You are on page 1of 8

Artikel Ilmiah

DESAIN MEDIA PEMBELAJARAN KOMIK SERIAL FISIKA PADA MATERI HUKUM PASCAl UNTUK KELAS VIII SMP

Oleh:

MAULANA ZIKRI A1C308010

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI FEBRUARI 2013

Maulana Zikri: SI Pendidikan Fisika FKIP Universitas Jambi

Artikel Ilmiah

DESAIN MEDIA PEMBELAJARAN KOMIK SERIAL FISIKA PADA MATERI HUKUM PASCAl UNTUK KELAS VIII SMP oleh: Maulana Zikri (Pendidikan Fisika PMIPA FKIP Universitas Jambi) ABSTRAK Komik merupakan suatu bentuk media komunikasi visual yang mempunyai kekuatan untuk menyampaikan informasi yang mudah dimengerti serta dapat menarik respon dari pembacanya. Hukum pascal sendiri merupakan salah satu materi yang dipelajari di SMP kelas VIII yang dalam proses belajarnya dibutuhkan suatu media untuk membantu penjelasan materi dan percobaan. Berdasarkan hal ini penulis tertarik untuk membuat suatu komik yang dapat membantu proses belajar siswa. Komik yang dibuat dinamakan komik serial fisika. Penelitian ini adalah penelitian pada bidang pengembangan dengan model prosedural. Tiga tahap yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu tahap awal (identifikasi kebutuhan, perumusan tujuan, dan perumusan butir materi), tahap pengembangan (pembuatan media), dan tahap evaluasi (pencocokan materi, validasi, uji coba, revisi dan pengemasan media pembelajaran). Desain komik serial fisika ini disesuaikan dengan silabus dengan menyajikan materi, tokoh penemu, contoh aplikasi dalam kehidupan sehari-hari, contoh percobaan, contoh soal, tugas latihan dan percobaan. Hasil analisis angket penelitian persepsi siswa terhadap komik serial fisika mempunyai persentase aspek efektivitas penggunaan komik sebagai media belajar sebesar 76,6 % (baik), aspek motivasi belajar 76,12 % (baik), dan aspek aktivitas belajar siswa 66,3 % (cukup baik). Hasil analisis yang diperoleh dari penelitian ini, jika dilihat pada interval persentase dan kriteria kualitatif penilaian kelayakan media pembelajaran dapat diperoleh kesimpulan bahwa komik serial fisika pokok bahasan hukum pascal layak digunakan sebagai media pembelajaran pada kelas VIII SMP.
Kata Kunci: Komik, Prosedural, Persepsi

I. PENDAHULUAN Media pembelajaran yang berkembang saat ini banyak sekali seperti flash, blog, slide presentasi, animasi, media 3 dimensi, dan lain-lain. Penggunaan media belajar yang bervariasi dibutuhkan untuk meningkatkan motivasi siswa dalam belajar. Salah satu cara yang efektif dalam memotivasi siswa adalah dengan mengajak mereka belajar dari hal-hal mereka suka. Saat ini banyak pelajar usia SMP dan SMA yang suka membaca komik baik berupa komik online maupun komik cetak. Penulis mencoba melakukan observasi di toko buku Gramedia untuk mengetahui apakah sudah ada yang membuat komik fisika. Penulis menemukan beberapa komik Fisika yang telah di buat. Komik ini membahas tentang pengetahuan umum Fisika atau percobaan-percobaan Fisika. Secara keseluruhan isi komik tersebut menurut penulis tidak bersesuaian dengan silabus. Akhirnya penulis tertarik untuk membuat suatu media belajar komik fisika untuk memotivasi siswa dalam belajar fisika dengan isi komik yang bersesuaian dengan silabus.

Maulana Zikri: SI Pendidikan Fisika FKIP Universitas Jambi

Artikel Ilmiah

Penelitian komik serial fisika ini dibatasi pada materi Hukum Pascal. Dimana hukum pascal sendiri merupakan salah satu materi yang dipelajari di SMP kelas VIII yang dalam proses belajarnya dibutuhkan suatu media untuk membantu penjelasan materi dan percobaan. Selain mendesain komik serial fisika yang membahas hukum pascal, penelitian tentang persepsi siswa terhadap penggunaan komik serial fisika ini perlu dilakukan untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan dari komik serial fisika. II. TINJAUAN PUSTAKA Komik Komik adalah suatu bentuk seni yang menggunakan gambar-gambar tidak bergerak yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk jalinan cerita (Wikipedia, 2012). Banyak pendapat para ahli tentang pengertian komik. Scout McCloud (2007) memberikan pendapat bahwa komik dapat memiliki arti gambar-gambar serta lambang lain yang ter-jukstaposisi (berdekatan, bersebelahan) dalam urutan tertentu untuk menyampaikan informasi dan/atau mencapai tanggapan estetis dari pembacanya. Proses pembuatan komik secara umum yaitu dicetak di atas kertas dan dilengkapi dengan teks. Menurut Heru (2006), Komik dapat diterbitkan dalam berbagai bentuk mulai dari strip dalam koran, dimuat dalam majalah, hingga bentuk yang banyak diminati saat ini yaitu komik online. Secara keseluruhan tampilan akhir komik tergantung pada kreatifitas pembuatnya. Menurut Jogsa (2012), Umumnya dalam membuat komik kita harus mampu menggambar sketsa dengan pensil, program photoshop, coreldraw, komik life deluxe atau yang lainnya. Pembuatan komik serial fisika ini penggambaran sketsa dilakukan dengan menggunakan software photoshop dan komik life deluxe. Langkah awal yaitu mencari gambar-gambar pendukung melalui media internet. Kemudian dilakukan pengeditan gambar melalui software photoshop. Setelah gambar selesai diedit, maka pengaturan alur cerita komik dilakukan melalui software komik life deluxe. Komik yang sudah jadi dapat dicetak dan dijilid sehingga menjadi seperti buku. Menurut Scott McCloud (2007), Hal yang harus diperhatikan sebelum membuat komik yaitu Pemilihan momen, pemilihan bingkai, pemilihan citra, pemilihan kata, pemilihan alur. Pemilihan momen artinya pemilihan aksi yang akan digambarkan dalam cerita komik. Pemilihan bingkai artinya memilih jarak dan sudut pandang yang tepat untuk momen yang telah dipilih. Pemilihan citra artinya pemilihan gambar objek dan lingkungan yang jelas dalam bingkai tersebut. Pemilihan kata artinya menyusun kata yang menambah informasi penting dan menyatu dengan citra disekeliling mereka. Pemilihan alur artinya menuntun pembaca mengikuti urutan panel dalam halaman.

Komik Life Deluxe Dalam Wikipedia (2012), Komik Life Deluxe adalah perangkat lunak editor dan desain grafis buatan Robert Grand yang dikhususkan untuk pembuatan komik serta pembuatan efek-efek pendukung pembuatan komik. Pilihan template komik yang umum digunakan :
Maulana Zikri: SI Pendidikan Fisika FKIP Universitas Jambi 3

Artikel Ilmiah

1. Pilihan percakapan komik yang menarik. 2. Hasil akhir komik yang menawan. 3. Ringan dalam penggunaan sumber daya komputer (tidak membebani kerja komputer). 4. Pilihan font yang cukup banyak. 5. Support Windows XP / Windows 732 dan 64 bit. Hukum Pascal Bila ditinjau dari zat cair yang berada dalam suatu wadah, tekanan zat cair pada dasar wadah tentu saja lebih besar dari tekanan zat cair pada bagian di atasnya. Semakin ke bawah, semakin besar tekanan zat cair tersebut. Sebaliknya, semakin mendekati permukaan atas wadah, semakin kecil tekanan zat cair tersebut. Besarnya tekanan sebanding dengan massa jenis (), percepatan gravitasi (g), dan ketinggian/kedalaman (h). Setiap titik pada kedalaman yang sama memiliki besar tekanan yang sama. Hal ini berlaku untuk semua zat cair dalam wadah apapun dan tidak bergantung pada bentuk wadah tersebut. Apabila ditambahkan tekanan luar misalnya dengan menekan permukaan zat cair tersebut, pertambahan tekanan dalam zat cair adalah sama di segala arah. Jadi, jika diberikan tekanan luar, setiap bagian zat cair mendapat besar tekanan yang sama (Lohat, 2008). Jika seseorang mengompres ujung kantong plastik berisi air yang memiliki banyak lubang maka air akan memancar dari setiap lubang dengan sama kuat. Blaise Pascal menyimpulkannya dalam hukum Pascal yang berbunyi, Tekanan yang diberikan pada zat cair dalam ruang tertutup diteruskan sama besar ke segala arah (Kanginan, 2007).

Persamaan Hukum Pascal Berikut ini adalah gambar fluida yang dilengkapi oleh dua penghisap dengan luas penampang berbeda. Penghisap pertama memiliki luas penampang yang kecil (diameter kecil) dan penghisap yang kedua memiliki luas penampang yang besar (diameter besar) (Kanginan, 2007)
Keterangan : F1= Gaya pada A1 F2 = Gaya pada A2 A1 = Luas penampang 1 A2 = Luas penampang 2

Gambar : Fluida Yang Dilengkapi Penghisap Dengan Luas Permukaan Berbeda

Maulana Zikri: SI Pendidikan Fisika FKIP Universitas Jambi

Artikel Ilmiah

Sesuai dengan hukum Pascal bahwa tekanan yang diberikan pada zat cair dalam ruang tertutup akan diteruskan sama besar ke segala arah, maka tekanan yang masuk pada penghisap pertama sama dengan tekanan pada penghisap kedua (Kanginan, 2007). Tekanan dalam fluida dapat dirumuskan dengan persamaan di bawah ini : P= P1 = P2 F1 : A1 = F2 : A2 Dengan: P = tekanan (Pa) F = gaya (N) A = luas permukaan penampang (m2). Satuan tekanan dalam SI adalah newton per meter persegi (N/m2) yang dinamakan pascal (Pa).

sehingga persamaan hukum Pascal bisa ditulis sebagai berikut. (2.8) (2.9)

III. METODE PENGEMBANGAN Dalam penelitian pengembangan ini, jenis data yang diambil yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari tim validasi yaitu tim ahli materi dan tim ahli media berupa isian angket berupa saran dalam perbaikan media komik serial Fisika. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilaksanakan dengan cara sebagai berikut: 1) Tahap Persiapan a. b. c. d. Mempersiapkan media komik serial fisika. Menyiapkan surat izin penelitian. Menentukan tim ahli. Menentukan siswa kelas VIII SMP Negeri 11 sebagai responden penelitian.

2) Tahap Pelaksanaan Dalam penelitian ini penulis menunjukkan media komik serial fisika. Kemudian tim ahli memvalidasi media komik serial fisika yang telah dibuat melalui angket berstruktur dengan menyertakan saran dan masukan dalam perbaikan media komik serial fisika. 3) Tahap Akhir
Maulana Zikri: SI Pendidikan Fisika FKIP Universitas Jambi 5

Artikel Ilmiah

a. Membagikan angket tertutup kepada siswa yang berisi pernyataanpernyataan sesuai dengan aspek kriteria pendidikan, tampilan program, dan kualitas teknis. Siswa melakukan penilaian terhadap media komik serial fisika yang telah dibuat. b. Menganalisis data kualitatif dan kuantitatif dari hasil yang diperoleh sesuai dengan teknik analisis data.

IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN


Komik serial fisika yang digunakan sebagai media pembelajaran ini telah selesai divalidasi oleh tim validator yang merupakan tim ahli media dan materi. Setelah divalidasi dan dilakukan beberapa kali perbaikan, selanjutnya komik dinyatakan layak untuk di uji cobakan. Uji coba dilaksanakan pada siswa kelas VIII A SMP Negeri 11 Kota Jambi untuk melihat persepsi siswa. Ada tiga aspek yang akan dilihat, yaitu aspek keefektivitasan media komik sebagai media pembelajaran, aspek penggunaan media komik dalam motivasi belajar, dan aspek penggunaan komik dalam aktifitas belajar. Hasil uji lapangan didapatkan skor masing-masing aspek sebagai berikut :
Tabel Persentase Aspek Efektivitas Penggunaan Komik Sebagai Media Belajar No 1 Pernyataan Isi media pembelajaran komik fisika sudah relevan dengan materi yang dipelajari. Isi media pembelajaran komik fisika mudah untuk dipahami dan dimengerti. Penggunaan media pembelajaran komik fisika dapat membantu siswa memperoleh informasi tentang pembelajaran fisika yang dipelajari. RATA RATA Item soal 1 Skor 79 Persentase 75,9 % Kategori Baik

79

75,9 %

Baik

83

79,8 %

Baik

76,6 %

Baik

Berdasarkan data pada tabel di atas terlihat bahwa media komik serial fisika yang dibuat penulis mempunyai persentase aspek efektivitas penggunaan komik sebagai media belajar sebesar 76,6 % dengan kategori baik. Selanjutnya analisis dilakukan pada aspek penggunaan media komik terhadap motivasi belajar siswa. Hasil analisa dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel Persentase Aspek Penggunaan Media Komik Terhadap Motivasi Belajar Siswa No 1 Pernyataan Penggunaan komik fisika sebagai media pembelajaran membuat siswa lebih semangat untuk belajar. Penggunaan media pembelajaran komik fisika membuat belajar fisika lebih menyenangkan. Item soal 4 Skor 85 Persentase 81,7 % Kategori Baik

81

77,8 %

Baik

Maulana Zikri: SI Pendidikan Fisika FKIP Universitas Jambi

Artikel Ilmiah

Komik fisika sebagai media pembelajaran membuat siswa lebih tertarik untuk belajar fisika. Komik fisika merangsang rasa ingin tahu siswa lebih dalam. Komik fisika sebagai media pembelajaran meningkatkan perhatian siswa untuk belajar fisika. RATA RATA

78

75 %

Baik

75

72,1 %

Baik

77

74 % 76,12 %

Baik Baik

Berdasarkan data pada tabel di atas terlihat bahwa media komik serial fisika yang dibuat penulis mempunyai persentase aspek penggunaan media komik terhadap motivasi belajar siswa sebesar 76,12 % dengan kategori baik. Selanjutnya analisis dilakukan pada aspek penggunaan media komik terhadap aktivitas belajar siswa. Hasil analisa dapat dilihat pada tabel berikut :
No 1 Tabel Persentase Aspek Penggunaan Media Komik Terhadap Aktivitas Belajar Siswa Pernyataan Item soal Skor Persentase Kategori Media pembelajaran komik fisika dapat meningkatkan partisipasi siswa Cukup 9 58 55,7 % dalam belajar fisika. baik Media pembelajaran komik fisika membantu siswa menyelesaikan persoalan yang muncul dalam pembelajaran fisika. RATA RATA

10

80

76,9 %

Baik

66,3 %

Cukup baik

Berdasarkan data pada tabel di atas terlihat bahwa media komik serial fisika yang dibuat penulis mempunyai persentase aspek penggunaan media komik terhadap aktivitas belajar siswa sebesar 66,3 % dengan kategori cukup baik.

V. KESIMPULAN DAN SARAN


Menurut pendapat dari tim ahli maka media komik serial fisika yang telah dibuat dinyatakan layak untuk diproduksi. Ini sesuai dengan pendapat dari 3 tim validasi yang telah memvalidasi media komik serial fisika tersebut. Sedangkan menurut pendapat responden dari angket yang telah disebar kepada siswa kelas VIII A SMP Negeri 11 Kota Jambi maka didapatkan hasil : 1. Persentase aspek efektivitas penggunaan komik sebagai media belajar siswa sebesar 76,6 % (baik). 2. Persentase aspek penggunaan komik dalam memotivasi belajar siswa sebesar 76,12 % (baik). 3. Persentase aspek penggunaan komik sebagai media pembelajaran aktifitas belajar siswa sebesar 66,3 % (cukup baik). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa adanya respon positif siswa dengan media komik serial fisika yang telah dibuat. Dengan demikian media komik serial fisika ini efektif dan layak digunakan sebagai media belajar fisika pada materi Hukum Pascal untuk kelas VIII SMP.
Maulana Zikri: SI Pendidikan Fisika FKIP Universitas Jambi 7

Artikel Ilmiah

5.2 Saran Pemanfaatan 1. Penelitian selanjutnya disarankan untuk dapat menguji pengaruh penggunaan media Komik Serial Fisika terhadap hasil belajar siswa. 2. Media pembelajaran Komik Serial Fisika ini dapat dijadikan sebagai variasi sarana pembelajaran mandiri yang dapat digunakan siswa disekolah maupun diluar jam sekolah. 3. Media pembelajaran Komik Serial Fisika dapat dijadikan sebagai bahan pembanding untuk menghasilkan media pembelajaran yang lebih baik dan lebih sempurna lagi sehingga dapat menambah minat dan motivasi siswa untuk lebih giat belajar. 4. Media pembelajaran Komik Serial Fisika ini dapat dijadikan perantara antara ilmu pengetahuan dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. 5. Media pembelajaran Komik Serial Fisika ini dapat dibuat dan dikembangkan dalam bentuk serial lainnya.

DAFTAR PUSTAKA
Dwi, Heru. 2006. Komik sebagai Media Komunikasi Visual Pembelajaran. Universitas Kristen Petra Http://Id.Wikipedia.Org/Wiki/Adobe.Photoshop, diakses 17 JuIi 2012 http://jogsa.net/2011/09/08/cara-gampang-buat-komik-mu-sendiri/, diakses 17 JuIi 2012 Kanginan, Marthen. 2007. Fisika untuk SMA Kelas XI. Jakarta: Erlangga. Lohat, A.S. 2008. Prinsip Pascal. (http://www.gurumuda.com/prinsip-pascal.html, diakses 10 Juni 2012). McCloud, Scott, 2007. Membuat Komik. Jakarta:Gramedia Pustaka Utama.

Maulana Zikri: SI Pendidikan Fisika FKIP Universitas Jambi