You are on page 1of 0

Tata tulis hasil penelitian menjadi suatu artikel ilmiah 1

TATA TULIS HASIL PENELITIAN MENJADI SUATU ARTIKEL ILMIAH


Putri C.Eyanoer, MD.,Ms.Epi.,Ph.D.

Setiap artikel ilmiah biasanya mengandung dua hal penting yaitu isi, yang merupakan hal-hal apa yang
ingin disampaikan dan bentuk, yaitu segala sesuatu yang berhubungan dengan tata bahasa dalam
penulisan isi tersebut. Ketika penulisan artikel dari karya ilmiah akan dimulai langkah yang sistematis
harus ditetapkan yang dimulai dari :
1. Pengembangan Gagasan dan Perencanaan Naskah
Wujud gagasan dalam menulis manuscript dapat berupa hasil penelitian (ilmiah) ataupun hasil
pemikiran (non ilmiah). Untuk kebutuhuan penulisan manuscript dari hasil Karya Tulis Ilmiah
mahasiswa F.Kedokteran USU, penulis dapat memilih apakah akan menuliskan seluruh atau
sebagian dari ide yang ada dalam laporan hasil penelitian. Gagasan dari laporan penelitian bisa
merupakan ide yang bersifat replikasi ataupun baru (novel). Tentunya publikasi dari suatu hal
yang baru dan original akan lebih menarik minat dari penerbit untuk mempublikasikan.
Beberapa hal yang perlu dipikirkan ketika memunculkan gagasan untuk sebuah artikel yaitu:
Bagaimana sifat cakupan keilmuan artikel (dari sangat spesifik ke sangat umum)
Sejauh mana aspirasi wawasan artikel (internasional, regional, nasional, kawasan, lokal)
Bagaimana tingkat sumbangan terhadap kemajuan ilmu (tinggi, sedang, rendah)
Bagaimana pula dampak ilmiah dari artikel (tinggi, sedang, rendah)
Sejauh apa kualitas jenis sumber acuan (primer, sekunder)
Bagaimana dengan kemutakhiran pustaka acuan (proporsi penelitian harus lebih
dominan dibandingkan teoritis)
Sejauh apa sintesis data yang ada dan analisanya (baik, cukup, kurang)
Bagaimana hasil penelitian disimpulankan dan sejauh apa generalisasi hasil bisa
dilakukan (baik, cukup, kurang)
Pengungkapan gagasan yang akan ditulis dalam artikel hendaknya direncanakan samapi matang
oleh penulis sehingga hal ini akan memudahkan penulis dalam menulis draft maupun naskah
akhir. Ada baiknya gagasan ini bersifat cukup fleksible untuk memudahkan revisi jika
dibutuhkan.
Ketika gagasan dipersiapkan maka ini akan memandu penulis dalam menulis artikel, dimana
setiap komponen dari gagasan akan menjadi isi dalam artikel, seperti tertera di bawah ini:
1. Gagasan artikel menjadi kerangka isi artikel
Tata tulis hasil penelitian menjadi suatu artikel ilmiah 2

2. Gagasan bagian artikel kerangka isi bagian artikel
3. Gagasan paragraph kerangka isi paragraph

2. Pengembangkan Paragraph dan Menulis Draft
Pengembangan dari paragraph disesuaikan dengan gaya selingkung dari jurnal pilihan. Gaya
bahasa yag digunakan oleh penulis dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah
tujuan penulisan. Tujuan penulisan artikel memerlukan tata tulis yang baku sesuai kaidah
penulisan karya ilmiah. Perlu diingat bahwa bobot dari artikel bukan terletak pada gaya
selingkung. Akan tetapi tata tulis, sedikit banyak memang berpengarh terhadap kualitas artikel.
Artikel yang tidak mengikuti kaidah tulisan ilmiah akan kehilangan bobotnya.

3. Finalisasi penulisan manuscript dilaksanakan setelah draft selesai. Penyesuaian mulai dari
penulisan judul, isi artikel, tabel dan grafik menurut gaya selingkung jurnal pilihan MUTLAK
dikerjakan untuk memudahkan editor dalam menilai manuscript.

GAYA SELINGKUNG E-JOURNAL F.KEDOKTERAN USU
Saat ini terdapat banyak sekali jurnal ilmiah untuk setiap bidang ilmu karena hampir di setiap negara
maju, organisasi profesi ilmiahnya menerbitkan jurnal yang bertaraf nasional maupun internasional.
Diantara jurnal-jurnal ilmiah tersebut tentu saja masing-masing memiliki inhouse style (gaya selingkung)
yang berbeda-beda. Di lain pihak, kualitas suatu jumal ilmiah sangat ditentukan antara lain oleh kualitas
kerjasama antara pengelola jumal (dewan redaksi), penyunting ahli dan penulis artikel ilmiah. Bagi
seorang peneliti, adalah suatu prestasi yang membanggakan apabila artikel ilmiah yang ditulis dari
penelitian yang telah di lakukannya dapat dipublikasikan dalam salah satu jumal ilmiah. Oleh karena itu
langkah pertama yang harus dilakukan untuk mencapai hal tersebut adalah dengan cara mengikuti gaya
selingkung dari jumal yang diharapkan akan mempublikasikan tulisan yang dibuat. Untuk memudahkan
lolosnya artikel dalam seleksi sebaiknya gaya selingkung dipelajari dengan seksama (cari/baca: petunjuk
bagi calon penulis (guideline for authors). Untuk majalah elektronik F.Kedokteran, secara singkat
tahapan gaya selingkung yang harus dilalui adalah seperti yang terlampir di bawah ini :

Tata tulis hasil penelitian menjadi suatu artikel ilmiah 3

Halaman judul dan penulis : Berisikan judul artikel dibuat dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
Judul artikel yang baik bersifat ringkas, informatif dan deskriptif, (tidak mengandung singkatan dan
maksimum 12-14 kata),istilah bahasa asing ditulis denganhuruf italic.
Running title (maksimum 40 karakter termasuk huruf dan spasi) pada bagian bawah dari halaman judul

Penulis : Nama penulis yang dicantumkan hanya terbatas kepada mereka yang benar-benar terlibat
dalam pengerjaan isi dari artikel, termasuk disini pembuat konsep dan design, analisis dan interpretator
data. Nama lengkap dari penulis dicantumkan anpa gelar akademik, asal institusi, alamat/email penulis
utama (untuk korespondensi) dan asal beasiswa (jika ada),

Abstrak dan kata kunci (Abstract and Keywords) : Abstrak ditulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa
Inggris. Abstrak merupakan sari tulisan yang meliputi latar belakang penelitian secara ringkas, tujuan,
teori, bahan dan metode yang digunakan (subyek penelitian, seleksi, observasi ataupun analitik), hasil
temuan serta simpulan. Rincian perlakuan tidak perlu dicantumkan, kecuali jika memang merupakan
tujuan utama penelitian Abstrak disiapkan dalam maksimum 250 katadan ditulis dalam jarak 1 spasi dan
deilengkapi dengan 3-5 kata kunci yang bermakna untuk indexing.

Teks : Teks dituliskan dengan urutan IMRAD (Introduction, Methods, Results, Discussion dan
Conclusion). Footnotes tidak dianjurkan sebaiknya jika penting diintegrasikan dalam paragraph. Untuk
pengukuran digunakan satuan standard SI (System Internationale Units) dan boleh digunakan abbreviasi
(mis.mm, kcal, km, dst). Penggunaan abbreviasi dan penulisan angka di awal kalimat tidak dibenarkan
dalam teks. Perhatikan penggunaan nomor ketika mensitasi dari gambar ataupun grafik yang ada.

Pendahuluan (Introduction)
Dalam pendahuluan dikemukakan suatu permasalahan/konsep/hasil penelitian sebelurnnya
secara jelas dan ringkas sebagai dasar dilakukannya penelitian yang akan ditulis sebagai artikel
ilmiah. Pustaka yang dirujuk hanya yang benar-benar penting dan relevan dengan perrnasalahan
untuk rnenjustifikasi dilakukannya penelitian, atau untuk mendasari hipotesis. Pendahuluan
juga harus menjelaskan rnengapa topik penelitian dipilih dan dianggap penting, dan diakhiri
dengan menyatakan tujuan penelitian tersebut.


Tata tulis hasil penelitian menjadi suatu artikel ilmiah 4

Metode (Methods)
Alur pelaksanaan penelitian harus ditulis dengan rinci dan jelas sehingga peneliti lain dapat
rnelakukan penelitian yang sama (repeatable and reproduceable). Spesifikasi bahan-bahan harus
rinci agar orang lain mendapat informasi tentang cara rnemperoleh bahan tersebut. Jika metode
yang digunakan telah diketahui sebelurnnya, rnaka acuan pustakanya harus dicanturnkan. Jika
penelitian terdiri dari beberapa eksperirnen, rnaka metode untuk rnasing-rnasing eksperirnen
harus dijelaskan.

Hasil dan Pembahasan (Results and Discussion)
Hasil penelitian dalam bentuk data rnerupakan bagian yang disajikan untuk rnenginformasikan
hasil ternuan dari penelitian yang telah dilakukan. Ilustrasi hasil penelitian dapat rnenggunakan
grafik/tabel/garnbar. Tabel dan grafik harus dapat dipaharni dan diberi keterangan secukupnya.
Hasil yang dikernukakan hanyalah ternuan yang bermakna dan relevan dengan tujuan
penelitian.Temuan di luar dugaan yang tidak sesuai dengan tujuan penelitian harus rnendapat
ternpat untuk dibahas. Jika artikel rnelaporkan lebih dari satu eksperirnen, rnaka tujuan setiap
penelitian harus dinyatakan secara tegas dalarn teks, dan hasilnya harus dikaitkan satu sarna
lain. Dalarn Pernbahasan dikemukakan keterkaitan antar hasil penelitian dengan teori,
perbandingan hasil penelitian dengan hasil penelitian lain yang sudah dipublikasikan.
Pemnbahasan menjelaskan pula implikasi temuan yang diperoleh bagi ilmu pengetahuan dan
pemanfaatannya.

Simpulan dan Saran (Conclusion and Suggestion)
Simpulan merupakan penegasan penulis mengenai hasil penelitian dan pembahasan. Saran
hendaknya didasari oleh hasil temuan penelitian, berimplikasi praktis, pengembangan teori baru
(khusus untuk program doktor), dan atau penelitian lanjutan.


Tabel dan illustrasi : Setiap table dan judul table dituliskan pada halaman tersendiri dan tentukan posisi
dari tabel pada teks. Tabel harus diberi nomor (arab), judul dituliskan pada bagian atas tabel, harus
singkat dan padat yang menunjukkan tujuan dari tiap tabel. Tabel yang ditampilkan hanya menampilkan
garis lajur saja (lihat contoh di bawah ini):

Tata tulis hasil penelitian menjadi suatu artikel ilmiah 5


Tabel 1. Distribusi Tingkat Pengetahuan Responden dalam Penggunaan Tempat Pembuangan
Sampah
Kategori pengetahuan Jumlah (orang) %
Baik 92 92,0
Sedang 8 8,0
Kurang 0 0
Jumlah 100 100,0

Tabel 2. Tabulasi Silang Pengetahuan Dengan Tindakan Responden Dalam Penggunaan
Tempat Pembuangan Sampah
Pengetahuan Tindakan
Baik Sedang Kurang n % p
n % n % n %
Baik 88 95,6 4 4,3 0 0,0 92 100,0 0,347*
Sedang 7 87,5 1 12,5 0 0,0 8 100,0
Kurang 0 0,0 0 0,0 0 0,0 0 0
*tidak significant (p=0.005)

Hal yang sama dilakukan untuk illustrasi. Legend yang menjelaskan illustrasi juga harus dicantumkan.
Besar ilustrasi antara sampai dengan halaman dan untuk judul dituliskan pada bagian bawah
ilisutrasi











Tata tulis hasil penelitian menjadi suatu artikel ilmiah 6


Metode statistik : Seluruh analisa statistik yang digunakan wajib dicantumkan dalam bagian metodologi
dari teks. Ketika prosedur yang tidak lazim digunakan maka perlu dijelaskan secara detail dan
menyertakan referensinya.

Acknowledgments : Ucapan terima kasih dibuat secara ringkas sebagai ungkapan rasa terima kasih
penulis kepada pihak-pihak yang membantu, akan tetapi terbatas pada mereka yang membantu
penelitian secara professional, baik bantuan teknis ataupun financial.

Referensi : Bahan rujukan (referensi) yang dimasukkan dalam daftar pustaka hanya yang benar-benar
disebutkan dalam naskah artikel. Penulisan daftar rujukan secara lengkap dilakukan pada halaman baru.
Agar penulisan daftar pustaka lengkap, maka daftar dibuat sebagai tahap penulisan paling akhir. Naskah
dibaca dari awal sampai akhir, lalu ditulis dalam daftar semua referensi yang ada dalam naskah dan
daftar tersebut digunakan untuk menyusun daftar pustaka. Referensi maksimum adalah 30 buah dan
terbatas pada terbitan yang terkini. Referensi dituliskan berurut berdasarkan nomor yang dituliskan
dalam teks. Referensi dituliskan dengan Harvard style.

Catatan : Jumlah halaman naskah keseluruhan yang di emailkan kepada editor E-Jurnal F.Kedokteran
USU tidak melebihi 7 halaman dengan , format atas dan kiri berjarak 4 cm, kanan dan bawah 3 cm dari
tepi kertas kuarto.