You are on page 1of 23

Laporan Analisa Resep

DISENTRI AMUBA DAN BASILER Disusun Guna Memenuhi Sebagian Syarat Mengikuti Ujian Ilmu Farmasi Kedokteran

Oleh : Budi Septiawan I1A0010025

Pe !i !in" D#a$ Suli%tianin"t&a%' Apt

Uni(e#%ita% La !un" Man")u#at *a)ulta% +ed,)te#an La!,#at,#iu *a# a%i Ban-a#!a#u

O)t,!e#' 200. BAB I PENDA/ULUAN

Seorang dokter setelah menentukan diagnosis yang tepat, maka selanjutnya berupaya melakukan penyembuhan dengan berbagai cara misalnya dengan pembedahan, fisioterapi, penyinaran, dengan obat dan lain lain, tetapi umumnya menggunakan obat !"#$ %bat yang diberikan kepada penderita harus dipesankan dengan menggunakan resep$ Satu resep umumnya hanya diperuntukkan bagi satu penderita$ &esep selain permintaan tertulis kepada apoteker juga merupakan per'ujudan akhir dari kompetensi, pengetahuan keahlian dokter dalam menerapkan pengetahuannya dalam bidang farmakologi dan terapi$ Selain sifat sifat obat yang diberikan dan dikaitkan dengan (ariabel dari penderita, maka dokter yang menulis resep idealnya perlu pula mengetahui penyerapan dan nasib obat dalam tubuh, ekskresi obat, toksikologi serta penentuan dosis regimen yang rasional bagi setiap penderita secara indi(idual$ &esep juga per'ujudan hubungan profesi antara dokter, apoteker dan penderita !",)#$ A$ De0ini%i dan A#ti Re%ep De0ini%i &esep menurut SK$ Mes$ Kes$ *o$ +)),Men$Kes, l$h adalah permintaan tertulis dari dokter, dokter gigi, atau dokter he'an kepada -poteker .engelola

) "

-potek !-.-# untuk menyediakan dan menyerahkan obat bagi penderita sesuai peraturan perundangan yang berlaku !"#$ &esep dalam arti yang sempit ialah suatu permintaan tertulis dari dokter, dokter gigi, atau dokter he'an kepada apoteker untuk membuatkan obat dalam bentuk tertentu dan menyerahkannya kepada penderita !)#$ A#ti Re%ep 112 "$ Dari definisi tersebut maka resep bisa diartikan,merupakan sarana komunikasi profesional antara dokter !penulis resep#, -.- !apoteker penyedia,pembuat obat#, dan penderita !yang menggunakan obat#$ )$ &esep ditulis dalam rangka memesan obat untuk pengobatan penderita, maka isi resep merupakan refleksi,pengeja'antahan proses pengobatan$ -gar pengobatan berhasil, resepnya harus benar dan rasional$ B$ +e#ta% Re%ep &esep dituliskan di atas suatu kertas resep$ Ukuran yang ideal ialah lebar "/ ") cm dan panjang "0 "1 cm$ Dokumentasi berupa pemberian obat kepada penderita memang seharusnya dengan resep2 permintaan obat melalui telepon hendaknya dihindarkan !)#$ 3lanko kertas resep hendaknya oleh dokter disimpan di tempat yang aman untuk menghindarkan dicuri atau disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung ja'ab, antara lain dengan menuliskan resep palsu meminta obat bius$ Kertas resep harus disimpan, diatur menurut urutan tanggal dan nomor urut pembuatan serta disimpan sekurang kurangnya selama tiga tahun$ Setelah le'at

tiga tahun, resep resep oleh apotek boleh dimusnahkan dengan membuat berita acara pemusnahan seperti diatur dalam SK$Menkes &I

no$)5/,MenKes,SK,6,"+1" mengenai penyimpanan resep di apotek !)#$ 3$ M,del Re%ep &an" Len")ap &esep harus ditulis dengan lengkap, supaya dapat memenuhi syarat untuk dibuatkan obatnya di -potek$ &esep yang lengkap terdiri atas !)# 7 "$ *ama dan alamat dokter serta nomor surat i8in praktek, dan dapat pula dilengkapi dengan nomor telepon, jam, dan hari praktek$ )$ 4$ *ama kota serta tanggal resep itu ditulis oleh dokter$ 9anda &,, singkatan dari recipe yang berarti :harap diambil; !%upe#%5#ipti,#$ 6$ *ama setiap jenis atau bahan obat yang diberikan serta jumlahnya !in%5#ipti,# a# <enis,bahan obat dalam resep terdiri dari 7 Remedium cardinale atau obat pokok yang mutlak harus ada$ %bat pokok ini dapat berupa bahan tunggal, tetapi juga dapat terdiri dari beberapa bahan$ Remedium adjuvans, yaitu bahan yang membantu kerja obat pokok2 adju(ans tidak mutlak perlu ada dalam tiap resep$ Corrigens, hanya kalau diperlukan untuk memperbaiki rasa, 'arna atau bau obat !corrigens saporis, coloris dan odoris#

Constituens atau vehikulum, seringkali perlu, terutama kalau resep berupa komposisi dokter sendiri dan bukan obat jadi$ Misalnya konstituens obat minum air$ b# <umlah bahan obat dalam resep dinyatakan dalam suatu berat untuk bahan padat !mikrogram, miligram, gram# dan satuan isi untuk cairan !tetes, milimeter, liter#$ .erlu diingat bah'a dengan menuliskan angka tanpa keterangan lain, yang dimaksud ialah :gram; 5$ >ara pembuatan atau bentuk sediaan yang dikehendaki

!%u!%5#ipti,# misalnya f$l$a$ pul( ? fac lege artis pul(eres ? buatlah sesuai aturan obat berupa puyer$ @$ -turan pemakaian obat oleh penderita umumnya ditulis dengan singkatan bahasa Aatin$ -turan pakai ditandai dengan signatura, biasanya disingkat S$ 5$ *ama penderita di belakang kata .ro 7 merupakan identifikasi penderita, dan sebaiknya dilengkapi dengan alamatnya yang akan memudahkan penelusuran bila terjadi sesuatu dengan obat pada penderita$ 1$ 9anda tangan atau paraf dari dokter,dokter gigi,dokter he'an yang menuliskan resep tersebut yang menjadikan resep tersebut otentik$ &esep obat suntik dari golongan Narkotika harus dibubuhi tanda tangan lengkap oleh dokter,dokter gigi,dokter he'an yang menulis resep, dan tidak cukup dengan paraf saja$ D$ Seni dan +eahlian Menuli% Re%ep &an" Tepat dan Ra%i,nal

.enulisan resep adalah :tindakan terakhir; dari dokter untuk penderitanya, yaitu setelah menentukan anamnesis, diagnosis dan prognosis serta terapi yang akan diberikan2 terapi dapat profilaktik, simptomatik atau kausal$ .enulisan resep yang tepat dan rasional merupakan penerapan berbagai ilmu, karena begitu banyak (ariabel (ariabel yang harus diperhatikan, maupun (ariabel unsur obat dan kemungkinan kombinasi obat, ataupun (ariabel penderitanya secara indi(idual !"#$ &esep yang jelas adalah tulisannya terbaca$ Misalnya nama obatnya ditulis secara betul dan sempurna,lengkap$ *ama obat harus ditulis yang betul, hal ini perlu mendapat perhatian karena banyak obat yang tulisannya atau bunyinya hampir sama, sedangkan khasiatnya berbeda !)#$ &esep yang tepat, aman, dan rasional adalah resep yang memenuhi lima tepat, ialah sebagai berikut 7 setelah diagnosanya tepat maka kemudian memilih obatnya tepat yang sesuai dengan penyakitnya diberikan dengan dosis yang tepat, dalam bentuk sediaan yang tepat, diberikan pada 'aktu yang tepat, dengan cara yang tepat, dan untuk penderita yang tepat !)#$ Kekurangan pengetahuan dari ilmu mengenai obat dapat mengakibatkan hal hal sebagai berikut !)# 7 3ertambahnya toksisitas obat yang diberikan 9erjadi interaksi antara obat satu dengan obat lain 9erjadi interaksi antara obat dengan makanan atau minuman tertentu 9idak tercapai efekti(itas obat yang dikehendaki

Meningkatnya ongkos pengobatan bagi penderita yang sebetulnya dapat dihindarkan$

BAB II ANALISA RESEP >ontoh &esep dari .oliklinik .enyakit Dalam

+ete#an"an Re%ep Klinik 9anggal *ama .asien Umur *o$ &MK -lamat .ekerjaan Keluhan 9ekanan Darah 7 .enyakit Dalam 7 + -gustus )//@ 7 *n$ Banti 7 "19ahun 7 @0 "+ == 7 Sungai baru &9$= Kecamatan 3anjarmasin 3arat 7 9idak diketahui 7 3adan panas dingin, mencret, berak berdarah dan berlendir 7 "//,5/ mmCg @

Casil Aaboratorium 7 Diagnosa B$ Anali%a Re%ep a$ Penuli%an Re%ep .ada resep ini ukuran kertas yang digunakan lebarnya "" cm dan panjangnya )" cm$ Ukuran kertas resep yang ideal adalah lebar "/ ") cm dan panjang "0 "1 cm !)#$ 3erdasarkan ketentuan tersebut, ukuran kertas yang digunakan pada resep ini, lebarnya sudah ideal tapi masih terlalu panjang$ 7 Disentri amuba atau disentri basiler

.enulisan pada resep ini sulit dibaca$ .enulisan resep yang benar tulisan harus dapat dibaca dengan jelas agar tidak terjadi kesalahan dalam pemberian obat$ !$ +elen")apan Re%ep "$ .ada resep ini identitas dokter berupa nama, unit di &umah Sakit dan tanda tangan dokter penulis resep sudah dicantumkan$ )$ *ama kota sudah ditulis oleh dokter, tetapi tanggal penulisan resep tidak dilakukan$ 4$ 9anda &, juga sudah tercantum pada resep ini !superscriptio#$ 9anda &, yang singkatan dari recipe ada yang ditulis tidak jelas$ =$ Inscriptio a# <enis,bahan obat dalam resep ini terdiri dari 7 %bat yang digunakan adalah Metronida8ol tablet, sanprima tablet, biodiar tablet, sanmol tablet$ b# Metronida8ol tablet, sanprima tablet, sanmol tablet diberikan sebanyak basing masing "/ buah, sedangkan biodiar tablet diberikan sebanyak @ buah$ c# .eyusunan penulisan jenis obat tidak dilakukan dengan tepat karena obat kausatif !metronida8ol dan sanprima# terletak diba'ah obat simptomatik, seharusnya obat obat kausatif ditulis terlebih dahulu$ 0$ .ada resep ini tanda signatura dan berapa kali jumlah obat yang diminum sehari dicantumkan tetapi kapan obat diminum dan berapa banyak obat harus diminum setiap kalinya tidak dituliskan

@$ *ama penderita dan umur sudah dicantumkan namun alamat tidak ada$ Seharusnya identitas penderita ditulis lengkap sehingga mudah menelusuri bila terjadi sesuatu dengan obat pada penderita$

5$ O!at &an" Di"una)an !$ Met#,nida7,l Ta!let Metronida8ol tablet merupakan sediaan generik yang mengandung metronida8ol 0// mg !4#$ Metronida8ol ialah !"D hidroksi etil# ) metil 0 nitroimida8ol yang berbentuk kristal kuning muda dan sedikit larut dalam air atau alkohol$ Selain memiliki efek trikomoniasid, metronida8ol juga berefek amubisid dan efektif terhadap Giardia lamblia. %bat lain yang memiliki struktur dan akti(itas mirip dengan metronida8ol dan telah digunakan di banyak negara ialah tinida8ol, nimora8ol, dan ornida8ol$ !=#$
Metronida8ol memperlihatkan daya amubisit langsung$ .ada biakan E. histolytica dengan kadar$ m e t r o n i d a 8 o l " ) s e m u a p a r a s i t m u s n a h dalam )= jam$ -bsorpsi metronida8ol berlangsung dengan baik sesudah pemberian oral$ Satu jam setelah pemberian dosis tunggal 0// mg per oral diperoleh kadar plasma kira kira "/ Eg,ml$ Umumnya untuk kebanyakan proto8oa dan bakteri yang sensitif, rata rata diperlukan kadar tidak lebih dari 1 Eg,ml$ Metronida8ol mempunyai 'aktu paruhnya berkisar antara 1 "/ jam!=#$

5$

Sanp#i a 1),t#i ,)%a7,l2 Sanprima merupakan sediaan,obat paten produksi sanbe farma yang

mengandung trimetropim 1/ mg dan sulfametoksa8ol =// mg !0#$ 9rimetoprim, suatu


trimetoksiben8ilpirimidin, menghambat asam dihidrofolat reduktase bakteri kira kira$ -sam

"/

dihidrofolat reduktase adalah en8im yang mengubah asam dihidrofolat menjadi asam tetrahidrofolat, suatu langkah yang mengarah ke sintesis purin dan akhirnya menjadi D*-$ Sulfonamid mekanisme kerjanya menghambat pembentukan asam dehidrofolat dari asam p aminoben8oat$ 9rimetoprim yang diberikan bersama dengan sulfonamid menghasilkan hambatan yang beruntun dalam jalur metabolik, menycbabkan peningkatan !sinergisme# akti(itas kedua obat!=#, Karena trimetoprim lebih bersifat larut dalam lipid daripada sulfametoksa8ol, maka trimetoprim memiliki (olume distribusi yang lebih besar dibandingkan dengan sulfame taksa8ol$ Karena itu, bila " bagian dari trimetoprim dibe rikan dengan 0 bagian sulfametoksa8ol !rasio dalam formulasi#$

d$

San ,l 1pa#a%eta ,l2 Sanmol merupakan sediaan paten yang diproduksi oleh Sanbe Farma yang

mengandung parasetamol 0// mg,tablet$ -setaminofen !parasetamol# merupakan metabolit fenasetin deri(at pant amino fenol, dengan efek antipiretik yang sama$ Ffek antipiretik ditimbulkan oleh gugus am noben8en$ .arasetamol bersifat antipiretik dan analgesik tetapi sifat anti inflamasinya rendah sekali$ Dosis parasetamol untuk de'asa 4// G " gr perkali dengan

maksimum = gram sehari dengan maksimum pemberian @ kali sehari !=#$ e$ Bi,dia# 3iodiar merupakan obat paten produksi *o(artis yang mengandung bahan aktif berupa attapulgite @4/ mg,tablet$$ -ttapulgite merupakan sediaan yang diminum secara oral biasanya untuk mengatasi diare$ -ttapulgite diyakini bekerja dengan cara mengabsorbsi bakteri yang dapat menyebabkan diare tetapi menurut Haroen Noerasid penggunaan absorben pada diare tidak ada manfaatnya$

""

a$ D,%i% O!at 0$ Met#,nida7,l

.ada disentri amuba ringan sedang dosis metronida8ol yang dianjurkan adalah 4 H 50/ mg sehari selama 0 G "/ hari, sedangkan dosis metronida8ol yang tertera pada pada resep diatas hanya 4 H 0// mg selama lima hari, hal ini kurang tepat karena dosis obat diba'ah dosis yang direkomendasikan$ "$ Sanp#i a

.ada disentri basiler!shigellosis# dosis kotrimoksa8ol yang direkomendasikan adalah ) H ) tablet perhari selama 5 "/ hari, sedangkan dosis kotrimoksa8ol yang tertera pada resep = H " tablet selama ),0 hari$ Cal ini tentu saja tidak tepat karena dosis yang diberikan tidak sesuai dengan yang direkomendasikan, hal ini bisa mengakibatkan timbulnya resestensi kuman terhadap obat ini$ h$ San ,l

Dosis yang dianjurkan penggunaan parasetamol untuk menurunkan demam adalah 4// G " gr perkali dengan maksimum = gram sehari dengan maksimum pemberian @ kali sehari$ .ada resep diatas dosis parasetamol yang diberikan adalah 4H" tablet!0// mg#, dosis ini sudah sesuai dengan dosis anjuran$ i$ Bi,dia#

3iodiar merupakan obat absorbens yang sudah tidak direkomendasikan lagi dipakai pada pengobatan disentri baik amuba maupun basiler$ 3iodiar dimana untuk de'asa penggunaanya maksimal ") tablet perhari, sehingga dosis yang ditulis pada resep diatas sudah benar$

")

a$ Bentu) Sediaan 3entuk sediaan keempat yang diberikan dalam bentuk tablet$ 9ablet adalah bentuk sediaan padat yang kompak mengandung satu atau beberapa bahan obat dengan atau tanpa 8at tambahan$ %bat dalam resep ini dipilih sediaan padat karena disesuaikan dengan penderita yang de'asa dan tidak ada gangguan menelan$ !$ 3a#a' *#e)uen%i' wa)tu dan la a pe !e#ian .ada resep ini tidak dituliskan 'aktu pemberiannya, misalnya sebelum makan !a$c# atau sesudah makan !p$c#$ Memang tidak ada aturan khusus dalam 'aktu minum obat untuk ke empat obat tersebut karena makanan tidak mempengaruhi absorbsi obat obat ini, tetapi metronida8ol mempunyai rasa yang tidak menyenangkan dan bisa menyebabkan mual, sehingga lebih baik diberikan sesudah makan$ >ara pemberian keempat obat ini adalah dalam bentuk tablet oral$ Cal ini sudah tepat dilakukan karena pasiennya sudah de'asa dan kesadarannya masih baik, obat dalam sediaan tablet harganya juga relatif lebih murah$ Aama pemberian metronida8ol pada penderita disentri amuba minimal dilakukan selama tiga hari sehingga lama pemberian sudah tepat$ Aama pemberian parasetamol juga sudah tepat tetapi di resep tidak dituliskan pemakaiaan parasetamol jika pasien demam saja$ Aama pemberian sanprima tidak tepat karena pada disentri basiler pemberian cotrimiksa8ol minimal dilakukan selama 5 "/ hari$ Sedangkan lama pemberian biodiar tidak ada anjuran khusus tetapi pemakaian absorbens pada pengobatan disentri sudah tidak direkomendasikan lagi$

"4

5$ Inte#a)%i O!at 9idak ada literatur yang menyatakan jika keempat obat ini digunakan bersamaan akan menimbulkan efek interaksi, tetapi penggunaan

biodiar!attapulgite# perlu diperhatikan jika ingin digunakan bersama sama dengan obat lain$ Karena biodiar!attapulgite# yang bersifat absorbens maka hendaknya biodiar!attapulgite# diberikan bersamaan dengan obat lain atau diberikan minimal ) 4 setelah meminum obat lain agar biodiar!attapulgite# tidak menyerap obat lain yang telah diminum$ d$ E0e) O!at 12 Met#,nida7,l Ffek sam ping yang paling seHing dikeluhkan ialah sakit kepala, mual, mulut kering
dan rasa kecap logam$ Dosis metronida8ol perlu dikurangi pada pasien dengan penyakit obstruksi hati yang berat, sirosis hepatis dan gangguan fungsi ginjal yang berat!=#$

Sa pin"

22 Sanp#i a 15,t#i ,)%a7,l2 9rimetoprim menghasilkan efek samping dari obat obat antifolat yang dapat diramalkan, terutama anemia megaloblastik, leukopenia, dan granulositopenia$ Cal ini dapat dicegah dengan pemberian asam folinat @ 1 mg,hari secara bersamaan$ Sebagai tambahan, kombinasi trimetoprim sulfametoksa8ol dapat menyebabkan semua reaksi tidak menguntungkan yang berkaitan dengan sulfonamid$ Kadang kadang, terdapat juga mual dan muntah, demam obat, (askulitis, kerusakan ginjal, atau gangguan susunan saraf pusat$ .asien -IDS dan pneumonia Pneumosistis terutama

"=

mempunyai frekuensi reaksi tidak menguntungkan yang tinggi terhadap trimetoprim sulfametoksa8ol, terutama demam, rashes, leukopenia, dan diare!@#$ 42 San ,l 1pa#a%eta ,l2 &eaksi alergi terhadap parasetamol jarang terjadi$ Manifestasinya dapat berupa eritem atau urtikaria dan gejala yang lebih berat berupa demam dan lesi pada mukosa$.enggunaan semua jenis analgesik dosis besar secara menahun
terutama dalam trombinasi dapat menyebabkan nefropati analgesik!=#$

62 Bi,dia# 1attapul"ite2 9idak ada efek samping yang serius dari penggunaan obat ini$ Konstipasi mungkin akan timbul pada beberapa pasien terutama yang mengkonsumsinya terlalu banyak$ e$ Anali%a Dia"n,%a Data yang diperoleh dari status pasien, dari anamnesa dapat diketahui bah'a pasien mengalami demam, berak darah yang berlendir $ Diagnosa pastipada kasus ini tidak bisa ditegakkan karena dari pemeriksaan fisik dan anamnesa hanya dapat ditarik kesimpulan bah'a pasien mengalami disentri,tatapi tidak bisa dibedakan antara disentri amuba atau disentri basiler karena keduanya mempunyai gejala yang hampir sama yaitu berak berak yang disertai lendir dan darah!5,1#$ .emeriksaan laboratorium baik yang sederhana seperti pemeriksaan mikroskopik tinja maupun pemeriksaan laboratorium lanjutan seperti kultur dan tes resestensi sangat diperlukan dalam membedakan disentri basiler dan amuba$ Cal ini tidak dilakukan pda kasus diatas, akibatnya terjadi peresepan obat yang berlebihan karena tidak tahu penyebab terjadinya disentri$

"0

.engobatan penyebab disentri amuba dan disentri basiler sangat jauh berbeda sebab disentri amuba disebabakan oleh proto8oa Entamoeba histolytica, sedangkan disentri basiler disebabkan oleh bakteri batang gram negatif shigella. %bat pilihan mengeleminasi Entamoeba histolytica pada disentri amuba adalah kombinasi metronida8ol dengan diloksanid furoat sedangkan obat pilihan untuk mengeleminasi Shigella pada disentri basiler adalah florokuinolon!@#$ Untuk daerah kita yang tingkat infeksinya tinggi dapat digunakan metode engobatan em irik untuk memperkecil kesalahan pengobatan dan peresepan seperti kasus diatas$ .ermulaan terapi empirik !dan, sampai tingkat tertentu, semua terapi antimikroba# harus sesuai dengan protokol yang jelas!@# 7 "$ Menentukan diagnosis klinik suatu infeksi mikroba7 Menggunakan semua data yang tersedi a, klinisi seharusnya menyimpulkan bah'a adanya hukti infeksi dan kemudian harus herusaha untuk menentukan letak anatomis dari infeksi sedekat mungkin$ )$ Mendapatkan bahan pemeriksaan laboratorium7 .emeriksaan bahan laboratorium secara
mikroskopis !metode pe'arnaan Gram atau lainnya# dapat memberikan informasi yang dapat dipercaya dalam satu jam atau lebih tentang mikroba yang patogen$ 3ahan pemeriksaan untuk diagnosis mikrobiologis paling baik dikumpulkan sebelum pemberian antimikroba,

4$ Menentukan diagnosis mikrobologis7 3er dasarkan anamnesis, pemeriksaan


fisik, dan hasil laboratorium yang segera didapat !misalnya, pe'arnaan Gram untuk sputum#, klinisi seharusnya menentukan diagnosis mikrobiologis spesifik secepat mungkin$

=$ Menentukan perlunya terapi empirik7 Ini merupakan keputusan klinik yang


sebagian berdasarkan pada pengalaman$ 9erapi empirik merupakan indikasi bila ada risiko bermakna dari penyakit yang serius bila infeksi dibiarkan berlanjut tanpa terapi selama

"@

'aktu yang dibutuhkan laboratorium untuk mengidentifikasi kuman penyebab dan untuk menentukan pola kepekaan antimikrobanya !biasanya I 4 hari#$

0$ Mengadakan pengobatan7 .emilihan terapi empirik dapat berdasarkan


diagnosis mikrobiologis, di mana data kepekaan terhadap anti mikroba kurang tersedia !misalnya, berdasarkan pe'arnaan Gram atau hasil kultur pendahuluan#2 pada diagnosis klinik tanpa informasi mikrobiologis lebih lanjut !misalnya, selulitis, meningitis, pneumonia#2 atau gabungan dari keduanya$ 3ila tidak ada informasi mikrobiologis, maka spektrum antimikroba dari obat yang dipilih harus lebih besar dibandingkan bila informasi kuman patogen diketahui

.ada kasus diatas digunakan metronida8ol sebagai terapi untuk mengeleminasi Entamoeba histolytica$ .enggunaan tunggal metronida8ol sudah tidak disarankan lagi karena menurut penelitian 0/I penderita akan menjadi karier jika hanya diobati dengan metronida8ol$ %bat yang direkomendasikan untuk amebiasis adalah metronida8ol dan diloksanid furoat!sediaan tidak terdapat di Indonesia#, sedangkan obat alternatif yang dapat digunakan adalah paramomisin yang diteruskan dengan klorokuin jadi!+#$ Digunakannya cotrimoksa8ol pada pengobatan diatas dapat dibenarkan jika pada kasus diatas disentri disebabkan oleh Shigella. %bat pilhan yang direkomendasikan dalam pengobatan disentri amuba adalah florokuinolon sedangkan obat alternatif yang dapat dipilih adalah kotrimoksa8ol dan ampsilin!@#$ .ada kasus diatas pengguanaan sanmol!parasetamol# sudah tepat karena pasien datang dengan keluhan demam, tetapi penggunaan biodiar!attapulgite# tidak begitu tepat karena attapulgite yang bersifat arbsorbens terbukti tidak banyak manfaatnya dalam pengobatan diare!"/#$

"5

BAB III +ESIMPULAN

3erdasarkan 0 tepat pada resep rasional, maka 7 "$ 9epat obat Kurang begitu tepat karena penyebab terjadinya disentri tidak diketahui

dengan pasti apakah Shigella atau Fntamoeba histolytica akibatnya obat yang diberikan menjadi berlebihan$ .emberian obat absorben seperti biodiar menurut penelitian tidak banyak manfaatnya, jadi lebih baik tidak diresepkan$ )$ 9epat dosis

"1

.ada resep ini dosis yang diberikan belum tepat$ Karena dosis metronida8ol diba'ah dosis rekomendasi, pemberian sanprima!kotrimoksa8ol# tidak tepat dosis dan frekuensinya serta lama pemberian lebih pendek dari seharusnya$ 4$ 9epat bentuk sediaan 3entuk sediaan yang diberikan sudah tepat sesuai dengan keadaan pasien$ =$ Jaktu penggunaan obat .ada resep ini tidak dituliskan dengan jelas kapan obat seharusnya diminum$ kelengkapan lain yang perlu ditulis adalah 7 Identitas pasien seperti alamat$
PROPINSI PEMERINTA/ DAERA/ TIN8+AT I KALIMANTAN SELATAN

RUMAH SAKIT UMUM ULIN BANJARMASIN *ama Dokter 7 dr$ 3udi Septia'an *I. 7 I"- //" /)0 U.F,3agian 7 .enyakit Dalam 9anda 9angan Dokter

U%ulan Re%ep

3anjarmasin, )" %ktober )//@

<ika pada pemeriksaan mikroskopik feses ditemukan dengan pengecatan gram &, Siprofloksasin tablet 0// *o$ KKI6 " mg negatif berbentuk basil!tab Shigella # maka usulan peresepan dapat berupa S)$d$d ",0 pc

&,

.arasetamol tab 0// mg tab S !prn#4$d$d tab I pc !febris#

*o$ K

&,

%ralit S u$c

*o$K6

.ro Umur -lamat

7 *n$ Banti 7 "+ 9ahun 7 Sungai baru &9$= Kecamatan 3anjarmasin 3arat "+

PROPINSI PEMERINTA/ DAERA/ TIN8+AT I KALIMANTAN SELATAN

RUMAH SAKIT UMUM ULIN BANJARMASIN *ama Dokter 7 dr$ 3udi Septia'an *I. 7 I"- //" /)0 U.F,3agian 7 .enyakit Dalam 9anda 9angan Dokter

3anjarmasin, )" %ktober )//@

&,

Gabroral tab )0/ mg S 4$d$d tab III pc

*o$AKIII

&, .arasetamol tab 0// mg tab *o$ K <ika pada pemeriksaan mikroskopik feses ditemukan adanya kista atau trofo8oit S !prn#4$d$d tab I pc !febris# dari Entamoeba histolytica pengecatan gram negatif berbentuk basil maka usulan &, berupa %ralit peresepan dapat S u$c *o$K6

.ro Umur -lamat

7 *n$ Banti 7 "+ 9ahun 7 Sungai baru &9$= Kecamatan 3anjarmasin 3arat )/

PROPINSI PEMERINTA/ DAERA/ TIN8+AT I KALIMANTAN SELATAN

RUMAH SAKIT UMUM ULIN BANJARMASIN *ama Dokter 7 dr$ 3udi Septia'an *I. 7 I"- //" /)0 U.F,3agian 7 .enyakit Dalam 9anda 9angan Dokter

3anjarmasin, )5 %ktober )//@

&,

MeHaLuin tab )0/ mg S S"$d$d tab II pc

*o$KK6III

Setelah pengobatan dengan paramomisin selesai maka diteruskan dengan klorokuin$

.ro Umur -lamat

7 *n$ Banti 7 "+ 9ahun 7 Sungai baru &9$= Kecamatan 3anjarmasin 3arat )"

DA*TAR PUSTA+A

"$ Aestari, >S$ Seni !enulis Rese "eori dan Praktek. .9 .ertja$ <akarta, )//" )$ <oenoes, *ani8ar Maman$ #rs Prescribendi $ Penulisan Rese Rasional %$ -irlangga Uni(ersity .ress$ Surabaya, "++0$ yang

))

4$ Cardjasaputra, S$A$. dkk$ &ata 'bat di (ndonesia edisi "/$ Grafidian Medipress$ <akarta, )//)$ =$ Ganis'arna, S$G !ed#$ )armakologi dan "era i edisi =$ 3agian Farmakologi FKUI$ <akarta, "++0$ 0$ Jinotopradjoko, Martono et al$ Informasi Spesialite %bat Indonesia 6olume =" )//@$ Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia, <akarta2 )//@ @$ Kat8ung, 3$G$ Farmakologi Dasar dan Klinik <ilid " Fdisi 1$ Salemba Medika$ <akarta$ )//)$ 5$ 9arigan, .engarapen$ Diare Kronis dalam 3uku -jar Ilmu .enyakit Dalam <ilid II$ FKUI, <akarta2 "+++ 1$ Mansjoer, -rif$ Kapita Selekta Kedokteran <ilid II Fdisi ke4$ Media -esculapius, <akarta2 )/// +$ 9ierney, Aa'rence M$, Mc.hee, Stephen <$, .apadakis, MaHine -$ >urrent Medical Diagnosis N 9reatment, =0th Fdition$ McGra' Cill, US-2 )//@ "/$ *oerasid, Carun, Sudaryat Suraatmadja dan .arma % -snil$ Gastroenteritis !Diare# -kut dalam Gastroenterologi -nak .raktis$ 3alai .enerbit FKUI, <akarta2 "+11

)4