You are on page 1of 32

STATUS PASIEN BAGIAN ILMU KESEHATAN ANAK RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KARDINAH TEGAL Nama Mahasiswa N"M

: Elizabeth Vania VH : #$#.#%.#&' Dokter Pembimbing (anda tangan : dr.H.R. Setyadi, S .! :

IDENTITAS PASIEN Nama )m*r ,enis -elamin !gama S*k* !lamat R*angan No. 2M !s*ransi Mas*k RS : !n. Rn : + b*lan : .aki/laki : "slam : ,awa : Desa -aranganyar R( #+0 R1 #' D*k*ht*ri : Melati : 3453$& : )m*m : 5 Maret '#6$

Nama !yah )m*r Peker7aan Pendidikan

: (n. M : $# tah*n : Swasta : SM!

Nama "b* )m*r Peker7aan

: Ny. ! : '5 tah*n : "b* R*mah (angga : SM!

Pendidikan

DATA DASAR ANAMNESIS (Alloanamnesis) !namnesis dengan ib* asien dilak*kan ada tanggal 5 Maret '#6$ *k*l 6#.## 1"8 di R*ang Melati. Keluhan Utama : Panas

Ri a!at Pen!a"it Se"a#an$ Pasien datang diantar oleh ib*nya ke "9D RS)D -ardinah (egal dengan kel*han anas se7ak $ hari SMRS. Panas dirasakan naik t*r*n. S*dah diberi obat en*r*n anas teta i hanya t*r*n sebentar kem*dian tidak lama naik lagi. Pasien s*dah berobat ke bidan teta i bel*m ada erbaikan. Selain anas "b* asien 7*ga mengel*hkan bahwa anaknya bat*k berdahak s*lit *nt*k dikel*arkan se7ak 4 hari SMRS, dan bat*knya disertai adanya ilek. M*ntah 7*ga ada ter*tama kala* asien bat*k dan memaksakan mengel*arkan dahak. Dahak awalnya berwarna anak terlihat ;ek*ng. Sesaat sebel*m mas*k R*mah Sakit, "b* asien mengak* anak men;ret $ kali dalam sehari, tidak ada am as, berlendir bening ;am *r kehi7a*an teta i tidak ada darah. Min*m !S" masih ma* teta i sedikit/sedikit berhenti. *tih nam*n kem*dian men7adi agak kental kehi7a*an. "b* asien mengak* bat*k disertai adanya sesak na:as karena dada

Ri a!at Pen!a"it Dahulu "b* asien mengatakan asien tidak ernah sesak na:as sebel*mnya. Nam*n s*dah ernah bat*k dan ilek biasa. !nak bel*m ernah dirawat di R*mah Sakit sebel*mnya Riwayat !sma dan !lergi disangkal oleh ib* asien

Ri a!at Pen!a"it Kelua#$a

"b* asien mengatakan bahwa tidak ada anggota kel*arganya yang memiliki kel*han ata* enyakit se erti asien.

Riwayat asma dan alergi dalam kel*arga disangkal

Ri a!at Kehamilan %an Peme#i"saan Antenatal "b* memeriksakan kehamilan di 8idan se;ara terat*r 6< tia b*lan selama kehamilan. (idak riwayat ernah menderita enyakit selama kehamilan, dokter dan 7am* erdarahan selama kehamilan disangkal, riwayat tra*ma selama

kehamilan disangkal, riwayat min*m obat tan a rese enambah darah 6 kali sehari selama 6 b*lan dari 8idan. Kesan: #i a!at &emeliha#aan antenatal 'ai"( Ri a!at Pe#salinan

disangkal. 8ayi dinyatakan sehat oleh dokter. "b* mengkons*msi =itamin

8ayi laki/laki lahir dengan *m*r kehamilan ib* $% mingg*, se;ara s ontan, ditolong oleh bidan. 8ayi lahir langs*ng menangis keras dengan berat badan lahir $5## gram, an7ang badan lahir 4& ;m, lingkar ke ala dan lingkar dada lahir ib* l* a. 8ayi dirawat bersama dengan ib*, setelah ' hari dirawat, bayi dan ib* diangga *lang. Kesan : Neonatus ate#m) lahi# s&ontan) 'a!i %alam "ea%aan sehat( Ri a!at Pemeliha#aan Postnatal Pemeliharaan ostnatal dilak*kan r*tin di bidan. Hanya 7ika anak ada kel*han, datang memeriksakan diri ke bidan. Ri a!at Pe#tum'uhan %an Pe#"em'an$an Ana" Pe#tum'uhan: 8erat badan lahir $5## gram. Pan7ang badan lahir 4& ;m. sehat sehingga bayi dan ib* di erbolehkan *nt*k

Saat ini 8erat badan 54## gram. Pan7ang badan 3+ ;m. Pe#"em'an$an: Perkembangan anak bel*m da at dinilai dan die=al*asi

Ri a!at Ma"an %an Minum Ana" "b* mengak* memberikan !S" ekskl*si: se7ak lahir sam ai sekarang

Kesan : Kualitas %an "uantitas ma"anan 'ai"

Ri a!at Imunisasi *AKSIN B+G DPT, DT P-LI+AMPAK HEPATITIS B DASAR (umu#)


# b*lan ' b*lan ' b*lan / # b*lan / 4 b*lan 4 b*lan / 6 b*lan / / / / /

ULANGAN (umu#) / / / / / / / / / / / / / / /

Kesan : Imunisasi sesuai .a% al KMS

Ri a!at Kelua#$a Be#en/ana "b* asien mengak* bel*m mengik*ti rogram -8

Ri a!at Sosial E"onomi !yah asien beker7a sebagai karyawan swasta. Sedangkan ib* asien hanya seorang ib* r*mah tangga. Penghasilan ayah asien R 6.###.###,## 0 b*lan. Dalam 6 kel*arga, ayah membiayai $ orang.

Kesan: #i a!at sosial e"onomi /u"u&(

Silsilah, I"htisa# Ketu#unan


= Laki=

PEMERIKSAAN 0ISIK Dilak*kan ada tanggal 5 Maret '#6$ *k*l 6#.## 1"8, di R*ang Melati. Kesan Umum : ;om os mentis, tam ak sesak >?@, retraksi >?@, tam ak lemas >?@, sianosis >/@ Tan%a *ital Nadi .a7* Na:as (ekanan darah S*h* : 65$ <0menit, reg*ler, isi ;*k* : 3' <0menit, reg*ler : tidak di eriksa : $%,& A2 >aksila@

Data Ant#o&omet#i 8erat badan sekarang : 5,4 kg. (inggi 8adan: 3+ ;m

Status Inte#nus
5

-e ala

: Meso;e hal, *b*n/*b*n besar datar, tegang >/@, bel*m men*t* .

Ramb*t

: Hitam, lebat, tam ak terdistrib*si merata, tidak m*dah di;ab*t.

Mata

: -on7*ngti=a anemis >/0/@, sklera ikterik >/0/@, oedem al ebra >/0/@, mata ;owong >/0/@, air mata ada.

Hid*ng

: 8ent*k normal, simetris, sekret >/0/@ na as ;* ing hid*ng >?0?@

(elinga M*l*t (enggorok

: 8ent*k dan *k*ran normal, dis;harge >/0/@, : 8ibir kering >/@, bibir sianosis >/@, lidah sianosis >/@ stomatitis >/@ : Baring hi eremis >/@ : (onsil (6/(6 hi eremis >/@, detrit*s >/@, gran*lasi >/@

.eher (hora< o P*lmo:

: Simetris, embesaran -98 >/@ : Dinding thora< normothora< dan simetris

"ns eksi

: Pergerakan dinding thora< kiri/kanan

simetris, #et#a"si %in%in$ %a%a(1) Pal asi Perk*si !*sk*ltasi : Stem :remit*s tidak dilak*kan : tidak dilak*kan emeriksaan : S*ara na:as =esik*ler disel*r*h la ang

ar* kiri/kanan, Ron"hi (1,1), wheezing >/0/@, #et#a"si su&#aste#nal (1) inte#/ostal (1). o 2or :

"ns eksi Pal asi

: ";t*s ;ordis tidak tam ak : ";t*s ;ordis teraba di "2S "V mid;la=i;*la sinistra, thrill >/@

Perk*si !*sk*ltasi

: (idak dilak*kan emeriksaan : 8*nyi 7ant*ng " dan "" reg*ler, gallo >/@ m*rm*r >/@(

!bdomen

: : datar dan simetris. : 8ising *s*s 4<0menit. : S* el, he ar C lien tidak teraba membesar, t*rgor k*lit baik.

o "ns eksi o !*sk*ltasi o Pal asi

o Perk*si 9enitalia !norektal Ekstremitas A"#al Din$in +RT -e%em

: tidak dilak*kan emeriksaan.

: D)E hi eremis >/@, testis s*dah t*r*n ke s;rot*m ?0?. : Dalam batas normal, hi eremis erianal >/@. : Su&e#io# /0/ E'F /0/ In2e#io# /0/ E'F 3,3

PEMERIKSAAN PENUN4ANG Peme#i"saan La'o#ato#ium (5 Ma#et 6789) Peme#i"saan 75,79,89 Hematolo$i .ekosit :(7 3.#/6%.# 6#G$0*l
7

Nilai #u.u"an

Eritrosit Hemoglobin Hematokrit M2V M2H M2H2 (rombosit

4.# 6#.6 $6.3 5&.% 6:(: 96(7 '3' Di22 +ount

$.6/4.$ 6#G30*l &.4/6$.# g0d. '%/4' H 53/&3 ) '5/$6 ;g $$.#/$5.# g0d. 6+#/4## 6#G$0*l

Netro:il .im:osit Monosit Eosino:il 8aso:il

+%.4 '%.# 89(; 7 #.' Kimia Klini"

+# I 5# H '+ I 4# H 'I%H 'I4H #I6H

9l*kosa Sewakt* Natri*m -ali*m -lorida

6+%

5# I 63# mg0d.

64'.& 4.'# 887(7

6$+ I 64% mmol0. $.3 I +.+ mmol 0 . &+ I 6#% mmol0.

Peme#i"saan Tho#a< AP (5 Ma#et 6789)

Roent$en

Deskripsi : Cor CTR < 0,56 Konso i!asi si"#a in$i %ra%e p& #o kanan 'i (o&%e si"n )*+

Kesan : Pneumonia Segmentalis

PEMERIKSAAN KHUSUS Data ant#o&omet#i: !nak laki/laki *sia 8erat badan Pan7ang badan Peme#i"saan Status Gi=i : Pert*mb*han :isik anak laki/laki men*r*t ersentil N2HS 880)J 5.405.$ < 6##H J 6#6.$3H (no#mal) P80)J 3+033 < 6##H J &%.4%H (no#mal) 880P8J 5.405.' < 6##H J 6#'.55H ($i=i 'ai") Kesan : Status $i=i ana" 'ai" %an &e#a a"an tu'uh ana" no#mal( : + b*lan : 5,4 -g : 3+ ;m

DA0TAR MASALAH : 6. Sesak Na as '. Demam $. 8at*k 4. Pilek

DIAGN-SA BANDING Sesa" Na&as %an 'atu" P*lmonal o Pne*monia .obaris o (8 Primer o 8ronko ne*monia o Pne*monia "nterstisiel o 8ron;hitis Non P*lmonal o Penyakit ,ant*ng 8awaan !sianotik Demam %an Pile" o "n:eksi Sal*ran Perna:asan !k*t DIAGN-SA SEMENTARA ". Pne*monia .obaris Medi*s De<tra

PENATALAKSANAAN

10

Me%i"amentosa Dksigen +.0menit "n:*s !sering 6# t m In.e"si o o o -#al : Diet : !S" ekskl*si: Sanmol dri 4 < #,% ml : !mo<i;illin $ < '+# mg 9entami;in $ < '# mg De<amethasone $ < 60$

Non Me%i"amentosa Ed*kasi ke ada orangt*a *nt*k kem*ngkinan roses s esi:ik Ra at 4alan: / / !moksisilin ' < 6##mg selama 5/6# hari Sanmol dri $ < #,% ml >7ika demam@

USULAN PEMERIKSAAN Manto*< test Boto roentgen thora< *lang setelah engobatan selesai PR-GN-SA K*o ad =itam : D*bia ad bonam

11

K*o ad sanationam : D*bia ad bonam K*o ad :*ngsionam : D*bia ad bonam

PER4ALANAN PEN>AKIT ? Ma#et 6789 S: Panas >?@, bat*k >?@, ilek >?@, sesak na as >?@, m*ntah >?@ 6< kala* bat*k, 8!8 ;air $<0hr beram as tan a lendir dan darah, meny*s* masih ma* D: -): ;om os mentis, tam ak sesak >?@, retraksi >?@, tam ak lemas >?@, sianosis >/@ / / / S : $%,&#2 HR: 65$ <0menit reg*ler RR : 3' <0 menit Mata : 2! /0/, S" /0/ Hid*ng : na:as ;* ing hid*ng >?0?@ (horaks : 2or0 S6 S' reg*ler, m*rm*r >/@, gallo >/@ P*lmo0 SN =esik*ler ?0?, Ronkhi ?0?, 1h /0/, retraksi inter;ostal >?@, s*b;ostal >?@ !bdomen :datar, 8) >?@, s* el, tim ani, t*rgor k*lit baik Ekstremitas s* erior : akral hangat ?0?, oedem /0/, 2R( E'detik Ekstremitas in:erior : akral hangat ?0?, oedem /0/, 2R( E'detik !: S*s . 8ron;ho ne*monia P: / D' / / / / / "VBD !sering 6# t m "n7. !mo<i;illin $ < '+# mg "n7. 9entami;in $ < '# mg "n7. De<amethasone $ < 60$ Sanmol dri 4 < #,% ml
12

5 Ma#et 6789 S: Panas >?@, bat*k >?@, ilek >?@, sesak na as >?@ , m*ntah >/@, 8!8 ;air $<0hr beram as tan a lendir dan darah, meny*s* masih ma* D: -): ;om os mentis, tam ak sesak >?@, retraksi >?@, tam ak lemas >?@ / / / S : $5,6#2 HR: 6$% <0menit reg*ler RR : 4% <0 menit Mata : 2! /0/, S" /0/ Hid*ng : na:as ;* ing hid*ng >?0?@ (horaks : 2or0 S6 S' reg*ler, m*rm*r >?@ "2S """ arasternal kiri, gallo >/@ P*lmo0 SN =esik*ler ?0?, Ronkhi ?0?, 1h /0/, retraksi inter;ostal dan s*b;ostal >?@ minimal !bdomen :datar, 8) >?@, s* el, tim ani, t*rgor k*lit baik Ekstremitas s* erior : akral hangat ?0?, oedem /0/, 2R( E'detik Ekstremitas in:erior : akral hangat ?0?, oedem /0/, 2R( E'detik Pemeriksaan Roentgen (hora< : Pne*monia Segmentalis De<tra !: Pne*monia .obaris Medi*s De<tra P: / D' / / / / / / "VBD !sering 6# t m "nhalasi $ < sehari "n7. !mo<i;illin $ < '+# mg "n7. 9entami;in $ < '# mg "n7. De<amethasone $ < 60$ Sanmol dri 4 < #%, ml

13

@ Ma#et 6789 (&ulan$) S: Panas >?@, bat*k >?@, ilek >?@, sesak na as >?@ , m*ntah >/@, 8!8 ;air >/@ D: -): ;om os mentis, tam ak sesak >/@, tam ak lemas >/@, erbaikan >?@ / / / S : $5,6#2 HR: 6'3 <0menit reg*ler RR : $' <0 menit Mata : 2! /0/, S" /0/ Hid*ng : na:as ;* ing hid*ng >/0/@ (horaks : 2or0 S6 S' reg*ler, m*rm*r >?@ "2S """ arasternal kiri, gallo >/@ P*lmo0 SN =esik*ler ?0?, Ronkhi ?0?, 1h /0/, retraksi inter;ostal dan s*b;ostal >/@ !bdomen :datar, 8) >?@, s* el, tim ani, t*rgor k*lit baik Ekstremitas s* erior : akral hangat ?0?, oedem /0/, 2R( E'detik Ekstremitas in:erior : akral hangat ?0?, oedem /0/, 2R( E'detik !: Pne*monia .obaris Medi*s De<tra P: / D' / / / / / / "VBD !sering 6# t m "nhalasi $ < sehari "n7. !mo<i;illin $ < '+# mg "n7. 9entami;in $ < '# mg "n7. De<amethasone $ < 60$ Sanmol dri 4 < #%, ml

BAB II ANALISA KASUS

14

Pneumonia Lo'a#is Dari gambaran klinis yang diseb*tkan oleh "b* asien yait* anas, bat*k berdahak s*lit *nt*k dikel*arkan, ilek, m*ntah ter*tama kala* memaksakan mengel*arkan dahak, dahak awalnya berwarna *tih nam*n kem*dian men7adi agak kental kehi7a*an disertai sesak na:as dan dada anak terlihat ;ek*ng mengarah ada kem*ngkinan ne*monia. Disam ing it* ada emeriksaan :isik thora< 7*ga ditem*kan adanya ron;hi basah hal*s ada ar* kanan dan kiri. Dan dari emeriksaan en*n7ang :oto thora< !P terakhir men*n7*kkan gambaran Pne*monia Segmentalis. Pada asien ini di diagnosa s*at* Pne*monia .obaris Medi*s De<tra karena dari gambaran klinis, emeriksaan :isik dan emeriksaan en*n7ang Boto (hora< termas*k dalam kriteria diagnosis Pne*monia .obaris Medi*s De<tra. Nam*n bel*m da at disingkirkan kem*ngkinan ke arah roses s esi:ik, karena seringkali gambaran roses s esi:ik ada anak/ anak tidak khas dan da at memberikan gambaran menyer* ai ne*monia lobaris.

BAB III TIN4AUAN PUSTAKA


15

9(8 Anatomi Pulmo Par*/ ar* mer* akan organ yang elastis, berbent*k ker*;*t, dan letaknya berada di dalam rongga dada ata* thora<. -ed*a ar*/ ar* saling ter isah oleh mediastin*m sentral yang berisi 7ant*ng dan bebera a emb*l*h darah besar.Setia ar*/ ar* mem *nyai a eks >bagian atas ar*/ ar*@ dan basis.Par*/ ar* kanan lebih besar dari ada ar*/ ar* kiri. Par*/ ar* kanan dibagi men7adi $ lob*s yait* lob*s s* erior, lob*s medi*s, dan lob*s in:erior. Par*/ ar* kanan terbagi lagi atas 6# segmen yait* ada lob*s s* erior terdiri atas$ segmen yakni segmen ertama adalah segmen a i;al, segmen ked*a adalah segmen osterior, dan segmen ketiga adalah segmen anterior.Pada lob*s medi*s terdiri atas ' segmen yakni segmen keem at adalahsegmen lateral, dan segmen kelima adalah segmen medial. Pada lob*s in:erior terdiri atas + segmen yakni segmen keenam adalam segmen a i;al, segmen ket*7*h adalah segmen mediobasal, segmen kedela an adalah segmen anteriobasal, segmen kesembilan adalah segmen laterobasal, dan segmen kese *l*h adalah segmen osteriobasal.

Par*/ ar* kiri terbagi atas d*a lob*s yait* lob*s s* erior dan lob*s in:erior. Par*/ ar* kiri terdiri dari % segmen yait* ada lob*s s* erior terdiri darisegmen ertama adalah segmen
16

a iko osterior, segmen ked*a adalah segmen

anterior, segmen ketiga adalah segmen

s* erior, segmen keem at adalah segmen in:erior. Pada lob*s in:erior terdiri dari segmen kelima segmen a i;al ata* segmens* erior, segmen keenam adalah segmen mediobasal ata* kardiak, segmen ket*7*h adalah segmen anterobasal dan segmen kedela an adalah segmen osterobasal. Sebenarnya sal*ran erna:asan mem *nyai mekanisme daya tahantersendiri yang sangat e:isien *nt*k men;egah in:eksi. Mekanisme daya tahan terseb*t antara lain : 6. S*s*nan anatomis rongga hid*ng. '. ,aringan lim:oit di naso I oro I :aring. $. 8*l* getar yang meli *ti sebagian besar e itel sal*ran erna:asan dansekret liat yang dikel*arkan oleh sel e itel terseb*t. 4. Re:leks bat*k. +. Re:leks e iglottis yang men;egah ter7adinya as irasi sekret yangterin:eksi. 3. Drainase sistem lim:atik dan :*ngsi menyaring kelen7ar lim:e regional. 5. Bagositosis, aksi enzimatik dan res on im*no I h*moral ter*tama dariim*no glob*lin ! >"g !@. %. Sekresi enzim/enzim dari sel/sel yang mela isi trakeo/bronkial yang beker7a sebagai antimikroba yang non/s esi:ik. !nak dengan daya tahan yang tergangg* akan da at menderita ne*monia ber*lang sehingga anak terseb*t tidak mam * mengatasi enyakit ini dengansem *rna. Baktor lain yang mem engar*hi timb*lnya ne*monia ialah daya tahan badan yang men*r*n, misalnya akibat maln*trisi energi rotein >MEP@, enyakit menah*n, :aktor iatrogenik se erti tra*ma ada ar*, anesthesia, as irasi serta engobatan dengan antibiotik yang tidak sem *rna. 9(6 De2inisi Pneumonia Pne*nomia adalah eradangan arenkim ar*, distal dari bronkiol*sterminalis yang men;ak* bronkiol*s res iratori*s dan al=eoli, yang disebabkanoleh mikroorganisme.
17

9(9 E&i%emiolo$i Pneumonia Pne*monia mer* akan salah sat* enyakit in:eksi sal*ran na as yang terbanyak di da atkan dan sering mer* akan enyebab kematian ham ir disel*r*h d*nia. Sekitar %#H dari sel*r*h kas*s bar* raktek *m*m berh*b*ngan dengan in:eksi sal*ran na as yang ter7adi di masyarakat > ne*moniakom*nitas0P-@ ata* di dalam r*mah sakit > ne*monia nosokomial0PN@. Pne*monia yang mer* akan bent*k in:eksi sal*ran na:as bawah ak*t di arenkim ar* yang seri*s di7*m ai sekitar 6+/'#H. Di !S ne*monia men;a ai 6$H dari sem*a enyakit in:eksi ada anak dibawah ' tah*n. 8erdasarkan hasil enelitian insiden ada ne*monia dida at 4kas*s dari 6## anak rasekolah, ' kas*s dari 6## anak *m*r +/& tah*n,dan 6 kas*sditem*kan dari 6## anak *m*r &/6+ tah*n.)N"2EB mem erkirakan bahwa $ 7*ta anak di d*nia meninggal karena enyakit ne*monia setia tah*n. Di "nggris ne*monia menyebabkan kematian6# kali lebih banyak dari ada enyakit in:eksi lain, sedangkan di !S mer* akan enyebab kematian *r*tan ke 6+. Meski *n enyakit ini lebih banyak ditem*kan ada daerah berkembang akan teta i di negara ma7* *n ditem*kan kas*s yang;*k* signi:ikan.Di "ndonesia berdasarkan hasil Riset -esehatan Dasar >Riskesdas@ tah*n '##5, men*n7*kkan re=alensi nasional "SP!: '+,+H >63 ro=insi di atas angkanasional@, angka kesakitan >morbiditas@ ne*monia ada bayi: '.' H, balita: $H,angka kematian >mortalitas@ ada bayi '$,%H, dan balita 6+,+H.8erdasarkan *m*r, ne*monia da at menyerang sia a sa7a. Meski *nlebih banyak ditem*kan ada anak/anak. Pada berbagai *sia enyebabnya;ender*ng berbeda/beda, dan da at men7adi edoman dalam memberikan tera i. 9(; Etiolo$i Pneumonia Pne*monia da at disebabkan oleh berbagai ma;am mikroorganisme yait* bakteri, =ir*s, 7am*r, rotozoa, yang sebagian besar disebabkan oleh bakteri.Penyebab tersering ositi:/gram, Stre to;o;;*s ne*monia yang ne*monia bakterialis adalah bakteri

menyebabkan ne*monia stre tokok*s. 8akteri Sta hylo;o;;*s a*re*s dan Stre to;o;;*s aer*ginosa. Pne*monia lainnya disebabkan oleh =ir*s, misalnya in:l*enza. Pne*monia lobaris adalah eradangan 7aringan ak*t yang berat yang disebabkan oleh ne*mo;o;;*s. Nama ini men*n7*kkan bahwa hanya sat* lob*s ar* yang terkena. !da berma;am/ma;am ne*monia yang disebabkan oleh bakteri lain, misalnya bronko ne*monia yang Haemo hyl*sin:l*enza dan ne*mo;o;;*s. enyebabnya sering

18

9(: Klasi2i"asi Pneumonia Men*r*t Pedoman Diagnosis dan Penatalaksanaan di "ndonesia yangdikel*arkan

Perhim *nan Dokter Par* "ndonesia, '##$ menyeb*tkan tiga klasi:ikasi ne*monia. a) Be#%asa#"an "linis %an e&i%emiolo$is: 6.Pne*monia kom*niti >;omm*nity/a;L*ired ne*monia@. '.Pne*monia nosokomial, >hos ital/a;L*ired ne*monia0noso;omial $. Pne*monia ada enderitaimm*no;om romised. 4.Pne*monia as irasi. ') Be#%asa#"an &en!e'a': 6.Pne*monia bakteri0ti ikal. Da at ter7adi ada sem*a *sia.8ebera a bakteri mem *nyai tendensi menyerang seseorang yang eka, misalnya klebsiella, ada enderita alkoholik, sta hylo;o;;*s ada enderita as;a in:eksi in:l*enza. '.Pne*monia =ir*s. $.Pne*monia 7am*r, sering mer* akan in:eksi sek*nder. Predileksiter*tama ada enderita dengan daya tahan lemah>imm*no;om romised @. 4. Pne*monia ati ikal disebabkan my;o lasma, legionella,dan ;hlamydia. /) Be#%asa#"an lo"asi in2e"si 6. Pne*monia lobaris Sering disebabkan as irasi benda asing ata* oleh in:eksi bakteri>Sta hylo;o;;*s@, 7arang ada bayi dan orang t*a. Pne*monia yangter7adi ada sat* lob*s ata* segmen kem*ngkinan sek*nder disebabkanoleh obstr*ksi bronk*s misalnya ada as irasi benda asing ata* roseskeganasan. Pada gambaran radiologis, terlihat gambaran gab*ngan konsolidasi berdensitas tinggi ada sat* segmen0lob*s ata* ber;ak yang mengik*tsertakan al=eoli yang tersebar. !ir bron;hogram adalah*dara yang terda at bersi:at diagnostik *nt*k ne*monia lobaris '. 8ronko ne*monia >Pne*monia lob*laris@ ada er;abangan bron;h*s, yang dikelilingi oleh bayangan o ak rongga *dara. -etika terlihat adanya bron;hogram, halini ne*monia@.

19

"n:lamasi ar*/ ar* biasanya dim*lai di bronkiol*s terminalis.8ronkiol*s terminalis men7adi ters*mbat dengan eks*dat m*ko *r*lenmembent*k ber;ak/ber;ak konsolidasi di lob*l*s yang bersebelahan.Penyakit ini seringnya bersi:at sek*nder, mengik*ti in:eksi dari sal*ranna:as atas, demam ada in:eksi s esi:ik dan enyakit yangmelemahkan sistem ertahanan t*b*h. 8iasanya ter7adi ada bayi danorang/orang dengan kondisi yang lemah ne*monia da at m*n;*lsebagai in:eksi rimer. $. Pne*monia interstisial (er*tama ada 7aringan enyangga, yait* interstitial dinding bronk*sdan eribronkhil. Peradangan da at ditem*kan ada in:eksi =ir*s danmy;o lasma. (er7adi edema dinding rebronkial. Radiologis ber* a bayangan bronkhioli dan 7*ga edema 7aringan interstisial

*dara ada al=eol*s masih terlihat, dili *ti ersel*b*ngan yang tidak merata.

1HD memberikan edoman klasi:ikasi ne*monia, sebagai berik*t : 8( Usia "u#an$ %a#i 6 'ulan a.Pne*monia berat / 2hest indrawing >s*b;ostal retra;tion@ /8ila ada na as ;e at >M 3# <0menit@ b.Pne*monia sangat berat / tidak bisa min*m / ke7ang / kesadaran men*r*n / hi ertermi 0 hi otermi / na as lambat 0 tidak terat*r

6( Usia 6 'ulan3: tahun a.Pne*monia

20

/ bila ada na as ;e at b.Pne*monia 8erat / 2hest indrawing / Na as ;e at dengan la7* na as N M +# <0menit *nt*k anak *sia ' b*lan I 6tah*n N M 4# <0menit *nt*k anak M 6 I + tah*n ;.Pne*monia sangat berat / tidak da at min*m / ke7ang / kesadaran men*r*n / maln*trisi 9(A Pato2isiolo$i Pneumonia Pne*monia yang di i;* oleh bakteri bisa menyerang sia a sa7a, dari bayi sam ai *sia lan7*t. Pe;and* alkohol, berisiko. Sebenarnya bakteri ne*monia it* ada dan hid* normal ada tenggorokan yang sehat. Pada saat ertahanan t*b*h men*r*n, misalnya karena enyakit, *sialan7*t, dan ar* banyak maln*trisi, bakteri ne*monia akan dengan ;e at berkembang biak dan mer*sak organ ar*/ ar*. -er*sakan 7aringan ar* setelah kolonisasi s*at* mikroorganisme ada disebabkan oleh reaksi im*n dan eradangan yang dilak*kan oleh e7am*. Selain it*, toksin/ toksin yang dikel*arkan oleh bakteri mer*sak sel/sel sistem erna asan bawah. !da bebera a ;ara mikroorganisme men;a ai erm*kaan: 6. "nok*lasi langs*ng '. Penyebaran melal*i emb*l*h darah
21

asien

as;a o erasi, orang/orang dengan gangg*an

enyakit

erna asan, sedang terin:eksi =ir*s ata* men*r*n kekebalan t*b*hnya adalah yang aling

ne*monia bakterialisda at se;ara langs*ng

$. "nhalasi bahan aerosol 4.-olonisasi di erm*kaan m*kosa Dari keem at ;ara terseb*t diatas yang terbanyak adalah ;ara kolonisasi. Se;ara inhalasi ter7adi ada in:eksi =ir*s, mikroorganisme ati ikal, mikrobakteria ata* 7am*r. roses in:eksi. 8ila ter7adi kolonisasi ada -ebanyakan bakteri dengan *k*ran #,+ I ',# nm melal*i *dara da at men;a ai bronk*s terminal ata* al=eoli dan selan7*tnya ter7adi sal*ran na as atas >hid*ng, oro:aring@ kem*dian ter7adi as irasi ke sal*ran na as bawah dan ter7adi inok*lasi mikroorganisme, hal ini mer* akan erm*laan in:eksi dari sebagian besar in:eksi ar*. !s irasi dari sebagian ke;il sekret oro:aring ter7adi ada orang normal wakt* tid*r >+#H@ 7*ga ada keadaan en*r*nan kesadaran, emin*m alkohol dan emakai obat >dr*g ab*se@.

22

8asil yang mas*k bersama sekret bronk*s ke dalam al=eoli menyebabkan reaksi radang ber* a edema sel*r*h al=eoli dis*s*l dengan in:iltrasi sel/sel PMN dan dia edesis eritrosit sehingga ter7adi erm*laan :agositosis sebel*m terbent*knya antibodi. Pne*monia bakterialis menimb*lkan res on im*n dan eradangan yang aling men;olok. ,ika ter7adi in:eksi, sebagian 7aringan dari lob*s ar*/ ar*,ata* *n sel*r*h lob*s, bahkan sebagian besar dari lima lob*s ar*/ ar* >tiga di ar*/ ar* kanan, dan d*a di ar*/ ar* kiri@ men7adi terisi ;airan. Dari 7aringan ar*/ ar*, in:eksi dengan ;e at menyebar ke sel*r*h t*b*h melal*i eredaran darah. 8akteri enyebab ne*monia.
23

ne*mokok*s adalah k*man yang

aling *m*m sebagai

Setelah mikroorganisme tiba di al=eoli membent*k s*at* roses eradangan yang meli *ti em at stadi*m, yait*: a) Sta%ium "on$esti (; B 86 .am &e#tama) Diseb*t hi eremia, menga;* ada res on eradangan erm*laan yang berlangs*ng ada daerah bar* yang terin:eksi. Hal ini ditandai dengan eningkatan aliran darah dan ermeabilitas ka iler di tem at in:eksi.Hi eremia ini ter7adi akibat Mediator/mediator terseb*t men;ak* rostaglandin *nt*k melemaskan otot histamin dan olos =ask*ler ele asan mediator/ mediator eradangan dari sel/sel mast setelah engakti:an sel im*n dan ;edera 7aringan. rostaglandin. Degran*lasi sel mast ar* dan eningkatan ermeabilitas 7*gamengakti:kan 7al*r kom lemen. -om lemen beker7a sama dengan histamindan ka iler ar*. Hal ini mengakibatkan er indahaneks*dat lasma ke dalam r*ang interstiti*m sehingga ter7adi embengkakandan edema antar ka iler dan al=eol*s. Penimb*nan ;airan di antara ka iler danal=eol*s meningkatkan 7arak yang har*s ditem *h oleh oksigen dankarbondioksida maka er indahan gas ini dalam darah aling ber engar*h dansering mengakibatkan en*r*nan sat*rasi oksigen hemoglobin. ') Sta%ium he&atisasi me#ah (;5 .am 'e#i"utn!a)

24

Diseb*t he atisasi merah, ter7adi sewakt* al=eol*s terisi oleh sel darah merah,eks*dat dan :ibrin yang dihasilkan oleh en7am* >host@ sebagai bagian dari reaksi eradangan. .ob*s yang terkena men7adi adat oleh karena adanya en*m *kan le*kosit, eritrosit dan ;airan, sehingga warna ar* men7adimerah dan ada erabaan se erti he ar. Pada stadi*m ini *dara al=eoli tidak ada ata* sangat minimal sehingga anak akan bertambah sesak. Stadi*m ini berlangs*ng sangat singkat, yait* selama 4% 7am. /) Sta%ium he&atisasi "ela'u (9 B 5 ha#i) Diseb*t he atisasi kelab* yang ter7adi sewakt* sel/sel darah *tihmengkolonisasi daerah ar* yang terin:eksi. Pada saat ini enda an :ibrinterak*m*lasi di sel*r*h daerah yang ;edera dan ter7adi :agositosis sisa/sisasel. Pada stadi*m ini eritrosit di al=eoli m*lai diresorbsi, lob*s masih teta adat karena berisi :ibrin dan le*kosit, warna merah men7adi *;at kelab* danka iler darah tidak lagi mengalami kongesti. %) Sta%ium #esolusi (? B 86 ha#i) Diseb*t 7*ga stadi*m resol*si yang ter7adi sewakt* res on im*n dan eradangan mereda, sisa/sisa sel :ibrin dan eks*dat lisis dan diabsorbsi olehmakro:ag sehingga 7aringan kembali ke str*kt*rnya sem*la.

9(? Pene$a"an Dia$nosis Penegakan diagnosis ne*monia da at dilak*kan melal*i: a@ 9ambaran -linis 9e7ala/ge7ala meli *ti: 6. Demam dan menggigil akibat roses eradangan '. 8at*k yang sering rod*kti: dan *r*len $. S *t*m berwarna merah karat ata* kehi7a*an dengan ba* khas 4. Rasa lelah akibat reaksi eradangan dan hi oksia a abila in:eksinya seri*s. ne*monia ser* a *nt*k sem*a 7enis ne*monia. 9e7ala/ge7ala

25

9ambaran klinis biasanya didah*l*i oleh in:eksi sal*ran na as ak*t bagian atas selama bebera a hari, kem*dian diik*ti dengan demam, menggigil, s*h* t*b*h kadang/ kadang melebihi 4#O 2, sakit tenggorokan, nyeri otot dan sendi. ,*ga disertai bat*k, dengan s *t*m m*koid ata* *r*len, kadang/kadang berdarah. Pada emeriksaan :isik :rek*ensi na:as mer* akan indeks aling sensiti: *nt*k

mengetah*i beratnya enyakit. Hal ini dig*nakan *nt*k mend*k*ng diagnosis dan memanta* tatalaksana. Peng*k*ran :rek*ensi na:as dilak*kan dalam keadaan anak tenang ata* tid*r. Perk*si thorak tidak bernilai diagnostik karena *m*mnya kelainan atologisnya menyebar. S*ara red* ada erk*si biasanya karena adanya e:*si le*ra.

1HD meneta kan kriteria taki ne* berdasarkan *sia, sebagai berik*t : / *sia k*rang dari ' b*lan: P 3# kali er menit / *sia ' b*lan / 6 tah*n: P +# kali er menit / *sia 6 I + tah*n: P 4# kali er menit. S*ara na:as yang melemah seringkali ditem*kan ada a*sk*ltasi. Ronkhi basah hal*s khas *nt*k asien yang lebih besar, m*ngkin tidak terdengar ada bayi. Pada bayi dan anak ke;il karena ke;ilnya =ol*me thorak biasanya s*ara na:as saling berba*r dan s*lit diidenti:ikasi. b@ Pemeriksaan .aboratori*m 6. 9ambaran darah men*n7*kkan le*kositosis, biasanya 6+.### I 4#.### 0mm$dengan ergeseran ke kiri. ,*mlah le*kosit yang tidak meningkat berh*b*ngan dengan in:eksi =ir*s ata* my;o lasma. '. Nilai Hb biasanya teta normal ata* sedikit men*r*n. $. Peningkatan .ED. 4. -*lt*r dahak da at ositi: ada '# I +# H enderita yang tidak diobati.Selain k*lt*r dahak, biakan 7*ga da at diambil dengan ;ara ha *san tenggorok >throat swab@. +. !nalisa gas darah >!9D@ men*n7*kkan hi oksemia dan hi erkarbia.Pada stadi*m lan7*t da at ter7adi asidosis metabolik .

26

;@Pemeriksaan Radiologis 9ambaran radiologis ada :oto thora< ada enyakit ne*monia antara lain: N Persel*b*ngan homogen ata* inhomogen ses*ai dengan lob*s ata* segment ar* se;ara anatomis. N 8atasnya tegas, wala* *n ada m*lanya k*rang 7elas. N Vol*me ar* tidak ber*bah, tidak se erti atelektasis dimana ar*menge;il. (idak tam ak de=iasi tra;hea0se t*m0:iss*re0 se erti adaatelektasis. N Silho*ette sign>?@ : berman:aat *nt*k menent*kan letak lesi ar* Q bataslesi dengan 7ant*ng hilang, berarti lesi terseb*t berdam ingan dengan 7ant*ng ata* di lob*s medi*s kanan. N Seringkali ter7adi kom likasi e:*si le*ra. N 8ila ter7adinya ada lob*s in:erior, maka sin*s hreni;o;ostalis yang aling akhir terkena. N Pada erm*laan sering masih terlihat =ask*ler. N Pada masa resol*si sering tam ak !ir 8ron;hogram Sign >ter erangka nya *dara ada bronk*s karena tiadanya ert*karan *dara ada al=eol*s@. Boto thora< sa7a tidak da at se;ara khas menent*kan enyebab ne*monia, hanya mer* akan et*n7*k ke arah diagnosis etiologi, misalnya enyebab ne*monia lobaris tersering disebabkan oleh Stre to;o;;*s ne*moniae, Pse*domonas aer*ginosa sering mem erlihatkan in:iltrat bilateralata* gambaran bronko ne*monia sedangkan -lebsiela ne*monia sering men*n7*kan konsolidasi yang ter7adi ada lob*s atas kanan meski *n da atmengenai bebera a lob*s. (am ak gambaran gab*ngan konsolidasi berdensitas tinggi ada sat* segmen0lob*s >lob*s kanan bawah P! ma* *n lateral@ ata* ber;ak yang mengik*t sertakan al=eoli yang tersebar. !ir bron;hogram biasanya ditem*kan ada ne*monia 7enis ini. Dasar diagnosis ne*monia men*r*t Henry 9orna tah*n 6&&$ adalah ditem*kannya aling sedikit $ dari + ge7ala berik*t ini : a. Sesak na:as disertai dengan erna:asan ;* ing hid*ng dan tarikandinding dada b. Panas badan
27

;. Ronkhi basah sedang nyaring >;ra;kles@ d. Boto thora< men*n7*kkan gambaran in:iltrat di:*s e. .e*kositosis > ada in:eksi =ir*s tidak melebihi '#.###0mm$ denganlim:osit redominan, dan bakteri 6+.###/4#.###0mm$ ne*tro:il yang redominan@

9(5 Dia$nosa Ban%in$ N(8 ar* rimer N8ronkiolitis N!s irasi ne*monia

9(@ Penatala"sanaan Pneumonia "ndikasi rawat ina anak dengan ne*monia yait* bila asien tam ak toksik, *sia E3 b*lan, distres erna asan berat, dehidrasi ata* m*ntah, hi oksemiadan hi oksia >sat*rasi D' E &$/&4H ada kondisi r*angan@, a ne*, erb*r*kanstat*s klinis setelah inisiasi tera i, ata* adanya kom liksi se erti e:*si le*ra ata*em iema, emberian n*trisi yang k*rang, ketidakmam *an orang t*a *nt*k merawat, im*nokom romais, ada enyakit enyerta se erti enyakit 7ant*ng bawaan, dan asien memb*t*hkan antibiotik arenteral > ne*monia berat@. 8iasanya ne*monia tan a kom likasi akan men*n7*kkan >bila erl* erbaikan se;ara erl* diberi ;airan

klinissetelah 4%/&3 7am emberian antibiotik. Pasien yang dirawat ina dan kalori yang ;*k*

er arenteral@ dan s* lementasi oksigen 7ika sat*rasi

oksigen E &'H. (era i antibiotik arenteral dihentikan dan diganti dengan antibiotik oral 7ika asiena:ebris dan tidak lagi memb*t*hkan s* lementasi oksigen. (atalaksana ne*monia berdasarkan erkiraan enyebab dan keadaanklinis asien. Nam*n, identi:ikasi dini mikroorganisme enyebab tidak selal*da at dilak*kan, oleh karena it* antibiotik di ilih

berdasarkan engalaman>em iris@. Pada ne*monia ringan rawat 7alan, da at diberi antibiotik lini ertama eroral se erti amoksisilin dan kotrimoksazol. E:ekti:itas emberian antibiotik t*nggal oral men;a ai &#H. Dosis amoksisilin yait* '+ mg0kg88, sedangkan kotrimoksazol 4 I '# mg0kg88.Pada ne*monia rawat ina , lini
28

ertama da at mengg*nakan golongan beta/laktam ata* kloram:enikol. ,ika tidak res onsi: dengan ked*a antibiotik terseb*t, da at diberikan gentamisin, amikasin, ata* se:alos orin ses*ai et*n7*k etiologi yang ditem*kan. (era i antibiotik diter*skan selama 5/6# hari 7ika tidak ada kom likasi. Pada neonat*s dan bayi ke;il, karena tingginya ke7adian se sisdan meningitis, tera i awal antibiotik intra=ena har*s sesegera m*ngkin dim*lai. 8ila keadaan telah stabil da at diberi antibiotik oral selama 6# hari. Pemberian zink eroral >'# mg0hari@ da at membant* mem er;e at enyemb*han ne*monia berat. 8akteri ati ik tidak res onsi: terhada antibiotik golongan beta/laktam.Pilihan *tamanya adalah makrolida. Dosis eritromisin *nt*k anak $#/+#mg0kg880hari, diberikan setia 3 7am selama 6#/64 hari. -laritromisin danroksitromisin diberikan ' kali sehari dengan dosis 6+ mg0kg88 *nt*k klaritromisin dan +/6# mg0kg88 *nt*k roksitromisin. !zitromisin diberikan sekali sehari selama $/+ hari dengan dosis 6# mg0kg88 ada hari ertama, dilan7*tkan dengan dosis + mg0kg88 *nt*k hari berik*tnya. ,ika di;*rigai ne*monia =iral, en*ndaan emberian antibiotik da at diterima. Sekitar $#H ne*monia =iral 7*ga disertai Nam*n, antibiotik segera diberikan 7ika ter7adi er*bahan stat*s klinis. (abel $.6 Pilihan engg*naan antibiotika ada ne*monia )m *r E $ Enteroba;teria;eae b*la n Stre to;o;;*s ne*m oniae Stre to;o;;*sgro* 8 Sta ylo;o;;*sa*re*s 2lamydiatra;homatis Etiologi Rawat ina -loksasilin i= dan aminoglikosida>gentamisin,netr omisin, amikasin@ i=0im !m isilin i= dan aminoglikosida Se:alos orin generasi $ i= >;e:ota<im, ;e:tria<on,;e:tazidin, ;e:*roksin@ Mero enem i= dan aminoglikosida i=0im Stre to;o;;*s ne*m oniae Sta ylo;o;;*sa*re*s !m isilin i= dan kloram:enikol i= !m isilin i= dan kloksasilini= Se:alos orin generasi $ i=>;e:ota<im, ;e:tria<on,;e:tazidin,
29

ne*monia bakteri.

Pilihan antibiotik Rawat 7alan

!moksisilin -loksasilin !miksisilin asamkla=*lanat

Haemo hyl*s in:l*enza

;e:*roksin@ Mero enem i= dan aminoglikosida i=0im

Eritromisin -laritromisin !zitromisin Se:alos orin oral>se:iksim,se:aklor@

Stre to;o;;*s ne*m oniae My;o lasma ne*mo niae 2lamydia ne*monia e

!m isilin i= Eritromisin o -laritromisin o !zitromisin o -otrimoksasol o Se:alos orin gen $ i=

!moksisilin Eritromisin -laritromisin !zitromisin -otrimoksasol Se:alos orinoral>se:iksim,se :aklor@

9(87 Kom&li"asi Pneumonia -om likasi dari ne*monia adalah: N !telektasis, yait* engembangan ar*/ ar* yang tidak sem *rna ata*kola s ar*

mer* akan akibat k*rangnya mobilisasi ata* re:leks bat*k hilang. N Em iema, yait* s*at* keadaan dimana terk*m *lnya nanah dalam rongga le*ra terda at di sat* tem at ata* sel*r*h rongga le*ra. N !bses ar* N "n:eksi sistemik N Endokarditis yait* eradangan ada setia kat* endokardial N Meningitis yait* in:eksi yang menyerang sela *t otak.

30

9(88 P#o$nosis Dengan emberian antibiotika yang te at dan adek*at, mortalitas da at dit*r*nkan sam ai k*rang dari 6H. !nak dalam keadaan maln*trisi energi rotein dan yang datang terlambat men*n7*kkan mortalitas yang lebih tinggi.

BAB I*
31

DA0TAR PUSTAKA 6. 8*diono E, Hidyam 8, 8erkala "lm* -edokteran, dalam Pola Kuman Pneumonia pada Penderita di RSUP Dr. Sardjito 1995 1998 , Vol. $', No. $, Penerbit B- )9M, Rogyakarta, '###, hal: 636/634. '. Pri;e S!, 1ilson .M, Pathophysiology: Clini al Con epts o! Disease Pro esses >Pato:isiologi: -onse -linis Proses/Proses Penyakit@, Edisi 4, Penerbit E92, ,akarta, 6&&+, hal: 5#&/56'. $. Soe arman, 1as ad7i S >ed@, "lmu Penya#it Dalam, ,ilid "", 8alai Penerbit B-)", ,akarta, 6&&+, hal: 3&+/5#+. 4. !latas H, Hasan R >ed@, $u#u Kuliah % "lmu Kesehatan &na#, Per;etakan "n:omedika, ,akarta, 6&%3, hal: 6''%/6'$+. +. -*mala P, dkk >ed@, -am*s Sak* -edokteran Dorland, Edisi '+, Penerbit E92, ,akarta, 6&&%, hal: 635. 3. 8ordow R!, Moser -M >ed@, 'anual o! Clini al Pro(lems in Pulmonary 'edi ine )ith &nnotated Key Re!eren es, 'nd edition, .ittle 8rown C 2o >"n;.@, )S!, 6&%3, %+/6#+. 5. 8ehrman RE, Va*ghan V2, *elson "lmu Kesehatan &na#, 8agian "", Edisi 6', Penerbit E92, ,akarta, 6&&', hal: 365/3'%. %. R*dol h !M, et al, Pediatri s, 64th edition, ! leton C .ange, 2ali:ornia, 6&%5, :64'5/64'%. &. Sh*lman (S, et al, Pad*an enyakit "n:eksi dan (era i !ntimikroba ada !nak, E92, ,akarta, '##6, hal 4&3/+''. :

32