikan secara manual close dan open pada kubikel dan LV panel tegangan rendah (kondisi tanpa tegangan). HV Test bila tidak dioperasikan lama (> 1 tahun).

c. Yang Perlu Diperhatikan Sebelum UGB dioperasikan kondisi saklar utama LV panel TR dan LBS kubikel 20 kV dan DS ground posisi lepas.

Tentukan beban harus sesuai dengan kapasitas UGB. Cek tegangan dan phasa pada jaringan lama. Untuk pengoperasian dimulai dari sisi HV 20 kV, sedang pelepasan dimulai dari sisi saklar utama LV panel TR UGB. Bila terdapat hal yang meragukan atau terjadi alarm pada gardu induk yang disebabkan karena UGB agar segera dilepas kembali dimulai dari sisi LV panel UGB.

d. Pengoperasian Pasang pentanahan untuk UGB Saklar utama pada LV panel dan LBS kubikel 20 kV serta DS ground harus posisi lepas Periksa Tap trafo yang akan dipelihara/yang terganggu dengan tujuan penyesuaian tap UGB agar tegangan mendekati sama. Bila telah dinyatakan aman dan siap untuk dioperasikan maka : Lakukan penjamperan kabel TM trafo mobil kejaringan sisi 20 kV Lakukan penjamperan kabel JTR trafo mobil kejaringan sisi JTR Masukan saklar LBS kubikel 20 KV sehingga trafo mobil bertegangan Lakukan pengukuran tegangan trafo mobil maupun JTR yangsudah masuk di LV panel trafo mobil untuk mengetahui perbedaan tegangan Lakukan pengecekan sinkron antara jaringan lama dengan jaringan baru dengan menggunakan Volt tester atau menggunakan sinkron panel yang ada pada LV panel dengan cara ukur pada phasa R JTR lama dengan phasa R UGB bila menunjuk nol berarti sudah sephasa begitu juga untuk phasa S lama dan phasa S baru nol dan phasa T lama dengan phasa T baru nol dan diusahakan beda tegangan yang sekecil mungkin maka kita sudah boleh memparalel. Memasukan saklar utama pada LV panel UGB ( kondisi sudah paralel dengan trafo yang akan dipelihara). Catatan : Bila hasil pengukuran antara phasa R lama dengan phasa R baru tidak menunjuk nol berarti belum sephasa begitu juga terhadap phasa S lama dan

phasa S baru serta phasa T lama dengan phasa T baru, maka tidak boleh memasukan saklar utama pada LV panel UGB (memparalel) dan harus membalik posisi jamperan kabel JTR UGB. Setelah terjadi paralel antara UGB dengan trafo GTT maka selanjutnya : Membuka saklar utama pada LV panel GTT lama. Melepas Cut Out 20 kV trafo GTT lama. Melepas Fuse TR line 1 & 2 pada LV panel GTT lama. Lakukan pengecekan apakah kondisi GTT lama dan LV panel sudah bebas dari tegangan, baik tegangan 20 kV maupun sisi TR. Bila telah dinyatakan aman (bebas tegangan) maka untuk pekerjaan pemeliharaan atau perbaikan trafo GTT dan LV panel sampai pada fuse base TR line 1 & 2 (holder) baru dapat dimulai, dan di dalam LV panel GTT harap diberi tanda pada bagian yang bertegangan. e. Penormalan Setelah Selesai Pemeliharaan Masukan Cut Out 20 kV pada trafo GTT lama. Lakukan pengukuran tegangan pada LV panel GTT lama apakah masih sesuai dengan tegangan semula. Bila masih sesuai masukan Fuse TR line 1 & 2 kemudian masukan saklar utama pada LV panel GTT (lama). Lakukan pengecekan apakah tegangan dan beban sudah paralel antara trafo mobil dengan trafo GTT (lama). Bila telah paralel dan aman maka diperbolehkan melepas saklar utama pada panel UGB. Lepas saklar LBS kubikel 20 kV. Lepas saklar sisi TR 400 V untuk UGB. Lepas jamperan sisi 20 kV untuk UGB. Lepas pentanahan UGB.

GAMBAR