You are on page 1of 2

1.

2. - Electrical Discharge Machining (EDM) adalah proses pemotongan logam yang dilakukan dengan penciptaan ribuan kotoran per detik. listrik mengalir di antara elektroda dan benda kerja dalam cairan dielektrikum. Kegunaan dari mesin EDM dapat digunakan pada bahan yang konduktif listrik, termasuk bahan-bahan eksotis seperti Waspaloy atau Hastaloy, yang sangat sulit dikerjakan mesin dengan menggunakan metode konvensional. - Electro Chimical Machining (ECM) adalah sebuah metode untuk mengolah bentuk logam melalui proses elektrokimia ( proses elektrolisis dan prosesvolta). Pada ECM proses elektrokimia yang digunakan adalah proses elektrolisis yaitu proses yang dapat mengubah energi lisrik menjadi energi kimia. Proses Elektrolisis Menggunakan Hukum Faraday I Dan II. Prinsip kerja ECM yaitu benda kerja dihubugkan dengan sumber arus searah yang bermuatan positif sedangkan pahat dibuhungkan dengan sumber arus yang bermuatan positif dan cairan elektrolit dialirkan diantara pahat dan benda kerja. Sehingga terjadilah proses pengerjaan material benda kerja karena adanya reaksi elektrokimia dan juga reaski kimia. Electro Chimical Machining (ECM) terdiri dari pahat katoda dan anoda.

3. pada proses ECG (Electrical Chemical Grinding) proses pengikisannya 90% dilakukan oleh larutan kimia / cairan elektrolit. Sedangkan pada mesin grinding konvensional pengikisannya 90% dilakukan oleh batu grinda. Kekurangan dari mesin ECG : Perawatannya sangat mahal Hanya bisa mengerjakan benda yang bersifat konduktor Tidak bsa membuat radius atau sudut yang lebih dari 0.1 0.15 inchi Kelebihan dari mesin ECG : Tidak ada burr dari benda kerja Hemat penggunaan pada batu grinda Bias digunakan dalam bentuk masal Tidak ada pengaruh dari heat treatment

Angka kehalusan bias tercapai 4. Perbedaan dari EBM (Elektron Beam Machining) dan LBM (Laser Beam Machining) : EBM : Pemotongan logam lebih akurat Hasil permukaan akhir lebih baik dan potongannya lebih sempit Tidak ada hasil terak atau tatal dari prosesnya LBM : Dilakukan untuk proses pemotongan dengan ketebalan dengan batas min 10mm Persamaan dari EBM (Elektron Beam Machining) dan LBM (Laser Beam Machining) : Pengerjaannya bias untuk ukuran mikro Proses pengerjaannya memerlukan ruangan yang vakum Menggunakan control programing 5. PLASMA JET adalah plasma yang terdiri dari kumpulan elektron yang bergerak bebas dari atom-atom yang kehilangan elektron. Energi yang dibutuhkan untuk strip elektron dari atom untuk membuat plasma dapat berbagai asal misal termal, listrik atau cahaya (sinar ultra violet, cahaya tampak intens dari laser). Plasma dapat dipercepat dan dikendalikan oleh medan listrik dan magnetik. Prinsip kerja dari plasma jet machining : Pada proses ini menggunakan frekuensi dan tegangan tinggi, menghasilkan percikan untuk mengionisasi udara melalui kepala obor dan memulai sebuah busur. Obor yang dipegang menggunakan tangan biasanya dapat memotong menjadi 2 pada (48 mm) pelat baja tebal, dan obor yang dikendalikan oleh komputer lebih kuat, yaitu dapat memotong baja sampai 6 inci (150 mm) tebal. Sejak pemotong menghasilkan plasma yang sangat panas dan sangat "lancip" untuk memotong, dimana sangat berguna untuk memotong logam lembaran atau bentuk siku melengkung. Sebagai pelindung kacamata las dan perisai wajah diperlukan untuk mencegah kerusakan mata. Pada pengelasan ini, gas dipanaskan oleh busur wolfram hingga suhu sangat tinggi sehingga gas menjadi terion dan menjadi penghantar listrik. Gas dalam kondisi ini disebut plasma. Peralatan didesain sedimikian sehingga gas mengalir ke busur melalui lubang halus sehingga suhu plasma naik dan konsentrasi energi panas pada logam pada area yang kecil akan menyebabkan logam cepat menjadi cair. Ketika gas meninggalkan nosel, gas berkembang dengan cepat dan membawa logam cair, sehingga proses pemotongan bisa berjalan