Вы находитесь на странице: 1из 1

ABSTRAK

Latar Belakang. Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang mengakibatkan angka kesakitan yang tinggi. Hipertensi akan memberi gejala yang berlanjut untuk suatu target organ seperti otak (stroke), pembuluh darah jantung (penyakit jantung koroner), otot jantung ( left ventricle hypertrophy). Prevalensi hipertensi di seluruh dunia, diperkirakan sekitar 15-2 !. Hipertensi lebih banyak menyerang pada usia setengah baya pada golongan umur 55-"# tahun. Hipertensi di $sia diperkirakan sudah men%apai &-1&! pada tahun 2 ', hipertensi dijumpai pada #.# per 1 . penduduk. Hasil (urvey )esehatan *umah +angga tahun 2 &, prevalensi hipertensi di ,ndonesia %ukup tinggi, &- per 1. anggota rumah tangga, pada tahun 2 ' sekitar 15-2 ! masyarakat ,ndonesia menderita hipertensi. .anyak /aktor yang berperan untuk terjadinya hipertensi meliputi /aktor risiko yang tidak dapat dikendalikan (mayor) dan /aktor risiko yang dapat dikendalikan (minor). 0aktor risiko yang tidak dapat dikendalikan (mayor) seperti keturunan, jenis kelamin, ras dan umur. (edangkan /aktor risiko yang dapat dikendalikan (minor) yaitu olahraga, makanan (kebiasaan makan garam), alkohol, stres, kelebihan berat badan (obesitas), kehamilan dan penggunaan pil kontrasepsi. Penyakit hipertensi merupakan penyakit yang tidak terlepas dari gaya hidup. 1aya hidup yang tidak sehat dapat menjadi /aktor pen%etus mun%ulnya hipertensi, atau bahkan memperparah kejadian hipertensi. 2bat-obat antihipertensi yang tersedia hanya membantu untuk menurunkan tekanan darah pada hipertensi sekunder. Hal yang terpenting adalah mengeradikasi penyakit primer yang men%etuskan hipertensi. 3engingat banyaknya /aktor risiko yang berperan dibutuhkan dukungan keluarga dalam penatalaksanaan penyakit asma. Tujuan. +eridenti/ikasinya /aktor-/aktor yang dapat mempengaruhi terjadinya penyakit pasien serta diketahuinya menejemen pelayanan kesehatan strata pertama berbasis keluarga dalam penatalaksanaan penyakit hipertensi serta dukungan keluarga terhadap hasil pelayanan. Metodelogi. 4y.(, -5 tahun, dengan keluhan sakit kepala sejak 6 " bulan terakhir. (akit kepala dirasakan bersi/at terus-menerus disertai rasa berat terutama di bagian belakang kepala. 7ilakukan tindak lanjut mengenai keluhan dengan memberikan edukasi mengenai /aktor-/aktor yang menimbulkan hipertensi dan memberikan terapi pemberian %aptopril 25 mg 2 kali sehari. Hasil. )eluhan berkurang, tetapi masih diperlukan pengontrolan terhadap konsumsi obat antihipertensi, serta manajemen stress yang lebih baik. Kesimpulan. +elah dilaksanakannya pelayanan yang komprehensi/, paripurna berkesinambungan pada pasien. +elah dilakukan identi/ikasi /aktor-/aktor yang berpengaruh pada penyakit pasien. +elah dilakukan penilaian kemampuan keluarga untuk menyelesaikan masalah pasien. Kata Kunci. Hipertensi, Pelayanan kedokteran keluarga.