You are on page 1of 2

PELATIHAN KEPADA PETANI SEBAGAI UPAYA PEMBANGUNAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT BERKELANJUTAN Perencanaan Direktorat Jenderal Perkebunan tahun

2010-2014 telah menetapkan bahwa pembangunan perkebunan tahun 2010-2014 lebih difokuskan pada 15 komoditas yang satu diantaranya adalah kelapa sawit. Perkebunan kelapa sawit di Indonesia terus meluas. Perluasan perkebunan kelapa sawit ini didorong dengan besarnya permintaan dunia akan minyak sawit untuk produksi bahan bakar nabati (bio fuel). Pembangunan perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Barat terus terjadi, hal ini dapat dilihat dari tabel berikut.

(Sumber: disbun-kalbar.go.id) Pembangunan perkebunan kelapa sawit berperan dalam meningkatkan penghasilan masyarakat khususnya yang terlibat dalam kemitraan dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit. Selain itu, tentunya perusahaan juga akan mendapatkan penghasilan yang meningkat. Sejalan dengan tujuan untuk mengembangkan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan dikiranya perlu untuk dilakukan peningkatan SDM yang berkualitas dalam bekerja, memiliki pengetahuan yang luas untuk meningkatkan produksi kelapa sawit.

Pelatihan terhadap petani kelapa sawit dapat dilakukan dengan cara memberikan informasi kepada para petani secara berkelompok untuk dapat memilih benih yang bermutu. Selain dengan teori dapat juga dilakukan dengan praktek langsung tentang pemilihan benih yang bermutu. Selain dilatih untuk memilih benih/bibit yang baik maka sebagai lanjutannya yaitu bagaimana memproduksi tanaman yang unggul dengan cepat dan banyak. Salah satu caranya yaitu melalui kultur jaringan. Untuk melakukan kultur jaringan dapat dilakukan di laboratorium. Dengan metode kultur jaringan akan didapatkan dengan cepat benih unggul dengan kualitas tanaman terbaik yang dapat memproduksi atau menghasilkan tandan kelapa sawit yang banyak dan buah yang besar-besar. Pelatihan lainnya yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan pelatihan teknologi informasi tentang penggunaan komputer dan menggunakan jaringan internet. Dimana kita dapat bercermin dari negara-negara maju yang para petani menggunakan internet untuk menunjang mereka dalam mengetahui caracara berkebun yang baik dari cara menanam, memelihara, dan memanen hasil kebun serta mendistribusikan hasil panen tersebut. Para petani juga dapat mengetahui harga pasaran kelapa sawit yang kadang-kadang sering naik turun. Selain itu para petani juga dapat terhubung, berkomunikasi dengan petani-petani lainnya dan bertukar informasi apapun terkait dengan pengembangan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan.