You are on page 1of 2

RABU, 04 SEPTEMBER 2013 | 03:42 WIB

Penderita Diabetes Indonesia Capai 7,6 Juta


TEMPO.CO , Jakarta: Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit tidak menular yang bisa menjadi ancaman serius bagi pembangunan kesehatan. Alasannya, DM dapat menimbulkan komplikasi penyakit seperti kebutaan, gagal ginjal, stroke, dan jantung. Sebuah perusahaan kesehatan global asal Denmark, Novo Nordisk, merilis laporan bahwa saat ini ada 7,6 juta penduduk Indonesia mengidap diabetes, namun hanya 41 persen yang terdiagnosa. Penderita diabetes yang menerima perawatan hanya 39 persen, dan hanya 0,7 persen yang mencapai target pengobatan diabetes. Informasi ini dituangkan dalam laporan Blueprint for Changeyang dilakukan Novo Nordisk. Laporan ini adalah serangkaian studi kasus di beberapa Negara, termasuk Indonesia untuk lebih memahami fenomena diabetes. Vice President Global Public Affairs Novo Nordisk, Niels Lund mengatakan, ada empat hambatan utama dalam menangani diabetes. Pertama, rendahanya pengetahuan pencegahan dan pengobatan diabetes. Kedua, ketidakmerataan penyediaan dan kebutuhan kesehatan. Ketiga, terbatasnya sumber daya sistem kesehatan publik. Terakhir, terbatasnya jumlah pasien yang mendapat pengobatan diabetes. "Masyarakat harus paham gejalanya. Di Indonesia persoalannya adalah diagnosa, masih banyak potensi diabetes tapi tidak sadar bahwa mereka mengidapnya," kata Niels di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa 3 September 2013. Ia menyebut, Indonesia masih jauh tertinggal dari negara-negara tetangga soal penyediaan anggaran untuk mengatasi masalah diabetes. Infrastruktur yang tidak merata menyebabkan lokasi layanan kesehatan bagi penderita diabetes menjadi tidak terjangkau dan seringkali biaya ke lokasi layanan kesehatan lebih mahal daripada biaya pengobatannya. Ketua Persatuan Diabetes Indonesia Sidharta Soegondo mengatakan, hampir 75 persen penderita diabetes tidak terdeteksi mengidap karena kurangnya pengetahuan tentang pengecekan penyakit. Padahal diagnosa awal bisa memudahkan cara pengobatan yang tepat. "Pada Riskestas 2007, yang mengaku diabetes hanya 1,2 persen. Ternyata setelah dilakukan penelitian dan pengecekan ada 4,5 persen yang terdiagnosa diabetes melitus," kata Sidharta. Laporan global NCD World Health Organization pada 2010 mengungkap, Diabetes Melitus menempati posisi ke enam penyakit tak menular penyebab kematian. Sekitar 1,3 juta orang meninggal akibat diabetes dan empat persen meninggal sebelum usia 70 tahun. Di Indonesia, pada 2030 diperkirakan ada 21,3 juta jiwa penderita Diabetes Melitus. Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama mengaku pelayanan DM sudah dilaksanakan di Puskesmas dengan pemberian obat sesuai

kemampuan daerah. Para penyandang DM rujuk balik dari rumah sakit yang merupakan peserta Askes dapat diberi obat oral maupun suntikan selama 30 hari atau sesuai rekomendasi dokter.

Pengendalian DM oleh Kementerian Kesehatan salah satunya dengan monitoring dan deteksi dini resiko DM di 7.225 Posbindu (Pos Pembinaan Terpadu) penyakit tidak menular. "Masyarakat juga perlu menerapkan perilaku CERDIK, yaitu cek kesehatan secara berkala, enyahkan asap rokok, rajin aktivitas fisik, diet sehat, istirahat cukup, dan kelola stres," kata Tjandra. Indonesia merupakan negara urutan ketujuh dengan prevalensi diabetes tertinggi, di bawah Cina, India, Amerika serikat, Brasil, Rusia, dan Meksiko. http://www.tempo.co/read/news/2013/09/04/060510077/Penderita-Diabetes-Indonesia-Capai-76-Juta diunggah tanggal 3 maret 2014 jam 19.07 wib