You are on page 1of 2

ANALISA DATA Pada praktikum kali ini dilakukan sebuah percobaan mengenai penguat kelas B tanpa trafo atau

penguat umpan balik negative seri-seri. Pada praktikum penguat umpan balik negative seri-seri digunakan dua transistor sehingga terdapat dua nilai VBE. Jenis konfigurasi yang digunakan dalam rangkaian ini adalah pengikut emitter atau common collector yang dijadikan satu dengan transistor atas jenis npn yang akan digunakan untuk menjaga setengah siklus positif dari tegangan sumber, sedangkan transistor ba ah merupakan transistor pnp untuk memelihara setengah siklus negative dari tegangan sumber. !elama setengah perioda positif dari tegangan sumber, dioida emitor dinyalakan "turned on#. !elama setengah perioda negative dari sumber tegangan, diode emitter dibias balik, dan tidak arus yang mengalir. !ehingga sinyalnya setengah gelombang. $emudian pada pengikut emitor pnp selama setengah siklus positif dari tegangan sumber ac, diode emitor dibias balik dan tidak ada arus kolektor yang mengalir, tetapi pada setengah siklus negative dari tegangan sumber, diode emitor dibias maju sehingga menyebabkan tegangan output setengah siklus negative pada osiloskop. %ari hasil pengukuran dihasilkan VBE& bernilai 'mV sedangkan VBE( (')mV. *ntuk Pout dihasilkan nilai yang sangat kecil yakni +.++++&),. nilai %aya keluaran "Pout# ini dihasilkan dari perbandingan antara tegangan output "rms# kuadrat dengan beban "-.#. sedangkan Pdc dihasilkan daya sebesar +.+++/, hasil ini didapat dari perkalian antara Vcc dengan 0c. !ehingga dari rangkaian percobaan ini dihasilkan efisiensi sebesar &.123 yang didapat dari perbandingan antara Po"rms# dengan Pdc. 4abel 4egangan Bias Tegangan Hasil Terukur Pengukuran VBE& 'mV VBE( (')mV VE &5+mV 4abel Efisiensi Penguatan Parameter Hasil Pengukuran Vo"rms# &(5mV 0c"%6# +.+1m7 Po"rms# +.++++&), Pdc +.+++/, &.123 Pada percobaan kedua dilakukan percobaan respon frekuensi pada rangkaian umpan balik negative. %imulai dengan pemberian frekuensi &+89 pada rangkaian

dihasilkan Vout sebesar ::)mV dengan 7v yang merupakan perbandingan tegangan output dengan tegangan input "dengan nilai Vin ; (Vpp# dihasilkan sebesar +.((). !ampai dengan frekuensi 5+89 tegangan output terus bertambah, namun pada saat diberikan frekuensi &++89 tegangan output turun menjadi :&(mV sehingga penguatan juga turun menjadi +.(+1. Penurunan tegangan output ini terus terjadi sampai pada frekuensi 5$89. Pada frekuensi 5$89 tegangan output sebesar &52mV dan tegangan ini konstan sampai frekuensi &<89 sehingga penguatan tegangan akan konstan pada nila +.+1' seperti ditunjukkan pada tabel respon frekuensi di ba ah ini. 4abel -espon =rekuensi Frekuensi (Hz) Vout(rms) Av = Vout / Vin &+ ::) mV +.(() (+ :25 mV +.(51 5+ :'& mV +.(: &++ :&( mV +.(+1 (++ (2( mV +.&51 5++ &/: mV +.+/2 &$ &12 mV +.+'5 ($ &:5.( mV +.+2& 5$ &52 mV +.+1' &+$ &52 mV +.+1' (+$ &52 mV +.+1' 5+$ &52 mV +.+1' &++$ &52 mV +.+1' (++$ &52 mV +.+1' 5++$ &52 mV +.+1' &< &52 mV +.+1' !SI"P#LAN %ari hasil praktikum kali ini dapat disimpulkan bah a> &. Penguat kelas B dihasilkan penguat tegangan (. -angkaian penguat kelas B tanpa trafo dapat dilakukan dengan transistor dengan transistor atas npn dan transistor pnp. 5. Pada frekuensi tertentu penguat kelas B tidak bisa dikuatkan kembali karena mempunyai penguatan batas.