You are on page 1of 1

Kancil dan Serigala

(Oleh: herianto lim, submit: 24 March 2001 )

Pada umumnya, penduduk didaerah sebuah pedesaan membuat sumur umum dipinggir hutan
sebagai sumber air bagi seluruh penduduk desa. Untuk kemudahan mengambil air maka diatas
sumur diletakkan kayu yang melintang dari pinggir sumur yang satu keseberangnya. Di tengah
kayu itu digantungkan roda dan dililitkan tali. Kedua ujung tali itu masing-masing diikatkan dua
buah ember, sehingga jika ember yang satu telah berisai air dan ditarik keatas, maka ember yang
satu lagi turun ke bawah mengisi air, cara ini sangat berguna, berguna dan menghemat waktu.

Suatu hari, ada seekor kancil datang mendekati pinggir sumur itu. Dia melihat sebuah ember
kosong yang bergantung diatas roda,d alam hatinya masih bingung; apa maksudnya ember kok
digantung-gantung begitu. Didorong rasa ingin tahu, lalu dia melompat kedalamnya, dan tentu
saja bersama dengan ember itu segera meluncur ke bawah, dia juga melihat sebuah ember
kosong disampingnya naik ke atas. Hingga sampai diatas permukaan air sumur baru berhenti.
Dalam hati, Kancil mulai cemas tidak bisa bergerak kemana-mana, karena di sekelilingnya air
semua. Sewaktu kepalanya menoleh keatas,y ang terlihat adalah sebulatan cahaya kecil, dan saat
itu barulah disadarinya bahwa dia sedang berada di dasar sumur yang dalam. Berat badannya
sewaktu-waktu bisa menyebabkan air masuk ke ember dan menenggelamkannya.
Disekelilingnya tak ada sesuatu pun benda yang bisa diraih untuk naik kembali. Kancil makin
takut dan membayangkan bagaimana jadinya kalau dia mati terendam disitu, tentu tidak ada
teman-temannya yang tahu. Terperangkap disana sehari seperti melewati waktu setahun
lamanya. Tak lama kemudian, seekor serigala datang mendekati sumur itu dan menoleh ke
bawah. Melihat serigala diatas, kancil segera memanggil, "Hai serigala, tepat sekali
kedatanganmu kali ini", teriak kancil dengan suara keras. Diam-diam ia merasa senang sekali
karena sudah datang penolongnya. Tetapi, mungkinkah serigala mau menolongnya ?
"Sedang apa kamu dibawah sana?", tanya serigala dengan penasaran. "Saya mendapatkan
mustika yang sangat berharga, dan terlalu banyak. Maukah kamu membantu?", pancing kancil
dengan licik.
Mendengar ada mustika berharga, serigala yang serakah sangat tertarik. Dalam hati serigala juga
berpikir, baiklah pura-pura dulu menolongnya karena semua mustika itu akhirnya akan menjadi
milik saya. 'He..He..He..'
"Sekarang kamu lompat kedalam ember yang ada diatas, maka ember itu akan membawamu
turun kebawah sini". Kancil semakin tidak sabar untuk menunggu lebih lama lagi. Sementara
serigala tanpa sedikitpun rasa curiga segera melompat kedalam ember. Karena tubuh serigala
lebih berat, maka ember yang dilompatinya segera meluncur kebawah dan ember yang ditempati
kancil terangkat ke atas. Ketika keduanya bertemu di tengah-tengah sumur, kancil berkata;
"Serigala, pernahkah kamu mendengar pepatah manusia: Yang satu naik yang satu turun, yang
satu selamat harus ada yang lain menjadi korbannya".
Serigala yang bingung masih belum mengerti yang dimaksud oleh sang kancil. Di tengah
kebingungan itu, akhirnya ember yang didudukinya tercebur kedalam air.