You are on page 1of 6

1 AGENDA PERTEMUAN MASALAH STATUS DAN KETENTUAN BAGI PNS DEPHAN YANG DIPEKERJAKAN DI UPN VETERAN YOGYAKARTA, 14 FEBRUARI

2008 1. PEMBAHASAN MASALAH STATUS DAN PEMBINAAN PNS DEPHAN YANG DIPEKERJAKAN DI UPN VETERAN. a. Stat !: Mengacu pada Kep Bersama MenPAN, Menku dan Menhankan No. 110/1995, 311/KMK,03/1995 dan KEP/0 /!""/1995 #angga$ 1% &u$' 1995 1( PN) *ephan d'peker+akan d' ,PN !e#eran per 1 Apr'$ 1995 -re.. Pasa$ 1( %( Masa penugasann/a sampa' mereka mencapa' B,P sesua' ke#en#uan perundangan /ang 0er$aku -1e.. Pasa$ %( 0. P"#$%&aa&: 1( Ke#en#uan pem0'naan kar'er, sesua' ke#en#uan perundangan /ang 0er$aku kepada PN) pada umumn/a -1e.. Pasa$ 3( %( 2ak3hakn/a d'0er'kan sesua' ke#en#uan perundangan /ang 0er$aku a( 0( 4a+' dan #un+angan -1e.. Pasa$ 5( Kena'kan pangka#, maks'ma$ 3 ka$' se+ak 1 Apr'$ 1995, 0ag' PN) non *osen -1e. PP 99 Pasa$ %1 a/a# -%((. 2. sesua' ke#en#uan /ang 0er$aku 0ag' +a0a#an dosen

PEMBAHASAN MASALAH PEMBERHENTIAN. PN) /ang d'peker+akan d' ,PN !e#eran &akar#a mem'$'k' +a0a#an Non3*osen -s#a.( a#au +a0a#an *osen - da$am 0ahasan 'n' ada$ah ke#en#uan pem0erhen#'an dengan horma#. Ke#en#uan P6*2 #'dak men+ad' 0ahasan( a. P"#$"'("&t%a& )"&*a& (+'#at $a*% &+&,D+!"&, karena 1( B,P, meng'ku#' ke#en#uan PP No. 3% 6ahun 1979, pasa$ 3: (1) Pegawai Negeri Sipil yang telah mencapai batas usia pensiun, diberhentikan dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil. (2). Batas usia pensiun sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah ! (lima puluh enam) tahun. %( Pem0erhen#'an karena 6'dak 8akap/)ak'#, mengacu pada PP No. 3% 6ahun 1979, Pasa$ 11 Pegawai Negeri Sipil diberhentikan dengan hormat dengan mendapat hak" hak kepegawaian berdasarkan peraturan perundang"undangan yang berlaku apabila berdasarkan surat keterangan #eam Pengu$i %esehatan dinyatakan a. tidak dapat beker$a lagi dalam semua &abatan Negeri karena kesehatannya' atau

% b. menderita penyakit atau kelainan yang berbahaya bagi dirinya sendiri dan atau lingkungan ker$anya' atau c. setelah berakhirnya cuti sakit, belum mampu beker$a kembali. 3( Pem0erhen#'an karena Pen/ederhanaan 9rgan'sas', mengacu pada: a( PP No. 3% 6ahun 1979, Pasa$ (pabila ada penyederhaan suatu satuan organisasi Negara yang mengakibatkan adanya kelebihan Pegawai Negeri Sipil, maka Pegawai Negeri Sipil yang kelebihan itu disalurkan kepada sa#uan organ'sas' $a'nn/a. 0( PP No. 3% 6ahun 1979, Pasa$ 7 (pabila penyaluran sebagaimana dimaksud dalam Pasal ! tidak mungkin dilaksanakan, maka Pegawai Negeri Sipil yang kelebihan itu diberhentikan dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil atau dari &abatan Negeri dengan mendapat hak"hak kepegawaian berdasarkan peraturan perundag" undangan yang berlaku. 5( Pem0erhen#'an karena Men'ngga$kan 6ugas, mengacu pada PP No. 3% 6ahun 1979, Pasa$ 1% 1. Pegawai Negeri Sipil yang meninggalkan tugasnya secara tidak sah dalam waktu 2 (dua)bulan terusmenerus, diberhentikan pembayaran ga$inya mulai bulan ketiga. 2. Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) yang dalam waktu kurang dari ! (enam) bulan melaporkan diri kepada pimpinan instansinya, dapat ) a. ditugaskan kembali apabila ketidak hadirannya itu karena ada alasan"alasan yang dapat diterima' atau b. diberhentikan dengan hormat sebagai pegawai Negeri Sipil, apabila ketidakhadirannya itu adalah karena kelalaian Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan dan menurut pendapat pe$abat yang berwenang akan mengganggu suasana ker$a, $ika ia ditugaskan kembali. *. Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), yang dalam waktu ! (enam)bulan terus menerus meninggalkan tugasnya secara tidak sah, diberhentikan tidakdengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil. 5( Pem0erhen#'an A#as Perm'n#aan )end'r', mengacu pada PP No. 3% 6ahun 1979, Pasa$ % 1. Pegawai Negeri Sipil yang meminta berhenti, diberhentikan dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil. 2. Permintaan berhenti sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), dapat ditunda untuk paling lama 1 (satu) tahun, apabila ada kepentingan dinas yang mendesak. *. Permintaan berhenti sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), dapat ditolak apabila Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan masih terikat dalam keharusan beker$a pada Pemerintah berdasarkan peraturan perundang" undangan yang berlaku.

( Pem0erhen#'an karena Men'ngga$ *un'a A#au 2'$ang, mengacu pada PP No. 3%, pasa$ 13 dan 15 7( 0. Pem0erhen#'an karena 2a$3ha$ :a'n, mengacu pada PP No. 3%, pasa$ 15

P"#$"'("&t%a& D+!"&, 1( mengacu pada ,, No. 15 6ahun %005, Pasa$ 7: (1) +osen dapat diberhentikan dengan hormat dari $abatannya karena) meninggal dunia' telah mencapai batas usia pensiun' atas permintaan sendiri' tidak dapat melaksanakan tugas secara terus"menerus selama 12 (dua belas) bulan karena sakit $asmani dan,atau rohani' atau berakhirnya per$an$ian ker$a atau kesepakatan ker$a bersama antara dosen dan penyelenggara pendidikan. (2) +osen dapat diberhentikan tidak dengan hormat dari $abatannya karena) melanggar sumpah dan $an$i $abatan' melanggar per$an$ian ker$a atau kesepakatan ker$a bersama' atau melalaikan kewa$iban dalam men$alankan tugas selama 1 (satu) bulan atau lebih secara terus"menerus. (*) Pemberhentian dosen sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dilakukan oleh penyelenggara pendidikan atau satuan pendidikan tinggi yang bersangkutan berdasarkan peraturan perundang"undangan. (-) Pemberhentian dosen karena batas usia pensiun sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huru. b dilakukan pada usia ! (enam puluh lima) tahun. ( ) Pro.esor yang berprestasi dapat diperpan$ang batas usia pensiunnya sampai /0 (tu$uh puluh) tahun. (!) +osen yang diangkat oleh Pemerintah yang diberhentikan dari $abatannya, kecuali sebagaimana dimaksud ayat (1) huru. a dan huru. b, tidak dengan sendirinya diberhentikan sebagai pegawai negeri sipil. %( mengacu pada ,, No. 15 6ahun %005, Pasa$ 7;: -1( *osen /ang d'angka# o$eh Pemer'n#ah /ang #'dak men+a$ankan ke<a+'0an se0aga'mana d'maksud da$am Pasa$ 0 d'kena' sanks' sesua' dengan pera#uran perundang3undangan. -%( )anks' se0aga'mana d'maksud pada a/a# -1( 0erupa: = #eguran> = per'nga#an #er#u$'s> = penundaan pem0er'an hak dosen> = penurunan pangka# dan +a0a#an akadem'k>

5 = = %( pem0erhen#'an dengan horma#> a#au pem0erhen#'an #'dak dengan horma#.

mengacu pada )ura# Kepa$a Badan Kepega<a'an Negara Nomor : K.% 3%%/!.553 5/13 #angga$ 13 Apr'$ %007 #en#ang Ba#as ,s'a Pens'un *osen. a( )e+ak 0er$akun/a ,, Nomor 15 6ahun %005 #angga$ 30 *esem0er %005, Ba#as ,s'a Pens'un PN) dengan &a0a#an *osen ada$ah 5 -enam pu$uh $'ma( #ahun, #anpa harus d'$akukan perpan+angan Ba#as ,s'a Pens'un. 0( Ke#en#uan /ang 0er#en#angan dengan ,, Nomor 15 6ahun %005 d'n/a#akan #'dak 0er$aku. -. ."/"&a&* P"#$"'("&t%a&. Mengacu pada PP No. 9 #ahun %003, Pasa$ 1%: 1) Pe$abat Pembina %epegawaian Pusat menetapkan pengangkatan, pemindahan, dan pemberhentian Pegawai Negeri Sipil Pusat di lingkungannya dalam dan dari $abatan struktural eselon 11 ke bawah atau $abatan .ungsional yang $en$angnya setingkat dengan itu. 2) Pe$abat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat mendelegasikan sebagaian wewenangnya atau memberikan kuasa kepada pe$abat lain dilingkungannya untuk menetapkan pengangkatan, pemindahan, dan pemberhentian Pegawai Negeri Sipil dalam dan dari $abatan strukturak eselon 111 ke bawah dan $abatan .ungsional yang $en$angnya setingkat. Ja0a'ta, F"$' a'% 2008 B%'+ K"1"*a/a%a& S"t2"& D"1(a&

KETENTUAN PEMBERHENTIAN DOSEN DAN GURU UU 14 TAHUN 2003 Pa!a4 56 -1( Pengangka#an dan penempa#an dosen pada sa#uan pend'd'kan #'ngg' d'$akukan secara o0+ek#'. dan #ransparan sesua' dengan pera#uran perundang3undangan. -%( Pengangka#an dan penempa#an dosen pada sa#uan pend'd'kan #'ngg' /ang d'se$enggarakan o$eh Pemer'n#ah d'a#ur dengan Pera#uran Pemer'n#ah. -3( Pengangka#an dan penempa#an dosen pada sa#uan pend'd'kan #'ngg' /ang d'se$enggarakan o$eh mas/araka# d'$akukan o$eh pen/e$enggara pend'd'kan a#au sa#uan pend'd'kan #'ngg' /ang 0ersangku#an 0erdasarkan per+an+'an ker+a a#au kesepaka#an ker+a 0ersama. -5( Pemer'n#ah dan pemer'n#ah daerah <a+'0 mem.as'$'#as' sa#uan pend'd'kan #'ngg' /ang d'se$enggarakan o$eh mas/araka# un#uk men+am'n #erse$enggaran/a pend'd'kan /ang 0ermu#u. Pa!a4 54 -1( *osen /ang d'angka# o$eh Pemer'n#ah dapa# d'#empa#kan pada +a0a#an s#ruk#ura$ sesua' dengan pera#uran perundang3undangan. -%( Ke#en#uan $e0'h $an+u# mengena' penempa#an dosen /ang d'angka# o$eh Pemer'n#ah pada +a0a#an s#ruk#ura$ se0aga'mana d'maksud pada a/a# -1( d'a#ur dengan Pera#uran Pemer'n#ah. Pa!a4 55 Pem'ndahan dosen pada sa#uan pend'd'kan #'ngg' /ang d'se$enggarakan o$eh mas/araka# d'a#ur o$eh pen/e$enggara pend'd'kan 0erdasarkan per+an+'an ker+a a#au kesepaka#an ker+a 0ersama. Pa!a4 57 -1( *osen dapa# d'0erhen#'kan dengan horma# dar' +a0a#ann/a karena: men'ngga$ dun'a> #e$ah mencapa' 0a#as us'a pens'un> a#as perm'n#aan send'r'> tidak dapat melaksanakan tugas secara terus-menerus selama 12 (dua belas) bulan karena sakit jasmani dan/atau rohani; atau berakhirnya perjanjian kerja atau kesepakatan kerja bersama antara dosen dan penyelenggara pendidikan. -%( *osen dapa# d'0erhen#'kan #'dak dengan horma# dar' +a0a#ann/a karena: me$anggar sumpah dan +an+' +a0a#an> me$anggar per+an+'an ker+a a#au kesepaka#an ker+a 0ersama> a#au me$a$a'kan ke<a+'0an da$am men+a$ankan #ugas se$ama 1 -sa#u( 0u$an a#au $e0'h secara #erus3menerus.

-3( Pem0erhen#'an dosen se0aga'mana d'maksud pada a/a# -1( dan a/a# -%( d'$akukan o$eh pen/e$enggara pend'd'kan a#au sa#uan pend'd'kan #'ngg' /ang 0ersangku#an 0erdasarkan pera#uran perundang3undangan. (4) Pemberhentian dosen karena batas usia pensiun sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huru b dilakukan pada usia !" (enam puluh lima) tahun. -5( Pro.esor /ang 0erpres#as' dapa# d'perpan+ang 0a#as us'a pens'unn/a sampa' 70 -#u+uh pu$uh( #ahun. (!) #osen yang diangkat oleh Pemerintah yang diberhentikan dari jabatannya$ kecuali sebagaimana dimaksud ayat (1) huru a dan huru b$ tidak dengan sendirinya diberhentikan sebagai pega%ai negeri sipil. Pa!a4 58 -1( Pem0erhen#'an dosen se0aga'mana d'maksud da$am Pasa$ 7 a/a# -%( dapa# d'$akukan se#e$ah dosen /ang 0ersangku#an d'0er'kan kesempa#an un#uk mem0e$a d'r'. (2) #osen pada satuan pendidikan tinggi yang diselenggarakan oleh masyarakat yang diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri memperoleh kompensasi inansial sesuai dengan perjanjian kerja atau kesepakatan kerja bersama. Pa!a4 78 -1( *osen /ang d'angka# o$eh Pemer'n#ah /ang #'dak men+a$ankan ke<a+'0an se0aga'mana d'maksud da$am Pasa$ 0 d'kena' sanks' sesua' dengan pera#uran perundang3undangan. (2) &anksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa' teguran; peringatan tertulis; penundaan pemberian hak dosen; penurunan pangkat dan jabatan akademik; pemberhentian dengan hormat; atau pemberhentian tidak dengan hormat. -3( *osen /ang d'angka# o$eh pen/e$enggara pend'd'kan a#au sa#uan pend'd'kan #'ngg' /ang d'se$enggarakan o$eh mas/araka# /ang #'dak men+a$ankan ke<a+'0an se0aga'mana d'maksud da$am Pasa$ 0 d'kena' sanks' sesua' dengan per+an+'an ker+a a#au kesepaka#an ker+a 0ersama. -5( *osen /ang 0ers#a#us 'ka#an d'nas se0aga'mana d'maksud da$am Pasa$ % /ang #'dak me$aksanakan #ugas sesua' dengan per+an+'an ker+a a#au kesepaka#an ker+a 0ersama d'0er' sanks' sesua' dengan per+an+'an 'ka#an d'nas. (") #osen yang dikenai sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1)$ ayat (2)$ ayat (()$ dan ayat (4) mempunyai hak membela diri.