Вы находитесь на странице: 1из 11

TUGAS KELOMPOK

Mata Kuliah : Satuan Operasional Industri Pangan I Dosen : Tantan Widiantara ST, MT

Neraca Bahan dan Energi I. PENDAHULUAN Neraca massa merupakan perincian banyaknya bahan-bahan yang masuk, keluar dan menumpuk dalam suatu alat pemroses. Perhitungan dan perincian banyaknya bahan-bahan ini diperlukan untuk pembuatan neraca energi, perhitungan rancangan dan evaluasi kinerja suatu alat atau satuan pemroses. Untuk rancangan misalnya, diperlukan perhitungan jumlah hasil yang akan diperoleh atau sebaliknya bahan baku dan bahan pembantu yang diperlukan untuk mendapatkan hasil dalam jumlah tertentu. Jumlah energi atau panas yang diperlukan bergantung pada jumlah bahan yang diproses. Demikian juga ukuran peralatan, ditentukan jumlah bahan yang harus ditangani. Neraca energi adalah cabang keilmuan yang mempelajari kesetimbangan energi dalam sebuah sistem. Neraca energi dibuat berdasarkan pada hukum pertama termodinamika. Hukum pertama ini menyatakan kekekalan energi, yaitu energi tidak dapat dimusnahkan atau dibuat, hanya dapat diubah bentuknya. Perumusan dari neraca energi suatu sistem mirip dengan perumusan neraca massa. Namun demikian, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu suatu sistem dapat berupa sistem tertutup namun tidak terisolasi (tidak dapat terjadi perpindahan massa namun dapat terjadi perpindahan panas) dan hanya terdapat satu neraca energi untuk suatu sistem (tidak seperti neraca massa yang memungkinkan adanya beberapa neraca komponen). Suatu neraca energi memiliki persamaan: Energi masuk = Energi keluar + Energi akumulasi Tidak seperti neraca massa yang memiliki variabel produksi, neraca energi tidak memiliki variabel produksi. Hal ini disebabkan energi tidak dapat diproduksi, hanya dapat diubah bentuknya. Namun demikian, bila terdapat suatu jenis energi diabaikan, misalnya bila neraca dibuat dengan hanya memperhitungkan energi kalor saja, maka persamaan neraca energi akan menjadi: Kalor masuk + Kalor produksi = Kalor keluar + Kalor akumulasi

II. ISI MATERI Pentingnya penyusunan neraca: Neraca massa atau panas suatu sistem proses dalam industri merupakan perhitungan kuantitatif dari semua bahan-bahan yang masuk, yang keluar, yang terakumulasi (tersimpan) dan yang terbuang dalam sistem itu. Perhitungan neraca digunakan untuk mencari variable proses yang belum diketahui, berdasarkan data variable proses yang telah ditentukan/diketahui. Oleh karena itu, perlu disusun persaman yang menghubungkan data variable proses yang telah diketahui dengan varaiabel proses yang ingin dicari.

Dalam banyak kasus, diskripsi verbal (narasi) yang menjelaskan proses perlu disajikan dalam diskripsi visual, yaitu dalam bentuk gambar proses atau diagram alir proses. Beberapa definisi penting yang akan dibahas antara lain : variable proses, diagram alir proses, sistem, dan proses proses di industri kimia. Variabel Proses. Beberapa variable proses yang berhubungan erat dengan bidang teknik kimia antara lain: 1. Massa dan volum. Hubungan massa dan volum adalah berat jenis atau densitas. Seringkali juga dinyatakan dalam specific volume dan specific gravity. 2. Kecepatan alir (flow rate). Proses yang berlangsung sinambung atau kontinyu memerlukan data kecepatan bahan yang disebut kecepatan alir. Alat yang dapat mengukur kecepatan alir antara lain, pitot tube, orifice meter, venturi meter, flow nozzle, dan rotameter.

1) Komposisi kimia. Berat atom dan berat molekul merupakan hubungan mol dengan massa bahan. Bahan campuran berisi lebih dari satu komponen, untuk itu perlu diketahui isi (atau komposisi) masing-masing komponen penyusun bahan itu. Komposisi dapat dinyatakan dalam beberapa cara, yaitu: a. fraksi massa atau fraksi bera, Biasanya untuk komposisi bahan berbentuk cair atau padat dinyatakan dalam fraksi massa. Total fraksi massa adalah 1,00. b. fraksi mol, Komposisi bahan dalam fase gas biasanya dinyatakan dalam fraksi mol. Total fraksi mol = 1,0. c. konsentrasi, Konsentrasi adalah banyaknya bahan dalam campuran setiap satuan volum. Ppm =part per million = bagian per sejuta. 2) Tekanan. Hubungan tekanan yang ditunjukkan alat ukur (gauge) dengan tekanan sesungguhnya (absolute) adalah: Tekanan absolute = tekanan gauge + tekanan atmosfer. 1 atm = 14,696 psi = 760 mmHg = 10,333 mH2O. 3) Temperatur. Contoh : Suatu botol bertuliskan larutan HCl teknis 28% (w/w). Tentukan dalam % mol larutan itu. Penyelesaian: Misal 100 g larutan HCl 28% maka: Komponen HCl % Berat 28 72/18 =4 Berat, g 28 Mol 28/36.5=0.77 % Mol (0.77/4.77 )100%=1 6.14

H2O Total

72

72 100

(4/4.77)100%=83.86 100 4.77 100

Jadi larutan itu larutan HCl 16,14% (%mol). Diagram Alir Proses Adalah gambaran visual yang menunjukkan semua aliran bahan-bahan baik yang masuk alat maupun yang keluar, disertai data-data susunan dari campuran bahanbahan aliran. Gambaran ini bisa bersifat kualitatif dan kuantitatif. Kualitatif : menunjukkan macam-macam bahan yang masuk dan keluar. Kuantitatif : menunjukkan macam-macam bahan dan kuantitasnya.

Jadi, dalam membuat diagram alir proses, harus mencantumkan data kualitatif dan kuantitatif. Suatu unit proses dapat digambarkan dalam sebuah kotak atau simbol alat, dan garis panas yang menunjukkan arah aliran bahan. Arus dalam diagram alir harus diberi label yang menunjukkan: 1. Variable proses yang diketahui dan 2. Permisalan variable yang akan dicari dengan simbol variable. Beberapa cara memberi label pada arus: 1. Tulis nilai dan satuan semua variabel yang diketahui di arus dalam gambar. Contoh: Narasi: gas berisi 21% mol O2 dan 79% N2 pada suhu 320 oC dan 1,4 atm mengalir dengan kecepatan 400 gmol/jam.

Diagram alir :

1. Tandai dengan symbol untuk variable yang akan dicari Contoh:

Diagram alir berfungsi sebagai papan hitung untuk menyelesaikan masalah neraca, baik neraca massa maupun neraca panas. Contoh:

Sistem adalah bagian atau keseluruhan proses yang ditinjau, yang biasanya untuk memisahkan antara sistem dengan bagian luar sistem.

Proses adalah suatu peristiwa dimana bahan mengalami perubahan fisis atau kimia atau keduanya. Perubahan fisis : tidak ada reaksi kimia.

Perubahan kimia : mengalami reaksi-reaksi.

Ditinjau secara makro, proses-proses yang terjadi secara alamiah dapat diartikan sebagai proses pencampuran yang terjadi secara spontan dan merupakan proses yang tidak dapat balik. Berarti untuk memisahkan suatu konstituen dari campurannya diperlukan suatu usaha yaitu usaha termodinamika sehingga terjadi proses berlawanan terhadap proses alam. Maka dalam operasi pemisahan campuran perlu dimasukkan sejumlah separating agent tertentu.

Separating agent yang biasa digunakan:

1. Tenaga panas, seperti steam, bahan bakar. Contoh alat : distilasi, evaporasi, pengeringan, alat penukar panas dll.

2. Sejumlah massa bahan, seperti pelarut atau penjerap. Contoh alat: ekstraksi, absorbsi, adsorpsi, stipping dll. 3. Tenaga mekanik (tekanan). Contoh alat : filtrasi, sentrifugasi, sedimentasi dll. Metode pemisahan konstituen dari campurannya, dapat dibedakan menurut kategori: 1. Pemisahan menurut dasar operasi difusional. Pemisahan ini dipilih jika umpannya homogen. Transfer massa dan pana konstituen berlangsung secara difusi antara 2 fase atau lebih. Contoh: distilasi (flash, kontinyu, batch), absorpsi, striping, ekstraksi, adsorpsi, ion exchange dll. 2. Pemisahan secara mekanik. Pemisahan ini dilakukan untuk campuran heterogen. Contoh : decanter, sedimentasi, sentrifuge, filtrasi, screening, dll. 3. Pemisahan menggunakan reaksi kimia. Di dalam proses dan peralatan di industri, rangkaian peralatan menyangkut kedua jenis proses itu, yaitu: 4. Unit operation (satuan operasi): unit dengan perubahan fisis atau seringkali disebut Operasi Teknik Kimia. 5. Unit processes (satuan proses): unit dengan reaksi kimia. Unit operation meliputi: 6. transportasi fluida (perpindahan pada proses alir), 7. perpindahan panas dalam alat penukar panas ( heat exchanger), 8. separator, padat-padat : screening. Padat-cair : sedimentasi, filtrasi, Cair gas : absorpsi, stripper, distilasi, evaporasi. Cair-cair : ekstraksi cair-cair, dekantasi, dll. 9. pencampuran Unit Processes meliputi: 10. pembakaran bahan bakar dalam burner, furnace. 11. Reaksi kimia dalam reaktor. 12. Fermentasi. Unsteady State: proses tidak ajeg adalah proses dimana semua variable proses mengalami perubahan nilai terhadap waktu. Steady State: proses dalam keadaan ajeg adalah proses dimana semua variable porses yang ditinjau tidak berubah terhadap waktu. Penggolongan Proses : 1. batch : tidak ada bahan masuk atau keluar. Jadi prosesnya USS. 2. kontinyu : kecepatan arus masuk sama dengan kecepatan arus keluar, jadi prosesnya SS. 3. Semi batch atau semi kontinyu, prosesnya USS.

III. PEMBAHASAN Contoh soal: 1. Larutan garam dalam air dibuat dengan menambahkan 20 kg garam untuk 100 kg air , untuk membuat cairan kepadatan 1.323 kg/m3. Hitung konsentrasi garam dalam larutan ini sebagai ( a) fraksi berat , ( b ) fraksi berat / volume, ( c ) fraksi mol , ( d ) konsentrasi molal. a. Fraksi Berat : 20 / ( 100 + 20 ) = 0.167 : % berat / berat = 16,7 % b. Berat / volume : Sebuah kepadatan 1323kg/m3 berarti bahwa LM3 solusi berat 1323kg , 1323kg tetapi larutan garam mengandung ( 20 x 1.323 kg garam ) / ( 100 + 20 ) = 220,5 kg garam / m3 1 m3 larutan mengandung 220,5 kg garam . Fraksi berat / volume = 220.5 / 1000 = 0,2205 Dan begitu berat / volume = 22,1 % c. Moles air = 100/18 = 5.56 Mol garam = 20 / 58,5 = 0,34 Fraksi mol garam = 0,34 / (5,56 + 0,34 ) = 0.058 d. Konsentrasi molar ( M ) adalah 220.5/58.5 = 3.77 mol di m3 Perhatikan bahwa fraksi mol dapat didekati oleh ( mol garam / mol air ) sebagai jumlah mol air yang dominan , yaitu fraksi mol dekat dengan 0,34 / 5,56 = 0,061. Sebagai solusinya menjadi lebih encer , pendekatan ini meningkatkan dan umumnya untuk solusi encer fraksi mol zat terlarut adalah perkiraan dekat dengan mol zat terlarut / mol pelarut . Dalam campuran cair / padat dari semua metode ini dapat digunakan tetapi dalam campuran padat konsentrasi biasanya dinyatakan fraksi berat yang sederhana. Dengan gas , konsentrasi terutama diukur dalam konsentrasi berat per satuan volume , atau tekanan parsial . Ini dapat berhubungan melalui hukum gas. Menggunakan hukum gas dalam bentuk: pV = nRT

di mana p adalah tekanan , V volume , n jumlah mol , T temperatur absolut , dan R gas konstan yang sama dengan 0,08206 m3 atm / mol K , konsentrasi molar gas kemudian n / V = p / RT dan konsentrasi berat maka nM / V di mana M adalah berat molekul gas. Satuan SI dari tekanan adalah N/m2 disebut Pascal ( Pa ) . Karena ini adalah ukuran nyaman untuk berbagai tujuan , atmosfer standar ( atm ) sering digunakan sebagai unit tekanan , konversi menjadi 1 atm = 1.013 x 105 Pa , atau sangat hampir 1 atm = 100 kPa . Contoh: Air Komposisi 2. Jika udara terdiri dari 77 % berat dari nitrogen dan 23 % berat menghitung oksigen : a. berat molekul rata-rata udara, b. fraksi mol oksigen , c. konsentrasi oksigen dalam mole/m3 dan kg/m3 jika tekanan total 1,5 atmosfer dan suhu 25 oC . (a) Mengambil basis dari 100 kg udara : mengandung 77/28 mol N2 dan 23/32 mol O2 Total jumlah mol = 2,75 + 0,72 = 3,47 mol . Jadi berarti berat molekul udara = 100 / 3,47 = 28,8 Berarti berat molekul udara = 28.8 (b) Fraksi mol oksigen = 0,72 / ( 2,75 + 0,72 ) = 0,72 / 3,47 = 0,21 Fraksi mol oksigen = 0,21 (c) Dalam persamaan gas , di mana n adalah jumlah mol hadir : nilai R adalah 0,08206 m3 atm / mol K dan pada suhu 25 oC = 25 + 273 = 298 K , dan di mana V = 1 m 3 pV = nRT dan sebagainya , 1,5 x 1 = n x 0,08206 x 298 n = 0,061 mole/m3 berat udara = n x berarti berat molekul = 0,061 x 28,8 = 1,76 kg / m3 dan ini 23 % adalah oksigen , sehingga berat badan oksigen = 0,23 x 1,76 = 0,4 kg dalam 1 m3 Konsentrasi oksigen = 0.4kg/m3 atau 0,4 / 32 = 0,013 mol / m3 Ketika gas dilarutkan dalam cairan , fraksi mol gas dalam cairan dapat ditentukan dengan terlebih dahulu menghitung jumlah mol gas dengan menggunakan hukum gas , memperlakukan volume sebagai volume cairan , dan kemudian menghitung jumlah mol cair secara langsung .

Contoh: Komposisi Gas 3. Dalam karbonasi dari minuman ringan , jumlah total karbon dioksida yang dibutuhkan adalah setara dengan 3 volume gas ke satu volume air pada 0oC dan tekanan atmosfer . Hitung ( a) fraksi massa dan ( b ) fraksi mol CO2 dalam minuman , mengabaikan semua komponen selain CO2 dan air . Dasar 1 m3 air = 1000 kg Volume karbon dioksida ditambahkan = 3 m3 Dari persamaan gas , pV = nRT 1 x 3 = n x 0,08206 x 273 n = 0.134 mol . Berat molekul karbon dioksida = 44 Dan begitu berat karbon dioksida ditambahkan = 0.134 x 44 = 5,9 kg ( a) fraksi massa karbon dioksida dalam minuman = 5,9 / (1000 + 5,9 ) = 5,9 x 10-3 ( b ) fraksi Mole karbon dioksida dalam minuman = 0,134 / (1000/18 + 0,134) = 2,41 x 10-3 KESIMPULAN Neraca bahan dan energi sangat diperlukan dalam industri pangan, karena neraca massa merupakan perincian banyaknya bahan-bahan yang masuk, keluar dan menumpuk dalam suatu alat pemroses. Perhitungan dan perincian banyaknya bahan-bahan ini diperlukan untuk pembuatan neraca energi, perhitungan rancangan dan evaluasi kinerja suatu alat atau satuan pemroses.

KELOMPOK 2 JABATAN KETUA NAMA FIRMANSYAH NRP 123020373 TANDA TANGAN

ANGGOTA

HANA NURULAN ASRI PUSPITA YUNI ANGGOROWATI AGUNG SUTRIAMAN

123020368

ANGGOTA

123020370

ANGGOTA

123020372

ANGGOTA

FAJAR NUGRAHA

123020374

ANGGOTA

RATU ASYIFAWATI RAHMA

123020375