You are on page 1of 2

BAB IV Pembahasan

Pada kasus diatas,berdasarkan anamnesis didapatkan seorang pasien datang dengan keluhan hipertensi,nyeri kepala(-),mata

kabur(+),demam(+),pasien mengaku hamil 30-31 minggu,HPHT ? mei 2013, TTP ? febuari 2014,p/v (-). Berdasarkan anamnesa dan pemeriksaan yang dilakukan pasien didiagnosa mengalami preeklamsia berat (eklamsia imminens).hal ini dikarenakan terdapat adanya gejala dan hasil pemeriksaan penunjang yang mendukung ,seperti didapatkan tekanan darah 240/110mmhg ,lalu

dilakukannya pemeriksaa lab,dimana ditemukanya trombositopenia,mencapai dibawah 50.000 yang menjurus ke sinrom HELLP klas 1 dimana trombositnya < 50.000/ml, juga di dapatkan peningkatan enzim enzim pada hari dimana di tandai dengan meningkatnya LDH dan SGOT,hal ini berhubungan dendan apa yang dikeluhkan pasien dimana pasien mengalami nyeri pada bagian epigastrium,dan juga didapatkan edema pada seluruh tubuh terutama pada bagian wajah , tangan ,dan pada tungkai ,dimana menurut teori hal ini terjadi disebabkan karena aktivitas dari endotel terganggu hingga terjadi kebocoran kapiler yang menyebabkan edema pada seluruh tubuh, dan juga pada pemeriksaan USG juga didapatkan berat badan janin tidak mengalami perkembangan atau pertumbuhan janin tidak sesuai dengan umur kehamilan.hal ini disebabkan oleh terganggunya penurunan perfusi ke uturoplasenta dimana suplai makanan/nutrisi dari ibu ke janin tidak sampai pada janin sehingga pertumbuhan janin terganggu. Pada kasus ini seharusnya dilakukan penatalakanaan ekspektatif karena menurut teori kehamilan < 37 minggu , harus dilakukan perawatan untuk

menghilangkan gejala dan menunggu kematangan paru janin, tetapi pada kasus ini dilakukan penanganan aktif karena ditemukannya indikasi indikasi tertentu dimana ditemukanya tanda dan gejala impendig eklamsia , dan dari hasil pemeriksaan laboratorium di temukannya trombositopenia yangbmenjurus ke sinrom HELLP dan juga dari hasil pemeriksaan DJJ ditemukanya maternal distress dan fetal distress sehingga dilakukannya tindakan terminasi yaitu secsio cesaria untuk keselamatan janin dan memeperbaiki keadaan umum ibu.