You are on page 1of 25

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS TAHUN AJARAN 2013/2014

ANGGOTA :
Metika Rahmasari Irza Nurbeyti Nasution Firmansyah Yuli Hayatunnufus Febrio Makasuci

(1310312019 ) ( 1310312125 ) ( 1310312098 ) ( 1310312075 ) ( 1310312025 )

PENGERTIAN PEMILU

Menurut Joseph Schumpeter pemilu merupakan sebuah arena yang mewadahi kompetisi (kontestasi) antara aktor-aktor politik yang meraih kekuasaan partisipasi politik rakyat untuk menentukan pilihan serta liberalisasi hak-hak sipil dan politik warga negara (dalam P. Anthonius Sitepu, 2012; 177).

Ali Murtopo menyatakan bahwa pemilu adalah sarana yang tersedia bagi rakyat untuk menjalankan kedaulatannya dan merupakan lembaga demokrasi. Kemudian menurut Manuel Kaisepo pemilu memang telah menjadi tradisi penting dalam berbagai sistem politik di dunia, penting karena berfungsi memberi legitimasi atas kekuasaan yang ada dan bagi rezim baru, dukungan dan legitimasi inilah yang dicari ( dalam Bismar Arianto, 2011).

SEJARAH DAN PELAKSANAAN PEMILU DI INDONESIA

Awalnya Pemilu di Indonesia bertujuan untuk memilih anggota lembaga legislatif, yaitu Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres) semula dilakukan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

Berdasarkan amandemen keempat UUD 1945 pada 2002 pilpres dilakukan secara langsung oleh rakyat. Pilpres sebagai salah satu dari Pemilu di Indonesia diadakan pertama kali pada tahun 2004. Selanjutnya pada tahun 2007, berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007, pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah (pilkada) dimasukkan sebagai agenda pemilu

Sejarah Pemilu di Indonesia dari Tahun ke Tahun

Sejak berdirinya NKRI, telah diselenggarakan 10 kali Pemilu anggota lembaga legislatif yaitu pada tahun 1955, 1971, 1977, 1982, 1987, 1992, 1997, 1999, 2004, dan 2009. Sesuai dengan UUD 1945 yaitu: Pasal 18 (3): Pemerintahan daerah provinsi, daerah kabupaten, dan kota memiliki Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang anggota-anggotanya dipilih melalui pemilihanumum. Pasal 19 (1): AnggotaDewan Perwakilan Rakyat dipilih melalui pemilihan umum. Pasal 22C (1): Anggota Dewan Perwakilan Daerah dipilih dari setiap provinsi melalui pemilihan umum; (2) Anggota Dewan Perwakilan Daerah dari setiap provinsi jumlahnya sama dan jumlah seluruh anggota Dewan Perwakilan Daerah itu tidak lebih dari seperti jumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat.

Pemilu 1955

Merupakan pemilu pertama yang diadakan di Indonesia, pemilu ini dibagi menjadi 2 tahap Tahap pertama berfungsi untuk memilih anggota DPR tanggal 29 September 1955, dan diikuti oleh 29 partai politik dan individu Tahap kedua untuk memilih anggota Konstituante.Diselenggarakan pada tanggal 15 Desember 1955.Partai yang menang pada pemilu ini yaitu Partai Nasional Indonesia, Masyumi dan Nahdlatul Ulama

Pemilu 1971
Dilaksanakan pada tanggal 3 Juli 1971 yang diikuti oleh 9 Partai politik dan 1 organisasi masyarakat Tiga besar partai pemenang dalam Pemilu ini adalah Golongan Karya, Nahdlatul Ulama dan Parmusi

Pemilu 1977-1997
Selanjutnya setiap lima tahun sekali Pemilu di Indonesia memilih anggota DPR Dilangsungkan pada rezim pemerintahan Presiden Soeharto Seringkali disebut dengan Pemilu Orde Baru. Pemilu tersebut hanya diikuti dua partai politik dan satu Golongan Karya. Kesemuanya dimenangkan oleh Golongan Karya.

Pemilu 1999
Dilaksanakan pada tanggal 7 Juni 1999 di bawah pemerintahan Presiden BJ Habibie dan diikuti oleh 48 partai politik Menandai berakhirnya orde baru Dimenangkan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan

Pemilu 2004
Pemilu 2004 berbeda dengan pemilupemilu sebelumnya. Selain memilih anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota, rakyat juga dapat memilih anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Pemilu tahun ini memilih presiden secara langsung.

Pemilu 2009
Pemilu tahun 2009 berlangsung pada 8 Juli 2009 Capres Susilo Bambang Yudhoyono yang diusung oleh Partai Demokrat bersama cawapresnya Boediono, berhasil menjadi pemenang dalam satu putaran langsung,dengan perolehan suara 60,80%.

Peraturan pilpres
Tercantum dalam UU no.23 tahun 2003 Pasal 3 ayat (2) & (4):Pemilu Presiden dan Wakil Presiden dilaksanakan setiap 5 (lima) tahun sekali pada hari libur atau hari yang diliburkan, Pemilu Presiden dan Wakil Presiden harus sudah menghasilkan Presiden dan Wakil Presiden terpilih selambat-lambatnya 14 (empatbelas) hari sebelum masa jabatan Presiden berakhir.

Pasal 4:Pemungutan suara untuk pelaksanaan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden dilaksanakan selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan setelah pengumuman hasil Pemilu bagi anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, danDPRD Kabupaten/Kota. Pasal 5:(i) Peserta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden adalah Pasangan Calon yang diusulkan secara berpasangan oleh partai politik atau gabungan partai politik.

(ii) Pengumuman calon Presiden dan / atau calon Wakil Presiden atau Pasangan Calon oleh partai politik atau gabungan partai politik dapat dilaksanakan bersamaan dengan penyampaian daftar calon anggota DPR kepada KPU. (iii) Pasangan Calon hanya dapat diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang memperoleh sekurang-kurangnya 15% (lima belas persen) dari jumlah kursi DPR atau 20% (dua puluh persen) dari perolehan suara sah secara nasional dalam Pemilu anggota DPR.

Perbedaan Dasar Hukum Pemilu pada Masa Orde Baru dengan Reformasi

Masa Orde Baru

Dilakukan sebanyak enam kali, yaitu tahun

1971, 1977, 1982, 1987, 1992, dan tahun 1997. Namun keenam penyelenggaraan pemilu tersebut mempunyai dasar hukum yang berbeda.

No Pemilu 1 1971

Dasar hukum UU No 15 Tahun 1969

Perubahan -

1977

UU No 4 Tahun 1975

Adanya penyederhanaan partai peserta pemilu.

1982

UU No 2 Tahun 1980

Adanya penambahan anggota LPU dari unsur parpol, Golkar, dan ABRI. Serta pembentukan panitia pengawas pemilu.

1987

UU No 1 Tahun 1985

Adanya penambahan jumlah wakil ketua panitia pengawas pemilu.

1992

UU No 1 Tahun 1985

Adanya penambahan jumlah wakil ketua panitia pengawas pemilu


Adanya penambahan jumlah wakil ketua panitia pengawas pemilu

1997

UU No 1 Tahun 1985

Masa Reformasi
Pemilu 1999 menggunakan dasar hukum UU No

3 Tahun 1999 Tentang Pemilihan Umum Pemilu tahun 2004, dasar hukum yang dipakai adalah UU No 12 tahun 2003 Tentang Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD Pemilu tahun 2009, dasar hukum yang dipakai adalah UU No 10 Tahun 2008 Tentang Pemilu

Perbedaan Badan Penyelenggara Pemilu Orde Baru dan Reformasi


Orde Baru

No

Pemilu

Penyelengg ara Pemilu

Keterangan

1 2 3

1971 1977 1982

LPU LPU LPU

Anggota LPU berasal dari pejabat pemerintah. Anggota LPU berasal dari pejabat pemerintah. Anggota LPU berasal dari pejabat pemerintah, unsur partai politik, Golkar, dan ABRI.

1987

LPU

Anggota LPU berasal dari pejabat pemerintah, unsur partai politik, Golkar, dan ABRI.

1992

LPU

Anggota LPU berasal dari pejabat pemerintah, unsur partai politik, Golkar, dan ABRI.

1997

LPU

Anggota LPU berasal dari pejabat pemerintah, unsur partai

Reformasi
Pemilu Penyelenggara
Pemilu

No

Keterangan

1999

KPU

Anggota KPU terdiri dari unsur-

unsur partai politik peserta


pemilihan umum dan pemerintah 2 2004 KPU Independen dan luar unsur partai dan pemerintah

2009

KPU

Independen dan luar unsur partai


dan pemerintah

Perbedaan Sistem Pemilu Masa Orde Baru dengan Reformasi

Masa Orde Baru

Merujukkepada UU no.15 Tahun 1969 sistem pemilu yang dipakai diatur dalam

Bab VIII tentang penetapan hasil pemilu pasal 23 ayat 1 Bersifat tertutup dan menggunakan distrik provinsi saja.

Masa Reformasi
Menggunakan sistem proporsional

Perbedaan Ketentuan Memilih pada Masa Orde Baru dan Reformasi Orde Baru
ketentuan cara memilih atau memberikan suara berdasar

pada UU No 15 Tahun 1969 yang tercantum pada Bab VII Tentang Pemungutan Suara dan Penghitungan Suara Pasal 21 ayat (6).

Reformasi
No Pemilu 1 1999 Yang Dipilih Memilih anggota legislatif Keterangan Mencoblos lambang partai dan memilih salah satu

dari parpol
2 2004 Partai politik dan perorangan

calon dari partai yang dipilih


Mencoblos lambang partai dan memilih salah satu calon dari partai yang dipilih. Mencoblos calon perseorangan

2009

Partai politik dan perorangan

Mencoblos lambang partai dan memilih salah satu calon dari partai yang dipilih.

SEKIAN DAN TERIMAKASIH ..........