You are on page 1of 1

1.

Zat Kimia Pada Mesin Pendingin (Refrigerant) Didalam mesin pendingin terdapat fluida yang sangat berpengaruh terhadap jalannya mesin pendingin, yang sering disebut refrigerant. Refrigerant adalah zat yang mudah diubah wujudnya dari gas menjadi cair, ataupun sebaliknya. Refrigerant ini berfungsi menyerap panas dari benda atau udara yang ingin didinginkan kedalam sistem dan membawanya, kemudian membuangnya kebagian udara disekeliling diluar benda atau udara yang didinginkan. Pada refrigerator sering digunakan Freon sebagai rerfigerannya. Berdasarkan jenis senyawanya, refrigeran dapat dikelompokan menjadi : 1. Kelompok Refrigeran Senyawa Halokarbon contohnya chlorofluorocarbon (CFC), 2. Kelompok Refrigeran Senyawa Organik Cyclic 3. Kelompok Refrigeran Campuran Zeotropik 4. Kelompok refrigeran organik lainnya, 5. Kelompok refrigeran senyawa anorganik, 6. Kelompok refrigeran senyawa organik tak jenuh. a. Pemilihan Jenis Refrigeran Sifat kimia refrigeran yang harus diperhatikan antara lain adalah sifat mampu nyala (flammable), tingkat racun, reaksinya terhadap air, minyak pelumas dan material konstruksi/komponen serta terhadap produk yang dibekukan jika terjadi kebocoran refrigeran dari sistem. b. Efek CFC Terhadap Penipisan Ozon Senyawa CFC (Freon) merupakan salah satu refrigerant yang banyak digunakan dalam industri karena sifat-sifat kimianya yang bagus untuk pendingin dan harganya murah. Senyawa CFC sangat membahayakan karena berumur panjang. Dampak dari penggunaan CFC akan berjalan dalam waktu yang panjang. Sifat stabil dari CFC yang sangat bermanfaat di bumi ini memberikan peluang baginya untuk merusak lapisan ozon. Masuknya CFC ke atmosfer menimbulkan proses reduksi-oksidasi (redoks) antara ozon dengan unsur-unsur halogen dari senyawa CFC dan yang sejenisnya. CFC yang terdifusi ke stratosfer akan mengalami pemutusan ikatan kimianya oleh radiasi UV menghasilkan atom chlor radikal bebas yang bersifat sangat reaktif, kemudian mengikat sebuah atom oksigen dari molekul ozon (O3) sehingga mengubah ozon tersebut menjadi molekul oksigen (O2), dan ozon akan kehilangan fungsinya sebagai penyaring sinar uv agar tidak langsung ke bumi. Setiap molekul CFC mampu merusak 100 ribu molekul ozon. Sedangkan senyawa halon (berasal dari unsur halogen) mampu merusak 10 kali lebih efektif dibandingkan dengan CFC. CFC mengurai ozon menjadi oksigen dan sebuah oksigen bebas radikal yang menimbulkan suatu lapisan oksigen sehingga lapisan ozon menjadi semakin tipis yang mudah tertembus sinar ultraviolet dari matahari. Semakin menipisnya lapisan ozon di atmosfer, bahkan sampai berlubang, dapat menimbulkan bencana. Karena manusia akan bermandikan sinar ultraviolet dengan intensitas tinggi yang dapat mengundang penyakit kanker kulit, katarak, serta penurunan sistem kekebalan tubuh.