Вы находитесь на странице: 1из 25

Makalah

Sang Mujadid Hijau Estafet Prophetik Rekonstruksi Peradaban Islam


Makalah ini ditulis untuk : Memenuhi syarat pra Intermediate Training (L HMI "abang "iputat #$%& II!

'leh : M ()*L +(,L'L (+ (%#-#%%$./!

HIMP*0(0 M(H(SIS1( ISL(M (HMI! "()(02 SEM(R(02 'MIS(RI(3 I4)(L I(I0 1(LIS'02' SEM(R(02 #$%&

I.

Pendahuluan

Assalamualaikum Wr. Wb Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Tuhan satu. Tuhan yang tak bernama, yang diberikan nama oleh manusia. Shalawat dan salam tercurahkan kepada baginda Muhamad S.A.W, yang telah berjasa menyebarkan virus virus pencerahan kepada sebuah peradaban. Alam merespon segala apa yang kita !ikirkan dan inginkan. "egitulah, pada akhirnya makalah ini terselesaikan di tengah kesibukan seorang akti!is dan akademisi kampus. Menguras tenaga, karena harus membagi !okus !ikiran ke dalam beberapa hal dalam waktu bersamaan. Intermediate Training merupakan jenjang pengkaderan yang sakral dalam #MI. Tingkat kualitas intelektual dan managerial organisasi. Suatu kebanggan tersendiri, bisa ikut berproses dalam kompetisi dan bersaing menuju kasta tertinggi. $uga sebuah upaya pembuktian, atas rumor kualitas penyelenggara %& II, yang 'katanya( istemewa di seluruh Indonesia. Semoga seluruh iktikad baik dari hati terdalam, bisa terealisasikan di !orum yang selalu dinantikan setiap orang, Amin. )ada dasarnya, Islam adalah agama benar yang belum sempurna. &esempurnaan tersebut akan diraih secara bertahap dari *aman ke *aman. Sama halnya dengan Indonesia yang merupakan bagian dari gumpalan proses menuju kesempurnaan itu. Makalah ini akan membahas tentang upaya seorang manusia dalam menciptakan peradaban yang Ideal. Sebagai seorang pelaku sejarah, kemampuan meracik sebuah inovasi harus dimiliki untuk menciptakan baik atau buruknya sebuah konstruksi. &emegahan sebuah bangunan sejarah, ditentukan dari sebuah kreati!itas. %ets,,,

Cita-cita adalah satu titik cahaya dalam gelapnya kehidupan. Aku sendiri adalah tanaman, yang akan terus tumbuh menuju cahaya itu. Terus tumbuh dan besar, sampai daunku teduh dan rindang, sehingga mampu menaungi semua orang +,achry -ciha..

Wassalamualaikum Wr. Wb

II.

Rumusan )ahasan

/. Islam dan #MI 0. 1ealitas )eradaban 2. Seputar tentang )embaharuan 3. '#ijau( sebagai Ideologi 1ekonstruksi

III.

Pembahasan
/. Islam dan HMI

)ada dasarnya, agama dan organisasi adalah sama. &eduanya memiliki banyak sisi sisi senada, saling berkaitan erat dan tak terpisahkan. )ersamaan itu adalah 4 ertama, agama dan organisasi adalah wadah bagi setiap insan yang bernaung dibawahnya. &eduanya memiliki rangkaian sistem kompleks, mengikat setiap individu yang terda!tar sebagai anggota. #anya saja, perbedaan di antara keduanya adalah, bahwa anggota keagaman bersi!at kultural, sebab tidak ada pencatatan secara resmi, sedangkan organisasi bersi!at !ormal. !edua, adanya konstitusi. Agama merupakan hasil produk akhir dari wahyu Tuhan. 5leh karena itu, otoritas tertinggi dalam agama adalah kitab suci, yang merupakan gumpalan kodi!ikasi dari kata kata Tuhan itu. Sedangkan organisasi memiliki perangkat konstitusi hasil konvensi dari para "ounding "athernya. )erbedaan keduanya dalam hal konstitusi terletak pada sumber utama, yakni vertikal dan horisontal. 6amun tetap saja, konstitusi agama dan organisasi sama sama lahir melalui proses dialektika, baik antar Tuhan dengan manusia, atau manusia dengan manusia. &onstitusi inilah yang menjadi rujukan wajib dan memberlakukan kategori 'halal haram( dalam segala akti!itas keagamaan dan keorganisasian.

!etiga, adanya rophet +6abi.. Secara bahasa, nabi berarti pembawa kabar gembira. 6amun kemudian, nabi diistilahkan sebagai seseorang yang menerima wahyu dari Tuhan. 7an setiap agama pastilah memiliki nabi, tak terkecuali organisasi. 7alam sejarah, seorang nabi diidentikan dengan pelopor berdirinya sebuah agama, maka dalam konteks ini, pelopor berdirinya sebuah organisasi juga bisa disebut sebagai seorang nabi. #al ini sangat logis, mengingat wahyu itu sendiri memiliki banyak arti atau makna. &eberagaman makna tersebut disebabkan oleh perbedaan Tuhan dalam menentukan objek wahyu +#arun 6asution.. 7an salah satu makna dari wahyu adalah ilham atau inspirasi, maka setiap manusia yang memiliki inspirasi, dia adalah nabi. &arena ia telah menerima sebuah wahyu./ !eempat, konsep pandangan hidup. Sedikit atau banyak, masing masing dari agama dan organisasi telah melahirkan kacamata pandang kehidupan. &acamata ini merupakan konstruksi sosial yang membentuk sebuah budaya dan peradaban. )andangan hidup yang baik akan melahirkan peradaban yang baik, dan begitu pula sebaliknya. 5leh karena konsep pandangan hidup antar satu agama dengan agama lain atau antar organisasi dengan organisasi lain itu berbeda beda, maka setiap pandangan hidup memiliki sebuah ciri khas yang tidak bisa ditiru oleh pandangan hidup yang lain. 8iri khas tersebut menjelma sebagai sebuah identitas peradaban diantara peradaban peradaban dunia. !elima, mission. Sebuah misi lahir bersama dengan terbentuknya ideologi, instansi, organisasi dan lain sebagainya. Misi bisa berbentuk dalam jangka pendek, namun bisa jadi dinamis sesuai dengan tuntutan *aman, bisa juga misi berupa sebuah esta!et yang diwariskan turun temurun melalui otoritas yang mendapat legitimasi +nabi.. Agama sendiri adalah gumpalan misi pada mulanya, untuk mendobrak tatanan buruk yang sudah mapan pada masa bakti seorang nabi. &enabian sendiri adalah sebuah jaringan esta!et misi prophetik dari Tuhan untuk disampaikan kepada manusia dengan jalan bertahap. "agitu juga dengan organisasi, setiap organisasi memiliki latarbelakang keterbentukan sekaligus menjadi misi dari organisasi tersebut. )ara pendiri dan penerus sebuah organisasi, bisa dikategorikan dalam 'jaringan kenabian( yang mengesta!etkan misi awal ke generasi selanjutnya. 6amun kemudian, untuk apa hal hal diatas diangkat ke permukaan9 )ersamaan persamaan tersebut tentu memiliki keterkaitan dengan sejarah bangsa Indonesia. Sejarah mencatat, perjalanan sejarah bangsa ini diwarnai dengan kon!lik lintas agama, ideologi dan organisasi.

1 #arun 6asution, Islam #asional, $akarta.

7ari tiga komponen kon!lik tersebut +agama, ideologi dan organisasi., ketiganya kemudian saling campur baur menjadi satu dalam memproyeksikan diri menjadi 'penulis( sejarah bangsa Indonesia, maka dari sini lahirlah beberapa kelompok besar. Salah satu dari kelompok besar tersebut adalah kalangan yang menjadikan agama sebagai ideologi dan landasan pokok dalam berorganisasi. 5rganisasi ini dibentuk untuk mengemban misi suci dalam carut marut kondisi sosial budaya bangsa Indonesia. 7an dalam konteks keislaman, kelompok pertama tersebut adalah #impunan Mahasiswa Islam, atau disingkat dengan #MI. 7engan dijadikanya Islam sebagai a*a* organisasi +A7 2., menjadikan #MI sebagai musuh politik organisasi lain yang juga besar saat itu, sebut saja )artai &omunis Indonesia +)&I.. Sebab, substansi dari ajaran Islam yang terkandung dalam #MI bertentangan dengan nilai nilai &omunisme yang menjadi ideologi )&I. %ebih dari itu, permusuhan antara #MI vs )&I tidak semata mata karena alasan ideologis, melainkan juga !aktor politik. &isah rencana pembubaran #MI oleh )&I adalah gambaran umum dinamika kon!lik politik ideologi yang ada di Indonesia. )&I menginginkan #MI dibubarkan karena dianggap menghalangi $aster lanning kudeta negara yang akan dilaksanakan )&I. Sedangkan akti!itas menghalangi ini dilakukan #MI sebagai bentuk konskuensi dari misi awal terbentuknya organisasi yang kini berlambang hijau hitam itu0. Sedikitnya, ada dua misi awal yang sekaligus menjadi latarbelakang terbentuknya #MI. ertama, mempertahankan kemerdekaan Indonesia. 7an yang kedua, mengembangkan nilai nilai ajaran agama Islam di Indonesia. )emilihan Islam sebagai a*a* organisasi #MI merupakan pilihan yang tepat dalam situasi Indonesia paska kemerdekaan saat itu. Islam dinilai sebagai ideologi paling representati! untuk diterapkan di Indonesia yang memiliki beranekaragam sisi kehidupan. Salah satu sisi sisi tersebut adalah kemajemukan bangsa. Maka dalam situasi plural tersebut, Indonesia membutuhkan suatu ideologi pemersatu. 7engan adanya nilai Islam dalam tubuh #MI, hal ini menjadikanya sebagai organisasi yang mengangkat persatuan, dengan jalan menampung semua latarbelakang yang dimiliki oleh seorang mahasiswa. Selain itu, nilai nilai dalam Islam mengandung aspek keadilan sosial ekonomi, sehingga hal ini menjadikannya sebagai ideologi yang relevan untuk membendung upaya hegemonisasi )&I dengan nilai &omunis yang sarat atas ketidakadilan.

2 )ro!. 7r. #. Agussalim Sitompul, emikiran %$I dan #ele&ansinya dengan 'ejarah erjuangan (angsa Indonesia +$akarta, )enerbit 8:. Misaka ;a*ila, 0<<=. hlm. 3>.

)ertanyaannya adalah, kenapa #MI mengkhususkan diri dalam ranah perguruan tinggi9 "ukankah terdapat banyak eleman yang ada, kenapa harus mahasiswa9 Mungkin hal ini adalah bahasan Ta)abudy +yang tidak terlacak alasannya. karena #MI merupakan produk sejarah yang tidak bisa diulang lagi kronologinya. 6amun kacamata yang digunakan selanjutnya adalah dalam aspek hikmah Apa hikmah #MI mengkhususkan diri sebagai organisasi Islam untuk pemuda +mahasiswa.. Seperti yang telah diuraikan diatas, kondisi Indonesia saat itu masih dalam keadaan genting. Meskipun telah merdeka, namun ancaman kudeta masih tetap mengintai. 7alam situasi tersebutlah dibutuhkan semangat semangat patriot kebangsaan yang menggelora. 7an gelora patriot inilah yang hanya dimiliki oleh kalangan pemuda. ,akta ini terbukti setelah Indonesia mengarungi beberapa !ase kenegaraan ? orde lama, orde baru dan re!ormasi. 7isetiap transimisi ketiga periodeisasi tersebut, pastilah terdapat intervensi mahasiswa dalam setiap keberhasilan penumbangan pembangunan bangsa. Memang harus diakui, pendiri #MI +%a!ran )ane. merupakan manusia yang melampaui *amannya. Sebab, dalam situasi teknologi yang terbelakang saat itu, ia bisa mengimajinasikan sebuah organisasi yang ideal, dengan pemilihan subjek objek serta landasan organasasi yang tepat. Meskipun #MI adalah secuil sisi yang bernaung dibawah bendera Islam, namun bisa dikatakan bahwa #MI adalah organisasi paling Islami diantara organisasi organisasi Islam saat ini. Salah satu indikatornya adalah terdapat akti!itas aplikasi nilai nilai keislaman dalam organisasi. Misalnya, al-%ana*iyah al-'amhah2. @aitu sikap kecenderungan mencari kebenaran yang ideal dan dapat dipertanggungjawabkan. Artinya, #MI tidak mengenal doktrinisasi. Sebab, istilah doktrin adalah pengkristalan dari sebuah pengetahuan yang telah diraih, sehingga doktrin tersebut tidak bisa diganggu gugat eksistensinya. Tidak ada pengetahuan yang tak berlubang dan sudah !inal kecuali yang telah diserap menjadi sebuah ideologi. 6ah, #MI bukanlah organisasi doktriner. "ila doktrin itu ada, maka #MI sama saja menodai kemajemukan yang terkandung didalam tubuhnya. &emustahilan doktrin tersebut disebabkan oleh keberagaman epistemologi atas berbagai jenis ideologi yang ditampung oleh #MI. $adi, satu pandangan subjekti! atas konstruksi kebenaran, tidak bisa diterapkan secara universal. &alaupun #MI menetapkan sesuatu yang paten, maka hal itu adalah doktrin al-%ana*iyah al-'amhah itu sendiri, doktrian idealisme. #MI bisa relevan sampai sekarang, disebabkan keterbebasan #MI dari doktrin. Sehingga ia bisa dinamis mengembangkan diri tanpa harus menjalani sebuah proses kristalisasi. "egitulah, !akta #MI yang mencoba memperjuangkan kemurnian nilai nilai Islam. )endalaman tentang perjuangan #MI
3 "udi Munawar 1achman, +nslikopedi ,urcholish $adjid +$akarta, 7emocracy )roject, 0<//. hlm. /3A

ini bisa ditelusuri lebih radikal dalam 6ilai nilai 7asar )erjuangan +67). #MI yang begitu menakjubkan. 7an disinilah salah satu titik temu antara Islam dan #MI, yaitu pluralitas. "ahwa hidup di dunia ini tak perlu mempermasalahkan identitas. "ahwa ber relasi tak memerlukan persamaan orientasi dan si!at indvidual. )ada dasarnya, akti!itas interaksi manusia dijelaskan dalam teori !isika +Magnet.. Teori tersebut adalah +B. B +B. C Tolak menolak dan +B. B + . C Tarik menarik, teori ini sekaligus menjelaskan bahwa manusia adalah makhluk sosial, bukan individual. )erbedaan muatan yang ada dalam diri setiap manusia atau institusi adalah titik awal manusia bisa menjalin sebuah ikatan. Ikatan sinergitas yang 'persetan( dengan perbedaan. Tuhan telah menjadikan dua adalah satu dan satu adalah dua. 7ua perbedaan yang tarik menarik menjadi satu +baik buruk, cinta benci, kaya miskin, pintar bodoh, pria wanita dan lain sebagainya.. &alangan yang tidak mengakui perbedaan itulah, yang sebenarnya mengingkari sistem desain tuhan, menodai persaksian primordial. #al inilah yang sebenarnya diperjuangkan oleh #MI, baik dalam konteksnya sebagai organisasi Islam dan posisi #MI sebagai aset keindonesiaan. Titik temu selanjutnya, antara Islam dan #MI adalah mengenai Tajdid3 +pembaharuan.. Seperti yang diketahui, Islam adalah wahyu yang diturunkan Tuhan untuk memperbaiki Arab sebagai bangsa percontohan universal. 7atangnya Islam ditandai dengan turunya al DurEan secara berangsur angsur dari $ibril kepada Muhamad +6asr #amid.. Wahyu tersebutlah yang menjadikan Muhamad sebagai sang Mujadid 1evolusioner. Sebab, Muhamad +dengan wahyu itu. mampu mendobrak tatanan teologi sosial Arab $ahiliyah yang sudah mapan, digantikan dengan nilai nilai Ilahiyah melalui $alan akulturasi. "egitu juga dengan #MI, munculnya pemikiran berdirinya #MI merupakan respon dari himpitan himpitan imperialisme "elanda. #impitan himpitan itu menyebabkan keresahan sosial bagi umat Islam Indonesia, yang kemudian menimbulkan protes sosial keagamaan. Sebagai bentuk perlawanan, maka didirikanlah #MI pada A ,ebruari /F3> atau /3 1abiEul Awal /2GG. #MI sendiri adalah suatu gerakan pembaharuan untuk melepaskan status bangsa Indonesia sebagai bangsa terbelakang. Setidaknya dalam menciptakan pandangan hidup. )emikiran tentang keindonesiaan dan keislaman #MI mampu menampilkan Islam sesuai konteks Indonesia yang )lural A. )erubahan itu ditandai dengan perlawanan terhadap kolonialisme barat yang tidak hanya
4 Ibid, #lm .0/<

5 )ro!. 7r. Agussalim Sitompul, -- Indikator !emunduran %$I +$akarta, )enerbit Misaka ;ali*a, 0<<=. hlm. 03

mengemban misi penjajahan, melainkan juga akuluturasi budaya sebagaimana misi penjajahan +.old, glory, gospel.. %a!rane )ane adalah seorang Mujadid Indonesia yang ingin membendung misi penjajah tersebut dengan jalan mengembankan ajaran Islam sebagai pondasi awal pandangan hidup yang ideal. #al ini bisa disepakati, sebab, salah satu latarbelakang berdirinya #MI adalah situasi dunia Internasional yang sedang 'budidaya( beraneka ragam pemikiran pembaharuan Islam. Maka, #MI sndiri adalah jembatan awal bagi Indonesia untuk mewadahi para pemikir pemikir pembaharuan Islam konteks keindonesiaan. Memang tak bisa dipungkiri, semua nabi dan !ilsu! adalah seorang Mujadid. Setiap nabi dan !ilsu!! dihadapkan kepada masyarakat yang memiliki konstruksi budaya yang buruk. Maka dalam proses Tajdid itu, dipastikan terdapat beberapa perlawanan dari objek yang akan direkonstruksi, baik perlawanan secara !isik maupun perlawanan secara mental. &isah kisah nabi atau para ,ilsu! @unani sekiranya sudah menggambarkan betapa berat tugas seorang Mujadid. Tak jarang, seorang nabi dan ,ilsu! harus mempertaruhkan nyawanya untuk proyek penghancuran hegemoni masyarakat pribumi. $ika setiap umat dikirimkan seorang utusan oleh Tuhan, maka bisa jadi %a!ran )ane adalah satu dari utusan itu. @ang jelas, Islam dan #MI adalah dua hal yang selalu memperjuangkan sebuah pembaharuan, demi menciptakan tatanan peradaban ideal. Selain itu, Islam dan #MI sama sama memiliki !ase !ase perkembangan, puncak keemasan dan kemunduran. $ika #arun 6asution membagi Islam dalam tiga periode, yaitu klasik, pertangahan dan modern, maka hal itu juga berlaku terhadap periodeiasi #MI. #MI juga memiliki masa masa klasik, keemasan dan akhirnya mengalami sebauah degradasi. $ika pada mulanya #MI bertujuan melakukan pembaharuan, maka itu hanya berhasil diperiode pertengahan +ordebaru re!ormasi.. 6amun pada masa modern, saat Indonesia sudah masuk pada tahap demokrasi utuh +re!ormasi., kemunduran #MI sudah mulai terlihat disana sini. 5leh karena itu, Tajdid diawal pembentukan organisasi akan selalu relevan untuk dilakukan saat ini. Adapun tentang kemunduran #MI akan dijelaskan secara rinci dalam pembahasan selanjutnya. 7an perlu dipertegas, Islam dan #MI adalah dua hal yang memiliki sejarah dan periode yang berbeda, namun keduanya telah menjadi !oloid +dua hal yang menyatu dan tidak bisa dibedakan lagi jenisnya., menjadi kawah 8andradimuka bagi siapa saja yang menginginkan menjadi kualitas diri yang 'super( sekali +insan cita..

0.

Realitas Peradaban

6urcholis Majdid, dalam 67) #MI menyatakan, bahwa sistem kepercayaan yang baik akan melahirkan peradaban yang baik pula. &epercayaan adalah komponen pokok yang membentuk sebuah peradaban. )eradaban peradaban besar dunia pun memiliki jenis kepercayaan yang berbeda beda. &epercayaan ini melahirkan konstruksi tentang Tuhan dan baik buruk yang berbeda pula. 5leh karena itu, menurut 8ak 6ur, salah satu barometer suatu peradaban yang baik bisa dinilai dari sistem kepercayaannya. Sebab, sistem tersebut berdampak langsung terhadap bagaiamana cara seseorang memahami sesuatu, pemahaman itulah yang menjadi titik awal seorang bertindak, pemahaman yang salah akan mengakibatkan tindakan yang salah. Apabila tindakan tersebut dilestarikan dan diwariskan, maka disanalah terlahir sebuah peradaban yang tidak baik. 5leh sebab itu, untuk merekonstruksi sebuah peradaban, maka objek utama dan pertama adalah sistem kepercayaanya. 7an rekonstruksi inilah yang digeluti oleh #MI diawal berdiri. Sebab, Indonesia saat itu dinilai sebagai representasi dari peradaban yang tidak baik, karena memiliki sistem kepercayaan yang buruk.G Seperti yng dijelaskan dalam bab sebelumnya, Islam dan #MI memiliki !ase !ase sejarah yang sama. Islam klasik dimulai sejak 6abi Muhamad diutus sampai runtuhnya bani -mayah. Sedangkan #MI klasik dimulai dari %a!ran )ane 'diutus( sebagai 'nabi( organisasi #MI sampai re!ormasi berdiri. "erbicara soal peradaban secara eksplisit membicarakan masa depan. Membicarakan masa depan tidak akan lepas dengan masa lalu dan sekarang. Sebab, ketiga masa tersebut memiliki kausalitas sebab akibat dan ruang waktu ang tidak bisa dipisahkan. "egitulah inti dari tulisan 8ak 6ur yang berjudul $embangun $asa /epan Indonesia dalam Hnsiklopedianya. Sedangkan membahas masa depan Indonesia, tidak akan lepas dari masa lalu Islam dan #MI. &arena Indonesia adalah salah satu pewaris puing puing masa klasik Islam dan #MI sebagai agen pembaharunya. )ada dasarnya, sebuah peradaban adalah warisan. Secara otomatis, segala jenis konstruksi yang ada di dalamnya juga diwariskan. Islam, sebagai salah satu peradaban dunia, juga telah melakukan akti!itas waris tersebut. 6amun agaknya, terdapat kesalahan dan parsial dalam proses transimisi lintas generasi sepanjang sejarah Islam. &esalahan inilah yang menciptakan peradaban yang buruk di masa depan, paska lepas dari *aman kenabian terakhir. #al ini sedikit banyak juga berpengaruh terhadap peradaban bangsa Indonesia, yang mayoitas penduduknya beragama Islam. Seperti yang diketahui, Islam datang kepada sebuah kebudayaan bernama $ahiliyah. $ahiliyah disini bukanlah dalam makna secara bahasa, yaitu bodoh secara
6 6ilai nilai 7asar )erjuangan +67). #MI, "ab 7asar dasar &epercayaan.

intelektual, melainkan bodoh dalam aspek moral dan teologi. 7alam aspek moral, bangsa Arab memiliki konstruksi baik buruk yang sangat buruk. Salah satu konstruksi tersebut adalah budaya )atriarkhi, yaitu sebuah iklim dimana laki laki selalu mendominasi atas wanita. )atriarkhi ini dalam satu waktu mengandung beberapa penyimpangan nilai kemanusiaan, meliputi ketidakadilan, 'hewanisasi( wanita, human tra*icking, nasab dan lain sebagainya. &isah -mar bin &hatab ketika masih non Muslim, yang dengan sepenuh hati mengubur bayi wanitanya sendiri, adalah gambaran umum betapa jahiliyahnya moral bangsa Arab saat itu. Selain budaya )atriarkhi, Arab jahiliyah juga memiliki budaya !anatisme kesukuan yang sangat tinggi. Terdapat banyak sekali suku yang selalu berperang memperebutkan kekuasaan. "ahkan dalam satu riwayat, penentangan terhadap kenabian Muhamad, bukanlah karena ketidakmauan bangsa Arab atas ajaran Islam, melainkan karena !aktor kesukuan. Mereka tidak bisa menerima ajaran Muhamad, meskipun mereka mengakui kebenaran ajarannya, hanya disebabkan karena Muhamad bukanlah nabi dari suku mereka.> 7alam aspek teologi, bangsa Arab menganut kepercayaan olitheisme. Al DurEan merekam data historis Tuhan tuhan yang disembah oleh bangsa Arab. Tuhan tuhan tersebut adalah batu pahatan yang dipercaya memiliki kemampuan magis tertentu. 6amun, meskipun memiliki banyak Tuhan berhala, bangsa Arab mengakui adanya Allah sebagai Tuhan tertinggi. $adi jika digambarkan, konsep teologi Arab pagan seperti )iramida, dimana Allah +tuhan tertinggi. menempati urutan teratas dengan membawahi Tuhan tuhan kecil +berhala. yang berada dibawah hierarki ketuhanan. Tujuan bangsa Arab menyembah berhala dalam waktu bersamaan mengakui adanya Tuhan Allah, adalah sebagai perantara pendekatan kepada Tuhan tertinggi itu sendiri. 7alam kondisi seperti itulah Muhamad diutus membawa risalah prophetik. "angunan bangunan sosial dan teologi yang ada, direkonstruksi melaui jalan akulturasi, yaitu dengan mempertahankan kebudayaan yang baik, dan menghapus atau mengganti kebudayaan yang buruk. 7alam aspek moralitas, Muhamad menanamkan nilai nilai perdamaian dan egaliterianisme. "udaya patriarkhi sedikit demi sedikit terkikis meskipun belum tuntas. #al ini ditandai dengan kembalinya martabat wanita sebagai manusia, yaitu tidak diperjualbelikan, mendapatkan waris +meski hanya separoh., mendapat hak yang sama disisi Tuhan dan lain sebagainya. 7alam aspek teologi, hadirnya Islam menghapus konsep )olitheisme batu. &onsep piramida itu dipangkas dan digantikan oleh

7 )ro!. 7r. Muhammad Sayyid Thantawi, +tika /ialog /alam Islam +$akarta, )enerbit MustaIim, 0<<3. hlm. 03

Monotheisme +al Ikhlas.. Singkat cerita, dengan hadirnya Islam, Arab telah memasuki masa #enaissance agung. 6amun sayang, #enaissance itu runtuh bersamaan dengan wa!atnya 6abi. Itu artinya, Muhamad adalah syarat utama terciptanya sebuah kebangkitan. "ila sebuah syarat sudah tidak ada, maka sebuah kondisi tidak mungkin tercipta. Mengapa wa!atnya nabi adalah akhir dari #enaissance9 Sebab, paska wa!atnya nabi, Arab kembali memasuki budaya lama, $ahiliyah jilid dua. #al ini dibuktikan dengan berbagai problematika dan kon!lik berkepanjangan sampai sekarang. Setidaknya, ada beberapa !akta atas runtuhnya #enainsance ini. ertama, dalam sejarah kenabian, paska nabi Muhmad wa!at, terjadi peselisihan tentang siapa yang akan menggantikan Muhamad sebagai &hali!ah. )ara sahabat berkumpul dan memperebutkan posisi sakral itu, dalam kondisi jasad nabi belum dikuburkan. )erselisihan tersebut memunculkan kembali sentimen dan egoisme kesukuan. "ahkan, perseteruan itu diwarnai dengan kata kata kasar dan kotor yang dicampur baurkan dengan ayat al DurEan. !edua, banyaknya muslimin yang ingin kembali kepada agama pagan, muncul nabi palsu dan orang orang yang tidak taat kepada syariat +contohnya tidak membayar *akat.. !etiga, munculnya berbagai kon!lik berdarah memperebutkan kursi kekhali!ahan. Tragedi paling parah adalah kon!lik antara Ali bin Abi Thalib :s MuEawiyah bin Abu Su!yan yang berakhir dengan berdirinya dinasti -mayah. &etiga hal diatas hanyalah secuil dari ribuan kejahiliyahan yang secara kasat mata bisa terekspos oleh sejarah. &enapa hal ini bisa terjadi9 #enaissance yang baru bercahaya harus redup. )eradaban yang belum selesai dibangun kenapa harus kembali runtuh9 $awabannya adalah, karena agama Islam yang dibawa nabi Muhamad belum sepenuhnya sempurna. &etidaksempurnaan tersebut yang menyebabkan generasi paska Muhamad menjadi kalang kabut. Memang, nabi pernah memproklamirkan bahwa Islam telah sempurna pada momen khutbah haji WadaE. 6amun sempurna dalam hal apa9 Sesuai dengan teks dari ayat yang digunakan nabi dalam proklamasi wadaE tersebut, yang sempurna dalam Islam hanyalah konsep teologi +kepercayaan., sedangkan hal hal lain seperti sosial, budaya, politik dan lain sebagainya belumlah sempurna, artinya masih dalam tahap konstruksi. Ini adalah !akta, sebab jika Islam telah sempurna, seharusnya tidak ada kon!lik berkepanjangan yang mencuat ke permukaan. &on!lik kon!lik yang ada disebabkan baik al DurEan dan nabi tidak mewarisi sistem politik yang jelas. Sehingga, paska wa!atnya nabi +bahkan sampai sekarang., para sahabat berseteru dalam hal politik kekuasaan.=
8 Tajus Syaro!i, .agasan !epemimpinan, #e*leksi !e-Islaman dan !e-Indonesiaan +@ogyakarta, )enerbit %itera, 0</2. hlm. / = +"ab ;eneologi $ahiliyah.. Substansi yang sama juga ada dalam Skripsi S/ IAI6 Walisongo Semarang oleh 7r. Mohamad 6asih +7osen Ilmu )olitik -I. yang berjudul +&olusi 0a*ad1 Ilah dalam al-2ur)an.

&ondisi jahiliyah akibat tidak adanya konstitusi kehidupan yang ta*shily +terperinci. berlangsung sampai saat ini. "ila 7inasti Abbasiyah adalah titik keemasan Islam, maka keemasan tersebut hanya dalam hal pengetahuan dan wilayah kekuasaan saja, tidak lebih. &etiadaan sistem politik yang paten menyebabkan segala sesuatu bisa dimanipulasi sekehendak hati, bahkan teologi pada masa klasik dan pertengahan bisa ditundukan oleh otoritas kekuasaan. 8ontoh kasus di periode klasik adalah, banyaknya Muhaditsin yang disewa sebagai alat politik. #al ini dilakukan oleh MuEawiyah bin Abu Su!yan saat beroposisi dengan Ali. Ia +MuEawiyah. membayar beberapa Muhaditsin untuk membuat hadits palsu, yang mampu menjatuhkan Ali dan melegitimasi dirinya sendiriF. Selanjutnya, masa dinasti Abbasiah adalah masa dimana pengetahuan dan agama bisa dipolitisasi. Masa ini adalah masa dimana agama dan kekuasaan bercampur baur. &isah masyhur tentang Imam #anbali dan kemakhlukan al DurEan, adalah salah satu contoh kekuasaan yang sewenang wenang, mengalahkan hak asasi seseorang dalam berkeyakinan. &esimpulan singkatnya, #enainsance Islam hanya berlangsung selama 00 tahun 0 bulan 0< hari. )aska itu, Islam memasuki *aman kegelapan sampai periode modern. 7i masa modern, lahirlah para Mujadid mujadid hebat yang ada untuk meneruskan misi prophetik yang 'mandek( di tengah jalan. Semisal 6asr #amid, Arkoun, IIbal, ,a*lur 1ahman dan lain sebagainya. Mereka adalah pewaris esta!et kenabian untuk merekonstruksi puing puing peradaban $ahiliyah yang ditransmisikan sampai sekarang. 7alam konteks Islam global, unsur $ahiliyah masih berupa diskriminasi antar dua hal yang seharusnya egaliter. Sedangkan dalam konteks keindonesiaan, puing puing $ahiliyah dapat terlihat di sepanjang sejarah kita. $ika Soekarno diibaratkan sebagai nabi Muhamad +dalam hal kepeloporan., maka paska Soekarno wa!at, kursi kekuasaan presiden +khali!ah. pun langsung diperebutkan. Salah satu tokoh sejarah Indonesia paska Soekarno yang mirip +bahkan bisa dikatakan titisan. dengan tokoh $ahiliyah paska Muhamad adalah Soeharto dan -tsman bin A!!an. )ersamaan diantara keduanya adalah, sama sama bapak pembangunan, sama sama nepotis, diktator, menginjak #AM dan berhasrat melanggengkan status kekuasaan. "ahkan, keduanya sama sama 'mati( dari kursi kekuasaan secara paksa. "egitu kencang tiupan 'angin( $ahiliyah, ia telah menyebar ke seluruh penjuru dunia, terkhusus di Indonesia. Sama halnya dengan Islam, #MI juga mengalami hal yang sama. Islam menjadi besar karena melakukan sebuah 'perlawanan(. #MI pun saat ini menjadi sangat besar karena pada awal periodenya juga melakukan perlawanan terhadap hegemoni konstruksi

9 Ath Thabary, Tarikh ath-Thabary , $u* : hlm. 032

budaya jahiliyah yang tidak ideal. Selain itu, #MI bukanlah 'produk( yang /<<J sempurna, seperi Islam yang juga tak sempurna. 6amun agaknya, #MI sedikit lebih unggul dari sejarah Islam dalam hal percepatan pembaharuan. Setelah Muhamad wa!at, segala sesuatu menjadi stagnan tanpa pengembangan. 6amun setelah %a!rane )ane meninggal, esta!et perjuangan langsung diambil alih oleh generasi selanjutnya tanpa perseteruan panjang. 7alam Islam, terdapat hadits yang berbunyi Inna al-3lama Waratsah alAnbiya +sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi.. #adits ini secara implisit, menerangkan tentang rangkaian esta!et prophetik. @ang diwariskan oleh nabi kepada ulama adalah $ission, bukan yang lain. Missi tersebut adalah proyek pembangunan peradaban ideal, yang belum bisa dilakukan nabi Muhamad secara keseluruhan. $adi, yang dimaksud dengan -lama disini adalah para Mujadid Mujadid Islam itu, bukan yang lain. 7alam konteks #MI, pewarisan misi dari %a!rane )ane kepada generasi selanjutnya berlangsung secara kontinu dan tidak terputus, berbeda dengan Islam yang baru dilakukan pada periode modern atau postmodern. 5leh karena itu, tokoh tokoh besar dalam #MI seperti 6urcholis Madjid bisa disebut sebagai salah satu dari '-lama( yang mewarisi misi dari 'nabi( #MI +%a!rane )ane.. Memang, #MI sendiri lahir disaat dunia sedang gencar gencarnya melakuka Tajdid, untuk menciptakan peradaban baru yang sesuai dengan nilai nilai kemanusiaan. Maka ketika #MI memiliki ruh pembaharuan, objek pembaharuan tersebut mencangkup keseluruhan hal yang dirasa perlu untuk diperbaharui. Setidaknya, ada lima pokok perjuangan #MI dalam membentuk ideal peradaban Idonesia. ertama, bidang politik. Ajaran Islam tidak akan tumbuh sempurna jika Indonesia masih dijajah oleh "elanda. 5leh karena itu, kapasitas bangsa soal politik harus ditingkatkan. #al ini bertujuan untuk mempertahankan kemerdekaan yang telah diraih agar tidak direbut kembali. Isu isu tentang nasionalisme, patriotisme, #AM bahkan saat itu sudah gencar slogan yang berbunyi 'lebih baik mati syahid dripada hina dijajah(. !edua, bidang ekonomi. "angsa Indonesia harus dimakmurkan dalam bidang materi, sesuai dengan hadits nabi !e*akiran itu menyebabkan keku*uran. &ebutuhan pokok harus bisa terpenuhi. &eterpenuhan ini untuk menopang ibadah dan amal kepada Tuhan yang maha esa. Semakin kuat dan baik ekonomi suatu bangsa, akan berpengaruh positi! terhadap bagi pertumbuhan dan perkembangan agama Islam di segala aspeknya. !etiga, bidang pendidikan. Agama Islam tidak akan bisa maju dan berkembang di Indonesia bila masyarakatnya bodoh, seperti halnya yang diucapkan oleh nabi Tidak ada agama bagi yang tak berakal. 5leh karena itu, #MI bercita cita mendidik bangsa Indonesia agar menjadi bangsa yang cerdas. "ila bangsa sudah cerdas, maka perkembangan in!ormasi dan teknologi bisa terus diikuti dan negara ini akan semakin maju.

!eempat, bidang agama. %a!ran )ane menginginnkan agar Islam tidak hanya dimiliiki oleh mahasiswa STI saja. Tetapi harus didalami oleh semua mahasiswa. baik yang berada dalam @ogyakarta maupun diluar itu. #MI ingin merubah image Islam yang selama ini terkenal dengan 'suka ngelarang(. #MI memproyeksikan diri sebagai organisasi yang ingin membumikan Islam. !elima, bidang kebudayaan. Sejak pertama berdiri, #MI sudah dihadapkan dengan berbagai aliran kebudayaan yang menyusup ke Indonesia. Sedikitnya ada empat aliran budaya yang salalu melakukan persaingan. )ertama, budaya barat yang dibawa oleh "elanda dan para &olonial barat. &edua, &omunisme. &etiga, budaya kristiani. &eempat, Aliran budaya pribumi, kejawen./< Sebagai 'kontraktor( pembangunan peradaban, maka #MI menginterpretasikan diri dalam jangka panjang, agar bisa relevan sesuai konteks keindonesiaan dan perkembangan selanjutnya. &epluralan #MI dengan tidak meng underbow kan diri kepada otoritas diluar #MI adalah modal awal untuk membangun peradaban Ideal, sebuah peradaban tanpa usur kegolongan dan bersi!at universal. Memang, kemajemukan bangsa Indonesia awalnya adalah sebuah aset berharga, yang tidak dimiliki oleh bangsa bangsa lain. 6amun hal yang perlu diingat adalah, kemajemukan tersebut berpotensi melahirkan kon!lik peradaban, seperti yang terjadi dalam sejarah Islam. #untington menjelaskan, setidaknya ada lima !aktor sebuah benturan atar peradaban bisa terjadi. ertama, masyarakat dengan pendangan hidup yang berbeda dipastikan memiliki perbedaan konstruksi baik buruk, Tuhan manusia, individu kelompok, kota bangsa, orang tua anak, kota bangsa dan lain sebagainya. )erbedaan konstruksi ini melahirkan perbedaan pandangan tentang hak kewajiban, kebebasan otoritas, persamaan hierarki. !edua, teknologi membuat dunia semakin sempit. #al ini menyebabkan interaksi lintas peradaban terus meningkat dan berlangsung intensi!. Ini berakibat semakin menguatnya kesadaran identitas sebuah peradaban di antara peradaban peradaban yang lain. !etiga, adanya modernisasi ekonomi dan perubahan sosial di seluruh dunia. #al ini menyebabkan tercabutnya masyarakat dari akar idetitas lokal. &etercabutan ini menyisakan ruang kosong yang kemudian diisi oleh agama dengan segala !undamentalismenya. !eempat, Semakin berkembangnya kesadaran peradaban +Ci&ilitation consciousness.. !elima, semakin menguatnya karateristik antar peradaban
1 0 )ro!. 7r. Agussalim Sitompul, emikiran %$I dan #ele&ansinya /engan 'ejarah erjuangan (angsa Indonesia +$akarta, )enerbit 8:. Misaka ;a*ila, 0<<=. hlm. A> AF

peradaban. #al ini menyebabkan sulitnya kompromi dan perbaikan hubungan lintas peradaban. // &elima !aktor diatas bisa dikatakan 'indonesia banget(. Sebab sepanjang sejarah Indonesia, selalu diwarnai kon!lik lintas budaya yang !aktor penyebabnya adalah kelima point diatas tadi. #MI sebagai 'sesosok( yang Independen, berpeluang menjadi mediator benturan benturan ini. Sebab, dengan kenetralan yang dimiliki, membuat #MI secara dhohir tidak terlibat dalam beturan tersebut. 7engan kandungan wawasasan keindonesiaan, keislaman, kemahasiswaan dan ke #MI an yang dimiliki adalah modal berharga untuk memperbaiki kondisi Indonesia yang semakin carut marut diberbagai aspeknya, bahkan di internal #MI sendiri. #MI periode re!ormasi mengalami pengkaburan misi oleh kader kadernya sendiri. Sesuai dengan empiris subjekti! penulis, banyak sekali mahasiswa salah orientasi saat masuk organisasi, khususnya dalam #MI. ,ase politik yang pernah mewarnai sejarah perjalanan #MI, nyatanya telah membentuk jaringan jaringan politik yang sangat luas. "ahkan, terdapat slogan yang bagi penulis terlalu berlebahan, seperti $enjadi menteri bukanlah keinginan kita, melainkan akibat dari ber-%$I. $aringan politik yang luas dan slogan slogan inilah yang membuat mahasiswa bermental materi kuasa berhasrat memasuki #MI untuk mendapatkan jaringan itu. Ini adalah bentuk kemerosotan moral mahasiswa sebagai agen perubahan. Maka jangan kaget bila pejabat pejabat yang tersandung korupsi di birokrasi adalah &A#MI. )enulis kira mereka itulah produk kaderisasi #MI yang dipondasi dengan na!su, harta dan kekuasaan. 7isamping perbaikan atas kondisi Indonesia dan Islam pada umumnya, #MI juga perlu berbenah diri. &ita ini adalah ulama prophetik, pewaris misi kenabian yang mulia.

2.

Seputar tentang Tajdid (pembaharuan!

Apa perbedaan manusia dengan burung9 -ntuk menjawab pertanyaan ini, perhatikanlah kebiasaan keduanya dalam membangun rumah. )ernahkah kita ber!ikir, kenapa bentuk sarang burung tidak pernah berubah meskipun telah melewati berbagai *aman9 Sedangkan rumah manusia selalu berubah ubah, bahkan antar satu budaya dengan budaya lain memiliki ciri khas rumah yang berbeda beda. )erbedaan diantara keduanya terletak dalam kemampuan ber!ikir, sehingga mampu melahirkan berbagai inovasi yang terus berkembang. ,itrah manusia memang dinamis, bila ada manusia yang menolak kedinamisan, maka kemanusiaannya perlu untuk dipertanyakan.

1 1 Samuel ). #untington, (enturan Antar eradaban +@ogyakarta, )enerbit Dalam, 0<<2. .

7alam bahasa Arab, pembaharuan diterjemahkan dengan kata Tajdid, bukan (id)ah. Meskipun sebenarnya, makna pembaharuan juga cocok disematkan kepada kata (id)ah. #anya saja, Tajdid lebih spesi!ik dalam pembaharuan di luar ibadah murni + alIbadah al-$ahdlah., sedangkan (id)ah diidentikan dengan pembaharuan dalam ibadah tersebut. 7alam islam, Tajdid sangatlah dianjurkan, sedangkan (id)ah dilarang +8ak 6ur.. Al DurEan diturunkan melalui proses dialektika komunikati!. Ia turun sebagai respon atas problematika yang dihadapi bangsa Arab pada saat itu. Artinya, al DurEan adalah salah satu alat untuk memperbaharui sebuah peradaban, yang nantinya akan dijadikan sebagai percontohan peradaban universal. 7engan pendekatan hikmah, dari kejadian ini dapat disimpulkan, bahwa kedatangan al DurEan bersamaan dengan pesan pembaharuan. Maka seharusnya, ruh seorang muslim adalah dinamis, kreati! dan inovati!. Al DurEan menolak sikap konservati!, yaitu mempertahankan apa yang sudah ada, dan menolak sebuah pembaharuan. $ika sepakat manusia adalah ciptaan Tuhan, maka sejatinya manusia mewarisi genetika dari penciptanya. 7an salah satu si!at tersebut adalah kreati! dalam menciptakan hal hal baru. Sebab, salah satu nama Tuhan dalam Islam adalah al-(adi), yaitu maha kreati! dan maha cipta. 5leh karena itu, semangat al DurEan adalah semangat pembaharuan, dan sebagai seorang muslim yang baik, melakukan sebuah pembaharuan adalah indikasi ketaatan. Sebuah pembaharuan, dilakukan untuk memperbaiki keadaan, menyeleraskan peradaban agar tidak membusuk ditelan *aman. Itulah yang membedakan peradaban manusia dan burung. "ila diatas dijelaskan bahwa nabi adalah pelopor pembaharu, maka ketika kita membaca sejarah pemikiran Islam, akan kita temukan para pewaris kenabian +ulama pembaharu.. 7alam satu riwayat hadits sendiri, telah disebutkan bahwa setiap satu kurun akan muncul satu Mujadid yang akan memperbaiki segala sesuatu yang harus diperbaiki. 6amun, bersamaan dengan sang mujadid itu, lahirlah sang pembangkang yang menolak pembaharuan tersebut. Ali 1ahmat Said, atau yang populer disebut dengan Adonis menjelaskan, ada dua golongan dalam sejarah pembaharuan Islam. ;olongan itu adalah at-Tsabit dan al-$utaha44il. At-Tsabit adalah golongan yang mempertahankan kemapanan yang diciptakan oleh napak tilas nabi. Sedangkan al-$utaha44il adalah golongan yang menginginkan sebuah perubahan./0 )eriode kontemporer, adalah masa dimana pembaharuan pembaharuan 'dibudidayakan(, bagai jamur di musim hujan. )erhatian dunia tertuju kepada Islam yang tengah memperbaiki peradaban. Islam yang semakin tertinggal dari peradaban "arat mencoba untuk bangkit dari keterpurukan. -lama ulama pembaharu pun ramai ramai
1 2 Adonis, at-Tsabit 4a al-$utaha44il +@ogyakarta, )enerbit %&IS, 0<<>. hlm. KKvi

melakukan sebuah 'tindakan intelektual(, yaitu dengan membuka kembali pintu ijtihad yang sebelumnya dibekukan oleh hegemoni kekuasaan. 7engan terbukanya pintu ini, umat Islam yang inovati! kembali memiliki kesempatan untuk menggunakan 'pintu pintu doraemon( untuk mengunjungi dimensi dimensi kehidupan yang telah diciptakan Tuhan. Adapun para pembawa 'pintu doraemon( kontemporer tersebut adalah seperti Muhammad Abed al $abiri dengan proyek 'kritik nalar arab(, 6asr #amid Abu Layd dengan proyek 'kesadaran ilmiah(, #assan #ana!i dengan proyek 'tradisi dan pembaharuan( dan masih banyak lagi. &esemuanya memproyeksikan pemikiranya sebagai pondasi peradaban yang madani. 7alam konteks Indonesia, pembaharuan atas peradaban Islam dipelopori oleh jaringan Walisongo. Sama halnya dengan Arab, 'bagian bagian( Indonesia juga memiliki budaya pribumi. )roses internalisasi Islam di Indonesia juga melalui proses akulturasi. )embaharuan untuk pertama kali dengan menghapus ajaran ajaran mistis yang tak sesuai dengan ajaran Islami. "ersamaan dengan itu, pembaharuan terus gencar dilakukan oleh kalangan tradisionalis atas datangnya budaya barat yang dibawa lewat penjajahan. )embaharuan ini lebih menitikberatkan kepada pemurnian kembali ajaran ajaran Islam agar tidak bercampur dengan ideologi yang bertentangan. Selain itu, pada dasarnya, setiap pergantian periode pemerintahan adalah bagian dari pembaharuan. 5rde lama ke orde baru, orde baru ke re!ormasi, peralihan periode ini merupakan perjalanan dari perbaikan kenegaraan menuju yang lebih baik. %ebih dari itu, sebuah perubahan adalah suatu keharusan jika menginginkan terciptanya kondisi yang ideal. -ntuk melakukan hal ini, semua penghalang harus disingkirkan agar tak menjadi benalu peradaban.

3.

5Hijau6 sebagai 5Ideologi6 Rekonstruksi Islam dan #MI sangat identik dengan warna #ijau. Memang, hijau adalah warna yang dipopulerkan oleh Timur tengah sebagai simbolisasi peradaban Islam. 5leh karena itu, tidak berlebihan bila #MI dikatakan sebagai organisasi paling islami, dipandang dari penggunaan warna budaya yang menjadi ciri khas islam itu. Seorang kader #MI pada hakikatnya memiliki peran ganda, peran sebagai seorang muslim, mahasiswa dan penduduk Indonesia. &etiga peran ini membentuk suatu kausalitas sinergitas dan sebab akibat yang tak dapat dipisahkan dalam upaya rekonstruksi peradaban. Artinya, pada saat proses rekonstruski, dua identitas hijau itulah yang nampak ke permukaan sebagai identitas pembaharuan.

#MI sebagai sebuah wadah perjuangan, menjadikan pembaharuan sebagai salah satu tujuan organisasi. 1uh pembaharuan ini terkandung dalam kata 'pencipta( dalam rangakain tujuan #MI yang berbunyi 'Terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi yang berna*askan Islami dan bertanggungja4ab atas ter4ujudnya masyarakat adil-makmur yang diridloi Allah '.W.T. %ebih jauh menggali tujuan organisasi ini, #MI memberikan standar minimal yang harus dikuasasi seorang kader agar menjadi seorang 'ulama( tajdid. @aitu dengan meningkatkan diri dengan kualitas lima insan cita. Standarisasi ini adalah bentuk dari usaha kaderisasi para Mujadid #MI agar benar benar mampu untuk mengemban esta!et prophetik yang belum sempurna. Adapun ke lima standar Mujadid tersebut adalah ? ertama, &ualitas insan akademis. "erpendidikan tinngi, berwawasan luas, ber!ikir rasional, objekti! dan kritis. Seorang Mujadid #MI harus memiliki kemampuan teoritis dan mampu memposisikan diri dalam segala medan. Sehingga, ia bisa bekerja dengan prinsip prinsip inovasi. !edua, kualitas insan pencipta. Seorang mujadid #MI harus mampu melihat kemungkinan kemungkinan yang lebih besar dalam proses kreati!itas. Tidak bersi!at isolati!, sehingga mampu menyadari potensi kreati!itasnya dalam menciptakan segala hal yang baru dan memiliki nilai !ungsi yang jelas. !etiga, kualitas insan pengabdi. Mujadid #MI harus ikhlas dan sanggup berkarya demi kepentingan orang banyak, artinya ia harus mampu untuk membunuh sisi keegoisannya demi urusan yang lebih besar. Mengabdi lebih dalam dari kata perjuangan. !eempat, &ualitas insan na!as Islami. Tentunya, dalam sebuah agenda pembaharuan, harus ada landasan teologis yang jelas. Islam sebagai agama yang mengusung nilai keadilan sosial dan ekonomi mampu menjadi pondasi yang kuat untuk melawan sebuah kultur hegemoni. @a, udara ibarat Islam, mujadid #MI harus menjalankan !itrahnya sebagai seorang muslim, yang 'berna!askan islami( !elima, kualitas insan bertanggung jawab. Sebagai makhluk sosial, sudah seharusnya memiliki kepedulian kepada segenap manusia sebumi setanah air. Tidak hanya bersedia meningkatkan kualitas diri, melainkan juga meningkatan tara! kehidupan bangsanya sendiri. Siap memikul akibat akibat dari perjuangan pembaharuan. Sebab, menempuh jalan kebaikan harus disertai dengan keberanian moral, spontan dalam meghadapi tugas dan responsi! dalam menghadapi persoalan persoalan dan menjauhkan diri dari sikap apatis./2
1 3 )ro!. 7r. Agussalim Sitompul, -- Indikator !emunduran %$I ,hlm. /3 /G

&elima standar kualitas diri diatas merupakan standar Mujadid dan sekaligus menjadi cita cita tertinggi #MI sebagai $an o* "uture dan $an o* Ino&ator, keduanya merupakan hasil akhir dari pengkaderan yang ada dalam tubuh #MI. Seperti yang dijelaskan dalam bab sebelumnya, sebuah pembaharuan dilakukan untuk memperbaiki kondisi yang tak lagi kondusi!. Maka dari sini, objek pembaharuan para Mujadid #MI ada empat hal. @aitu, keagamaan, keindonesiaan, kemahasiswaan dan ke #MI an. Sebab, keempat hal tersebut sedang mengalami !ase keterpurukan. @ang pertama, aspek keagamaan. &epercayaan merupakan !itrah manusia, namun akan menjadi sebuah kesalahan apabila akti!itas percaya ini dilakukan dengan cara yang salah. &esalahan tersebut terletak dari sistem kepercayaan itu sendiri. Semangat Islam adalah al-%ana*iyah al-'amhah +semangat mencari kebenaran yang ideal., sehingga dari sini, sebenarnya doktrin adalah hal yang harus dijauhi. &arena pada dasarnya, doktrin adalah pengkristalan dari ilmu pengetahuan yang tidak bisa diganggu gugat. )ergumulan doktrin inilah yang menyebabkan tertutupnya pintu ijtihad. 5leh karena itu, praktik beragama yang selama ini berbau doktrinal harus segera diperbaharui untuk kembali mengangkat semangat Islam yang %ani* tadi. Selain itu, puing puing $ahiliyah masih diwariskan turun temurun sampai sekarang. Meski konsep teologi telah disempurnakan +tauhid., namun masih banyak umat Islam yang mengadopsi tuhan tuhan kecil sebagai tandingan Tuhan esa. Ini merupakan penodaan persaksian primordial manusia. 5leh karena itu, #MI sebagai salah satu organisasi yang menggunakan agama sebagai landasan perjuangan, sudah seharusnya melakukan Tajdid besar besaran atas umat Islam konteks keindonesiaan, sebagai bentuk tanggung jawab spiritual sesuai dengan nilai nilai dasar perjuangan +67). bab dasar dasar kepercayaan. !edua, keindonesiaan. Indonesia adalah negara majemuk yang menganut sistem demokrasi dalam pemerintahan. )emilihan demokrasi ini awalnya memang sangat representati! dengan kondisi bangsa yang serba plural. 6amun sebagaimana resiko keberagaman, kon!lik pun tidak terhindarkan bila tidak ada sebuah inisiati! kesadaran. Media terlalu sering memberitakan kon!lik lintas perbedaan +agama, sosial, budaya dan politik.. &on!lik atas nama agama seperti kasus Ahmadiyah, Sunni Syiah, ormas Islam yang mencerminkan bahwa agama bukanlah nilai perdamaian. 7alam konteks sosial misalnya, perselisihan antara T6I dan )5%1I yang mengatasnamakan sentimen dan gengsi peran. &on!lik budaya seperti pornogra!i vs antipornogra!i, meskipun kon!lik budaya ini

dibumbui dengan unsur teologis. @ang paling parah adalah konteks perpolitikan di Indonesia. )olitik sebenarnya baik, yang menjadikan politik kotor adalah para poli tikus yang ada dalam panggung politik itu sendiri. -ntuk sekarang, politik lebih tepat diartikan sebagai jembatan untuk mengais rejeki lewat pemerintahan. Sebab, orientasi politik sudah bergeser, bukan pada kepentingan rakyat, melainkan untuk kepentingan dirinya dan keluarganya +nepotis.. Selain itu, kondisi pendidikan dan ekonomi bangsa juga sangat mempengaruhi orientasi tadi. 5leh sebab itu, #MI sebagai organisasi yang paling representati!, sudah seharusnya mampu meredam berbagai kon!lik diatas dan mencoba untuk melakukan sebuah perubahan universal. 7alam konteks perbedaan, #MI adalah satu satunya organisasi yang menjunjung tinggi perbedaan, dibuktikan dengan kepluralan #MI menerima dan menaungi lintas aliran untuk sama sama diproses dalam pengkaderan. Semangat keadilan ekonomi sosial yang terkandung dalam 67) harusnya juga bisa menjadikan #MI sebagai kalangan intelektual garda depan, yang menyuarakan dan menciptakan keadilan itu dengan sebenar benarnya adil. &alau bukan #MI, siapa lagi9 !etiga, kemahasiswaan. Mahasiswa merupakan komponen pembaharuan yang melegenda. Mahasiswa sebagai agen perubahan + Agent social o* change., menyiratkan bahwa mahasiswa juga agen pembaharuan. Sebab, perubahan adalah spesi!ikasi dari pembaharuan. %egenda mahasiswa sebagai agen perubahan pembaharuan begitu masyhur di semua lapisan perguruan tinggi. @a, disetiap perpindahan !ase pemerintahan di situ pasti ada mahasiswa. ,akta ini merupakan bukti nyata peran mahasiswa sebagai agen bangsa. 6amun, paska re!ormasi, mahasiswa mengalami degradasi. Mahasiswa sekarang ini tidak seperti mahasiswa dulu yang 'agresi! responsi!( dalam menghadapi segala sesuatu yang baru. Indikasi degradasi ini terletak pada beberapa hal. ertama, semakin berkurangnya minat mahasiswa dengan diskusi dan organisai. Merosotnya pamor organasasi mahasiswa menunjukan menurunnya peran mahasiswa sebagai agen bangsa. Sebab, sebuah perjuangan tidak akan e!ekti! tanpa adanya persatuan. 5rganisasi mahasiswa adalah wadah dari persatuan mahasiswa itu. "ersama sama lebih kuat dari sendiri saja. !etiga, salah orientasi dalam berorganisasi. 5rganisasi pada hakikatnya adalah 'tunggangan( pacuan untuk memperjuangkan hak rakyat dengan mengawal kebijakan pemerintah +control.. 6amun, untuk sekarang bukan hal itu yang diinginkan oleh mahasiswa. Mahasiswa sekarang terlihat lebih manja dan enggan untuk rekasa +kesulitanMred. apalagi berjuang. 5rientasi kuliah hanyalah gelar sebagai proyeksi materi di masa depan. 7alam konteks #MI, 'link link( jaringan yang dimiliki oleh organisasi ini sering dijadikan orientasi yang apriori. )ergesaran mental mahasiswa ini adalah bentuk keterpurukan dinasti mahasiswa yang menakutkan di masa lalu, namun bagi pemerintah sekarang, mahasiswa terlihat 'unyu unyu(.

!eempat, masalah ke #MI an. Selain yang dijelaskan dalam point diatas, otokritik merupakan hal yang harus dilakukan oleh suatu oraganisasi, bila menginginkan organisasi tersebut abadi sampai batas akhirnya. "agi Agus Sitompul, selama ini budaya atokritik dalam #MI sangatlah lemah. )adahal, otokritik secara periodik bisa menghasilkan butir butir ibrah untuk dijadikan landasan perbaikan di masa depan. Siapa saja yang menolak kritik, pada dasarnya adalah menginginkan suatu kehancuran dirinya sendiri +lanjut sitompul.. 8ontoh sejarah yang paling representati! adalah dua presiden awal bangsa Indonesia, yaitu Soekrano dan Soeharto. 7ua presiden yang memerintah dalam dua periode berbeda ini menolak untuk dikritik, akhirnya kedua presiden tersebut berakhir dengan cara yang 'tidak normal(. Sebenarnya, ada banyak hal yang perlu dikritik dari #MI. Salah satu dari otokritik tersebut adalah pecahnya #MI, dengan munculnya M)5 oleh Hggy Sudjana +/F=G.. #al ini merupakan kerugian yang sangat besar bagi #MI. Sebab, dalam misinya sebagai pemersatu bangsa, #MI justru gagal karena terpecah sendiri. 5leh karena itu, Sya!iEi MaEari! mengatakan bahwa %$I tidak lulus dalam sejarah/3. -ntuk membangun #MI masa depan, sudah seharunya masing masing pihak melepaskan baju egoisme untuk melakukan sebuah rekonsiliasi. Sama halnya dengan Islam, keterpecahan menjadi berbagai bentuk macam sekte adalah sebuah hal yang memalukan, meski hal ini adalah ramalan dari nabi sendiri +>2 golongan.. 1ekonsiliasi merupakan hal yang harus dilakukan oleh Islam dan #MI, untuk menjadikan masing masing dari keduanya menjadi satu yang murni. 6amun jika alasannya adalah perbedaan pandangan yang tidak bisa disatukan. Maka minimal yang harus dilakukan adalah mengahapus nama nama golongan yang mengkotak kotakan. )erbedaan pandangan harusnya ternauingi oleh satu otoritas, dan tidak perlu 'mengkotak( dengan sebuah nama yang seolah berbeda. $ustru, pengkotakan itulah, sebab dari benturan benturan seperti yang sudah dijelaskan dalam bab sebelumnya. &ritik selanjutnya adalah, kenapa selama ini #MI selalu diklaim milik Muhamadiyah9 %antas Ikatan Mahasiswa Muhammidayah +IMM. itu milik siapa9 Sebagai kader #MI, kita tidak boleh menyalahkan persepsi orang orang di luar #MI secara mutlak. Sebab, sebuah persepsi pastilah memiliki alasan. #al inilah yang kemudian dikritik juga oleh A*umardi A*ra. )ersepsi #MI adalah Muhammadiyah salah satunya disebabkan oleh praktik kegamaan #MI yang mirip dengan Muhammadiyah dari pada 6-, yang lebih menekankan aspek
1 4 )ro!. 7r. Agussalim Sitompul, %$I $engayuh /iantara Cita dan !ritik +$akarta, )enerbit 8:. Misaka ;ali*a, 0<<=. hlm.F2

pengetahuan +kogniti*. dari pada e!ekti! +sikap.. 5leh karena itu, empiris spiritualis #MI sangatlah kering. 7ari beribu ribu &A#MI yang ada, hanya sedikit sekali yang 'berpro!esi( sebagai &yai. Selebihnya, menjadi dosen dan kebanyakan masuk ke ranah politik. "ahkan, seolah plah sudah tidak ada bedanya lagi antara politik dan #MI. #al seperti ini nyatanya menimbulkan e!ek sosial yang negati! dan secara tidak langsung mempersulit #MI untuk melaksanakan misi misinya. Apalagi dengan kondisi masyarakat 'akar rumput( yang masih mempersoalkan masalah perbedaan golongan. $ika masih identik dengan Muhammadiyah, maka kalangan 6- tradisionalis tidak akan bisa menerima meski apa yang dibawa #MI adalah benar, dan sebaliknya. 5leh karena itu, untuk melancarkan misi perbaikan peradaban, maka #MI harus berbenah dengan menambahkan sistem perkaderan yang mendukung untuk hal ini. Sistem perkaderan #MI sudah baik, namun akan lebih baik bila #MI bisa diterima oleh semua kalangan. Seperti slogan khas 6- Al-$uha*ad1ah ala al-2adim as-'halih 4a al-akhdu bi al-5adid al-Ashlah +menjaga kebaikan yang sudah ada dan mengambil hal yang baru yang menambah kabaikan.. "agaimana mungkin #MI bisa melakukan pembaharuan, bila #MI saja ditolak langsung oleh peradaban. 5tokritik dari penulis sendiri adalah mengenai kejumudan #MI saat ini. "erangkat dari kritik 6anang TahIiI yang mengatakan #MI telah gagal diatas keberhasilannya sendiri. Artinya, sebenarnya #MI adalah pelopor penerapan sistem pengkaderan +training. dan kemudian sistem ini dipakai oleh organisasi lain. 6amun, #MI tidak mampu atau tidak mau untuk menciptakan sistem perkaderan baru agar bisa berbeda +dalam hal kualitas. dengan organisasi lain. Menurut analisa penulis, selama ini #MI terlalu 'saklet( dengan konstitusi atau teks teks ke #MI an yang telah dirumuskan, dan enggan untuk melakukan pembaharuan. 7alam istilah teologi, #MI saat ini masuk dalam kategori skriptualis +tekstualis.. Sebagaimana dalam pena!siran, interpretasi secara tekstualis menyebabkan suatu agama terjebak dalam sebuah kotak dan tidak bisa bergerak banyak. 5leh karena itu, diperlukan kontekstualisasi #MI agar ia bisa relevan sepanjang *aman, dan dapat merealisasikan redaksi untuk 4aktu yang tidak ditentukan dalam anggaran dasar #MI pasal 0. "egitulah, ada banyak objek pembaharuan yang tidak akan habis bila ditulis dalam kertas terbatas ini. "aik dalam konteks keislaman, keindonesiaan, kemahasiswaan dan ke #MI an. @ang jelas, pembaharuan adalah sebuah kebutuhan untuk merespon arus 'kontemporerisasi( yang terus berkembang sepanjang hidup manusia. #MI sebagai organisasi yang paling representati! sebagai perkaderan Mujadid 'hijau(, harus segera memperbaiki diri untuk perbaikan peradaban Indonesia dengan mayoritas muslim terbesar dunia. #MI adalah gerakan

pembaharuan, menjadikan Islam sebagai pisau bedah peradaban adalah hal yang sangat tepat. Sebab manusia belajar dari sejarah, dimana Islam yang dibawa oleh Muhamad memang mampu memperbaharui budaya budaya yang tidak berperikeadilan dan berkemanusiaan. #anya saja, perbaikan yang dilakukan oleh Muhamad belumlah sempurna. &eterbatasan usia sebagai manusia biasa, menjadi salah satu penyebabnya. )enulis sering bertanya tanya, jika Muhamad adalah nabi terakhir, kenapa konsep yang dibawa belum sempurna9 Apa hikmah dibalik ini semua9 Mungkin, yang dimaksud dengan 'terakhir( dalam rangkaian kenabian adalah !ormalitas tuhan saja. 6amun secara kultur, ruh prophetik beserta misinya masih diesta!etkan dari generasi ke generasi sampai Islam menjadi sempurna seutuhnya. 7alam konteks #MI, %arane pane juga telah tiada, namun 'kenabian( dan misi sucinya masih teresta!etkan dari generasi ke generasi sampai saat ini. )erbaikan demi perbaikan telah dilakoni, namun #MI sekarang belumlah !inal. Masih banyak pembaharuan yang akan muncul memperbaiki #MI. 6amun sayangnya, perbaikan yang nampak selama ini hanya dalam internal 'peradaban( #MI saja. )erbaikan secara lebih luas belum terlalu kentara. )adahal, jika dibiarkan, kerusakan moral, ekonomi dan budaya bangsa akan semakin dalam. 5leh sebab itu, sebagai kader yang mewarisi semangat pembaharuan Islam, #MI wajib melakukan langkah langkah kongkret. Merangkul organisasi junior seperti )ergerakan Mahasiswa Islam Indonesia +)MII., ;erakan Mahasiswa 6asional Indonesia +;M6I., &esatuan Aksi Mahasiswa Islam +&AMI. dan Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah +IMM. adalah langkah yang sangat diharapakan. Sebab selama ini, dinamika organisai kampus, masih diwarnai dengan sentimen lintas 'warna(. "agaimana mungkin peradaban yang baik bisa tercipta jika di dalam kampus + yang menjadi kawah candradimuka mahasiswa. saja tidak bisa menyatukan visi misi +meskipun realitanya sudah sama.. Melepaskan identitas kegolongan saat berinteraksi dengan lintas aliran diperlukan untuk melakukan sebuah rekonsiliasi. )embelajaran rekonsiliasi inilah yang seharusnya sudah ditanamkan sejak menjadi mahasiswa. ;ambaran umum masa depan Indonesia bisa dilihat dari dinamika yang ada di perguruan tinggi. $ika baik, maka imajinasi masa depan akan baik pula dan sebaliknya. Menurut cak nur, Islam adalah budaya yang mengunggulkan ikatan ikatan keadaban +bond o* ci&ility., seperti hormat pada hukum, toleransi, pluralitas, mempertahankan egalitarianisme, dan penjunjungan #AM sebagai !aham yang universal. 6ilai nilai budaya inilah yang menurut 8ak nur menjadi syarat terciptanya sebuah masyarakat madani. #al ini bisa diterima, sebab redaksi 'madani( diambil dari kata 'madaniyah(, yaitu tempat terlahirnya konstitusi demokratis pertama di dunia.

6ah sekarang, apakah Indonesia termasuk kategori masyarakat yang madani9 Menimbang demokrasi yang digunakan sebagai sistem pemerintahan. "elum, bangsa Indonesia belum menjadi masyarakat madani seutuhnya, meskipun nilai nilai demokrasi sudah dipakai disini. &enapa9 Sebab nilai nilai demokrasi yang disebutkan di atas ditegakkan secara setengah setengah. Ini adalah !akta dan sudah menjadi rahasia umum. "elum ada penghormatan hukum secara maksimal, justru hukum bisa dipermainkan. Aparat hukum pun tidak mendapatkan penghormatan yang minimal. &asus kericuhan sidang Mahkamah &onstitusi beberapa waktu yang lalu menjadi bukti bahwa lembaga hukum pun sudah kehilangan wibawa. "erita Intoleransi masih menjadi konsumsi sehari hari. )ersamaan hak dan keadilan masih dikebiri. #AM masih terinjak injak oleh kekuasaan. Ini berarti, bangunan demokrasi yang dibangun oleh para "ounding "athers masih belum sempurna. 5leh sebab ketidaksempurnaan itu, maka esta!et perbaikan harus segera di laksanakan layaknya sejarah perbaikan Islam, sampai demokrasi bisa tegakkan secara ka**ah. &aum muslimin yang berkewajiban menuntun Indonesia menuju negara yang adil, terbuka dan demokratis +8ak 6ur.. 5leh sebab itu, untuk memperbaiki kondisi peradaban bangsa yang serba krisis ini, diperlukan semangat juang para ulama prophetik, sebagai sang pewaris misi kenabian dalam perbaikan peradaban Islam. #MI adalah wadah dari itu semua, oleh karena itu, perbaikan internal #MI harus dilakukan terlebih dahulu. Agar para Mujadid mujadid hijau yang berproses di dalamnya menguasai kompetensi insan cita, yang menjadi standar minimal seorang Mujadid peradaban, seperti yang dijelaskan di bab bab sebelumnya. "egitulah, peradaban ini akan menjadi indah bila dibangun dengan keindahan. )eradaban ini akan menjadi damai bila dibangun dengan perdamaian. &eindahan dan perdamaian adalah seni dalam membentuk peradaban yang ideal. Ideal itu #ijau.

,aftar Pustaka
#arun 6asution, Islam #asional, $akarta. )ro!. 7r. #. Agussalim Sitompul, emikiran %$I dan #ele&ansinya dengan 'ejarah erjuangan (angsa Indonesia +$akarta, )enerbit 8:. Misaka ;a*ila, 0<<=..

"udi Munawar 1achman, +nslikopedi ,urcholish $adjid +$akarta, 7emocracy )roject, 0<//.)ro!. 7r. Agussalim Sitompul, -- Indikator !emunduran %$I +$akarta, )enerbit Misaka ;ali*a, 0<<=.

)ro!. 7r. Agussalim Sitompul, %$I $engayuh /iantara Cita dan !ritik +$akarta, )enerbit 8:. Misaka ;ali*a, 0<<=.

)ro!. 7r. Muhammad Sayyid Thantawi, +tika /ialog /alam Islam +$akarta, )enerbit MustaIim, 0<<3.

Tajus Syaro!i, .agasan !epemimpinan, #e*leksi !e-Islaman dan !e-Indonesiaan +@ogyakarta, )enerbit %itera, 0</2. .

Ath Thabary, Tarikh ath-Thabary , $u* :. )ro!. 7r. Agussalim Sitompul, emikiran %$I dan #ele&ansinya /engan 'ejarah erjuangan (angsa Indonesia +$akarta, )enerbit 8:. Misaka ;a*ila, 0<<=. Samuel ). #untington, (enturan Antar eradaban +@ogyakarta, )enerbit Dalam, 0<<2. . Adonis, at-Tsabit 4a al-$utaha44il +@ogyakarta, )enerbit %&IS, 0<<>.