Вы находитесь на странице: 1из 7

STUDY

STUDYKESTABILAN
KESTABILANTRANSIENT
TRANSIENT
SISTEM INTERKONEKSI SULSELTRABAR

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

V.1 CRITICAL CLEARING TIME

V.1.1 KASUS I

Dari hasil simulasi yang dilakukan t erlihat bahwa unt uk pola

operasi t anggal 1 Maret 2007, wakt u crit ical clearing t ime yang

t ercepat yakni pada GI Polmas sebesar 100 ms. Adapun bus lain yang

rawan untuk menyebabkan sistem tidak stabil yakni :

NO. BUS LINE TRANSMISI OFF WAKTU CCT


1 SIDRAP SIDRAP - PARE
PARE-PARE 120 ms
2 SENGKANG SENGKANG - SOPPENG 110 ms
3 SOPPENG SOPPENG - SIDRAP 120 ms
ms
4 POLMAS POLMAS - BAKARU 100 ms
ms
5 SUPPA SUPPA - PARE 110 ms
ms
6 PINRANG PINRANG - BAKARU not convergen
7 PARE-PARE
PARE PARE - POLMAS 100 ms

V.1.2 KASUS II

Dari
Dar i hasil simulasi yang dilakukan t erlihat bahwa
bahw a unt uk pola

operasi wakt
w akt u beban rendah
r endah t anggal 30 Sept ember 2007, wakt u crit ical

clearing
clear ing t ime yang t ercepat yakni pada GI Soppeng sebesar 70 ms.

Adapun bus lain yang rawan


raw an unt uk menyebabkan sist em t idak st a
abil

yakni :

V-
V 1
STUDY
STUDYKESTABILAN
KESTABILANTRANSIENT
TRANSIENT
SISTEM INTERKONEKSI SULSELTRABAR

NO. BUS LINE TRANSMISI OFF WAKTU CCT


1 BAKARU BAKARU#1 - BAKARU150 not convergen
2 TELLO TELLO - PANGKEP 100 ms
3 BOSOWA BOSOWA - PANGKEP 120 ms
4 BONE BONE - SOPPENG 100 ms
5 PANGKEP PANGKEP - BOSOWA 110 ms
6 SIDRAP SIDRAP - PARE-PARE
PARE 60 ms
7 BULUKUMBA BLKUMBA - JNPONTO 110 ms
8 JENEPONTO JNPONTO - BLKUMBA 100 ms
9 SUNGGUMINASA SGMNASA - TELLO 110 ms
10 SENGKANG SENGKANG - SOPPENG not convergen
11 SOPPENG SOPPENG - SIDRAP 70 ms
12 MAKALE MAKALE - SIDRAP 80 ms
13 PALOPO PALOPO - MAKALE 100 ms
14 TELLO LAMA TELLOLAMA - TELLO 120 ms
15 POLMAS POLMAS - BAKARU 110 ms
16 SUPPA SUPPA - PARE not convergen
17 SINJAI SINJAI - BONE 90 ms
18 PKANG PKANG - TELLO 100 ms
19 PINRANG PINRANG - BAKARU 80 ms
20 BARRU BARRU - ABARU 100 ms
21 PARE PARE
PARE-PARE PARE - POLMAS 80 ms
22 TONASA3 TONASA - PANGKEP 150 ms

Terlihat bahwa unt uk pola operasi kasus II, sist em int erkoneksi

Sulseltrabar tidak stabil jika terjadi gangguan hubung singkat 3 phasa.

V.1.3 KASUS III

Dari hasil simulasi yang dilakukan t erlihat bahwa


bahw a unt uk pola

oper asi wakt


operasi w akt u beban puncak t anggal 20 Nopember
Nopem ber 2007, wakt
w akt u crit
cr it ical

V-
V 2
STUDY KESTABILAN TRANSIENT
SISTEM INTERKONEKSI SULSELTRABAR

clearing
clear ing t ime
im e yang t ercepat
er cepat yakni pada GI Bakaru
Bakar u sebesar 40 ms.
m s.

Adapun bus lain


l ain yang rawan
r aw an unt uk menyebabkan
m enyebabkan sist em
em t idak st abi
abil

yakni :

NO. BUS LINE TRANSMISI OFF WAKTU CCT


1 BAKARU BAKARU#1 - BAKARU150 40 ms
2 TELLO TELLO - PANGKEP 120 ms
3 BOSOWA BOSOWA - PANGKEP 125 ms
4 BONE BONE - SOPPENG 100 ms
5 PANGKEP PANGKEP - BOSOWA 150 ms
6 SIDRAP SIDRAP - PARE-PARE
PARE 80 ms
7 BULUKUMBA BLKUMBA - JNPONTO 130 ms
8 JENEPONTO JNPONTO - BLKUMBA 130 ms
9 SUNGGUMINASA SGMNASA - TELLO 135 ms
10 SENGKANG SENGKANG - SOPPENG not convergen
11 SOPPENG SOPPENG - SIDRAP 40 ms
12 MAKALE MAKALE - SIDRAP 120 ms
13 PALOPO PALOPO - MAKALE 130 ms
14 TANJUNG BUNGA TNJGBNG - SGMNSA 170 ms
15 TELLO LAMA TELLOLAMA - TELLO 130 ms
16 POLMAS POLMAS - BAKARU not convergen
17 MAJENE MAJENE - POLMAS 120 ms
18 SUPPA SUPPA - PARE 70 ms
19 SINJAI SINJAI - BONE 120 ms
20 PKANG PKANG - TELLO 130 ms
ms
21 PINRANG PINRANG - BAKARU not convergen
26 BARRU BARRU - ABARU 120 ms
27 PARE-PARE
PARE PARE - POLMAS not convergen

Ter l ihat bahwa


Terlihat bahw a unt uk pola
pol a operasi
oper asi kasus III, sist em
em int erkoneksi
er koneksi

Sul selt rabar


Sulselt r abar secara
secar a umum
um um t idak st abil j ika t erj
er j adi gangguan hubung

singkat 3 phasa.

V-
V 3
STUDY
STUDYKESTABILAN
KESTABILANTRANSIENT
TRANSIENT
SISTEM INTERKONEKSI SULSELTRABAR

V.1.4 KASUS IV

Dari
Dar i hasil simulasi
sim ulasi yang dilakukan t erlihat
er lihat bahw
bahwaa unt uk pola

operasi wakt
w akt u gangguan t anggal 30 Sept ember 2007, w
wakt
akt u crit
cr it ical

clearing
clear ing t ime pada sist em
em Sulselt
Sul selt rabar
r abar pada umum
umumnya
nya t idak st abil.

Sist em
em Int erkoneksi
er koneksi sangat t idak st abil t erhadap gangguan hubung

singkat 3 phasa ketika pola operasi ini diterapkan.

V.1.5 KASUS V

Dari
Dar i hasil simulasi
sim ulasi yang dilakukan t erlihat
er lihat bahw
bahwaa unt uk pola

operasi j ika PLTA Poso 100 MW


MW masuk
m asuk ke sist em,
em , w
wakt
akt u crit
cr it ical clear
clearing
ing

t ime
im e yang t ercepat
er cepat yyakni
akni pada GI Sengkang sebesar 120 ms dan GI

Soppeng sebesar 140 ms.


m s. Terlihat bahw
bahwaa sist em
em Sulselt rrabar
abar akan

semakin
sem akin kokoh kest abilannya j ika PLTA Poso 100 MW
MW masuk
m asuk ke sist em
em

interkoneksi Sulseltrabar.

V.1.6 KASUS VI

Dari
Dar i hasil simulasi
sim ulasi yang dilakukan t erlihat bahwa unt uk pola

operasi j ika PLTU Jenepont o 100 MW


MW m
masuk
asuk ke sist em, w
wakt
akt u crit
cr it ical

clearing
clear ing t ime yang t ercepat
er cepat yakni pada GI Sengkang sebesar 130 ms.

Terlihat bahwa
bahw a sist em
em Sulselt rabar
r abar akan semakin kokoh kest abilannya

j ika PLTU Jenepont o 100 MW


MW m
masuk
masuk ke sist em int erkoneksi

Sulseltrabar.

V-
V 4
STUDY
STUDYKESTABILAN
KESTABILANTRANSIENT
TRANSIENT
SISTEM INTERKONEKSI SULSELTRABAR

V.2 LOADSHEADDING

Dari simulasi t erlihat bahwa UFR pada sist em Sulseltrabar


lseltrabar

mampu menaikkan frekuensi ketika terjadi pelepasan pembangkit.

V.3. SARAN

1. Dari st udy ini t erlihat bahwa kondisi kest abilan sist em interkoneksi

Sulselt rabar unt uk operasi normal, baik kondisi WBP maupun WBR

memiliki
m em i l i ki kondi
kondisi
si kest abi
abilan
l an yang
yang sangat rendah.
r endah. Sedangkan unt uk

kondisi m
masuknya
asuknya pem
pembangkit
bangkit bar
baru,
u, baik PLTA
PLTA Poso maupun
m aupun PLTU
PLTU

Jeneponto ternyata mampu memperbaiki kestabilan sistem interkoneksi

Sulselt rabar. Sehingga realisasi masuknya pembangkit ini sangat

dibutuhkan dari sisi kestabilan.

2. Darii st udy ini di


Dar diperoleh
per ol eh kesi
kesimpulan
m pul an bahw
bahwaa pengoperasian
pengoper asi an pembangkit
pem bangkit

harus
har us m
memperhat
em per hat iikan
kan aspek kem
kemampuan
am puan dari
dar i segi kest abilan.
abi l an. Ket ika
i ka

pembangkit di
dibebani
bebani m
mendekat
endekat i kapasit as pembangkit
pem bangki t annya maka
m aka

pembangkit
pem bangki t iini
ni akan
akan rrent
ent an
an unt uk m
menuj
enuj u kekondisi t idak
i dak st abil ((out

of f sinkron)
sinkron pada saat t erj adi gangguan , w
walaupun
al aupun hal iini
ni akan

bertentangan dengan aspek ekonomis.

3. Hasil study ini akan semakin valid ketika data untuk melakukan simulasi

ini lengkap. Kemudian st udy load flow yang dilakukan sebelum

V-
V 5
STUDY
STUDYKESTABILAN
KESTABILANTRANSIENT
TRANSIENT
SISTEM INTERKONEKSI SULSELTRABAR

melakukan st udy dinamik harus mampu mewakili kondisi sebenarnya

(existing).
).

4. Perlunya analisa kont igensi unt uk melihat ket ahanan sist em t erhadap

perubahan N-1
1 variabel sist em, misalnya:
misalnya: hilangnya sat u line t ransmisi

atau lepasnya satu pembangkit.

5. Dari hasil simulasi t erlihat bahwa unt uk kasus 3 (kasus bl ack out 30

Sept ember 2007)


Sept 2007) kondisi sist em int erkoneksi Sulselt rabar dalam kondisi

stress, akibatnya sangat t idak aman t erhadap kest abilan t ransient

maupun kest abilan small signal.


signal Sehingga
ehingga sangat perlu dilakukan st udy

lebih j auh
lebih auh ttentang
ent ang small
smal l signal st abil
abilit
it yy. Apakah sist im int erkoneksi

Sulselt
Sulseltrabar
rabar masih
masih st
stabil
abil ket
ketika
ika tterjadi
erj adi perubahan
perubahan kecil pada
pada sist
sistee
em?.

Apakah fenomena osilasi ant ar area dan osilasi int erarea t erj adi pada

sist em Sulselt rabar? Semua pert anyaan ini akan t erj awab dengan st udy

small signal stability


stability.

6. Pada sist em yang st ress j uga sangat rent an t erhadap fenomena Voltage

Collapse. Hal ini disebabkan oleh ket


ket erbat asan sumber daya reakt if,

sehingga analisa kest abilan t egangan sangat dibut uhkan. St udy

kest abilan t egangan akan memberikan bat as pembebanan pada sebuah

bus t erhadap perubahan t egangan yang diperbolehkan (bat as collapse

tegangan).
angan).

V-
V 6
This document was created with Win2PDF available at http://www.daneprairie.com.
The unregistered version of Win2PDF is for evaluation or non-commercial use only.