Вы находитесь на странице: 1из 15

Dr. drg.

Purwanto MKes

CHAPTER CONCEPTS
1. Ekskresi membersihkan tubuh dari zat yang tidak

diinginkan, khususnya produk akhir metabolisme. 2. Beberapa organ berperan dalam proses ekskresi, namun ginjal, yang merupakan bagian dari sistem urin, adalah organ utama ekskresi. 3. Pada pembentukan urin oleh lebih dari satu juta nefron dalam setiap ginjal, melayani tidak hanya untuk membersihkan tubuh dari sampah nitrogen tetapi juga untuk mengatur kadar air, kadar garam, dan pH darah.

SISTEM EKSKRESI
Biasanya sistem urogenital diuraikan bersamaan,

meliputi sistem uroputika dan sistem genitale. Dua sistem ini dikelompokkan karena kedekatan mereka secara embriologis dan penggunaan jalur umum, seperti uretra pada laki-laki. Tetapi pada kuliah kali ini hanya akan dikemukakan sistem ekskresi yang melibatkan kulit, hepar, pulmo, dan beberapa organ uroputika: ren , ureter, vesika urinaria dan urethra.

EMBRIOLOGI
Organ permanen dewasa didahului oleh satu struktur embrionik, dan bahwa, dengan pengecualian duktuli, menghilang hampir seluruhnya sebelum akhir periode fetus (Periode fetus: akhir bulan kedua setelah pembuahan sampai hari ke-280, ketika bayi lahir, Rensburg, 2000). Struktur-struktur embrio berada pada tahap: pronephros, mesonephros dan metanephros dari ginjal, dan duktus Wolffii dan Miillerii dari organ seks. Pronephros menghilang sangat awal; elemen struktural dari mesonephros sebagian besar mengalami degenerasi, namun gonad berkembang baik, dengan duktus Wolffii tetap sebagai duktus pada laki-laki, dan duktus Millerii pada perempuan. Beberapa tubulus mesonephros membentuk ginjal permanen (wikipedi).

KULIT
Perspirasi (berkeringat) mengeluarkan larutan air, garam dan beberapa macam urea. Kelenjar keringat tersusun atas bagian tubulus melingkar di dermis dan saluran, sempit lurus yang ada di epidermis. Meskipun perspirasi (berkeringat) merupakan ekskresi, tidak banyak membersihkan tubuh dari limbah seperti untuk mendinginkan tubuh. Tubuh menjadi dingin karena panas hilang saat perspirasi dan keringat menguap. Berkeringat menjaga suhu tubuh dalam kisaran normal selama latihan otot atau ketika suhu kamar meningkat.

HEPAR
Hepar (hati) mengekskresi pigmen empedu, yang

nanti menjadi empedu, dan masuk ke duktus sistikus, kemudian bergabung dengan duktus hepatikus, menjadi duktus kholedokus, yang berjalan ke intestinum tenue. Pigmen kuning yang ditemukan dalam urin, disebut urokhrom, berasal dari pemecahan heme, dan pigmen ini disimpan dalam darah dan karena itu diekskresikan lewat ginjal.

PULMO
Proses menghembuskan napas tidak hanya menghilangkan karbondioksida dari tubuh, juga mengakibatkan hilangnya air. Udara yang kita hembuskan mengandung uap air, seperti yang ditunjukkan ketika kita meniup cermin.

INTESTINUM
Garam tertentu, seperti besi dan kalsium,

diekskresikan secara langsung ke dalam rongga usus oleh sel epitel. Garam ini meninggalkan tubuh melalui feses. Pada titik ini, lebih tepat menggunakan istilah defekasi bukannya ekskresi. Zat yang dikeluarkan adalah produk limbah metabolisme. Makanan yang tidak tercerna dan bakteri, yang membentuk tinja, bukan bagian tubuh, tetapi garam yang lewat usus adalah zat ekskretoris karena mereka adalah metabolit dalam tubuh.

REN (GINJAL)
Ren adalah organ coklat kemerahan dengan panjang sekitar 4 inci, lebar 2 inci, dan tebal 1 inci, terletak di dua sisi garis tengah di depan dinding tubuh, tempat dia

dilekatkan oleh jaringan ikat. Arteri, vena, nervus renalis, ureter, berhubungan dengan ren melalui sisi cekungnya.

URETER Ureter adalah tabung otot yang menyalurkan urin ke vesika urinaria, melalui kontraksi peristaltik.

VESIKA URINARIA
Vesika urinaria yang dapat

menampung hingga 600 mililiters urin, adalah organ otot berongga yang secara bertahap memperluas ketika urin masuk. Pada pria, vesika urinaria terletak ventral dari rektum, vesikula seminalis, dan duktus deferens dan. Pada wanita, dia terletak ventral dari uterus dan vagina bagian atas.

URETRA
Uretra, yang membentang dari vesika

urinaria ke muara eksternal, berbeda panjang antara wanita dan laki-laki. Pada wanita, uretra terletak ventral dari vagina dan panjang 1 inci. Uretra wanita yang pendek memfasilitasi invasi bakteri dan menjelaskan mengapa perempuan lebih rentan terhadap infeksi uretra. Pada laki-laki, uretra 6 inci ketika penis relaksasi. Ketika uretra meninggalkan vesika urinaria, ia dikelilingi kelenjar prostat, sehingga mencegah buang air kecil.

URINASI
Ketika kandung kemih terisi urin, reseptor

peregangan mengirimkan impuls ke medulla spinalis; saraf impuls meninggalkan kord menyebabkan vesika urinaria berkontraksi dan spinchter relaks sehingga terjadi urinasi. Pada orang dewasa, adalah mungkin bagi otak untuk mengontrol buang air kecil, refleks menunda sampai waktu yang tepat.