You are on page 1of 33

METODA PELAKSANAAN PEKERJAAN

BALAI
SATUAN KERJA
KEGIATAN
PEKERJAAN
TAHUN ANGGARAN

: WILAYAH SUNGAI NUSA TENGGARA II


: NVT PELAKSANAAN JARINGAN SUMBER AIR SDA
NUSA TENGGARA II PROV. NTT
: SUNGAI DAN PANTAI I
: PEMBANGUNAN PERKUATAN TEBING SUNGAI
BOENTUKA (270 M) DI KABUPATEN TTS
: 2012

UMUM
Sungai Boentuka yang mengalir sepanjang tahun, menunjukkan bahwa
daerah aliran sungai tersebut cukup besar sehingga kompleksitas dalam
penanganan akibat kerusakan yang timbul karena adanya bencana alam.
Lokasi kegiatan yang sangat berdekatan dengan sarana permukiman, jalan
Negara, apalagi bila tiba turun hujan sering akan menimbulkan banjir yang
mengakibatkan tanah longsor dan menggerus pada dinding tebing sungai.
Pada Sungai Boentuka yang akan dilakukan kegiatan pembangunan
perkuatan tebing, pembetulan alur sungai dan pembuatan krib merupakan
daerah dengan kemiringan yang relatif landai dimana timbul pulau-pulau akibat
sedimen yang mengendap sehingga morfologi sungai menjadi berubah tak
beraturan.
Satuan kerja NVT. Pelaksanaan Jaringan Sumber Air SDA Nusa
Tenggara II Prov. NTT Kegiatan Sungai dan Pantai I memberi respon terhadap
bahaya banjir yang telah merusak tebing sungai dan alur sungai yang perlu
dilakukan pembetulan.
Suatu bangunan sipil akan dibangun secara tepat, hemat dan singkat
maka diperlukan adanya suatu sistim yang harus dipakai berupa suatu rencana
kerja dengan metode pelaksanaan yang tepat yang berguna sebagai
pengontrol dalam pelaksanaan pekerjaan dilapangan, tentunya disesuaikan
dengan spesifikasi teknis yang tertera dalam dokumen kontrak. Hal ini akan
berdampak pula terhadap penggunaan tenaga kerja yang disesuai dengan
keahlian masing-masing (profesionalisme sangat diutamakan), penerapan ilmu
pengetahuan dalam bidang pengairan yang tepat, pemanfaatan peralatan kerja
(alat berat sesuai kapasitasnya) yang tepat guna, pemanfaatan waktu kerja
yang efektif mungkin sehingga pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu,
bahkan bila diperlukan penggunaan waktu yang lebih singkat sangat
diharapkan serta penggunaan dana yang telah disiapkan secara hemat dengan
tidak mengabaikan mutu pekerjaan sehingga bangunan tersebut dapat
bermanfaat bagi masyarakat sekitar.hal mana sering menimbulkan luapan
banjir yang menggenangi Daerah Permukiman, Daerah Irigasi,sehingga oleh
Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II dalam kegiatan Sungai dan Pantai I
akan melanjutkan pembangunan prasarana pengedalian banjir berupa
1

Pembetulan Alur Sungai, Perkuatan Tebing Sungai dan Krib yang berlokasi
di areal luapan dan gerusan agar di waktu terjadi hujan tahun berikutnya
minimal dapat teratasi sebagian wilayah dari gangguan banjir. Jenis kegiatan ini
pekerjaan ini merupakan kegiatan yang sama dan sejenis seperti tahun-tahun
sebelumnya dimana penguasaan kerja di wilayah sungai cukup dipahami
karakteristiknya dengan baik dan jelas.
Untuk mewujudkan suatu bangunan sipil secara tepat, hemat dan
singkat diperlukan adanya rencana kerja dengan suatu metode yang
tepat pula dan berdampak pada adanya efisiensi serta efektifitas
terhadap:
a. Penggunaan tenaga kerja yang professional
b. Penerapan teknologi khususnyadi bidang pengairan secara tepat
c. Penggunaan peralatan kerja yang tepat guna
d. Penggunaan waktu kerja yang lebih singkat
e. Penggunaan anggaran biaya yang lebih hemat
Khusus untuk bangunan pada sungai, umunya kegiatan meliputi
pekerjaan:
- Pekerjaan tanah seperti pekerjaan galian, urugan atau timbunan
tanah dipadatkan
- Pekerjaan perbaikan sungai seperti pekerjaan perkuatan tebing dan
krib dalam upaya memproteksi kerusakan jalan Negara Ruas Jalan
Boentuka
- Melindungi Area Permukiman dan Perkebunan.
Untuk menjawab kebutuhan pekerjaan seperti tersebut di atas, maka
perlu disusun suatu metode pelaksanaan sebagai kerangka acuan /
pedoman bagi kami dalam melaksanakan setiap kegiatan dan juga
dijadikan sebagai bahan audit bagi pihak proyek terhadap keterlambatan
maupun ketepatan pelaksanaan kegiatan dimaksud.
Sesuai Dokumen Pelelangan untuk Paket Pembangunan Perkuatan
Tebing Sungai Boentuka (270 m) di Kabupaten TTS, setelah kami
mempelajari dokumen tersebut dengan cermat, maka kami dalam
melaksanakan pekerjaan tersebut sesuai jangka waktu yang ditetapkan.
1. SUMBER BORROW AREA DAN QUARRY AREA
Untuk Penyediaan bahan lokal seperti batu kali pengisi bronjong dibeli
dari masyarakat pengumpul pada lokasi tambang diseputar alur Sungai
Boentuka dan wilayah tambang lainnya yang saat ini dilakukan
penambangan, sedangkan Ijuk dan Cerucuk dipesan dari masyarakat
desa disekitar daerah Boentuka. Sedangkan Quarry terdapat disekitar
sungai, antara lain meliputi batu pengisi bronjong, pasir, tanah yang akan
diajukkan ke direksi untuk mendapat persetujuan penggunaannya yang
sudah memenuhi standar kualitas mutu misalnya tanah timbunan
diperoleh dari lokasi yang jaraknya kurang lebih 5 km yang harus melalui
2

test laboraturium Mekanika Teknik di Dinas Pekerjaan Umum Provinsi


Nusa Tenggara Timur, sedangkan Bronjong didatangkan dari Jakarta
hasil pabrikasi yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI-030090-1999)
Sumber air yang digunakan untuk penyiraman pada waktu pemadatan
diperoleh dari sungai sekitar lokasi kegiatan.
2. STRUKTUR ORGANISASI LAPANGAN
Dalam wujud pertanggung jawaban setiap simpul pelaksanaan
administrasi dan fisik di lapangan dibutuhkan suatu organisasi yang
mengatur setiap lini dalam berinteraksi untuk mewujudkan barang yang
dibutuhkan oleh pengguna jasa.
Penempatan personil yang berpengalaman pada bidang dan sub bidang
yang sesuai dengan pekerjaan yang diminta akan sangat membantu
dalam mencapai sasaran yang tepat waktu, tepat mutu / kualitas dan
tepat manfaat dan efektifitas serta efisien,
Setiap personil akan diuraikan sesuai tugas pokok dan fungsi masingmasing agar memudahkan dalam koordinasi dan pelaksanaan tugas.
Struktur dan Tupoksi Personil sebagai berikut :
DIREKTUR
.
Ferdinan Kapoh
.

Kepala Proyek
.
Johana A.M. Runtukahu,ST
.

Petugas Keuangan
Alice Takalao

Pelaksana
Frederik D M Sigar
.

Petugas Adminstrasi Teknik


.
Danny I Betah

Pembantu Pelaksana

Juru Ukur

Viktor I Sanggur

Dharma Munardi

Pelaksana Quality Control


.
Youngky C Suatan

Petugas Logistik
Alvando H Hada

Susunan Organisasi ini disesuaikan dengan persyaratan dalam dokumen


pelelangan yang merupakan jabaran tuntutan dari kondisi lapangan dan jenis
kegiatan yang akan dilaksanakan.
Adapun personil inti yang diusulkan adalah sebagai berikut :
1)

Kepala Proyek mempunyai tugas, tanggung jawab dan wewenang


adalah :
1. Menyusun kebutuhan biaya, peralatan, bahan konstruksi dan
tenaga kerja untuk pelaksanaan pekerjaan.
2. Menyetujui, mengontrol dan bertanggung jawab atas seluruh
pelaksanaan fisik, keuangan yang digunakan.
3. Merencanakan rencana mutu kerja dan berkoordinasi dengan
direksi teknis tentang hal-hal yang perlu direvisi atas
penyesuaian dilapangan.
4. Bertanggung jawab kepada direktur atas tugas yang
diserahkan kepadanya.
5. Atas nama direktur untuk berkoordinir dengan pihak proyek
dan pihak lain atas pelaksanaan pekerjaan tersebut diatas.

2)

Pelaksana
1. Mengatur dan merencanakan tenaga-tenaga pelaksanaan fisik
dan penggunaan tenaga dilapangan.
2. Mengkoordinir tenaga kerja (pekerja, mandor, tukang, kepala
tukang) dalam melaksanakan pekerjaan.
3. Mengawasi langsung atas mutu kerja dan mutu bahan serta
ketepatan ukuran yang disyaratkan.
4. Bertanggung jawab atas mutu / kualitas dan prestasi kerja
kepada kepada Kepala Proyek.

3)

Pembantu Pelaksana
1. Melaksanakan pekerjaan dengan konsisten sesuai dengan
instruksi kerja yang diterima dari pelaksana Lapangan.
2. Membuat buku (catatan pelaksanaan) agar kekurangan
kerungan yang ada dilokasi pekerjaan dapat dibahas dengan
pelaksana lapangan sehingga kekurangan kerungan
tersebut dapat dibenahi agar tidak mengganggu kemajuan
pelaksanaan.
Juru Ukur
1. melakukan pengecekan ulang / pengukuran ulang terhadap
gambar kontrak (hasil perencanaan),dan mencari titik BM
(Brench Mark) serta mencari patok patok bantu sesuai
gambar kontrak .
2. Melaporkan hasil pengukuran baik yang sesuai dengan gambar
rencana (gambar kontrak) maupun yang berbeda kepada

4)

pelaksana dan pembantu pelaksana


untuk didiskusikan
dengan direksi teknis.
3. Bertanggung jawab terhadap setiap data pengukuran dan hasil
gambar.
4. memelihara bukti bukti hasil kerjanya
5)

Administrasi Teknik
1. Bertanggung jawab terhadap pembuatan dan pengendalian
gambar kerja.
2. Melakukan tinjauan kontrak ditingkat proyek dan pembuatan
addendum kontrak
3. Membantu kepala proyek dalam menyusun rencana kerja
apabila diperlukan
4. Mendata setiap kemauan pekerjaan /progress,mendata
cuaca,tenaga dan alat.
5. Mengumpulkan kelengkapan administrasi teknik dalam rangka
serah terima pekerjaan (PHO FHO).
6. Memelihara bukti bukti kerjanya.

6)

Quality Control
1. Melakukan pengujian terhadap semua kegiatan terpasang baik
mutu dan ukurannya
2. Melakukan uji material yang akan digunakan selain bahan
pabrikan agar sesuai dengan spesifikasi teknis yang
disyaratkan
3. Melakukan pemesanan dan menyiapkan serta mengeluarkan
bahan material dan kebutuhan harian bagi pelaksanaan
pekerjaan secara kontinyu dan lancar
4. Mengontrol keluar masuk bahan serta mengganti bahan yang
ditolak oleh direksi
5. Bertanggung jawab terhadap arus masuk bahan material lokal
dan non lokal kepada Kepala Proyek melalui Pelaksana
6. Menverifikasi hasil pelaksanaan priodik yang tidak sesuai
spesifikasi
7. Memelihara bukti bukti atas hasil pekerjaannya

7)

Logistik
1. Mengatur semua peralatan yang akan digunakan untuk
kegiatan pelaksanaan pekerjaan.
2. mengatur dan mengecek kesiapan peralatan termasuk
kebutuhan bahan bakar.
3. mengatur dan mengcek kebutuhan bahan / material agar
dalam pelaksanaan pekerjaan, bahan / material selalu tersedia
dan tercukupi.
5

8)

Administrasi Keuangan
1. Menyiapkan dan melaksanakan pelaporan secara periodik
atas kemajuan dan mendokumentasikan/arsip semua
dokumen yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan yang
diambil dari lapangan.
2. Menyelenggarakan administrasi umum, teknis dan keuangan
termasuk pertanggung jawabannya.
3. Menyediakan dan mengeluarkan biaya pengadaan bahan
konstruksi, perlengkapan peralatan dan biaya tenaga kerja
yang dibutuhkan atas perintah pelaksana.
4. Bertanggung jawab atas kesiapan dan tersedianya laporan
pendukung untuk permintaan uang tagihan / termin kepada
proyek.
3. METODE KERJA
Kegiatan ini akan memberi gambaran tentang apa yang akan
dilaksanakan mulai dari proses input material / bahan, tenaga, dan
peralatan yang memalalui proses pengerjaan untuk menghasilkan suatu
barang / bangunan yang sesuai dengan bentuk, ukuran dan spesifikasi
sesuai dengan yang direncanakan dimana akan kami uraikan sebagai
berikut :
1) Tahap Persiapan
Kegiatan-kegiatan pada tahapan ini meliputi :
a. Pertemuan pendahuluan dengan proyek, untuk mendapatkan
penjelasan akan isi dokumen kontrak, mutu, spesifikasi teknis
dan lain sebagainya termasuk penetapan direksi dan pengawas
lapangan, dimana kami akan memaparkan rencana kerja dan
rencana pengendalian mutu kontrak untuk mendapat
persetujuan dari direksi yang nantinya akan menjadi pedoman
dalam pelaksanaan dan pengendalian dari pengguna jasa.
b. Sosialisasi awal dan koordinasi rencana pelaksanaan kegiatan
di lapangan kepada masyarakat dan pemerintah setempat
sekaligus mengharapkan keterlibatan tenaga lokal yang
mempunyai kemampuan / skill bagi jenis pekerjaan tertentu.
pengalaman kerja kami selam melaksanakan kegiatan
perbaikan sungai umumnya masyarakat sangat mendukung dan
membantu kelancaran kerja yang tentunya sangat tergantung
pula dengan pola pendekatan dengan melibatkan tokoh
masyarakat dan pemuka Agama serta aparat terkait sehingga
koordinasi di tingkat bawah senantiasa dan berkala bahkan rutin
selalu dilakukan sesuai tuntutan kondisi lapangan.

Pihak Pemilik Pekerjaan melalui Panitia Sosialisasi dan


didampingi oleh Kontraktor menjelaskan secara rinci maksud
dan tujuan dari pekerjaan tersebut,sehingga pemerintah dan
masyarakat setempat dapat memahami manfaat bagi
pembangunan konstruksi tersebut dan selanjutnya mendukung
sepenuh dalam setiap kegiatan dilapangan.Dalam sosialisasi
tersebut,apabila ada terdapat rencana Penenpatan konstruksi
bangunan berada dalam lahan / area kepemilikan
tanah,sehingga perlu adanya penjelasan yang dapat diterima
oleh masyarakat tanpa adanya rasa keberatan.
Serta dalam melaksanakan pekerjaan ini,kami akan mengikut
sertakan tenaga lokal untuk membantu dalam pelaksanaan
pekerjaan,tenaga tersebut akan kami pakai sesuai dengan
ketrampilan masing masing.
Pola pelibatan masyarakat lokal / setempat adalah berupa
pembelian batu pengisi pada pekerjaan bronjong di masyarakat
setempat yang melakukan pengumpulan di mulut tambang di
sungai dan melibatkan dalam proses pengerjaan, perakitan dan
pengisiaan batu ataupun urugan tanah kembali, sebagai
petugas keamanan / satpam, serta alternatife pendekatan
persuasive dengan memanfaatkan rumah penduduk sekitar
lokasi kerja menjadi kantor Direksi dan kantor dari kontraktor.
START

SURAT KEPADA PEMDA


SETEMPAT DAN TOKOH
MASYARAKAT

MENGINFORMASIKAN KEPADA
MASYARAKAT SETEMPAT

MEMBERIKAN PENJELASAN
TENTANG LOKASI PEKERJAAN
DAN RENCANA PELAKSANAAN
MENCARI
SOLUSI UNTUK
KESEPAKATAN
PEMILIK PEKERJAAAN,PEMDA
SETEMPAT,KONTRAKTOR
BERSAMA MASYARAKAT
MEMBUAT PERSETUJUAN
PELAKSANAAN
7
PEKERJAAN DILAKSANAKAN

c. Penetapan dan pembuatan tempat kerja kontraktor dan


pengawas lapangan (barak kerja, kantor lapangan serta kantor
direksi / pengawas) dengan lokasi pekerjaan sangat dekat
permukiman pendududk, maka al,ternative penggunaan rumah
penduduk sebagai kantor direksi dan kantor kontraktor
pelaksana akan sangat memungkinkan, karena selain tidak
membutuhkan areal tambahan di lokasi kerja juga sekaligus
memberikan nilai tambah penghasilan bagi penduduk setempat
selama kurang lebih 6-7 bulan, sedangkan barak kerja dan
gudang peralatan serta gudang material akan ditempatkan di
dekat lokasi pekerjaan.
RENCANA TATA LETAK FASILITAS KONSTRUKSI

Gudang

WC/KM

dapur

Kantor & Mess

Fasilitas Pendukung,sebagai fasilitas pendukung dalam


melaksanakan pekerjaan,Kami akan menyediakan semua
fasilitas bangunan yang diperlukan sesuai permintaan pemilik
pekerjaan dan menyiapkan semua paralatan kantor serta
peralatan Keselamatan(K3) dan alat komunikasi/handy Talky
(ht).Dan apabila lokasi yang akan dikerjakan,memerlukan
konstruksi jalan masuk,kami juga akan membuat jalan masuk ke
lokasi pekerjaan,sehingga semua proses pelaksanaan pekerjaan
dapat berjalan sesuai dengan jadual waktu yang telah ditentukan.

Hari Efektif, Kami dalam melaksanakan pekerjaan,juga


menetapkan hari kerja,hari kerja yang akan kami usulkan,dalam 1
minggu adalah selama 6,25 (enam koma dua puluh lima) hari,dan
dalam 1 hari kami bekerja selama 7 (tujuh) jam.Waktu tersebut
telah kami perhitungkan dengan waktu hari libur (hari minggu/dan
hari libur nasional).Sehingga total pelaksanaan pekerjaan kami
untuk menyelesaikan pekerjaan adalah selama 210 hari kalender
d. Pekerjaan Test Laboratorium
Untuk mendapatkan suatu hasil akhir pekerjaan yang secara
kualitas dan teknis memenuhi standard,perlu adanya
pengawasan bahan / material,perlu adanya uji coba / pengetesan
terhadap bahan (Material timbunan) yang akan digunakan,
apakah layak digunakan,Sebelum melakukan material timbunan
kami akan mengusulkan lokasi pengambilan material,dan
dilakukan pengetesan kualitas untuk mendapatkan spsifikasi
yang telah ditentukan,dan apabila perlu,kami akan mengusulkan
test lapangan ,dengan cara mengambil smple tanah tersebut
untuk dilakukan pemdatan (pemadatan dengan peralatan vibrator
roller) Dan setelah dianggap memenuhi syarat,material tersebut
dibawa ke laboratorium untuk dilakukan pengetasan
pemeriksaan kualitas.Proses pengetesan kepadatan selanjutnya
dilakukan pada lapisan tertentu yang akan ditunjuk oleh
direksi.Dan setelah pada Top Elevasi pekerjaan timbunan,akan
dilakukan pengetesan akhir untuk kepadatan.Pada proses
pengetesan kepadatan timbunan,akan diambil beberapa titik
secara acak yang akan ditunjuk oleh Direksi Pekerjaan,dan
setelah lulus kepadatan,dapat dilakukan penandatangan berita
acara.
Sumber Borrow Area : untuk penyediaan bahan lokal seperti batu
kali pengisi bronjong, pasir dan batu pecah untuk beton - K175
akan diambil / dibeli dari masyarakat pengumpul pada lokasi
tambang di seputar alur Sungai Boentuka di Desa Boentuka,
Kecamatan Batu Putih Kab.TTS yang saat ini dilakukan
tambang sedangkan ijuk dan cerucuk dipesan dari masyarakat
desa di sekitar lokasi pekerjaan, tanah timbunan hasil
pengamatan sementara secara visual diperoleh dari lokasi
pekerjaan kurang lebih 1 s/d 2 km yang harus melalui tes di
Laboratorium Mekanika Teknik di Dinas Pekerjaan Umum
Provinsi NTT atau di Politeknik Undana. Sedangkan bronjong
yang kami tawarkan didatangkan dari Jakarta dengan hasil
pabrikasi yang memenuhi standart sni dan uji mutu pabrik (SNI
030090-1999)
9

e. Papan Nama Proyek


Papan Nama Proyek Sudah Harus Terpasang pada Awal
minggu jadwal pelaksanaan pekerjaan. Spesifikasi dan profil
Papan nama proyek harus dibuat sesuai dengan permintaan
pihak proyek. Papan Nama Proyek harus dipasang pada lokasi /
tempat yang mudah dilihat sehingga dapat memberikan
informasi secara umum dan transparan mengenai data proyek
kepada masyarakat
f. Mobilisasi dan Demobilisasi
Mobilisasi peralatan utamanya adalah excavator, yang berfungsi
untuk menggali pondasi, pekerjaan pembetulan alur sungai atau
normalisasi penampang sungai dan pekerjaan timbunan,
vibrator roller, untuk pemedatan bahan timbunan tanah, water
tank truck untuk penyediaan air kerja/merawat dan dipakai untuk
adukan serta pada pekerjaan penyiraman bahan timbunan tanah
pada tanggul, dump truck,untuk angkutan bahan batu kali dan
bahan hasil galian tanah pada pekerjaan pembetulan alur sungai
dan untuk angkutan bahan semen, bahan bakar minyak (BBM)
dankeperluan lainnya. Demobilisasi dilaksanakan sertelah
seluruh pekerjaan selesai di lapangan dan telah mendapat
pemeriksaan oleh panitia untuk dapat diserahterimakan.
Peralatan Utama yang akan digunakan :

Excavator
Vibrator Roller
Dump Truck
Hand Stamper
Water Tank Truck
Water tank
Theodolite
Water Pass
Pompa Air
Peralatan Tukang

:
:
:
:
:
:
:
:

1
:
5
:
1
1
1
1
2
5

Unit
1
Unit
2
Unit
Unit
Unit
Unit
Unit
Set

Unit
Unit

Personil Inti yang akan ditempatkan :

Kepala Proyek
10

10

Pelaksana
Petugas Quality Control
Pembantu Pelaksana
Petugas Administrasi Teknik
Juru Ukur
Petugas Logistik
Petugas Keuangan

Tenaga Kerja :

Pekerja
Tukang
Kepala Tukang
Mandor
Operator Alat Berat
Mekanik
Pembatu Mekanik
Sopir
Pembantu Sopir

EXCAVATOR

DUMP TRUCK

11

11

WATER TRUCK TRUCK

VIBRATOR ROLLER

g. Quality Assurance
Suatu pekerjaan akan menjadi baik dan memenuhi umur rencana
manfaat dan fungsional bila dipenuhi syarat-syarat teknis dan
menggunakan metode
pelaksanaan
yang
tepat serta
pengendalian dan pengawasan yang tepat.Untuk maksud hal ini
dibutuhkan rencana mutu pekerjaan yang akan dijadikan sebagai
acuan dasar dalam pelaksanaan pencapaian kualitas yang
diinginkan. Mutu yang diharapkan perlu dilakukan pengetesan
secara periodic dan kontinyu. Setiap kegiatan awal dan akhir
bulan serta kegiatan di tengahnya saat akan dilakukan QA selalu
didokumentasi secara baik sebagai bentuk pertanggungjawaban
dalam bentuk visual selain barang terpasang.
2) Tahap Pelaksanaan Konstruksi
a. Urutan Penjelasan tahap Penyelesaian pekerjaan :
Setelah Semua Kegiatan Persiapan telah selesai dan telah
berada di lokasi,Kami akan mempersiapakan dan mengajukan
permohonan kepada direksi untuk dapat melakukan pekerjaan
konstruksi.
Pada awal pelaksanaan konstruksi,bersama pengawas
lapangan (pihak proyek) dan diawasi oelh Direksi Teknik,kami
akan melakukan pengukuran awal,kegiatan pengukuran ini
dilakukan pada semua lingkup pekerjaan,antara lain situasi
sungai,dan rencana penempatan konstruksi bronjong.Dalam
pelaksanaan
pengukuran
awal,sebagai
acuan
dalam
melaksanakan pekerjaan,akan ditempatkan BM sebanyak 4
(empat) buah pada lokasi yang akan ditunjuk oleh Direksi
Pekerjaan.

12

12

Sebelum pekerjaan fisik dikerjakan,terlebih dahulu,dilakukan


pekerjaan pengeringan / kisdam,proses pekerjaan ini kami
lakukan dengan cara membuat tanggul sementara pada lokasi
rencana konstruksi bronjong (termasuk krib),selanjutnya
membuat aliran pengelak,dengan memperhatikan elevasi yang
secara teknik dapat menampung debit air yang ada,proses
pengeringan ini,dan apabila dimungkinkan pekerjaan ini akan
diselesaikan / dirapikan setelah pekerjaan kontruksi bronjong
telah melewati elevasi pondasi / lapisan dasar,sehingga dalam
proses pemasangan selanjutnya,aliran air tidak mengganggu
pelaksanaan konstruksi selanjutnya.

Pekerjaan Konstruksi Bronjong (PERKUATAN TEBING DAN


KRIB)

Melakukan proses penampang galian sampai selesai,dan


hasil galian dirapikan dan diletkkan pada lokasi yang
aman,sehingga tidak mengganggu proses pelaksanaan
selanjutnya.

Setelah
diperiksa
dan
disetujui
oleh
Direksi
Pekerjaan,selanjutnya melakukan proses persiapan
material / bahan brobjong (SNI 03-009-1999),melakukan
pemasangan awal pada sisi yang berhimpitan dengan
tebing sungai dan dilakukan dengan cara pemasangan
memanjang
arah
tebing
sungai,pada
awal
pemasangan,apaila tidak di tentukan olah Direksi,maka
kami akan memasang dari salah 1 sisi pinggir dan
kemudian dipasang memanjang arah aliran sungai
sepanjang dinding /tebing yang akan diproteksi dan
selanjutnya menjadi acuan pelaksanaan.

Setelah dalam proses pemasangan selesai ( ruas tertentu


diikat dengan kawat bronjong),langsung dipasang dan
ditancap material kayu/cerucuk pada 4 (empat) sudut
penampang bronjong dan diikat disetiap sisi yang
berhimpitan menggunakan tali alami/lontar,sehingga pada
saat pengisian batu,kedudukan bronjong tidak berubah.

Selanjutnya dapat dilakukan pengisian menggunakan batu


sesuai spesifikasi yang ditentukan dan pada akhir
pemasangan,
bronjong
tersebut
ditutup
dan
diikat.selanjutnya dipasang pada ruas berikutnya.

Pada sisi konstruksi bronjong yang yang telah selesai


dipasang,selanjutnya pada sisi yang berhimpitan dengan
tebing sungai/sisi pada elevasi yang ditunjuk oleh
Direksi,dipasang material ijuk dengan ketebalan yang telah
ditentukan dan pada sisi terbuka hasil galian diurug
13

13

menggunakan material hasil galian dan apabila


memungkinkan dipadatkan menggunakan peralatan hand
stamper.
Untuk proses pemasangan bronjong pada ruas
selanjutnya
dilakukan sesuai langkah langkah yang
telah kami uraian / tawar diatas.
Selanjutnya pada elevasi yang telah ditentukan dalam
gambar perencanaan,dapat dilakukan pekerjaan timbunan
dipadatkan.Pekerjaan ini akan dilaksanakan pada saat
setelah elevasi bronjong telah memungkinkan untuk
dilaksankan
pemadatan
timbunan
tanah.Pekerjaan
timbunan ini dikerjakan tahap demi tahap,dan akan
berakhir lebih terlambat setelah proses pemasangan
bronjong.Dalamprose pemadatan,pada elevasi yang telah
ditentukan,akan dilakukan pengetesan kepadatan timbunan
tanah,dan apabila telah disetujui oleh pengawas dan
Direksi Pekerjaan,proses timbunan untuk lapisan berikut
dapat dilakasnakan.
Setelah berakhirnya pekerjaan timbunan tanah
dipadatkan,akan dilakukan pengetesan akhir untuk
kepadatan tanah,pekerjaan pengetesan dilakukan pada titik
titik yang ditentukan secara acak dan dapat dianggap
mewakili titik yang lain,sehingga hasil konstruksi timbunan
tanah ini,dapat diketahui kepadatannya dan selanjutnya
mendapatkan hasil yang merata pada semua permukaan
akhir / top elevasi yang stabil dan tetap.
Setelah pekerjaan semua telah selesai dan disetujui oleh
Direksi,kami
selanjutnya
membuat
permohonan
pemeriksaan untuk dapat dilakukan serah terima oleh
Panitia PHO dan FHO,apabila dalam pemeriksaan,masih
terdapat yang harus disempurnakan,kami akan langsung
merespon
untukk
melakukan
pembetulan
sesuai
permintaan.Dan pada akhirnya setelah disempurnakan
dan telah ditandatanganinya Berita Acara pemeriksaan,dan
hasil penyempurnaan pekerjaan,kami akan langsung
melakukan demobilisi terhadap semua peralatan dan
fasilitas tetap yang kami miliki,pada saat proses
demobilisasi,akan dilakukan pembersihan terhadap semua
sisa sisa material yang tidak digunakan lagi.

b. Penjelasan tata cara pelaksanaan pekerjaan :


1.

Pekerjaan pengukuran lapangan

14

14

Untuk mewujudkan suatu bangunan yang dikehendaki


diperlukan kesiapan pengukuran kembali atas desain yang
sudah ada dalam upaya untuk mendapatkan dimensi, peil
dan posisi yang dikehendaki ataupun perubahan /
penyesuaian berdasarkan kondisi lapangan. Hasil produksi
dari kegiatan ini disebut : Mutual Check 0 % (MC 0%)
yang mendapat periksa dan persetujuan oleh tim mutual
check bentukan pihak pemberi kerja. Dalam kegiatan ini,
referensi (Bench Mark) akan ditentukan dan sebagai
patokan untuk pekerjaan pembetulan alur sungai dan akan
dipasang sebanyak 4 (empat) buah,dan apabila
diperlukan,kami akan membuat bench mark tambahan
untuk menjadi refensi dalam menunjang pelaksanaan
pekerjaan.Untuk penempatan lokasi BM akan ditunjuk oleh
Direksi Pekerjaan.Adapun kegunaan pemasangan Bench
Mark adalah menjadikan referensi yang akan datang pada
pekerjaan pembetulan aliran sungai disekitar site
pembetulan alur sungai existing,sehingga pada pekerjaan
selanjutnya / akan datang,Pihak Proyek telah mempunyai
titik refensi yang akan digunakan sebagai acuan dasar.

Pengukuran Lapangan

Menentukan titik / acuan yang akan dipakai


BAGAN ALIR KEGIATAN
START

Request

tdk

Pasang Patok / Profil

ya

Finish

Cek &
Test

Dalam melaksanakan pekerjaan pengukuran awal pada umumnya


terjadi perubahan antara lain :

Perubahan desain pekerjaan yang dilakukan sesuai kondisi


lapangan

15

15

Adanya pekerjaan tambahan maupun pekerjaan yang


kurang
Perubahan waktu pelaksanaan pekerjaan

Ke tiga masalah tersebut di atas saling kait-mengait satu sama


lain sehingga perubahan tersebut diharapkan tidak terjadi, tetapi
adalah hal yang wajar bila ada, akan tetapi diusahakan sekecil
mungkin, sehingga penggunaan sisa dana dapat dialokasikan
pada ruas lain pada sungai tersebut, yang umumunya terdapat
banyak kerusakan yang mengalami kerusakan setiap terjadi banjir
tahunan.Dan atas perubahan tersebut,kami pihak pelaksana akan
berkoordinasi dengan Pemilik Pekerjaan untuk dilakukan
pekerjaan perubahan / addendum sesuai dengan ketentuan yang
berlaku.
Untuk Pekerjaan Pengeringan dan kisdam ini sangat menentukan
keberhasilan pelaksanaan selanjutnya dikarenakan lokasi
pekerjaan berada dalam alur sungai dan bahkan kondisi air tanah
seringkali mempunyai debit yang besar sehingga aliran
permukaan dapat dialihkan ke tempat lain dengan membendung
sebagian alur sungai dengan timbunan karung pasir atau
diperkuat dengan bronjong dan saluran pengelak kemudian
kondisi air tanah yang besar digunakan pompa pengisap untuk
mengeringkan air di lokasi kerja.
Menjelang kegiatan pelaksanaan fisik dimulai mobilisasi peralatan
berat, alat bantu, pekerjaan sementara,
Pemasangan Bench Mark (BM)
Untuk pembuatan Bench Mark dari Beton Bertulang Mutu K175
dilakukan sebelum pekerjaan pembetulan Alur Sungai dikerjakan.
Lokasi Pemasangan bench mark terletak pada sisi kiri dan kanan
sepanjang rencana pembetulan alur sungai atau dipasang sesuai
petunjuk Direksi Teknis.Jumlah pemasangan BM adalah : 4
(empat) buah.
Pekerjaan BM meliputi pekerjaan galian dan selanjutnya
pekerjaan beton bertulang.Pekerjaan pemasangan BM dipasang
setelah diadakan pengukuran untuk jarak panjang dan hasil ukur
tersebut telah ditentukan elevasi penampang dasar sungai.Untuk
ukuran / penampang BM adalah :

1,00 m
Ditanam sesuai petunjuk Direksi

16

16

0,20 m

Pekerjaan beton dilakukan sebagai berikut :

Mempelajari penampang / profil beton

Membuat Penampang bekisting.

Mempersiapkan besi beton sesuai dengan diameter


yang telah ditentukan,dan melakukan pemotongan
dan pembengkokan,selanjutnya merakit sesuai
gambar kerja

Mempersiapkan bahan / material yang telah disetujui


oleh Direksi Pekerjaan.

Pekerjaan Pembesian
Pembengkokkan Besi
Beton

Pemotongan
Besi Beton

Besi tulangan
Dikelompokkan

Besi tulangan dirakit

Pekerjaan Bekisting :
Merencanakan ukuran /dimensi yang dibutuhkan.
Hubungan atau sambungan konstruksi harus kuat dan tetap
sehingga bentuk hasil pengecoran tidak berubah.
Pembentukan bentuk struktur dilokasi pekerjaan.
Material yang digunakan untuk bekisting adalah :
Plywood tebal 9 mm
Kayu
17

17

Paku
Besi Beton
Kawat Ikat

Pekerjaan Pengecoran :
Kebutuhan bahan / material telah mencukupi
Menentukan waktu pengecoran.
Setelah Bekisting telah siap,selanjutnya diatas permukaan
bekisting diletakan rangka besi/struktur pembesian yang telah
disetujui.
Sebagai Peyangga,maka antara rangka besi dan permukaan
bekisting dipasang tahu beton dengan ukuran ketebalan 2,5
cm,titik pemasangan tahu beton dipasang sesuai kebutuhan yang
diperlukan.
Setelah semua terpasang dengan baik,selanjutnya permukaan
konstruksi yang akan dicor,harus disiram air dan semua bekas
material yang tidak terpakai disingkirkan dari wadah tersebut.
Campuran beton ditentukan dengan ix beton yang telah
ditentukan,selanjutnya semua bahan material pembuatan beton
dicampur dalam concrete mixer dan dituangkan dalam wadah
yang telah disediakan dan campuran beton tersebut dibawa
kelokasi pengecoran.

Pekerjaan Pemeliharaan Beton :


Beton yang sudah dicor harus dijaga agar tidak kehilangan
kelembaban untuk paling sedikit 14 (empat belas) hari.
Setelah mulai mengeras,semua permukaan beton diselimuti
dengan karung yang bahanya dapat menyerap air,karung tersebut
harus dibasahi air yang harus jenuh dalam waktu paling sedikit 3
hari.dan setelah itu selama 14 hari,permukaan beton disiram
air,sehingga beton tersebut terhindar dari retakan permukaan.

Pekerjaan Bongkaran Bekisting :


Setelah disetujui oleh pengawas lapangan,selanjutnya bekisting
dapat dibongkar.

18

18

BAGAN ALIR KEGIATAN


START

Request

tdk

Penyiapan material

Cek &
Test

tdk

Pemasangan Bekisting dan


Pembesian

Semua material (pasir,batu


pecah/kerikil dan semen) telah
disetujui
oleh
Direksi
Pekerjaan.

Bekisting dibentuk ,perakitan


besi dan perletakan kerangka
besi beton pada permukaan
bekisting

Komposisi / campuran material


job mix (K175)
Proses pengadukan beton
sampai homogen

Cek &
Test

tdk

Penuangan campuran beton


tidak boleh di luar pada wadah
yang disiapkan
Semua bidang / sudut sudut
terisi penuh campuran beton

Pengadukan beton/trial mix

ya
Cek &
Test

Pengecoran beton

Pemeliharaan

19

Cek &
Test

19

ya
FINISH

Bahan :
Semen
Digunakan Portland Cement Jenis I menurut NI8 tahun 1975 dan memenuhi S-400 menurut Standar Cement
Portland yang digariskan oleh Asosiasi Semen Indonesia (NI 8
tahun 1972).
Semen yang telah mengeras sebagian maupun
seluruhnya dalam satu zak semen, tidak diperkenankan
pemakaiannnya sebagai bahan campuran.
Penyimpanan harus sedemikian rupa sehingga
terhindar dari tempat yang lembab agar semen tidak cepat
mengeras.

Pasir Beton / Batu Pecah .


Harus berupa
butir-butir tajam dan keras, bebas dari
bahan-bahan organis, lumpur dan sejenisnya serta memenuhi
komposisi butir serta kekerasan sesuai dengan syarat-syarat
yang tercantum dalam PBI NI 2 1971.

Air
Harus air tawar, tidak mengandung minyak, asam alkail,
garam, bahan-bahan organis atau bahan-bahan lain yang
dapat merusak beton atau baja tulangan.

Besi Beton,
Mutu baja/besi beton adalah jenis besi/baja lunak dengan
mutu U-24 (tegangan leleh karakteristik minimum 2400
kg/cm2). Daya lekat baja tulangan harus dijaga dari kotoran,
lemak, minyak, karat lepas dan bahan lainnya.
Pembengkokan, Penyambungan dan pengangkeran besi
tulangan harus sesuai dengan PBI NI 2 1971.
Mutu Baja tersebut harus sesua dengan Mutu baja yang telah
ditetapkan dalam dokumen.

20

20

Cetakan dan Acian


Bahan yang digunakan untuk cetakan dan acuan harus
bermutu baik (kokoh) sehingga hasil akhir konstruksi
mempunyai bentuk, ukuran yang tetap sesuai dengan yang
ditunjukkan dalam gambar rencana. Pembuatan cetakan dan
acuan harus memenuhi ketentuan-ketentuan di dalam pasal
5.1 PBI 1971.

2.

Pekerjaan Galian Tanah


Dalam kegiatan ini aspek yang mempengaruhi efektifitas
kerja adalah jenis tanah atau batuan yang terletak di atas
atau di bawah muka air, kondisi lapangan, cuaca dan lain
sebagainya.
Pada penggalian dan penimbunan untuk saluran pengelak
(kisdam) adalah galian tanah berlumpur sedangkan pada
posisi tebing berupa galian tanah biasa, batu atau cadas
yang penggaliannya akan dilakukan dengan bantuan
peralatan berat (excavator).
Proses penggalian sampai dengan pemindahan / buangan
serta pengangkutan kembali sebagai bahan urugan maupun
timbunan
akan
menjadi
perhatian
sebab
dapat
mempengaruhi kegiatan-kegiatan lanjutan dalam upaya
pencapaian target pekerjaan. Usulan metode kerja ini hanya
menggunakan excavator dengan sistim menggali kemudian
stok pada lokasi jangkauan belai excavator untuk beberapa
volume kemudian diantar ke tempat perapihan, disini kami
tidak memakai dump truck disebabkan jarak buangan
sangat pendek dengan jarak rata-rata 50 m, sedangkan
untuk penggalian pada lokasi pembetulan alur sungai setiap
hasil galian oleh excavator yang dimuat ke atas dump turck
untuk dibuang keluar alur sungai atau lokasi pembuangan
yang ditetapkan dalam kontrak pekerjaan ini dilakukan pada
lokasi hasil sitting out untuk mendapatkan posisi, elevasi
dan dimensi rencana / perubahan yang telah mendapat
persetujuan Direksi Teknik.

Pekerjaan Tanah dibagi atas 2 jenis :


Galian tanah termasuk perapihan dan buangan hasil galian
Jenis galian ini digunakan pada pekerjaan PEMBETULAN
ALUR SUNGAI
21

21

Galian tanah termasuk perapihan hail galian


Galian tanah menggunakan excavator dimulai dari
pembuatan kisdam, Pembetulan alur sungai ke lokasi
perkuatan tebing, dan krib, dimana setiap hasil galian tetap
dikontrol agar mencapai elevasi yang diminta atau disetujui
oleh Direksi Teknis.

3.

START

Pekerjaan timbunan dipadatkan menggunakan excavator


sedangkan urugan kembali tanah menggunakan alat bantu
dan tenaga manusia.Pilihan material yang digunakan untuk
pekerjaan timbunan yang bergradasi baik untuk diangkut ke
lokasi penimbunan, dimana dilakukan pemadatan secara
lapis demi lapis memakai vibrator roller.
Untuk Material tanah yang akan digunakan,diangkut dan
diletakkan pada lokasi sementara disekitar lokasi
pekerjaan,selanjutnya material tersebut disiram
air
mencapai kadar air yang ditentukan.setelah disetujui oleh
Direksi Pekerjaan,proses pengangkutan material dan
pemadatan dapat dikerjakan.

Request

drooping Material

tdk

Persiapan lokasi

Cek &
Test

ya

Cek &
Test

Pemadatan

Perapihan
Ya

Tdk
22

22
FINISH

4. Pekerjaan cerucuk dan ijuk


Seperti diketahui umumnya alur / dasar sungai banyak
mengandung sedimen yang cukup besar sehingga untuk
mendapatkan tanah dasar cukup dalam, maka diperlukan
adanya perbaikan / perkuatan tanah dasar berupa pemasangan
cerucuk. Bahan yang kuat dan tahan terhadap pukulan / pada
waktu pemancangan, dimana terlihat pada ujung cerucuk tidak
pecah yang berarti pada saat dilakukan pemasangan.
Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari galian tanah di lokasi
(tebing dan krib) yang akan dipasang bronjong. Bahan yang
disediakan harus mendapat mendapat persetujuan direksi
dengan kualitas yang ditunjukan adalah setelah mengalami
pemancangan ujung cerucuk tidak terdapat pecah-pecah yang
cukup mengganggu akan kekuatan dari cerucuk tersebut.
Pemancangan cerucuk menggunakan tenaga manusia / manual
dengan alat Bantu pemukul / palu.
Pemasangan ijuk dilakukan guna mencegah terbawanya
butiran tanah. Tebal lapisan ini minimal 10 cm, posisi / letak ijuk
berada pada dinding tanah yang akan bersentuhan dengan
kotak bronjong. Pekerjaan ini akan dilakukan secara manual
menggunakan
tenaga
manusia,
bersamaan
dengan
pemasangan kotak bronjong yang langsung berhimpitan dengan
tebing dan atau sisi rencana timbunan tanah atau sesuai dengan
petunjuk Direksi Teknik pada luasan sesuai gambar kerja.
5.

Pekerjaan Pemasangan bronjong


Pekerjaan bronjong akan dipasang pada Pekerjaan Perkuatan
Tebing dan untuk pemasangan Krib.
Bahan bronjong adalah kawat anyaman pabrik berdasarkan
ketentuan standar yang berlaku saat ini yaitu SNI 03-0090-1999,
dimana mengatur mata anyaman berbentuk segi enam, dibuat
hingga lingkaran dalam dari lubang tidak lebih dari pada ukuran
rata--rata dari batu yang dipergunakan atau biasanya 15 sampai
dengan 30 cm atau panjang sisi-sisi segi enam (diagonal) 7.5
cm sampai dengan 8 cm.
Bentuk bronjong berbentuk prismatis sebagai bentuk kasur dari
sisi-sisinya adalah tempat lemah sehingga perlu diperkuat
23

23

dengan kawat ukuran yang lebih besar dan volume terisi


bronjong 1 M3 (2 x 1 x 0,5).
Cara pemasangan bronjong adalah sebagai berikut : Bronjong
buatan pabrik yang dalam pengirimannya dipak dalam kondisi
terlipat. Sehingga pada saat akan dipasang harus
dierection/dirakit terlebih dahulu sehingga menjadi berbentuk
segi empat yang kemudian digelar pada tempatnya untuk
beberapa baris/panjang, untuk mendapatkan ruang gerak pada
pekerja pada waktu akan mengisi kotak bronjong tersebut. Batubatu untuk bronjong dipakai batu kali yang ditata dengan rapi
dan saling mengisi hingga penuh dan tidak akan mengisi batu
melalui mata anyaman sebab akan mudah keluar bila ada
geseran/gesekan akibat beban atau tekanan air. Batu yang
digunakan berukuran 15 s/d 30 cm atau panjang sisi-sisi segi
enam (Hexagonal) 7,5 cm s/d 8 cm x 10 cm.
Dengan telah terisi penuhnya kotak tersebut, maka tutup atas
ditutup dan rusuk-rusuk diikat erat-erat dengan kawat ikat serta
dengan memakai bantuan tang pengikat. Lapisan satu setelah
diisi dan diikat erat-erat maka galar lapisan bronjong berikut
disusun / ditindis padanya kemudian diisi lagi batu seperti uraian
tersebut di atas berulang ulang sesuai kebutuhan / rencana.
Ikatan bronjong maupun sambungan lapis bronjong dengan
bronjong lainnya merupakan bagian yang lemah sehingga dalam
memasang bronjong rusuk-rusuk dari sambungan-sambungan
diikat secara baik dan kuat terlebih bagian penutup bronjong.
Sehubungan dengan volume pekerjaan ini cukup besar dan
merupakan pekerjaan utama yang bahannya harus dipesan dari
luar daerah setelah kontrak ditandatangani sehingga dalam
bulan pertama bahan tersebut sudah berada di Lokasi
pekerjaan.
Karena
tidak
terdapat
dipasaran
bebas
membutuhkan perencanaan pengiriman, pembongkaran dan
pengangkutan di pelabuhan ke lokasi secara massal dimana
perlu disediakan truk pengangkut yang besar serta pengawalan.
2. PENILAIAN PROGRES PEKERJAAN
Dalam melaksanakan pekerjaan ini, tentunya diperlukan penilaian atas
kemajuan pelaksanaan pekerjaan baik ditinjua dari produk pekerjaan
yang telah diselesaikan, mutu (kualitas) pekerjaan maupun ketepatan
ukuran.
Dasar penilaian awal berdasarkan pengukuran pada waktu permulaan
pekerjaan dimulai yaitu saat MC 0% , yang telah dihitung dan dikoreksi
bersama pihak proyek.
Selanjutnya untuk dapat mengetahui pencapaian kemajuan hasil
pelaksanaan pekerjaan, pada periode-periode tertentu dilakukan
24

24

pengukuran hasil pelaksanaan pekerjaan bersama pihak proyek guna


menghitung sejauh mana realisasi volume yang telah dilaksanakan,
sekaligus berfungsi sebagai bahan evaluasi kemajuan pelaksanaan
pekerjaan dan keterlambatan pencapaian target / dan juga untuk
mengetahui masalah-masalah yang dihadapi di lapangan yang
mengganggu kelancaran pelaksanaan pekerjaan, untuk dicari jalan
keluar / solusi pemecahan dari kendala yang ada atau yang akan
menjadi pedoman kegiatan selanjutnya.
Kegiatan ini akan selesai jika pekerjaan yang diminta sesuai perubahanperubahan terakhir yang yang kemudian dilakukan pengukuran akhir
Mutual Check (MC 100%). Dan perhitungan volume bersama pihak
proyek untuk disampaikan kepada pihak proyek. Dari hasil penilaian
tersebut di atas, maka akan dibuatkan laporan untuk evaluasi kinerja
kontraktor untuk pengambilan kesimpulan dari proyek yang meliputi halhal antara lain :
a.
Progress secara umum sesuai schedule / target
b.
Progress secara umum jauh dibawah target
c.
Progress secara umum jauh dibawah target tetapi masih dalam
batas kewajaran.
Hasil dari kesimpulan ini akan dibuat dalam berita acara kemajuan
pekerjaan (progress pekerjaan) yang akan dipakai / yang akan menjadi
dasar untuk pembayaran terminj, produk ini dilengkapi dengan gambar
konstruksi atau as built drawing serta laporan harian, mingguan dan
bulanan termasuk hasil uji mutu berdasarkan rencana mutu kontrak.
Laporan dimaksud berpedoman pada ketentuan pada PERPRES 54
TAHUN 2010 atau ketentuan lain yang berlaku.
Setelah semua pekerjaan telah selesai dikerjakan,perlu diadakan
pengukuran kembali,sehingga dapat dilakukan pengecekan kembalai
terhadap elevasi dan penampang struktur,apakah telah sesuai dengan
perencanaan atau masih perlu diadakan perbaikan.Dan Apabila semua
pekerjaan telah selesai dan disetujui oleh Pemilik Pekerjaan,maka
selanjutnya dapat diadakan Serah Terima Pekerjaan.
3.

PENYERAHAN PEKERJAAN
Seperti telah disinggung di depan bahwa pada akhir dan penyelesaian
suatu pekerjaaan akan dilakukan penyerahan pekerjaan.
Adapun jenis kegiatan yang harus dilakukan dalam kegiatan ini adalah :
o
o

Pemeriksaan terhadap kondisi fisik bangunan dan kelengkapan


yang diinginkan yang dilakukan oleh tim pemeriksa pekerjaan
(PHO dan FHO)
Pemeriksaan terhadap ketertiban / ketaatan dalam memenuhi
persyaratan administrasi dan persyaratan lain hasil kesepakatan.
25

25

Tim PHO dan FHO akan melakukan pemeriksaan kelengkapan


berdasarkan data yang disampaikan yang bermuara pada kesimpulan
diterima atau tidaknya hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan ataukah
adanya beberapa hal yang dianggap kurang memenuhi syarat dan harus
dipenuhi sehingga pekerjaan dapat segera dinyatakan selesai dan dapat
dilakukan serah terima pekerjaan yang akan dinyatakan dalam berita
acara serah terima pekerjaan PHO.
Pembayaran baru dapat dilakukan sebesar 95% dari nilai kontrak setelah
berita acara PHO dibuat dan ditanda tangani bersama, hingga masa
pemeliharaan selesai dan dilakukan pemeriksaan kembali oleh tim
pemeriksa, selanjunya akan dibuat berita acara pemeriksaan akhir
pekerjaan (FHO) dan dapat dilakukan pembayaran akhir pekerjaan
100%.
Selain itu pula perapihan dan finishing pekerjaan serta merapikan lokasi
pekerjaan menjadi amat penting pula dalam pertanggungjawaban suatu
penyedia jasa secara professional, termasuk pembongkaran bangunan /
barak kerja dan bahan-bahan sisa untuk disingkirkan dari lokasi kerja.
Setelah selesai maka dilakukan demobilisasi peralatan dan tenaga kerja
serta bahan bangunan sisa.
Dan perlu kami jelaskan bahwa tidak luputnya kebutuhan bakan bakar
(BBM) untuk menunjang semua pelaksanaan pekerjaan, kami akan
menggunakan bahan bakar industri (solar),dan mengingat ketersediaan
stok BBM yang terbatas,maka kami setelah ditunjuk oleh Pemilik
Pekerjaan,akan langsung berkoordinasi dengan pihak Pertamina untuk
melakukan suatu ikatan kerja,agar pada kebutuhan / penyetokan bahan
bakar tidak mengalami kekurangan / keterlambatan. Sedangkan untuk
pelumas dan grease akan diambil dari penyalur / toko yang menyediakan
akan kebutuhan tersebut.
4. ANALISA TEKNIS
Analisa Teknis kami sajikan pada lembar lain,pada perhitungan teknis
kami memperhitungkan kebutuhan peralatan,tenaga kerja dan bahan
dan serta produksifitas pekerjaan,

26

26

5. BAGAN ALIR KEGIATAN POKOK


KONTRAK/
SPMK

PEKERJAAN
PERSIAPAN

DOKUMENTASI &
SOSIALISASI

TEST
LABORATORIUM

PAPAN NAMA
PROYEK

QUALITY
ASSURANCE

PENGERINGAN &
KIST DAM
GERINGAN

MOBILISASI
DEMOBILISASI
(Alat, Bahan,dan SDM)

MOBILISASI SIAP

Tdk

CEK &
TEST
Ya

PENGUKURAN
AWAL

PENGUKURAN AWAL SIAP

Tdk

27

27
CEK &
TEST

ya

PERHITUNGAN
MC 0 %

PEMB.
GAMBAR
KERJA

MC 0 % SIAP

GAMBAR KERJA
SIAP

Tdk

Tdk

CEK
&
TEST

CEK
&
TEST

Ya

Ya
PEKERJAAN
PEMBETULAN ALUR
SUNGAI

PEKERJAAN
PERKUATAN TEBING

PEKERJAAN
PEMBETULAN ALUR
SIAP

PEKERJAAN
PERKUATAN TEBING
SIAP

Tdk

PEKERJAAN
PEMBUATAN KRIB

PEKERJAAN
PEMBUATAN KRIB
SIAP

Tdk

Tdk
CEK
&
TEST
CEK
&
TES
T

Ya

Ya

Ya
PEMBANGUNAN PERKUATAN
TEBING
SUNGAI BOENTUKA
( 270 M28
) DI KAB. TTS

,
,

CEK
&
TES
T

Ya

28

PENGUKURAN
AKHIR

M
,
,
,
,
,

PENGUKURAN
AKHIR SIAP

CEK &
TEST

Tdk

Ya

PEMB. GAMBAR
TERPASANG

PERHITUNGAN
MC %

MC 100 %
SIAP

GAMBAR
TERPASANG SIAP

Tdk

Tdk
CEK &
TEST

CEK &
TEST

Ya

Ya

PEMBANGUNAN PERKUATAN TEBING SUNGAI


BOENTUKA
( 270 M ) DI KAB. TTS
29

29

6. PROGRAM K3
Sebagai Persyaratan yang telah ditetapkan,bahwa setiap Nilai
Pekerjaan yang melakukan kontrak Kerja dengan nilai Kontrak > Rp.
2.000.000.000,- (dua milyar rupiah) diwajibkan untuk membuat
Program Keselematan dan Kesehatan Kerja ( K 3 ) agar apabila
Penyedia Jasa ditunjuk dan dipercayakan / ditetapkan untuk
melaksanakan Pekerjaan Konstruksi,
Program Kerja Yang Kami Buat dengan mengacu pada Undang
undang No.1 tahun 1970 tentang keselamatan Kerja dan Sebagai
Pelengkap Dokumen Penawaran adalah sebagai berikut :
A.

Sistem Manajemen K3L

B.

Kontraktor dan Kontrak

C.

Menentukan Bentuk Sistem Manajemen K3L di dalam


Perusahaan
Sistem Manajemen harus disahkan oleh Pimpinan
Perusahaan / Kepala Cabang
Membentuk Organisasi K3L
Sistem Manajemen yang dibuat harus disosialisasikan
kepada seluruh pekerja

Perusahaan harus mempunyai kualifikasi K3L


Membuat Suatu Rencana Kerja untuk Proyek

Lokasi Kerja Aman

Membuat lokasi pekerjaan aman,meliputi:


30

30

Jalan menuju lokasi aman


Alat Angkut tercukupi
Tangga untuk melaksanakan pekerjaan sesuai
standart
Perancah sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan

Mengadakan Penerangan pada lokasi pekerjaan,sehingga


pada malam hari,dapat dilakukan pemantaun apabila
dilakukan lembur / bekerja dengan tambahan waktu.
D.

Perancah
Perancah harus dikerjakan sesuai dengan tenaga ahli dan
dibongkar pada saat tidak digunakan
Konstruksi Perancah Harus dibuat sedemikian kuat
agar dapat mencegah struktur roboh.
Mengadakan pemeriksaan apabila perancah tersebut
digunakan dengan waktu yang panjang.

E.

Tangga

F.

Lalu Lintas Kendaraan

G.

Tangga Digunakan Secara benar pada lokasi pekerjaan


Tangga Harus terpasang pada landasan yang kuat agar
tidak mudah tergelincir
Tangga harus mencukupi kebutuhan ketinggian

Membuat jalan bagi pejalan kaki/ buruh yang akan


menuju lokasi pekerjaan (pedestrian)
Menyediakan lokasi untuk tempat berputarnya
kendaraan yang akan membawa kebutuhan kerja
(Kebutuhan Bahan / Material)
Menyediakan tenaga untuk mengatur keluar masuknya
kendaraan proyek
Semua kendaraan yang digunakan harus siap kondisi.

Kebakaran dan Darurat

31

31

H.

Fasilitas Umum

I.

Membuat prosedur darurat dan tempat evakuasi bila


terjadi kebakaran di lokasi pekerjaan.
Apabila diperlukan kontraktor menyediakan alarm /
lonceng yang akan digunakan sebagai tanda darurat
Menyediakan tempat untuk pekerja yang akan merokok
Membuat tempat pembuangan limbah

Membuat ketersediaan Toilet sesuai dengan standar


kesehatan
Menyediakan Tempat cuci

Alat Pelindung Diri

J.

K.

Menyediakan Alat Pelindung diri,seperti : Helm


Kerja,Topi,sepatu sarung tangan,pelindung mata dan
masker debu
Alat pelindung diri harus tercukupi sesuai kebutuhan

Pelistrikan
Menyediakan Tegangan / suplai listrik yang cukup untuk
kebutuhan pekerjaan.
Semua sambungan yang berhubungan dengan system
kelistrikan harus menggunakan plug yang sesuai
Perlindungan Publik
Membuat Pagar Bagi Publik
Semua peralatan tinggi dimatikan untuk mencegah
digunakan oleh yang tidak berwenang
Bahan bahan yang mudah terbakar di tempatkan pada
lokasi yang aman dan di kunci

Setiap proses awal sampai berakhirnya pekerjaan untuk tiap item


kegiatan,Penyedia jasa akan selalu berkoordinasi dengan pengawas / direksi
pekerjaan agar pekerjaan yang akan dilaksanakan betul betul sudah
mengacu terhadap gambar awal ataupun gambar perubahan (gambar kerja)
sesuai dengan kondisi dilapangan.Perubahan tersebut akan dicantumkan
dalam MC.0 %,MC 50 % dan MC. 100 % dan untuk perubahan akhir tersebut
harus dibuatkan gambar terbangun ( As Built Drawing )
32

32

Pihak Kontraktor pada akhir pelaksanaan Pekerjaan,harus membersihkan


semua dari sisa sisa bahan / material yang tidak digunakan lagi agar
selanjutnya lokasi pekerjaan tersebut dapat digunakan secara maksimal
sebagaimana fungsinya.Kami dalam melaksanakan pekerjaan,akan menjaga
profesionalisme nama baik perusahaan kami
Jadual pelaksanaan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dikerjakan
selama 210 (dua ratus sepuluh) hari kalender sesuai dengan jadual yang telah
ditetapkan.

Demikian metode pelaksanaan dan perhitungan teknis kami tawarkan untuk


dapat menjadi acuan perusahaan dalam melaksanakan pekerjaan Lanjutan
Pembangunan Perkuatan Tebing Sungai Boentuka (270 m) di Kabupaten
TTS.
Dan dalam melaksanakan pekerjaan,akan diutamakan profesionalisme dan
kepercayaan sehingga pada akhir pelaksanaan dapat memuaskan Pihak
Pemilik Kerja dan bangunan tersebut dapat diterima serta berfungsi
sebagaimana peruntukkanya dan pada akhirnya dapat dinikmati oleh semua
kalangan masyarakat setempat.Terima Kasih

Manado, 06 Pebruari 2012


PT. PERDANA LESTARI INDAH

FERDINAN KAPOH
Direktur

33

33