You are on page 1of 44

KEJANG DEMAM SEDERHANA

IDENTITAS PASIEN
Nama Umur Jenis Kelamin Agama Alamat : An. A : 17 bulan : perempuan : Islam : Perumnas taba tebelet malam : 10 november 2013

Tgl Masuk RS

ANAMNESIS
Alloanamnesis ibu pasien, 10

november 2013

Keluhan Utama :
Kejang saat masuk rumah sakit

Keluhan tambahan :
Demam, batuk, pilek

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG


Pasien seorang perempuan berusia 17 bulan datang diantar oleh orang tuanya ke UGD RSUD KEPAHIANG dengan keluhan kejang saat masuk rumah sakit. Kejang pada seluruh tubuh,kaki dan tangan kaku. Lama kejang 5 menit. Kejang tidak berulang dalam 24 jam. Sebelum kejang pasien sadar dan rewel, setelah kejang pasien sadar dan menangis.

1 hari SMRS pasien mengalami demam, oleh ibu pasien sudah diberi obat penurun panas dan kepala pasien dikompres. Tapi panasnya tidak turunturun bahkan semakin lama semakin tinggi.
Ibu pasien mengatakan pasien juga batuk dan pilek sejak 2 hari SMRS. Riwayat mual,muntah dan mencret disangkal oleh ibu pasien. Nafsu makan pasien baik.

2 hari SMRS

1 Hari SMRS

SMRS
KEJANG

Batuk dan pilek

Demam

Riwayat Penyakit Dahulu


Pasien tidak pernah kejang sebelumnya

Riwayat Penyakit Keluarga


Tidak ada dari keluarga pasien yang

menderita penyakit ini

Riwayat Kehamilan dan Persalinan


Periksa kehamilan di bidan setiap bulan Keluhan (-) sewaktu mengandung Pasien lahir dengan usia kandungan berumur 9 bulan Pasien lahir spontan dirumah sakit Berat badan lahir 2900 g dan PB = 48 cm

Kesan : Riwayat kehamilan dan persalinan baik

RIWAYAT TUMBUH KEMBANG

Menurut ibu pasien pertumbuhan pasien baik. Pasien sudah bisa berjalan dan berbicara Kesan : riwayat tumbuh kembang baik

RIWAYAT IMUNISASI
Imunisasi Dasar BCG Hepatitis B Polio 1 v 2 3 -

v
v

v
v

v
v v

DPT Campak

v v

v -

v -

Kesan : Riwayat imunisasi dasar cukup lengkap

PEMERIKSAAN FISIK
Status Generalis Tampak sakit sedang Compos Mentis Status Gizi BB : 12 kg Tanda Vital N : 100 x / mnt RR : 32 x / mnt S : 38,5 C

PEMERIKSAAN SISTEMATIS
Normocephali, rambut hitam, merata, KEPALA tidak mudah dicabut, ubun ubun besar tidak menonjol
Pupil bulat isokor, CA -/-, SI -/MATA RCL +/+, RCTL +/+.

Normotia, serumen -/TELINGA membran timpani sukar dinilai.

HIDUNG Septum deviasi tidak ada, sekret +/+


Sianosis (-), lidah kotor (-) MULUT faring hiperemis (+), T1-T1 tenang Trakea lurus ditengah Tidak ada pembesaran KGB leher.

LEHER

Thorak : Bentuk dada simetris Gerakan dinding thorak simetris dalam keadaan statis dan dinamis Retraksi sela iga tidak ada

Pulmo Inspeksi :Tipe pernafasan torakoabdominal Palpasi :Vocal fremitus kanan sama dengan kiri Perkusi : Sonor pada paru kanan dan kiri Auskultasi : Suara nafas vesikuler, Rhonki -/-, Wheezing -/-

Jantung Inspeksi : Ictus cordis terlihat Palpasi : Ictus cordis teraba Perkusi : Batas jantung kanan dan kiri normal Auskultasi : Bunyi jantung 1 dan 2 reguler, murmur dan gallop tidak ada

Abdomen Inspeksi Palpasi

: Turgor normal, abdomen datar : Abdomen supel Nyeri tekan negatif Nyeri lepas negatif Hepar dan lien tidak teraba membesar Perkusi : Tympani diseluruh abdomen Nyeri ketuk tidak ada Auskultasi : Bising usus normal Ekstremitas : Akral hangat, oedem negatif, Cyanosis negatif.

KANAN

KIRI

Kaku kuduk Kernique Laseque Brudzinski 1 Brudzinski 2

REFLEKS FISIOLOGIS BICEPS (+) TRICEPS (+) PATELLA(+) ACHILLES(+)

REFLEKS PATOLOGIS
R.BABINSKI(-) R.OPPENHEIM(-) R.HOFFMANN(-) KLONUS PERGELANGAN KAKI(-) KLONUS PATELLA (-)

Pemeriksaan LAB 10 november 2013


Hb = 10,8 Ht = 32,9 L = 9000

Hitung Jenis
Basofil Eosinofil Batang Segment Limfosit Monosit =0 =1 =3 = 67 = 22 =7

Tr = 306

ANAMNESA :
Kejang saat masuk rumah sakit Kejang pada seluruh tubuh Lama kejang 5 menit, tidak berulang dalam 24 jam Adanya demam tinggi Adanya infeksi saluran pernafasan atas PEMERIKSAAN FISIK : N 100 x/mnt

RR 32 x / mnt
Suhu : 38,5 C Tanda rangsang meningeal (-)

DIAGNOSIS KERJA Kejang Demam Sederhana PEMERIKSAAN ANJURAN Elektrolit Lumbal pungsi

PENATALAKSANAAN
IVFD RL 30 tetes/menit (mikro) Stesolid supp 5 mg (1 x) Dumin supp 125 mg (1x) Paracetamol sirup 3 x cth GG 5 tablet Mfla pulv CTM 3 tablet no X , 3 Amoxillin 500 mg 3 tablet dd 1

PROGNOSIS
Ad vitam Ad fungsionam Ad sanationam : bonam : bonam : bonam

KEJANG DEMAM
Bangkitan kejang yang terjadi pada suhu tubuh (suhu rectal di atas 38 0C) tanpa adanya infeksi susunan saraf pusat (SSP) atau gangguan elektrolit akut atau metabolik lain yang terjadi disebabkan oleh suatu proses ekstrakranial.

EPIDEMIOLOGI
2-5 % anak- anak yang berumur antara 6 bulan sampai 5 tahun pernah mengalami kejang yang disertai demam.
Tiap 25 orang anak, setidaknya satu kali akan mengalami kejang demam

1-3 dari anak-anak ini akan mengalami kejang demam tambahan.


Makin tua umur anak saat kejang pertama timbul, makin kecil kemungkinan terjadinya kejang tambahan

3 FAKTOR YANG MENYEBABKAN KEJANG DEMAM


Imaturitas otak dan termoregulator Demam, dimana kebutuhan oksigen meningkat

Predisposisi genetik

PATOFISIOLOGI
kenaikan suhu 1C

metabolisme basal 10-15% kebutuhan O2 meningkat 20%.

perubahan keseimbangan membran


difusi ion K+ maupun Na+ lepas muatan listrik

KEJANG

INFEKSI
EKSTRAKRANIAL

DEMAM
Keseimbangan potensial membran terganggu

Difusi ion Na2+ & K+

KEJANG DEMAM SEDERHANA (Simple febrile seizure) Kejang berlangsung kurang dari 15 menit dan umumnta akan berhenti sendiri Kejang berbentuk umum tonik dan atau klonik, tanpa gerakan fokal. Tidak berulang dalam waktu 24 jam

KEJANG DEMAM KOMPLEKS (Complex febrile seizure Kejang berlangsung lama lebih dari 15 menit. Kejang fokal atau partial satu sisi atau kejang umum didahului kejang partial. Kejang berulang atau lebih dari 1 kali dalam 24 jam.

Faktor Resiko Kejang Demam berulang


Usia kurang dari 12 bulan Riwayat kejang demam dalam keluarga Cepat timbulnya kejang setelah demam Temperatur yang rendah saat timbulnya kejang(< 380C) Riwayat keluarga epilepsi.

FAKTOR RESIKO TERJADINYA EPILEPSI


Kelainan neurologis atau perkebangan yang jelas sebelum kejang demam pertama
Kejang demam kompleks

Riwayat epilepsi pada orang tua atau saudara kandung

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Lab: tidak rutin, tetapi bisa dikerjakan untuk evaluasi sumber infeksi penyebab demam. Pem. Darah perifer, elektrolit dan gula darah.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pungsi lumbal: pem.LCS dilakukan untuk menegakkan/menyingki rkan kemungkinan meningitis, t.u dilakukan pada bayi < 12bln sangat dianjurkan. Bila yakin bukan meningitis tidak perlu dilakukan

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pencitraan: X-ray kepala,CTscan,MRI(jarang sekali dikerjakan), hanya atas indikasi:hemiparesis,par esis N.VI, papiledema

PENATALAKSANAAN KEJANG

PEMBERIAN OBAT SAAT DEMAM


ANTIPIRETIK

Parasetamol10-15mg/kg/x4x sehari dan tidak lebih dari 5x Ibuprofen5-10mg/kg/x3-4x sehari

ANTIKONVULSAN Diazepam oral dosis :0,3mg/kgBB/8jam saat demam me risikonya berulangnya kejang Diazepam rectal dosis:0,5/kg setiap 8 jam suhu >38,50C

PENGOBATAN RUMATAN

Kejang lama (>15 menit), berulanag > 2 x dalam 24 jam Kejang fokal, adanya kelainan neurologis sebelum atau sesudah kejang (hemiparesis,Cerebral palsy,retardasi mental) Terjadi pada bayi <1th atau >4x per tahun

JENIS ANTIKONVULSAN UNTUK PENGOBATAN RUMATAN


As valproat Pada anak umur< 2thgangguan fungsi hati Dosis: 15-40mg/kg/hr dalam 2-3 dosis Fenobarbital 3-4 mg/kg/hr dalam 1-2 dosis *lama pengobatan rum
atan diberikan selama 1 tahun bebas kejang, kemudian dihentikan selama 1-2 bulan*

PROGNOSIS baik jika kejang berlangsung singkat


Kecacatan akibat kejang demam hampir tidak pernah dilaporkan kecuali kejang lama & berulang Perkembangan mental dan neurologis umumnya tetap normal pada pasien yang sebelumnya normal

Dapat terjadi kerusakan sel epilepsi, penurunan IQ, kelumpuhan

otak, dan

EDUKASI PADA ORANG TUA


Meyakinkan bahwa kejang demam umumnya mempunyai prognosis baik Memberitahukan cara penanganan

Memberikan informasi mengenai kemungkinan kejang kembali

Pemberian obat untuk mencegah rekurensi memang efektif tetapi harus diingat adanya efek samping obat