You are on page 1of 4

PENGGUNAAN WEBSITE BERBASIS CMS

(CONTENT MANAGEMENT SYSTEM) UNTUK PELAPORAN


SISTEM 20KV CASE : KENDARI, SULAWESI TENGGARA

Ricky Cahya Andrian


Pengatur Beban Kendari (PB Kendari)
Area Penyaluran dan Pengaturan Beban (AP2B)
PT. PLN (Persero) Wilayah Sulsel, Sultra dan Sulbar
Jl. Letjen. Hertasning Blok B No. 1, Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
Telp. : +62 411 440066, Fax : +62 411 44002, Email : arrester97@yahoo.com

Abstrak

Pelaporan kondisi sistem secara cepat dan akurat menjadi kendala di sistem 20kV atau sistem kecil
yang belum interkoneksi. Faktor komunikasi yang manjadi penghambat. Sedangkan pelaporan
kondisi sistem yang cepat, dibutuhkan oleh managemen untuk mengambil suatu keputusan setelah
mengevaluasi kondisi sistem setiap hari. Website berbasis CMS (Content Management System)
digunakan di Kendari agar dapat memberikan laporan yang akurat dan cepat kepada management
AP2B atau wilayah di Makassar. Kondisi sistem yang harus dilaporkan adalah : Beban Puncak
LWBP dan WBP, Pemakaian BBM, Stok BBM di tangki, Produksi kWh, Komposisi Pembangkit saat
LWBP dan WBP, Gangguan Feeder, Gangguan Pembangkit, ENS (Energy Not Service) jika terjadi
Load Curtailment, kondisi komunikasi radio, internet, komputer, dan lain-lain. Untuk IPP seperti
PJB dibuat laporan secara terpisah mengenai derating daya PLTD dan DMH (Daya Mampu
Harian) untuk perhitungan transfer pricing.

Kata Kunci : Website, CMS, laporan, derating, transfer pricing

1. Pendahuluan 1.1. Content Management System (CMS)

Awal dari pembuatan website CMS ini Sistem Manajemen Konten (Content
didasarkan dari lambatnya sistem pelaporan Management System) yang lebih dikenal dengan
operasi sistem terutama untuk PLTD tersebar di CMS adalah sebuah aplikasi berbasis web yang
Sulawesi Tenggara. Di Sulawesi Tenggara memiliki sistem sedemikian hingga memberikan
terdapat beberapa sistem yaitu Sistem Kolaka, kemudahan kepada para pengguna sekaligus juga
Sistem Lambuya, Sistem Kendari, Sistem Baubau pengelolanya.
dan Sistem Raha. Semua sistem ini adalah sistem
20kV yang disupplai dari PLTD (Pembangkit Sesuai dengan nama CMS itu sendiri, website
Listrik Tenaga Diesel) yang menggunakan HSD yang menerapkan sistem ini berorientasi terhadap
dan MFO sebagai bahan bakarnya. Karena BBM konten. Sudah bukan merupakan kendala yang
ini merupakan bahan bakar yang mahal harganya berarti bagi manajemen atau humas suatu
dan kontinuitasnya sangat penting, maka laporan perusahaan untuk memperbarui websitenya.
BBM, SFC dan stok BBM harus terus dilaporkan Dengan hak akses dan otoritas masing-masing,
secara online dan real time setiap hari, sehingga setiap bagian dari perusahaan dapat memberikan
managemen dapat mengetahui realisasi pemakaian kontribusinya ke dalam website tanpa prosedur
tiap hari dari Makassar. Selain kondisi BBM, yang sulit.
laporan yang diperlukan biasanya menyangkut
pembebanan pembangkit, pembebanan feeder, Dapat Anda bayangkan suatu perusahaan A
produksi kWh pembangkit, gangguan feeder, yang memiliki website konvensional yang belum
gangguan pembangkit dan lain sebagainya mengadopsi CMS, jika ingin memperbarui
datanya, pihak humas/ umum harus menghubungi
webmaster websitenya untuk mengirimkan data
yang akan diperbarui, baru data tersebut diolah
dan dikonversi menjadi format HTML oleh
webmaster. Prosedur yang panjang ini sangat jelas 1.1 Pengertian Mambo
akhirnya akan membebani biaya perusahaan dalam
operasionalnya sehari-hari. Mambo Open Source (MOS) adalah sebuah
sistem manajemen konten (CMS) yang paling
Bagaimana jika webmaster sedang tidak di powerful dan telah digunakan di seluruh dunia
tempat sedangkan data diharapkan diupdate saat untuk keperluan website dari yang paling
itu juga ? Ilustrasi yang lebih panjang lagi dapat sederhana sampai aplikasi perusahaan yang paling
digambarkan jika webmaster website adalah kompleks sekalipun. Mambo sangat mudah untuk
vendor di luar perusahaan A yang hanya bisa diinstal, mudah dikelola dan memiliki kapabilitas
dihubungi oleh Bagian IT perusahaan A tersebut. yang tinggi.
Apa yang terjadi dapat disimpulkan sendiri.
Demikian juga dapat dibayangkan bagaimana jika 2. Pembahasan
proses ini berlangsung berulang-ulang dalam tiap
bulannya, dalam seminggu, dalam sehari, bahkan 2.1 Sistem Ketenagalistrikan 20kV
dalam tiap jam.
Sistem 20kV di Sulawesi Tenggara adalah
Pada umumnya sebuah CMS memiliki dua sistem yang belum interkoneksi satu sama lain
bagian kategori yaitu bagian Front End dan Back karena menggunakan JUTM 20kV sebagai
End. backbone, berbeda dengan sistem Sulsel 150kV
yang sudah terinterkoneksi dari Majene di Utara
Kecanggihan dan fitur masing-masing CMS sampai dengan Takalar di Selatan. Biasanya,
bergantung pada CMS yang digunakan. sistem 20kV tidak memiliki dispatcher yang dapat
Penggunaan sistem hirarki pengguna yang mencatat laporan atau resume operasi yaitu
diterapkan CMS dalam hak aksesnya pun sangat sebagai berikut :
bervariasi sesuai CMS masing-masing. Mulai dari
level akses user anggota yang hanya dapat - Beban Puncak
mengirimkan data tertentu berupa komentar, - BBM (HSD atau MFO)
kemudian editor yang dapat mengirimkan suatu - Stok BBM
artikel/ berita (untuk CMS menyediakan fasilitas - kWh produksi mesin
ini), hingga level administrator yang dapat - kWh PS
melakukan semua fitur yang ada. - Beban Feeder
- Gangguan Pembangkit
Berikut ini manfaat penggunaan CMS : - Gangguan Feeder
- Website perusahaan - Load curtailment
- Portal
- Galeri Foto Laporan di atas yang dibutuhkan oleh
- Aplikasi e-commerce manajemen wilayah untuk memantau kondisi
- Mengelola website pribadi/ blog dan lain-lain sistem 20kV yang tersebar di Sulawesi Tenggara.
Di Sulawesi Tenggara terdapat beberapa sistem
Keberadaan aplikasi gratisan di internet dan 20kV tersebar yaitu Sistem Kolaka, Sistem
juga komunitas open source yang semakin Lambuya, Sistem Kendari, Sistem Baubau dan
menjamur ikut memberikan andil yang signifikan Sistem Raha. Untuk meminta laporan operasi di
untuk menjadikan teknologi CMS menjadi murah masing-masing sistem sangat sulit karena tidak
dari segi harga akan tetapi dengan fitur-fitur ada yang bertugas khusus merekap resume operasi
semakin lengkap dan canggih. tiap hari, kecuali Sistem Kendari yang sudah
memiliki dispatcher atau pengatur beban, yang
Dari segi biaya implementasi pembuatan dapat melaporkan kondisi sistem setiap saat.
CMS sangatlah murah apalagi jika dibandingkan Untuk sistem yang lain, yang bermain hanya
dengan fitur-fitur dan kemudahan yang operator pembangkit dan operator distribusi
ditawarkan. Hal inilah yang akhirnya ikut (Pidis). Oleh karena itulah, kami membuat sebuat
mempopulerkan CMS dan akhirnya akan website berbasis CMS yang user friendly yang
menggantikan semua website konvensional yang digunakan untuk media pelaporan manajemen
ada. mengenai kondisi sistem yang tersebar tersebut.
Gbr.1 – Resume Operasi
Gbr.3 – Section
Gambar di atas merupakan resume operasi
Content itu adalah isi dari item resume operasi
yang dibuat oleh AP2B tiap hari untuk evaluasi
yang bersangkutan, seperti beban puncak, beban
terhadap sistem yang diatur atau dimonitoring.
kit, beban feeder, gangguan kit, gangguan feeder,
Resume di atas akan dibuat untuk sistem 20kV
kWh dan BBM. Content yang dibuat di sini
lainnya yang belum memiliki dispatcher (pengatur
didasarkan pada tanggal dan bulan yang
beban).
bersangkutan. Misal untuk pembebanan kit
Kendari, terdiri dari content tanggal 1 Mei sampai
AP2B menggunakan fasilitas Public Backend,
tgl 31 Mei 2007 di dalam category Mei 2007,
sehingga login dan update data dari backend
sedangkan untuk bulan Juni, dibuat di category
administrasi.
yang berbeda yaitu category Juni 2007 tetapi
dalam section yang sama yaitu pembebanan kit
Kendari.

Gbr.2 – Backend Administrasi

Untuk membuat resume operasi sistem,


beberapa hal yang diperlukan dibuat di dalam Gbr.4 – Isi Content
content. Content ada di dalam catergory dan
category ada di dalam section. Artinya, di dalam Gambar 4 di atas menunjukkan isi content
satu section terdapat beberapa category dan di tanggal 6 Mei 2007 untuk section pembebanan kit
dalam satu category terdapat beberapa content Kendari. Terlihat beban kit yang harus diisi mulai
sebagai berikut : pukul 00.00 sampai pukul 24.00. Setelah diisi,
maka hasil tersebut akan dipublish di website. Hal
yang sama juga dilakukan terhadap content yang
lain yang merupakan item dari resume operasi
yang akan dibuat.
derating pembangkit sehingga dalam
perhitungan transfer pricing tidak
dipersoalkan karena pihak pembangkit
dapat melihat pembebanan kitnya
Kemampuan PLTD sangat bergantung
dari faktor cuaca yang berpengaruh
terhadap temperatur oli.

4. Referensi

[1] Adhi Rachdian, “Mastering CMS dengan


Mambo/Joomla, 2005

Gbr.5 – Tampilan Website

Informasi yang ada di dalam website dengan


alamat www.ap2bkendari.com adalah sebagai
berikut :

Tahapan UFR Sistem Kendari, Evaluasi


Operasi Sistem Kendari 2006, Rencana Operasi
Sistem Kendari 2007, Resume Operasi Sistem
Harian, Evaluasi Operasi Sistem Lambuya 2006,
Kinerja Pembangkit Sistem Kendari, Evaluasi
Operasi Bulanan Sistem Kendari, Peta 20kV
Sistem Kendari, Beban Puncak Sistem Kendari
dan Sistem Lambuya, Pemakaian BBM dan kWh
Produksi Sistem Kendari, Rekapitulasi
Pemadaman, Neraca Daya Sistem Kendari-
Kolaka-Lambuya-Baubau-Raha, Forum diskusi,
Pembebanan Feeder, Pembebanan Pembangkit,
Kesiapan Pembangkit, Laporan Gangguan Feeder,
Laporan Gangguan Pembangkit, Declare Daya
Mampu Harian PLTD PJB.

3. Kesimpulan

1. Website pelaporan operasi sistem 20kV


berbasis CMS akan mampu memberikan
laporan kepada managemen secara cepat
dan akurat sehingga akan dapat dievaluasi
secara cepat pula.
2. CMS merupakan solusi pembuatan
website secara user friendly, tidak
memerlukan pemrograman script yang
sulit sehingga siapapun bisa
menggunakannya
3. Website CMS ini bisa diedit dan diupdate
apanpun dan di mana pun selama ada
koneksi internet baik melalui GPRS,
ADSL maupun VSAT. Bahkan melalui
warnet, website ini juga bisa diupdate
4. Website CMS ini juga dapat
dimanfaatkan untuk menghitung faktor