You are on page 1of 1

Laboratorium Bahan Galian Sie.

Petrologi 2013

KLASIFIKASI BATUAN BEKU CLAN WILLIAMS


Williams, 1954/1983, membagi batuan beku berdasarkan ukuran besar butir dan tempat terbentuknya, batuan beku vulkanik adalah batuan beku yang memiliki ukuran kristal kurang dari 1mm dan hadirnya massa dasar. Sedangkan batuan beku yang memiliki ukuran kristal lebih dari 1mm adalah batuan beku plutonik. A. Batuan Beku Vulkanik Batuan beku vulkanik adalah batuan beku yang terbentuk di atas atau di dekat permukaan bumi (intrusi dangkal). Penamaan batuan vulkanik

mempertimbangkan warna dan fenokrisnya. Misalnya pada Rhyolit dan Dasit, memiliki fenokris kuarsa dan feldspar alkali bersama dengan plagioklas asam dan sedikit biotit. Jika dalam batuan tersebut fenokris plagioklas asam lebih banyak daripada feldspar alkali maka batuan tersebut adalah Rhyolit, begitu sebaliknya jika kehadiran fenokris feldspar alkali lebih banyak daripada plagioklas asam maka batuan tersebut cenderung Dasit. Pada batuan beku berkomposisi intermediet misalnya Andesit memiliki fenokris hornblende yang melimpah disertai oleh biotit dan piroksen. Basalt adalah batuan vulkanik basa yang memiliki fenokris olivin dan piroksen. B. Batuan Beku Plutonik Williams membagi batuan plutonik berdasarkan indeks warna atau jumlah mineral mafic dalam mineral. Indeks warna 10% yaitu Granodiorit, Adamelit dan Granit. Indeks warna 10% - 40% diwakili oleh Diorit, Monzonit dan Syenit. Batuan beku basa dengan indeks warna 40% - 70% yaitu Gabro dan Diabas. Gabro memiliki tekstur ofitik yaitu plagioklas dilingkupi oleh piroksen sedangkan Diabas bertekstur diabasik yaitu plagioklas tumbuh bersama piroksen dimana plagioklas tumbuh menyebar. Batuan beku ultrabasa dengan indeks warna lebih dari 70%, yaitu Dunit dan Peridotit. Dunit adalah batuan beku ultrabasa yang tersusun dari mineral olivin, sedangkan Peridotit adalah batuan beku ultrabasa yang tersusun oleh olivin dan piroksen.
Nama Nim Plug : Miftah Mukifin Ali : 111.130.031 :7