Вы находитесь на странице: 1из 20

LEMBARAN DAERAH

KOTA BANDUNG
TAHUN : 2012 NOMOR : 2?
PERATURAN DAERAH KOTA BANDUNG
NOMOR : 2? TAHUN 2012
TENTANG
PENINGKATAN PRESTASI KERJA DAN KESEJAHTERAAN PEGAWAI NEGERI
SIPIL DAERAH DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA BANDUNG
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
WALIKOTA BANDUNG,
MenImbang : a. babwa daIam rangka menIngkatkan prestasI kerja dan
kesejabteraan PegawaI NegerI SIpII dI IIngkungan
PemerIntab Kota Bandung sesuaI dengan vIsI dan mIsI
PemerIntab Kota Bandung, serta untuk memenubI
berbagaI tuntutan dan kebutuban masyarakat terbadap
peIayanan PegawaI NegerI SIpII dI IIngkungan PemerIntab
Kota Bandung berdasarkan prInsIp tata keIoIa
kepemerIntaban yang baIk, maka perIu dIIakukan
pengaturan mengenaI PenIngkatan PrestasI Kerja dan
PemberIan Kesejabteraan kepada PegawaI NegerI SIpII
Daerab dI LIngkungan PemerIntab Kota Bandung;
b. babwa berdasarkan pertImbangan sebagaImana dImaksud
daIam buruI a, perIu menetapkan Peraturan Daerab
tentang PenIngkatan PrestasI Kerja dan Kesejabteraan
PegawaI NegerI SIpII Daerab dI LIngkungan PemerIntab
Kota Bandung;
MengIngat : 1. PasaI 1S Undang-Undang Dasar Negara RepubIIk
IndonesIa Tabun 194S;
2. Undang-Undang ...
JI. Wastukancana No. 2 TeIp. (022) 423233S-420??06 Iax (022) 42361S0 Bandung-
4021? ProvInsI Jawa Barat
LEMBARAN DAERAH
KOTA BANDUNG
TAHUN : 2012 NOMOR : 2?
PERATURAN DAERAH KOTA BANDUNG
NOMOR : 2? TAHUN 2012
TENTANG
PENINGKATAN PRESTASI KERJA DAN KESEJAHTERAAN PEGAWAI NEGERI
SIPIL DAERAH DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA BANDUNG
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
WALIKOTA BANDUNG,
MenImbang : a. babwa daIam rangka menIngkatkan prestasI kerja dan
kesejabteraan PegawaI NegerI SIpII dI IIngkungan
PemerIntab Kota Bandung sesuaI dengan vIsI dan mIsI
PemerIntab Kota Bandung, serta untuk memenubI
berbagaI tuntutan dan kebutuban masyarakat terbadap
peIayanan PegawaI NegerI SIpII dI IIngkungan PemerIntab
Kota Bandung berdasarkan prInsIp tata keIoIa
kepemerIntaban yang baIk, maka perIu dIIakukan
pengaturan mengenaI PenIngkatan PrestasI Kerja dan
PemberIan Kesejabteraan kepada PegawaI NegerI SIpII
Daerab dI LIngkungan PemerIntab Kota Bandung;
b. babwa berdasarkan pertImbangan sebagaImana dImaksud
daIam buruI a, perIu menetapkan Peraturan Daerab
tentang PenIngkatan PrestasI Kerja dan Kesejabteraan
PegawaI NegerI SIpII Daerab dI LIngkungan PemerIntab
Kota Bandung;
MengIngat : 1. PasaI 1S Undang-Undang Dasar Negara RepubIIk
IndonesIa Tabun 194S;
2. Undang-Undang ...
JI. Wastukancana No. 2 TeIp. (022) 423233S-420??06 Iax (022) 42361S0 Bandung-
4021? ProvInsI Jawa Barat
LEMBARAN DAERAH
KOTA BANDUNG
TAHUN : 2012 NOMOR : 2?
PERATURAN DAERAH KOTA BANDUNG
NOMOR : 2? TAHUN 2012
TENTANG
PENINGKATAN PRESTASI KERJA DAN KESEJAHTERAAN PEGAWAI NEGERI
SIPIL DAERAH DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA BANDUNG
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
WALIKOTA BANDUNG,
MenImbang : a. babwa daIam rangka menIngkatkan prestasI kerja dan
kesejabteraan PegawaI NegerI SIpII dI IIngkungan
PemerIntab Kota Bandung sesuaI dengan vIsI dan mIsI
PemerIntab Kota Bandung, serta untuk memenubI
berbagaI tuntutan dan kebutuban masyarakat terbadap
peIayanan PegawaI NegerI SIpII dI IIngkungan PemerIntab
Kota Bandung berdasarkan prInsIp tata keIoIa
kepemerIntaban yang baIk, maka perIu dIIakukan
pengaturan mengenaI PenIngkatan PrestasI Kerja dan
PemberIan Kesejabteraan kepada PegawaI NegerI SIpII
Daerab dI LIngkungan PemerIntab Kota Bandung;
b. babwa berdasarkan pertImbangan sebagaImana dImaksud
daIam buruI a, perIu menetapkan Peraturan Daerab
tentang PenIngkatan PrestasI Kerja dan Kesejabteraan
PegawaI NegerI SIpII Daerab dI LIngkungan PemerIntab
Kota Bandung;
MengIngat : 1. PasaI 1S Undang-Undang Dasar Negara RepubIIk
IndonesIa Tabun 194S;
2. Undang-Undang ...
JI. Wastukancana No. 2 TeIp. (022) 423233S-420??06 Iax (022) 42361S0 Bandung-
4021? ProvInsI Jawa Barat
LEMBARAN DAERAH
KOTA BANDUNG
TAHUN : 2012 NOMOR : 2?
PERATURAN DAERAH KOTA BANDUNG
NOMOR : 2? TAHUN 2012
TENTANG
PENINGKATAN PRESTASI KERJA DAN KESEJAHTERAAN PEGAWAI NEGERI
SIPIL DAERAH DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA BANDUNG
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
WALIKOTA BANDUNG,
MenImbang : a. babwa daIam rangka menIngkatkan prestasI kerja dan
kesejabteraan PegawaI NegerI SIpII dI IIngkungan
PemerIntab Kota Bandung sesuaI dengan vIsI dan mIsI
PemerIntab Kota Bandung, serta untuk memenubI
berbagaI tuntutan dan kebutuban masyarakat terbadap
peIayanan PegawaI NegerI SIpII dI IIngkungan PemerIntab
Kota Bandung berdasarkan prInsIp tata keIoIa
kepemerIntaban yang baIk, maka perIu dIIakukan
pengaturan mengenaI PenIngkatan PrestasI Kerja dan
PemberIan Kesejabteraan kepada PegawaI NegerI SIpII
Daerab dI LIngkungan PemerIntab Kota Bandung;
b. babwa berdasarkan pertImbangan sebagaImana dImaksud
daIam buruI a, perIu menetapkan Peraturan Daerab
tentang PenIngkatan PrestasI Kerja dan Kesejabteraan
PegawaI NegerI SIpII Daerab dI LIngkungan PemerIntab
Kota Bandung;
MengIngat : 1. PasaI 1S Undang-Undang Dasar Negara RepubIIk
IndonesIa Tabun 194S;
2. Undang-Undang ...
JI. Wastukancana No. 2 TeIp. (022) 423233S-420??06 Iax (022) 42361S0 Bandung-
4021? ProvInsI Jawa Barat
2
2. Undang-Undang Nomor 16 Tabun 19S0 tentang
Pembentukan Daerab-daerab Kota Besar daIam
LIngkungan ProvInsI Djawa TImur, Djawa Tengab, Djawa
Barat dan Daerab IstImewa Yogyakarta (BerIta Negara
RepubIIk IndonesIa Tabun 19S0 Nomor 4S), sebagaImana
teIab dIubab dengan Undang-Undang Nomor 13 Tabun
19S4 tentang Pengubaban Undang-Undang Nomor 16 dan
1? Tabun 19S0 (RepubIIk IndonesIa dabuIu) tentang
Pembentukan Kota-kota Besar dan Kota-kota KecII dI
Djawa (Lembaran Negara RepubIIk IndonesIa Tabun 19S4
Nomor 40, Tambaban Lembaran Negara RepubIIk
IndonesIa Nomor SS1);
3. Undang-Undang Nomor S Tabun 19?4 tentang Pokok-
pokok KepegawaIan (Lembaran Negara RepubIIk IndonesIa
Tabun 19?4 Nomor SS, Tambaban Lembaran Negara
RepubIIk IndonesIa Nomor 3041), sebagaImana teIab
dIubab dengan Undang-Undang Nomor 43 Tabun 1999
tentang Perubaban Atas Undang-Undang Nomor S Tabun
19?4 tentang Pokok pokok KepegawaIan (Lembaran Negara
RepubIIk IndonesIa Tabun 1999 Nomor 196, Tambaban
Lembaran Negara RepubIIk IndonesIa Nomor 3S90);
4. Undang-Undang Nomor 32 Tabun 2004 tentang
PemerIntaban Daerab (Lembaran Negara RepubIIk
IndonesIa Tabun 2004 Nomor 12S, Tambaban Lembaran
Negara RepubIIk IndonesIa Nomor 443?) sebagaImana
teIab dIubab beberapa kaII terakbIr dengan Undang-
Undang Nomor 12 Tabun 200S tentang Perubaban Kedua
Atas Undang-Undang Nomor 32 Tabun 2004 tentang
PemerIntaban Daerab (Lembaran Negara RepubIIk
IndonesIa Tabun 200S Nomor S9, Tambaban Lembaran
Negara RepubIIk IndonesIa Nomor 4S44);
S. Peraturan PemerIntab Nomor 3S Tabun 200? tentang
PembagIan Urusan PemerIntaban Antara PemerIntab,
PemerIntaban Daerab ProvInsI dan PemerIntaban Daerab
KabupatenJKota (Lembaran Negara RepubIIk IndonesIa
Tabun 200? Nomor S2, Tambaban Lembaran Negara
RepubIIk IndonesIa Nomor 4?3?);
6. Peraturan ...
3
6. Peraturan Daerab Kota Bandung Nomor 0S Tabun 200?
tentang Urusan PemerIntaban Daerab Kota Bandung
(Lembaran Daerab Kota Bandung Tabun 200? Nomor 0S);
Dengan Persetujuan Bersama
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA BANDUNG
dan
WALIKOTA BANDUNG
MEMUTUSKAN:
Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG PENINGKATAN PRESTASI
KERJA DAN KESEJAHTERAAN PEGAWAI NEGERI SIPIL
DAERAH DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA BANDUNG.
BAB I
KETENTUAN UMUM
BagIan Kesatu
PengertIan
PasaI 1
DaIam Peraturan Daerab InI yang dImaksud dengan:
1. Daerab adaIab Kota Bandung.
2. PemerIntab Daerab adaIab PemerIntaban Kota Bandung.
3. WaIIkota adaIab WaIIkota Bandung.
4. PegawaI NegerI SIpII Daerab yang seIanjutnya dIsIngkat
PNSD adaIab PegawaI NegerI SIpII Daerab dan CaIon
PegawaI NegerI SIpII Daerab dI IIngkungan PemerIntab
Daerab.
S. PrestasI Kerja adaIab basII kerja yang dIcapaI oIeb setIap
PNSD pada suatu satuan organIsasI sesuaI dengan sasaran
kerja pegawaI dan perIIaku kerja.
6. PenIIaIan prestasI kerja PNSD adaIab suatu proses penIIaIan
secara sIstematIs yang dIIakukan oIeb pejabat penIIaI
terbadap sasaran kerja dan perIIaku kerja PNSD.
?. Pejabat PenIIaI adaIab atasan Iangsung PNSD yang dInIIaI.
S. Kesejabteraan .
4
S. Kesejabteraan PegawaI adaIab baIas jasa peIengkap yang
dIberIkan baIk secara materIaI maupun non materIaI kepada
PNSD berdasarkan kebIjakan Daerab.
9. PendIdIkan dan peIatIban jabatan PNS yang seIanjutnya
dIsebut DIkIat adaIab proses penyeIenggaraan beIajar
mengajar daIamrangka menIngkatkan kemampuan PNSD.
10. Pejabat PembIna KepegawaIan Daerab adaIab WaIIkota.
11. Satuan Kerja Perangkat Daerab yang seIanjutnya dIsIngkat
SKPD adaIab satuan kerja perangkat daerab dI IIngkungan
PemerIntab Daerab.
12. Pejabat yang berwenang mengbukumadaIab KepaIa SKPD.
13. Atasan Iangsung yang berwenang mengbukum adaIab
pejabat yang karena kedudukan atau jabatannya
membawabI seorang atau IebIb PNSD.
14. TIm adaIab suatu Iembaga non strukturaI yang dIbentuk
WaIIkota untuk meIakukan tugas menIngkatkan kInerja
PNSD.
1S. DIsIpIIn PegawaI NegerI SIpII adaIab kesanggupan PegawaI
NegerI SIpII untuk mentaatI kewajIban dan mengbIndarI
Iarangan yang dItentukan daIam peraturan perundang-
undangan danJatau, peraturan kedInasan yang apabIIa
tIdak dItaatI atau dIIanggar dIjatubI bukuman dIsIpIIn.
16. Anggaran Pendapatan dan BeIanja Daerab yang seIanjutnya
dIsebut APBD adaIab anggaran pendapatan dan beIanja
daerab Kota Bandung.
1?. Tambaban PengbasIIan PegawaI yang seIanjutnya dIsIngkat
TPP adaIab tambaban pengbasIIan yang dIberIkan daIam
rangka penIngkatan kesejabteraan PNSD.
1S. WaIat adaIab menInggaI dunIa yang bukan dIakIbatkan
karena sedang menjaIankan tugas yang ada bubungannya
dengan dInas.
19. Tewas adaIab menInggaI dunIa daIam atau sedang
menjaIankan tugas kedInasan.
20. PartIsIpasI ...
5
20. PartIsIpasI masyarakat adaIab keIkutsertaan masyarakat
daIam proses pengambIIan, peIaksanaan dan evaIuasI
berbagaI bentuk kebIjakan pubIIk dI Daerab untuk
mewujudkan pemerIntaban yang baIk, terbuka, bebas
korupsI, koIusI, nepotIsme dan berkeadIIan.
BagIan Kedua
Tujuan
PasaI 2
Peraturan InI bertujuan:
a. memberIkan arab dan ruang IIngkup kebIjakan daIam
menIngkatkan prestasI kerja dan kesejabteraan PNSD;
b. meIaksanakan amanat reIormasI bIrokrasI bIdang sumber
daya manusIa PNSD;
c. membentuk PNSD yang memIIIkI prestasI kerja sesuaI
dengan yang dIperIukan dan dIbutubkan masyarakat
Daerab;
d. mewujudkan kesejabteraan PNSD sebagaI motIvasI daIam
menIngkatkan kuaIItas penyeIenggaraan peIayanan kepada
masyarakat;
e. menIngkatkan kesbaIeban IndIvIdu dan kesbaIeban sosIaI
bagI PNSD.
BAB II
Ruang LIngkup
PasaI 3
Peraturan InI mengatur:
a. standar pengukuran prestasI kerja;
b. penIIaIan prestasI kerja;
c. pendIdIkan dan PeIatIban;
d. dIsIpIIn; dan
e. kesejabteraan.
BAB III .
6
BAB III
STANDAR PENGUKURAN PRESTASI KERJA
PasaI 4
Untuk optImaIIsasI dan eIektIvItas pengukuran prestasI kerja,
WaIIkota wajIb menetapkan standar pengukuran prestasI kerja
yang meIIputI:
a. nama-nama jabatan strukturaI, IungsIonaI tertentu dan
IungsIonaI umum;
b. uraIan tugas masIng-masIng jabatan;
c. anaIIsIs beban kerja;
d. IormasI jabatan;
e. standar operasIonaI prosedur peIaksanaan tugasJIungsI;
I. standarIsasI sarana dan perIengkapan kerja;
g. anaIIsIs bIaya satuan kerja; dan
b. standar PerIIaku Kerja.
PasaI S
KepaIa SKPD wajIb menetapkan:
a. sasaran, basII, dan keIuaran peIaksanaan tugas jabatan;
b. sasaran, basII, dan keIuaran kegIatan.
PasaI 6
(1) SetIap PNSD wajIb membuat sasaran kerja pegawaI dengan
mengacu pada sasaran, basII dan peIaksanaan tugas
jabatan yang teIab dItetapkan kepaIa SKPD sebagaImana
dImaksud daIam PasaI S.
(2) Sasaran kerja pegawaI sebagaImana dImaksud pada ayat (1),
memuat kegIatan, tugas jabatan, target dan basII keIuaran.
(3) Sasaran kerja pegawaI yang teIab dIsusun sebagaImana
dImaksud pada ayat (2), barus dIsetujuI dan dItetapkan oIeb
Pejabat PenIIaI masIng-masIng SKPD.
(4) Sasaran Kerja PegawaI yang teIab dIsetujuI dan dItetapkan
sebagaImana dImaksud pada ayat (3) menjadI dasar
penIIaIan bagI Pejabat PenIIaI.
(S) Sasaran Kerja PegawaI sebagaImana dImaksud pada ayat (4)
dItetapkan setIap awaI tabun.
BAB IV .
7
BAB IV
PENILAIAN PRESTASI KERJA
PasaI ?
(1) PenIIaIan prestasI kerja PNSD dIIakukan berdasarkan
prInsIp:
a. objektII, yaItu penIIaIan terbadap pencapaIan prestasI
kerja sesuaI dengan keadaan yang sebenarnya tanpa
dIpengarubI oIeb pandangan atau penIIaIan subyektII
prIbadI darI pejabat penIIaI;
b. terukur, yaItu penIIaIan prestasI kerja yang dapat dIukur
secara kuantItatII dan kuaIItatII;
c. akuntabeI, yaItu seIurub basII penIIaIan prestasI kerja
barus dapat dIpertanggungjawabkan pada pejabat yang
berwenang;
d. partIsIpatII, yaItu seIurub proses penIIaIan prestasI kerja
dengan meIIbatkan antara pejabat penIIaI dan PNSD yang
dInIIaI;
e. transparan, yaItu seIurub proses penIIaIan prestasI kerja
bersIIat terbuka dan tIdak bersIIat rabasIa.
(2) PenIIaIan prestasI kerja PNSD terdIrI darI Sasaran Kerja
PNSD dan PerIIaku PNSD.
(3) Sasaran kerja sebagaImana dImaksud ayat (2), adaIab
rencana kerja dan target yang akan dIcapaI oIeb PNSD.
(4) PerIIaku kerja sebagaImana dImaksud ayat (2) adaIab setIap
tIngkab Iaku, sIkap atau tIndakan yang dIIakukan oIeb
PNSD atau tIdak meIakukan sesuatu yang sebarusnya
dIIakukan sesuaI dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan.
(S) HasII penIIaIan prestasI kerja sebagaI baban pertImbangan
mutasI dan perpanjangan batas usIa pensIun, serta
pemberIan kesejabteraan pegawaI.
(6) Ketentuan IebIb Ianjut mengenaI peIaksanaan penIIaIan
prestasI kerja PNSD sebagaImana dImaksud pada ayat (1),
dIatur daIamPeraturan WaIIkota.
PasaI S .
8
PasaI S
(1) PenIIaIan prestasI kerja dIsesuaIkan dengan spesIIIkasI
jabatan, sebagaI berIkut:
a. Jabatan StrukturaI;
b. Jabatan FungsIonaI Tertentu; dan
c. Jabatan FungsIonaI Umum.
(2) PenIIaIan prestasI kerja berpedoman pada:
a. tugas pokok dan IungsI; dan
b. uraIan tugas.
(3) PenIIaIan PerIIaku kerja meIIputI:
a. orIentasI peIayanan, yaItu sIkap dan prIIaku kerja PNSD
daIam memberIkan peIayanan terbaIk;
b. IntegrItas, yaItu kemampuan untuk bertIndak sesuaI
dengan nIIaI norma dan etIka daIam organIsasI;
c. komItmen, yaItu kemauan dan kemampuan PNSD untuk
menyeIaraskan sIkap dan tIndakan;
d. dIsIpIIn PegawaI NegerI SIpII;
e. kerjasama, yaItu kemauan dan kemampuan PNSD untuk
bekerjasama dengan rekan sekerja, atasan, dan
bawaban;
I. kepemImpInan, yaItu kemampuan dan kemauan PNSD
untuk memotIvasI dan mempengarubI bawaban dan
orang yang berkaItan dengan bIdang tugas demI
tercapaInya tujuan organIsasI.
(4) Ketentuan IebIb Ianjut mengenaI mekanIsme dan tata cara
peIaksanaan penIIaIan dIatur daIamPeraturan WaIIkota.
BAB V
PendIdIkan dan PeIatIban
PasaI 9
(1) DaIam upaya menIngkatkan prestasI kerja PNSD, WaIIkota
menyusun kebutuban pendIdIkan dan peIatIban setIap
tabun meIaIuI SKPD yang membIdangI kepegawaIan;
(2) Kebutuban PendIdIkan dan peIatIban sebagaImana
dImaksud pada ayat (1) meIIputI:
a. pendIdIkan dan peIatIban yang sesuaI dengan tugas
pokok dan IungsInya danJatau pengembangan karIrnya;
dan
b. pendIdIkan ...
9
b. pendIdIkan dan peIatIban untuk penIngkatan kompetensI
yang dIbutubkan.
PasaI 10
(1) DaIam upaya menIngkatkan prestasI kerja PNSD, WaIIkota
meIaksanakan pendIdIkan dan peIatIban setIap tabun
meIaIuI SKPD yang membIdangI kepegawaIan.
(2) PeIaksanaan pendIdIkan dan peIatIban sebagaImana
dImaksud pada ayat (1), berdasarkan pada:
a. anaIIsIs kebutuban pendIdIkan dan peIatIban;
b. pendIdIkan dan peIatIban berbasIs kompetensI; dan
c. pengembangan karIer.
(3) PeIaksanaan pendIdIkan dan peIatIban sebagaImana
dImaksud pada ayat (1) dan ayat (2) berpedoman pada
ketentuan peraturan perundang-undangan.
BAB VI
DISIPLIN
PasaI 11
(1) Terbadap peIanggaran dIsIpIIn dIIakukan penjatuban
bukuman dIsIpIIn.
(2) Penjatuban bukuman dIsIpIIn sebagaImana dImaksud pada
ayat (1), dIIakukan oIeb:
a. Pejabat PembIna KepegawaIan Daerab;
b. Pejabat yang berwenang mengbukum; dan
c. Atasan pejabat yang berwenang mengbukum.
(3) Pejabat PembIna KepegawaIan sebagaImana dImaksud pada
ayat (2) buruI a, wajIb menjatubkan bukuman dIsIpIIn
kepada PNSD yang meIakukan peIanggaran dIsIpIIn sesuaI
dengan kewenangannya.
(4) Pejabat yang berwenang mengbukum sebagaImana
dImaksud pada ayat (2) buruI b, wajIb menjatubkan
bukuman dIsIpIIn kepada PNSD yang meIakukan
peIanggaran dIsIpIIn.
(S) ApabIIa pejabat yang berwenang mengbukum sebagaImana
dImaksud pada ayat (4) tIdak menjatubkan bukuman
dIsIpIIn kepada PNSD yang meIakukan peIanggaran dIsIpIIn,
akan dIjatubI bukuman dIsIpIIn oIeb atasannya.
(6) Hukuman .
10
(6) Hukuman dIsIpIIn sebagaImana dImaksud pada ayat (2)
sama dengan jenIs bukuman dIsIpIIn yang sebarusnya
dIjatubkan kepada PNSD yang meIakukan peIanggaran
dIsIpIIn.
(?) Pejabat pembIna kepegawaIan, pejabat yang berwenang
mengbukum dan Atasan pejabat yang berwenang
mengbukum sebagaImana dImaksud pada ayat (1) daIam
menjatubkan bukuman dIsIpIIn berpedoman pada
peraturan perundang-undangan tentang dIsIpIIn PegawaI
NegerI SIpII.
BAB VII
KESEJAHTERAAN PNSD
BagIan Kesatu
Umum
PasaI 12
(1) PemerIntab Daerab berwenang memberIkan Kesejabteraan
daIam bentuk materIaI danJatau non materIaI kepada
PNSD.
(2) PemberIan Kesejabteraan PNSD sebagaImana dImaksud
pada ayat (1), bertujuan untuk:
a. mendorong penIngkatan kInerja;
b. menIngkatkan dIsIpIIn; dan
c. menIngkatkan kemampuan daya beII.
BagIan Kedua
JenIs-JenIs
PasaI 13
JenIs-jenIs kesejabteraan PNSD sebagaImana dImaksud pada
PasaI 12, terdIrI atas:
a. PemberIan Tambaban PengbasIIan;
b. PemberIan InsentII;
c. FasIIItasI Kesebatan JasmanI;
d. FasIIItasI PembInaan MentaI;
e. PembekaIan KewIrausabaan bagI yang akan PensIun;
I. PemberIan Jasa PengabdIan;
g. PemberIan Pengbargaan daIam bentuk PIagam dan uang
bagI pegawaI yang akan memasukI pensIun.
PasaI 14 .
11
PasaI 14
(1) PemberIan Tambaban PengbasIIan sebagaImana dImaksud
daIam PasaI 13 buruI a berdasarkan pada beban kerja,
tempat bertugas, kondIsI kerja, keIangkaan proIesI, prestasI
kerja, resIko kerja, danJatau pertImbangan obyektII IaInnya.
(2) PemberIan InsentII sebagaImana dImaksud daIam PasaI 13
buruI b berdasarkan pada capaIan target kerja daIam raIban
pajak daerab dan retrIbusI daerab sesuaI dengan ketentuan
peraturan perundang undangan.
(3) FasIIItasI Kesebatan JasmanI sebagaImana dImaksud daIam
PasaI 13 buruI c, mencakup:
a. penyuIuban kesebatan bagI pegawaI;
b. pemerIksaan kesebatan secara menyeIurub (gcnco
cIccI u);
c. pemeIIbaraan dan penIngkatan gIzI pegawaI;
d. pemberIan uang duka waIatJtewas berupa santunan
uang dan penyedIaan mobII jenazab.
(4) FasIIItasI PembInaan MentaI sebagaImana dImaksud daIam
PasaI 13 buruI d, mencakup:
a. pembekaIan kerobanIanJkeagamaan, yaItu;
1. pembeIajaran keagamaan;
2. ceramab umum kegamaan;
3. bImbIngan keagamaan.
b. IasIIItasI penIngkatan mentaI spIrItuaI yaItu bImbIngan
mentaI spIrItuaI.
c. pembekaIan penanaman sIkap mentaI dIsIpIIn dan jIwa
korsa, yaItu:
1. bentuk pembInaan;
2. peIatIban;
3. rekreasI.
d. IasIIItasI peIestarIan senI dan budaya daerab, dan bIdang
oIab raga;
e. IasIIItasI penIngkatan kompetensI pendIdIkan aparatur;
(S) PemberIan Jasa PengabdIan, sebagaImana dImaksud daIam
PasaI 13 buruI I meIIputI:
a. pIagampengbargaan;
b. medaII .
12
b. medaII semat, dengan ketentuan:
1. pengabdIan seIama 10 (sepuIub) tabun, dIberIkan
medaII perunggu;
2. pengabdIan seIama 20 (dua puIub) tabun, dIberIkan
medaII perak;
3. pengabdIan seIama 30 (tIga puIub) tabun, dIberIkan
medaII emas.
(6) PemberIan Pengbargaan daIam bentuk PIagam dan uang
bagI pegawaI yang akan memasukI pensIun.
(?) Ketentuan IebIb Ianjut mengenaI pemberIan kesejabteraan
PNSD sebagaImana dImaksud ayat (1) sampaI dengan ayat
(6), dIatur daIam Peraturan WaIIkota dengan berpedoman
pada ketentuan peraturan perundang-undangan.
BagIan Kedua
PembIayaan
PasaI 1S
a. SetIap SKPD mengaIokasIkan anggaran untuk kesejabteraan
pegawaI, kecuaII bIaya IasIIItasI penIngkatan mentaI
spIrItuaI, bIaya rIntIsan usaba, dan bIaya pengbargaan
dIaIokasIkan pada SKPD yang membIdangI urusan
kepegawaIan.
b. BIaya yang dIperIukan untuk kesejabteraan PNSD
dIbebankan pada APBD.
BAB VIII
PENGAWASAN
PasaI 16
WaIIkota berwenang meIakukan pengawasan dan pengendaIIan
atas peIaksanaan:
a. penIngkatan prestasI kerja PNSD; dan
b. peraturan perundang-undangan dI bIdang kepegawaIan.
PasaI 1?
(1) Pengawasan terbadap penIngkatan prestasI kerja PNSD
dIIaksanakan meIaIuI:
a. pengawasan ...
13
a. pengawasan meIekat;
b. pengawasan gabungan;
c. pengawasan ekstern; dan
d. pengawasan Intern.
(2) Pengawasan meIekat sebagaImana dImaksud pada ayat (1)
buruI a, dIIaksanakan oIeb KepaIa SKPD dan Atasan
Iangsung secara berjenjang berupa tIndakan pengawasan
dan pengendaIIan yang dIIaksanakan secara berjenjang dan
dIIaporkan secara perIodIk setIap 3 buIan.
(3) Pengawasan gabungan sebagaImana dImaksud pada ayat (1)
buruI b dIIaksanakan oIeb TIm Pengawas gabungan yang
terdIrI darI Inspektorat, SKPD yang meIaksanakan tugas
pembInaan kepegawaIan danJatau pejabat IaIn yang
dItunjuk WaIIkota.
(4) Pengawasan ekstern sebagaImana dImaksud pada ayat (1)
buruI c dIIaksanakan oIeb masyarakat, pers, dan OrganIsasI
kemasyarakatan daIam bentuk pengaduan yang
dIsampaIkan kepada WaIIkota.
(S) Pengawasan Intern sebagaImana dImaksud pada ayat (1)
buruI d dIIaksanakan oIeb Inspektorat.
(6) Ketentuan IebIb Ianjut mengenaI tata cara pengawasan
sebagaImana dImaksud pada ayat (1) dIatur daIam
Peraturan WaIIkota.
BAB IX
PEMBINAAN
PasaI 1S
(1) WaIIkota berwenang meIakukan pembInaan terbadap PNSD.
(2) PembInaan sebagaImana yang dImaksud pada ayat (1)
berupa:
a. PromosI pangkatJgoIongan danJatau jabatan;
b. pengbargaan;
c. pengembangan kapasItas;dan
d. pemberIan sanksI.
(3) Ketentuan IebIb Ianjut mengenaI tata cara pembInaan
sebagaImana dImaksud pada ayat (2) dIatur daIam
Peraturan WaIIkota.
BAB X .
14
BAB X
KELEMBAGAAN
BagIan Kesatu
Pembentukan TIm
PasaI 19
(1) DaIam peIaksanaan penIngkatan prestasI kerja PNSD,
WaIIkota dapat membentuk TIm.
(2) Ketentuan IebIb Ianjut mengenaI tata cara pembentukan
TIm sebagaImana dImaksud pada ayat (1), dIatur daIam
Peraturan WaIIkota.
BagIan Kedua
Tugas dan Wewenang
PasaI 20
TIm sebagaImana dImaksud daIam PasaI 21 bertugas dan
berwenang:
a. memberIkan saran dan usuI berkaItan dengan penIngkatan
prestasI kerja PNSD kepada WaIIkota;
b. meIaksanakan peneIItIanJpengkajIan mengenaI penIngkatan
prestasI kerja PNSD;
c. meIaksanakan pemantauan prestasI kerja PNSD;
d. meIaksanakan evaIuasI dan penIIaIan prestasI kerja PNSD;
e. meIaksanakan pengendaIIan terbadap penIngkatan prestasI
kerja PNSD; dan
I. menyusun pengukuran prestasI kerja PNSD.
BagIan KetIga
Susunan OrganIsasI
PasaI 21
(1) Susunan TIm sebagaImana dImaksud daIam PasaI 19 paIIng
kurang berjumIab S (IIma) orang dan paIIng banyak
berjumIab 9 (sembIIan) orang anggota.
(2) TImsebagImana dImaksud pada ayat (1) terdIrI atas:
a. 1 (satu) orang penanggungjawab;
b. 1 (satu) orang ketua merangkap anggota;
c. 1 (satu) orang sekretarIs merangkap anggota; dan
d. beberapa anggota sesuaI dengan kebutuban.
(3) Keanggotaan ...
15
(3) Keanggotaan TIm terdIrI atas:
a. WaIIkota seIaku penanggung jawab;
b. WakII WaIIkota seIaku ketua merangkap anggota;
c. SekretarIs Daerab seIaku sekretarIs merangkap anggota;
d. Inspektorat seIaku anggota;
e. SKPD yang membIdangI kepegawaIan seIaku anggota;
danJatau
I. Pejabat IaIn yang dItunjuk WaIIkota seIaku anggota;
(4) TIm sebagaImana dImaksud pada ayat (2) dItetapkan dengan
Keputusan WaIIkota.
BAB XI
PERAN SERTA MASYARAKAT
PasaI 22
(1) DaIam upaya penIngkatan prestasI kerja PNSD, masyarakat
dapat berperan serta.
(2) Peran serta masyarakat sebagaImana dImaksud pada ayat
(1), dIwujudkan daIam bentuk pengawasan masyarakat
berupa:
a. pemberIan saran;
b. pendapat dan usuI;
c. keberatan;
d. pengaduan; danJatau
e. penyampaIan InIormasI danJatau Iaporan.
(3) Peran masyarakat sebagaImana dImaksud pada ayat (2)
bertujuan untuk:
a. menIngkatkan kepeduIIan PNSD daIam menjaIankan
tugas pokok dan IungsInya; dan
b. menumbubkembangkan ketanggapsegeraan masyarakat
untuk meIakukan pengawasan sosIaI.
(4) DaIam rangka memIasIIItasI peran serta masyarakat
sebagaImana dImaksud pada ayat (1) dan ayat (2), SetIap
SKPD:
a. menyedIakan kotak saran dI tempat yang dapat secara
mudab dIakses oIeb masyarakat;
b. menyedIakan jaIur kbusus InIormasI danJatau
komunIkasI berupa:
1. medIa ...
16
1. medIa cetak;
2. medIa eIektronIk;
3. medIa sosIaI;
4. InIormasI dIsampaIkan Iangsung kepada SKPD.
BAB XII
KETENTUAN LAIN-LAIN
PasaI 23
(1) WaIIkota meIakukan ujI potensI dan kompetensI PNSD
paIIng kurang 2 (dua) tabun sekaII.
(2) Ketentuan IebIb Ianjut mengenaI tata cara peIaksanaan ujI
potensI dan kompetensI PNSD sebagaImana dImaksud pada
ayat (1), dIatur daIamPeraturan WaIIkota.
BAB XIV
KETENTUAN PERALIHAN
PasaI 24
Pada saat Peraturan Daerab InI muIaI berIaku, semua
peraturan peIaksana yang berkaItan dengan penIngkatan
prestasI kerja PNSD yang teIab ada tetap berIaku sepanjang
tIdak bertentangan dan beIum dIgantI berdasarkan Peraturan
Daerab InI.
BAB XV
KETENTUAN PENUTUP
PasaI 2S
Peraturan peIaksana darI Peraturan Daerab InI dItetapkan
paIIng Iambat 1 (satu) tabun sejak Peraturan Daerab InI
dIundangkan.
PasaI 26 ...
17
PasaI 26
Peraturan Daerab InI muIaI berIaku pada tanggaI dIundangkan.
Agar setIap orang dapat mengetabuInya, memerIntabkan
pengundangan Peraturan Daerab InI dengan penempatannya
daIam Lembaran Daerab Kota Bandung.
DItetapkan dI Kota Bandung
pada tanggaI 3 Desember 2012
WALIKOTA BANDUNG,
TTD.
DADA ROSADA
DIundangkan dI Bandung
pada tanggaI 3 Desember 2012
SEKRETARIS DAERAH KOTA BANDUNG,
EDI SISWADI
LEMBARAN DAERAH KOTA BANDUNG TAHUN 2012 NOMOR 2?
PENJELASAN ATAS
PERATURAN DAERAH KOTA BANDUNG
NOMOR 2? TAHUN 2012
TENTANG
PENINGKATAN PRESTASI KERJA DAN KESEJAHTERAAN PEGAWAI NEGERI
SIPIL DAERAH DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA BANDUNG
1. UMUM
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tabun 2004 tentang
PemerIntaban Daerab, yang menyebutkan babwa daerab otonom berbak,
berwenang, dan sekaIIgus berkewajIban mengatur dan mengurus sendIrI
urusan pemerIntaban kecuaII urusan pemerIntaban yang menjadI urusan
PemerIntab, dengan tujuan untuk menIngkatkan kesejabteraan
masyarakat, menyedIakan peIayanan umum, dan menIngkatkan daya
saIng daerab sesuaI dengan potensI, kekbasan, dan ungguIan daerab yang
dIkeIoIa secara demokratIs, transparan dan akuntabeI.
Untuk mencapaI basII yang maksImaI, pemerIntaban daerab seIaku
penyeIenggara urusan pemerIntaban barus dapat memproses dan
meIaksanakan bak dan kewajIban berdasarkan asas-asas kepemerIntaban
yang baIk (Cood Coucnoncc) sesuaI dengan asas umum penyeIenggaraan
negara sebagaImana dImaksud daIam Undang-Undang Nomor 32 Tabun
2004 tentang PemerIntaban Daerab.
PemerIntab berkewajIban untuk menIngkatkan kInerja PNSDsesuaI
dengan tuntutan dan kebutuban masyarakat.
Tujuan utama dIIaksanakanpenIngkatan kInerja PNSDadaIab:
1. memberIkan arab dan ruang IIngkup kebIjakan daIam menIngkatkan
kInerja PNSD;
2. membentuk PNSDAparatur yang berkemampuan menyeIenggarakan
peIayanan pubIIk dan tugastugas pemerIntab serta pembangunan
daerab yang dIperIukan oIeb masyarakat Kota Bandung; dan
3. memberIkan dorongan dan dukungan kepada PemerIntab Daerab untuk
menIngkatkan kInerja PNSD.
DaIam Peraturan Daerab InI dIatur mengenaI upaya-upaya yang
dapat dIIakukan oIeb PemerIntab Daerab Kota Bandung daIam
menIngkatkan kInerja PNSD, antara IaIn meIIputI: pengukuran kInerja,
pendIdIkan dan IatIban, pengbargaan yang meIIputI pemberIan yang
memenubI persyaratan, dan penegakan dIsIpIInTPP bagI PNSD.
2
Upaya penIngkatan kInerja PNSD dI atas, dIdukung dengan
pengaturan IaInnya yang erat bubungannya dengan upaya tersebut, yaItu
pembentukan TIm, peranserta masyarakat, pegawasan dan pengendaIIan,
pembInaan, serta sanksI.
1. PASAL DEMI PASAL
PasaI 1
Cukup JeIas
PasaI 2
Cukup JeIas
PasaI 3
Cukup JeIas
PasaI 4
Cukup JeIas
PasaI S
Cukup JeIas
PasaI 6
Cukup JeIas
PasaI ?
Cukup JeIas
PasaI S
Cukup JeIas
PasaI 9
Cukup JeIas
PasaI 10
Cukup JeIas
PasaI 11
Cukup JeIas
PasaI 12
Cukup JeIas
PasaI 13
Cukup JeIas
PasaI 14
Cukup JeIas
PasaI 1S
Cukup JeIas
PasaI 16
Cukup JeIas
3
PasaI 1?
Cukup JeIas
PasaI 1S
Cukup JeIas
PasaI 19
Cukup JeIas
PasaI 20
Cukup JeIas
PasaI 21
Cukup JeIas
PasaI 22
Cukup JeIas
PasaI 23
Cukup JeIas
PasaI 24
Cukup JeIas
PasaI 2S
Cukup JeIas
PasaI 2S
Cukup JeIas
PasaI 2S
Cukup JeIas
PasaI 26
Cukup JeIas
TAMBAHAN LEMBARAN DAERAH KOTA BANDUNG NOMOR ..