You are on page 1of 2

Terima Kasih, Mentoring

Oleh : Hafiz Syaifullah S.

Pertemuan kita di sini mungkin hanya sebuah kebetulan, tapi aku sungguh bersyukur karenanya Hei kawan, ingatkah kapan kita pertama kali bertegur sapa? Mungkin bukan di lingkaran ini, tapi disinilah pertama kali hati kita saling berbicara. Jika hati sudah yang berbicara, kau dapat mengerti apa yang kurasakan bahkan belum sempat aku berkata, begitu juga diriku. Aku sungguh bersyukur karena aku dapat menemukanmu di sini, di tempat para malaikat turut bersama kita. Mentoring mungkin tidak membuat seseorang menjadi beruntung, tapi seorang yang beruntung pasti ikut mentoring Aku merasa beruntung karena aku tak penah menutup hatiku untuk satu peluang kebaikan yang muncul lewat mentoring. Aku datang ke sini bukan karena sebuah nilai A, atau agar aku dicap sebagai orang sholeh. Bukan, sungguh bukan karena itu. Aku datang ke sini karena disinilah kesempatanku untuk memperbaiki diri. Bila hari ini lebih baik daripada hari kemarin, bukankah kita termasuk orang-orang yang beruntung? Bukan kesempurnaan yang kucari, hanya sedikit perubahan diri, perlahan tapi pasti Aku sadar diri ini tak sempurna. Aku hanya seorang manusia hina sok hebat yang baru belajar untuk bersikap rendah hati. Seandainya aku tak bertemu kalian, tentulah aku akan terus merasa berilmu, merasa hebat, bahkan merasa sudah pantas masuk surga dengan hanya tidak pernah ketinggalan sholat 5 waktu. Tapi disni, disinilah aku sadar aku tak ada apa-apanya dibanding kalian. Kalian, yang jauh lebih banyak ibadah yaumiyahnya dibanding diriku, tetap merasa diri tak pantas untuk masuk surga. Terima kasih kawan, semoga diri ini tetap istiqomah untuk menjadi pribadi yang senantiasa berubah menjadi lebih baik. Manisnya madu tak akan pernah sebanding dengan manisnya lingkaran madu Aku merasa telah dipilih oleh Allah swt untuk dapat ikut disini. Aku tak pernah menyangka dapat bertemu dengan orang-orang luar biasa. Orang-orang yang menjadi saingan sekaligus inspirasiku untuk menjalani hari-hari di depan dengan penuh semangat. Semangat untuk membuat perbedaan, semangat untuk membuat perubahan, bagi diri ini dan bagi umat ini.

Friksi-friksi akibat perbedaan pendapat seringkali terjadi, biarkan saja, ukhuwah yang akan mengeratkan kita kembali Seringkali kita berdebat mengenai banyak hal di pertemuan rutin kita. Lingkaran kita tak pernah sepi dengan argumen-argumen yang kita berikan, bahkan sebelum sesi diskusi dimulai. Namun, tak pernah sekalipun aku merasa debat-debat kita malah menjauhkan kita. Ukhuwah kita semakin erat, karena kita akhirnya saling memahami jalan pikiran masing-masing. Bukankah perbedaan adalah rahmat dari Allah swt? Ini hanya sebuah pilihan kecil yang menentukan seberapa besar langkahmu, menjadi sekedar baik atau lebih baik Tak ada yang memaksa kita untuk hadir di sini. Hadir di lingkaran ini hanya sebuah bentuk pilihan diri, apakah kita mau bersama-sama memperbaiki diri, ataukah kita hanya mau hidup sendiri? Sebuah pilihan kecil yang menentukan bagaimana hidupmu nanti. Yah ini mungkin dapat menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan pilihanmu, sebuah kalimat sederhana mentoring bukan segalanya, tapi segalanya dapat berawal dari mentoring. Pada akhirnya, kita hanya merealisasikan apa yang telah dilakukan oleh jiwa-jiwa kita sebelum lahir ke dunia, bertemu dan berpisah karena Allah swt melalui lingkaran ini