You are on page 1of 49

BIO OPTIK

Dr. Yandri Naldi Fisiologi Kedokteran FK UNSWAGATI Cirebon

Tujuan Instruksional

Setelah mengikuti kuliah ini, 90 % mahasiswa dapat menjelaskan karakteristik cahaya, optika geometrik, optika Fisis, lensa dan mata secara tepat Relevansi Dengan mempelajari biooptik, kita dapat menjelaskan mekanisme sistem indera penglihat secara fisis dan geometris Deskripsi Singkat Mata kuliah ini menjelaskan tentang cahaya dan karakteristiknya, Optik baik secara Fisik maupun geometrik, lensa dan mata

PENDAHULUAN
Sampai abad ke-4 sebelum masehi orang masih berrpendapat

bahwa benda-benda di sekitar dapat dilihat oleh karena mata mengeluarkan sinar-sinar penglihatan. Anggapan ini didukung oleh Plato (429 348 ) dan Euclides (287 212 SM) oleh karena pada mata binatang di malam hari tampak bersinar. Pendapat di atas di tentang oleh Aristoteles (384 322 SM) karena pada kenyataan kita tidak dapat melihat benda-benda di dalam ruang gelap. Namun demikian Aristoteles tidak dapat memberi penjelasan mengapa mata dapat melihat benda. Pada abad pertengahan Alhazan (965 1038) seorang Mesir di Iskandria berpendapat bahwa benda di sekitar itu dapat dilihat oleh karena benda-benda tersebut memantulkan cahaya atau memancarkan cahaya yang masuk ke dalam mata . teori ini akhirnya di terima sampai abad ke 20 ini.

CAHAYA
Cahaya menurut Newton Sementara menurut

(1642 - 1727) terdiri dari partikel-partikel ringan berukuran sangat kecil yang dipancarkan oleh sumbernya ke segala arah dengan kecepatan yang sangat tinggi.

Huygens ( 1629 - 1695), cahaya adalah gelombang seperti halnya bunyi. Perbedaan antara keduanya hanya pada frekuensi dan panjang gelombangnya saja.

Eksperimen yang dilakukan oleh para ilmuwan :


Thomas Young (1773 - 1829) dan Agustin Fresnell (1788 - 1827) : berhasil membuktikan bahwa cahaya dapat melentur (difraksi) dan berinterferensi merupakan sifat dasar gelombang bukan partikel.

Maxwell (1831 - 1874) : Cahaya gejala kelistrikan dan kemagnetan sehingga tergolong gelombang elektromagnetik.

Dua fisikawan pemenang hadiah Nobel : Max Planck (1858 - 1947) dan Albert Enstein (1879 1955) : teori foton

Planck
Einstein

cahaya dipancarkan dalam bentuk paket-paket kecil yang disebut kuanta (teori Kuantum)

menjelaskan peristiwa yang dikenal dengan nama efek foto listrik, yakni pemancaran elektron dari permukaan logam karena logam tersebut disinari cahaya. Disimpulkan : Cahaya menunjukkan sifat sebagai gelombang dan dalam kondisi lain menunjukkan sifat sebagai partikel. Hal ini disebut dualisme cahaya

CAHAYA
Sumber Cahaya

1. sumber cahaya alami, Cnth:Matahari 2. Sumber cahaya Buatan, Cnth:Lampu, Lilin, dll Sifat-sifat Cahaya 1. Merambat Lurus 2. Menembus benda bening 3. Dapat dipantulkan (Refleksi) 4. Dapat dibiaskan (Refraksi)

Pemantulan cahaya
Hukum Pemantulan Cahaya Sinar datang, garis normal, dan sinar pantul terletak pada satu bidang datar. Sudut datang (i) = sudut pantul (r)

PEMANTULAN DARI BIDANG RATA DISEBUT PEMANTULAN SPECULAR (BIASA) ;

JIKA PERMUKAAN BIDANG KASAR DISEBUT PEMANTULAN DIFFUSE (BAUR)

Pemantulan pada cermin datar


Pemantulan cahaya dari obyek (bunga dan vas) pada cermin

datar.

Sifat pembentukan bayangan pada cermin datar : Jarak bayangan ke cermin = jarak benda ke cermin Tinggi bayangan = tinggi benda Bayangan bersifat tegak dan maya, dibelakang cermin

Pembiasan Cahaya

Kelajuan cahaya akan berubah jika melalui medium yang berbeda. Saat merambat dari suatu medium ke medium yang lain, perubahan kelajuannya disebabkan oleh pembelokan cahayanya.

Pembiasan Cahaya
a.

Indeks Bias

c n cn
b.

n = indeks bias suatu medium c = kecepatan cahaya di udara cn = kecepatan cahaya dlm medium

Hukum Pembiasan Cahaya i = sudut datang r = sudut bias sin i n' n = indeks bias medium 1 sin r' n n = indeks bias medium 2

Huklum Snellius untuk pembiasan :

Lensa
Berdasarkan bentuk permukaan, lensa terbagi menjadi 2 :

1. Lensa yang mempunyai permukaan Sferis 2. Lensa yang mempunyai permukaan Silindris Permukaan sferis ada dua macam : a. Lensa Konveks (Cembung) Sinar sejajar yang menembus lensa akan berkumpul menjadi bayangan nyata (Konvergen) b. Lensa Konkaf (cekung) Sinar Sejajar yang menembus lensa akan menyebar.

Pembiasan pada lensa Cembung


Sinar sejajar sumbu

utama dipantulkan melalui titik fokus. Sinar melalui titik fokus dipantulkan sejajar sumbu utama. Sinar datang melalui titik pusat optik tidak dibiaskan.

Pembentukan Bayangan
Garis-garis cahaya dalam lensa cembung. Sekurangnya 2 berkas sinar dibutuhkan untuk membentuk bayangan.

Hubungan antara jarak benda, jarak bayangan dengan pembesaran/ pengecilan oleh lensa (I).

Sifat Bayangan : a. Bila benda di ruang I, maka Bayangan maya (di depan lensa), tegak, diperbesar b. Bila benda di ruang II, maka Bayangan nyata (dibelakang lensa), terbalik, diperbesar c. Bila benda di ruang III, maka Bayangan nyata, terbalik, diperkecil

Pembiasan pada Lensa Cekung


Sinar sejajar sumbu utama dibiaskan seolah-olah berasal dari titik fokus. Sinar datang seolaholah menuju titik fokus dibiaskan sejajar sumbu utama. Sinar datang melalui pusat optik tidak dibiaskan. Sifat Bayangan : Maya, tegak, diperkecil.

DAYA AKOMODASI
Dalam hal memfokuskan objek pada retina, lensa mata memegang

peranan penting. Kornea mempunyai fungsi memfokuskan objek secara tetap demikian pula bola mata (diameter bola mata 20 23 mm). kemampuan lensa mata untuk memfokuskan objek di sebut daya akomodasi. Selama mata melihat jauh, tidak terjadi akomodasi. Makin dekat benda yang dilihat semakin kuat mata / lensa berakomodasi. Daya akomodasi ini tergantung kepada umur. Usia makin tua daya akomodasi semakin menurun. Hal ini disebabkan kekenyalan lensa/elastisitas lensa semakin berkurang.
Jarak terdekat dari benda agar masih dapat dilihat dengan jelas

dikatakan benda terletak pada titik dekat punktum proksimum. Jarak punktum proksimum terhadap mata dinyatakan P (dalam meter) maka disebut Ap (akisal proksimum); pada saat ini mata berakomodasi sekuat-kuatnya (mata berakomodasi maksimum). Jarak terjauh bagi benda agar masih dapat dilihat dengan jelas dikatakan benda terletak pada titik jauh/punktum remotum. Jarak punktum remotum terhadap mata dinyatakan r (dalam meter) maka disebut Ar (Aksial Proksimum); pada saat ini mata tidak berakomodasi/lepas akomodasi.

Selisih A dengan Ar disebut lebar akomodasi, dapat

dinyatakan : A = lebar akomodasi yaitu perbedaan antara akomodasi maksimal dengan lepas akomodasi maksimal. Secara empiris A = 0,0028 (80 th L) dioptri L = umur dalam tahun Bertambah jauhnya titik dekat akibat umur disebut mata presbiop. Presbyop ini bukan merupakan cacat penglihatan. Ada satu dari sekian jumlah orang tidak mempunyai lensa mata . Mata demikian disebut mata afasia.

Kesesatan Lensa (Aberasi Lensa)


Berdasarkan persamaan yang berkaitan dengan jarak benda, jarak bayangan , jarak focus, radius kelengkungan lensa serta sinar-sinar yang datang paraksial akan kemungkinan adanya kesesatan lensa (aberasi lensa). Aberasi ini ada bermacam-macam : Aberasi Sferis Koma Astigmatisme Kelengkungan Medan Distorsi Aberasi Kromatis

Kesesatan Lensa
Aberasi sferis ( disebabkan oleh kecembungan lensa).

Sinar-sinar paraksial / sinar-sinar dari pinggir lensa membentuk bayangan di P (depan permukaan yang seharusnya). aberasi ini dapat dihilangkan dengan mempergunakan diafragma yang diletakkan di depan lensa atau dengan lensa gabungan aplanatis yang terdiri dari dua lensa yang jenis kacanya berlainan. Koma Aberasi ini terjadi akibat tidak sanggupnya lensa membentuk bayangan dari sinar di tengah-tengah dan sinar tepi. Berbeda dengan aberasi sferis pada aberasi koma sebuah titik benda akan terbentuk bayangan seperti bintang berekor, gejala koma ini tidak dapat diperbaiki dengan diafragma.

Astigmatisma

Merupakan suatu sesatan lensa yang disebabkan oleh titik benda membentuk sudut besar dengan sumbu sehingga bayangan yang terbentuk ada dua yaitu primer dan sekunder. Apabila sudut antara sumbu dengan titik benda relatif kecil maka kemungkinan besar akan berbentuk koma. Kelengkungan medan Bayangan yang dibentuk oleh lensa pada layar letaknya tidak dalam satu bidang datar melainkan pada bidang lengkung. Peristiwa ini disebut lengkungan medan atau lengkungan bidang bayangan. Distorsi Distorsi atau gejala terbentuknya bayangan palsu. Terjadinya bayangan palsu ini oleh karena di depan atau di belakang lensa diletakkan diafragma atau cela. Benda berbentuk kisi akan tampak bayangan berbentuk tong atau berbentuk bantal. Gejala distorsi ini dapat dihilangkan dengan memasang sebuah cela di antara dua buah lensa.

Aberasi kromatis Prinsip dasar terjadinya aberasi kromatis oleh karena focus

lensa berbeda-beda untuk tiap-tiap warna. Akibatnya bayangan yang terbentuk akan tampak berbagai jarak dari lensa. Ada dua macam aberasi kromatis yaitu : Aberasi kromatis aksial/longitudinal : perubahan jarak bayangan sesuai dengan indeks bias. Aberasi kromatis lateral : perubahan aberasi dalam ukuran bayangan. Untuk menghilangkan terjadinya aberasi kromatis dipakai lensa flinta dan kaca krown; lensa kembar ini disebut Achromatic double lens.

MATA
Ada tiga komponen pada penginderaan penglihatan :

a. Mata memfokuskan bayangan pada retina b. System syaraf mata yang memberi informasi ke c. Korteks penglihatan salah satu bagian yang menganalisa penglihatan tersebut.

otak

Mata dan bagian2nya

MATA
Bagian-bagian pada mata terdiri dari : Retina Terdapat ros batang dan cones/kerucut, fungsi rod untuk melihat pada malam hari sedangkan kone untuk melihat siang hari. Dari retina ini akan dilanjutkan ke saraf optikus. Fovea sentralis Daerah cekung yang berukuran 0,25 mm di tengah-tengahnya terdapat macula lutea (bintik kuning). Kornea dan lensa Kornea merupakan lapisan mata paling depan danberfungsi memfokuskan benda dengan cara refraksi, tebalnya 0,5 mm sedangkan lensa terdiri dari kristal mempunyai dua permukaan dengan jarijari kelengkungan 7,8 m fungsinya adalah memfokuskan objek pada berbagai jarak. Pupil Di tengah-tengah iris terdapat pupil yang fungsinya mengatur cahaya yang masuk. Apabila cahaya terang pupil menguncup demikian sebaliknya.

Pembentukan Bayangan pada Mata


Sifat Bayangan yang terbentuk Nyata, Terbalik, dan Diperkecil

Sistem Optik Mata


a. Mata bisa mengamati objek dengan sudut yang sangat besar b. Tiap mata mempunyai kelopak mata dan ada cairan lubrikasi c. Dalam satu detik dapat memfokuskan objek berjarak 20 cm d. Mata sangat efektif pada intensitas cahaya 10 : 1 e. Diafragma mata di atur secara otomatis oleh iris f. Kornea terdiri dari sel-sel hidup namun tidak mendapat vaskularisasi g. Tekanan bola mata diatur secara otomatis sehingga mencapai 20 mmHg h. Tiap mata dilindungi oleh tulang

i. Bayangan yang terbentuk oleh mata akan diteruskan ke otak j. Bola mata dilengkapi dengan otot-otot mata yang mengatur gerakan bola mata (m=muskulus = otot). M. rektus medialis = menarik bola mata ke dalam M. rektus lateralis = menarik bola mata ke samping M. rektus superior = menarik bola mata ke atas M. rektus inferior = menarik bola mata ke bawah M. obligus inferior = memutar ke samping atas M. obligus superior = memutar ke samping dalam.

Gangguan Penglihatan
Mata mempunyai penglihatan yang jelas pada daerah yang dibatasi oleh dua titik yaitu titik dekat/ punctum proximum (titik terdekat yg masih dapat dilihat jelas oleh mata yg berakomodasi sekuat2nya) dan titik jauh/punctum remotum (titik terjauh yg masih dapat dilihat jelas oleh mata yg tak berakomodasi) Pada mata normal (emetropi) letak titik dekat (PP) terhadap mata sekitar 25 cm, sedang letak titik jauh (PR) terhadap mata adalah ~. Mata normal ini dapat melihat dg jelas suatu benda yg letaknya jauh maupun dekat. Benda jauh dilihatnya dg mata tak berakomodasi, sedang benda dekat dilihatnya dg mata berakomodasi.

MIOPI ( Rabun Jauh )

Lensa mata terlalu cembung, Tidak mampu melihat benda2 jauh, Titik dekatnya = 25cm, Titik jauhnya < ~, Dibantu dg kacamata negatif

Hipermetropi ( Rabun Dekat )

Lensa mata terlalu pipih, Tidak mampu melihat benda2 dekat, Titik dekatnya > 25cm,Titik jauhnya ~, Dibantu dg kacamata positif

Astigmatisme

Kornea mata tidak berbentuk bola sehingga sinar-sinar yang masuk tidak terpusat sempurna, akibatnya benda yang terlihat mempunyai bayangan. Dapat ditolong dengan Kacamata Silindris

Presbiopi (mata Tua )

Disebabkan oleh faktor usia sehingga kemampuan

akomodasi mata berkurang Penderita ini tidak dapat melihat benda dekat dan benda jauh secara jelas Dapat di tolong dengan menggunakan kacamata berlensa cekung dan cembung sekaligus

Persamaan Matematis sederhana


Perhitungan Pembentukan Bayangan

1 1 1 s s' f

atau

1 1 2 s s' R

h' s ' m h s

Keterangan S : Jarak benda ke lensa S: Jarak Bayangan ke lensa F : Jarak Fokus Lensa R : Titik pusat kelengkungan Lensa h : Tinggi Benda h : Tinggi bayangan

OPTALMOSKOP

Optalmoskop

TERIMA KASIH SELAMAT BELAJAR