Вы находитесь на странице: 1из 5

seorang perawat

Selasa, 05 Juni 2012


LAPORAN PENDAHULUAN LO! "A#$ PA%N &L"P'

.A Definisi Nyeri adalah pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat dari kerusakan jaringan yang actual maupun potensial. Definisi keperawatan tentang nyeri adalah, apapun yang menyakitkan tubuh yang dikatakan individu/seseorang yang mengalaminya, yang ada kapanpun orang tersebut mengatakannya( ! . "eraturan utama dalam merawat pasien dengan nyeri adalah bahwa semua nyeri adalah nyata, meskipun penyebabnya tidak diketahui. #leh karena itu, keberadaan nyeri adalah berdasarkan hanya pada laporan pasien. $ow %ack "ain ($%"! atau Nyeri punggung bawah adalah suatu sensasi nyeri yang dirasakan pada diskus intervertebralis umumnya lumbal bawah, $&'$( dan $(')* ( ,&!. %. +tiologi ,ebanyakan nyeri punggung bawah disebabkan oleh salah satu dari berbagai masalah muskuloskeletal (misal regangan lumbosakral akut, ketidakstabilan ligamen lumbosakral dan kelemahan otot, osteoartritis tulang belakang, stenosis tulang belakang, masalah diskus intervertebralis, ketidaksamaan panjang tungkai!. "enyebab lainnya meliputi obesitas, gangguan ginjal, masalah pelvis, tumor retroperitoneal, aneurisma abdominal dan masalah psikosomatik. ,ebanyakan nyeri punggung akibat gangguan muskuloskeletal akan diperberat oleh aktifitas, sedangkan nyeri akibat keadaan lainnya tidak dipengaruhi oleh aktifitas ( ,&! . -. "atofisiologi )truktur spesifik dalam system saraf terlibat dalam mengubah stimulus menjadi sensasi nyeri. )istem yang terlibat dalam transmisi dan persepsi nyeri disebut sebagai system nosiseptif. )ensitifitas dari komponen system nosiseptif dapat dipengaruhi oleh sejumlah factor dan berbeda diantara individu. .idak semua orang yang terpajan terhadap stimulus yang sama mengalami intensitas nyeri yang sama. )ensasi sangat nyeri bagi seseorang mungkin hampir tidak terasa bagi orang lain(*,/!. 0eseptor nyeri (nosiseptor! adalah ujung saraf bebas dalam kulit yang berespons hanya pada stimulus yang kuat, yang secara potensial merusak, dimana stimuli tersebut sifatnya bisa kimia, mekanik, termal. 0eseptor nyeri merupakan jaras multi arah yang kompleks. )erabut saraf ini bercabang sangat dekat dengan asalnya pada kulit dan mengirimkan cabangnya ke pembuluh darah local. )el'sel mast, folikel rambut dan kelenjar keringat. )timuli serabut ini mengakibatkan pelepasan histamin dari sel'sel mast dan mengakibatkan vasodilatasi. )erabut kutaneus terletak lebih kearah sentral dari cabang yang lebih jauh dan berhubungan dengan rantai simpatis paravertebra system saraf dan dengan organ internal yang lebih besar. )ejumlah substansi yang dapat meningkatkan transmisi atau persepsi nyeri meliputi histamin, bradikinin, asetilkolin dan substansi ". "rostaglandin dimana 1at tersebut yang dapat meningkatkan efek yang menimbulkan nyeri dari bradikinin. )ubstansi lain dalam tubuh yang berfungsi sebagai inhibitor terhadap transmisi nyeri adalah endorfin dan enkefalin yang ditemukan dalam konsentrasi yang kuat dalam system saraf pusat(*,/!.

,ornu dorsalis dari medulla spinalis merupakan tempat memproses sensori, dimana agar nyeri dapat diserap secara sadar, neuron pada system assenden harus diaktifkan. Aktivasi terjadi sebagai akibat input dari reseptor nyeri yang terletak dalam kulit dan organ internal. "roses nyeri terjadi karena adanya interaksi antara stimulus nyeri dan sensasi nyeri(*,/!. "atofisiologi "ada sensasi nyeri punggung bawah dalam hal ini kolumna vertebralis dapat dianggap sebagai sebuah batang yang elastik yang tersusun atas banyak unit vertebrae dan unit diskus intervertebrae yang diikat satu sama lain oleh kompleks sendi faset, berbagai ligamen dan otot paravertebralis. ,onstruksi punggung yang unik tersebut memungkinkan fleksibilitas sementara disisi lain tetap dapat memberikanperlindungan yang maksimal terhadap sum'sum tulang belakang. $engkungan tulang belakang akan menyerap goncangan vertical pada saat berlari atau melompat. %atang tubuh membantu menstabilkan tulang belakang. #tot'otot abdominal dan toraks sangat penting ada aktifitas mengangkat beban. %ila tidak pernah dipakai akan melemahkan struktur pendukung ini. #besitas, masalah postur, masalah struktur dan peregangan berlebihan pendukung tulang belakang dapat berakibat nyeri punggung( ,&!. Diskus intervertebralis akan mengalami perubahan sifat ketika usia bertambah tua. "ada orang muda, diskus terutama tersusun atas fibrokartilago dengan matriks gelatinus. "ada lansia akan menjadi fibrokartilago yang padat dan tak teratur. Degenerasi diskus intervertebra merupakan penyebab nyeri punggung biasa. Diskus lumbal bawah, $&'$( dan $(')2, menderita stress paling berat dan perubahan degenerasi terberat. "enonjolan diskus atau kerusakan sendi dapat mengakibatkan penekanan pada akar saraf ketika keluar dari kanalis spinalis, yang mengakibatkan nyeri yang menyebar sepanjang saraf tersebut ( ,&!. D. 3anifestasi ,linis "asien biasanya engeluh nyeri punngung akut maupun nyeri punggung kronis dan kelemahan. )elama wawancara awal kaji lokasi nyeri, sifatnya dan penjalarannya sepanjang serabut saraf (sciatica!, juga dievaluasi cara jalan pasien, mobilitas tulang belakang, refleks, panjang tungkai, kekuatan motoris dan persepsi sensoris bersama dengan derajat ketidaknyamanan yang dialaminya. "eninggian tungkai dalam keadaan lurus yang mengakibatkan nyeri menunjukkan iritasi serabut saraf. "emeriksaan fisik dapat menemukan adanya spasme otot paravertebralis (peningkatan tonus otot tulang postural belakang yang berlebihan! disertai hilangnya lengkungan lordotik lumbal yang normal dan mungkin ada deformitas tulang belakang. %ila pasien diperiksa dalam keadaan telungkup, otot paraspinal akan relaksasi dan deformitas yang diakibatkan oleh spasme akan menghilang. ,adang'kadang dasar organic nyeri punggung tak dapat ditemukan. ,ecemasan dan stress dapat membangkitkan spasme otot dan nyeri. Nyeri punggung bawah bisa merupakan anifestasi depresi atau konflik mental atau reaksi terhadap stressor lingkungan dan kehidupan. %ila kita memeriksa pasien dengan nyeri punngung bawah, perawat perlu meninjau kembali hubungan keluarga, variable lingkungan dan situasi kerja ( ,&!. +. +valuasi Diagnostik "rosedur diagnostik perlu dilakukan pada pasien yang mendertita nyeri punggung bawah. )inar 4' vertebra mungkin memperlihatkan adanya fraktur, dislokasi, infeksi, osteoartritis atau scoliosis. -omputed .omografi (-.! berguna untuk mengetahui penyakit yang mendasari, seperti adanya lesi jaringan lunak tersembunyi disekitar kolumna vertebralis dan masalah diskus intervertebralis. 5)6 dapat membantu mendiagnosa penyempitan kanalis spinalis. 307 memungkinkan visualisasi sifat dan lokasi patologi tulang belakang ( !.

*. . /. &. (. *.

8. "enatalaksanaan ,ebanyakan nyeri punggung bisa hilang sendiri dan akan sembuh dalam 2 minggu dengan tirah baring, pengurangan stress dan relaksasi. "asien harus tetap ditempat tidur dengan matras yang padat dan tidak membal selama sampai / hari. "osisi pasien dibuat sedemikian rupa sehingga fleksi lumbal lebih besar yang dapat mengurangi tekanan pada serabut saraf lumbal. %agian kepala tempat tidur ditinggikan /9 derajat dan pasien sedikit menekuk lututnya atau berbaring miring dengan lutu dan panggul ditekuk dan tungkai dan sebuah bantal diletakkan dibawah kepala. "osisi tengkurap dihindari karena akan memperberat lordosis. ,adang'kadang pasien perlu dirawat untuk penanganan :konservatif aktif; dan fisioterapi. .raksi pelvic intermiten dengan < sampai */ kg beban traksi. .raksi memungkinkan penambahan fleksi lumbal dan relaksasi otot tersebut. 8isioterapi perlu diberikan untuk mengurangi nyeri dan spasme otot. .erapi bisa meliputi pendinginan (missal dengan es!, pemanasan sinar infra merah, kompres lembab dan panas, kolam bergolak dan traksi. 6angguan sirkulasi , gangguan perabaan dan trauma merupakan kontra indikasi kompres panas. .erapi kolam bergolak dikontraindikasikan bagi pasien dengan masalah kardiovaskuler karena ketidakmampuan mentoleransi vasodilatasi perifer massif yang timbul. 6elombang ultra akan menimbulkan panas yang dapat meningkatkan ketidaknyamanan akibat pembengkakan pada stadium akut. #bat'obatan mungkin diperlukan untuk menangani nyeri akut. Analgetik narkotik digunakan untuk memutus lingkaran nyeri, relaksan otot dan penenang digunakan untuk membuat relaks pasien dan otot yang mengalami spasme, sehingga dapat mengurangi nyeri. #bat antiinflamasi, seperti aspirin dan obat antiinflamasi nonsteroid (N)A7D!, berguna untuk mengurangi nyeri. ,ortikosteroid jangka pendek dapat mengurangi respons inflamasi dan mencegah timbulnya neurofibrosis yang terjadi akibat gangguan iskemia ( ,&!. 6. "engkajian "asien nyeri pungung dibimbing untuk menjelaskan ketidaknyamanannya (missal lokasi, berat, durasi, sifat, penjalaran dan kelemahan tungkai yang berhubungan!. "enjelasan mengenai bagaimana nyeri timbul dengan tindakan tertentu atau dengan aktifitas dimana otot yang lemah digunakan secara berlebihan dan bagaimana pasien mengatasinya. 7nformasi mengenai pekerjaan dan aktifitas rekreasi dapat membantu mengidentifikasi area untuk pendidikan kesehatan. )elama wawancara ini, perawat dapat melakukan observasi terhadap postur pasien, kelainan posisi dan cara jalan. "ada pemeriksaan fisik, dikaji lengkungan tulang belakang, ,rista iliakan dan kesimetrisan bahu. #tot paraspinal dipalpasi dan dicatat adanya spasme dan nyeri tekan. "asien dikaji adanya obesitas karena dapay menimbulkan nyeri punggung bawah ( !. =. Diagnosa ,eperawatan ( ! Nyeri b.d masalah muskuloskeletal ,erusakan mobilitas fisik b.d nyeri, spasme otot, dan berkurangnya kelenturan ,urang pengetahuan b.d teknik mekanika tubuh melindungi punggung "erubahan kinerja peran b.d gangguan mobilitas dan nyeri kronik 6angguan nutrisi > lebih dari kebutuhan tubuh b. d obesitas 7. 7ntervensi dan 7mplementasi ( ! 3eredakan nyeri 5ntuk mengurangi nyeri perawat dapat menganjurkan tirah baring dan pengubahan posisi yang ditentukan untuk memperbaiki fleksi lumbal. "asien diajari untuk mengontrol dan menyesuaikan nyeri yang dilakukan melalui pernafasan diafragma dan relaksasi dapat membantu mengurangi

tegangan otot yang berperan pada nyeri punggung bawah. 3engalihkan perhatian pasien dari nyeri dengan aktifitas lain missal membaca buku, menonton .? maupun dengan imajinasi (membayangkan hal'hal yang menyenangkan dengan memusatkan perhatian pada hal tersebut!. 3asase jaringan lunak dengan lembut sangat berguna untuk mengurangi spasme otot, memperbaiki peredaran darah dan mengurangi pembendungan serta mengurangi nyeri. %ila diberikan obat perawat harus mengkaji respon pasien pada setiap obat. . 3emperbaiki mobilitas fisik 3obilitas fisik dipantau melalui pengkajian kontinu. "erawat mengkaji bagaimana pasien bergerak dan berdiri. %egitu nyeri punggung berkurang, aktifitas perawatan diri boleh dilakukan dengan regangan yang minimal pada struktur yang cedera. "erubahan posisi harus dilakukan perlahan dan dibatu bila perlu. 6erakan memutar dan melenggok perlu dihindari. "asien didorong untuk berganti'ganti aktifiats berbaring, duduk dan berjalan'jalan dalam waktu lama. "erawat perlu mendorong pasien mematuhi program latihan sesuai yang ditetapkan, latihan yang salah justru tidak efektif. /. 3eningkatkan mekanika tubuh yang tepat "asien harus diajari bagaimana duduk, berdiri, berbaring dan mengangkat barang dengan benar. &. "endidikan kesehatan "asien harus diajari bagaimana duduk, berdiri, berbaring dan mengangkat barang dengan benar (. 3emperbaiki kinerja peran .anggung jawab yang berhubungan dengan peran mungkin telah berubah sejak terjadinya nyeri punggung bawah. %egitu nyeri sembuh, pasien dapat kembali ke tanggung jawab perannya lagi. Namun bila aktifitas ini berpengaruh terhadap terjadinya nyeri pungung bawah lagi, mungkin sulit untuk kembali ke tanggung jawab semula tersebut tanpa menanggung resiko terjadinya nyeri pungggung bawah kronik dengan kecacatan dan depresi yang diakibatkan. 2. 3engubah nutrisi dan penurunan berat badan "enurunan %% melalui penyesuaian cara makan dapat mencegah kekambuhan nyeri punggung, dengan melalui rencana nutrisi yang rasional yang meliputi perubahan kebaisaaan makan untuk mempertahankan %% yang diinginkan. @. +valuasi ( ! *. 3engalami peredaan nyeri stirahat dengan nyaman 3engubah posisi dengan nyaman 3enghindari ketergantungan obat . 3enunjukkan kembalinya mobilitas fisik ,embali ke aktifitas secara bertahap 3enghindari posisi yang menyebabkan yang menyebabkan ketidaknyamanan otot 3erencanakan istirahat baring sepanjang hari /. 3enunjukkan mekanika tubuh yang memelihara punggung "erbaikan postur 3engganti posisi sendiri untuk meminimalkan stress punggung 3emperlihatkan penggunaan mekanika tubuh yang baik %erpartisipasi dalam program latihan &. ,embali ke tanggung jawab yang berhubungan dengan peran 3enggunakan teknik menghadapi masalah untuk menyesuaikan diri dengan situasi stress

3emperlihatkan berkurangnya ketergantungan kepada orang lain untuk perawatan diri ,embali ke pekerjaan bila nyeri punggung telah sembuh ,embali ke gaya hidup yang produktif penuh (. 3encapai %% yang diinginkan 3engidentifikasi perlunya penurunan %% %erpartisipasi dalam pengembangan rencana penurunan %% )etia dengan program penurunan %% Daftar "ustaka > *. %runner A )uddarth, Alih %ahasa 3onica +ster, )," B %uku Ajar ,eperawatan 3edikal %edah, +disi C, ?olume *, +6-, @akarta, 99 . %runner A )uddarth, Alih %ahasa 3onica +ster, )," B %uku Ajar ,eperawatan 3edikal %edah, +disi C, ?olume /, +6-, @akarta, 99 /. 0uth 8. -raven, +dD, 0N, 8undamentals #f Nursing, +disi 77, $ippincot, "hiladelphia, 999 &. Dim de @ong, %uku Ajar 7lmu %edah, +disi 0evisi, -etakan 7, +6-, @akarta, *EE<