You are on page 1of 6

DESAIN DAN ANALISA PERFORMA GENERATOR PADA REFRIGERASI ABSORBSI UNTUK KAPAL PERIKANAN

Oleh: Dhony Prabowo Setyawan Dosen pembimbing : Ir. Alam Baheramsyah , Msc.

Abstrak Nelayan tradisional Indonesia menggunakan es untuk menjaga ikan hasil tangkapan tetap segar sampai di pelabuhan. Namun, hal ini sangat tidak praktis baik secara ekonomis maupun prakteknya. Salah satu solusinya adalah dengan memakai alat refrigerasi absorpsi. Refrigerasi ini akan memakai panas gas buang dari engine sebagai sumber energi. Tugas akhir ini bertujuan untuk mencari desain generator sistem refrigerasi absorpsi yang efisien. Generator merupakan alat untuk memisahkan antara refrigerant (H2O) dan absorbent (LiBr). Cara kerjanya adalah dengan mengambil panas dari gas buang engine. Untuk mendapatkan kapasitas generator 5,5358 kW maka dimensi yang diperlukan untuk tube stainless dengan O.D 12mm dengan panjang 1meter sebanyak 17 buah. Sedangkan dimensi shell nya berdiameter 35 cm dengan panjang 1 meter. Kata kunci : generator, refrigerasi absorpsi

Abstract A traditional fisherman in Indonesia using ice to keep catched fish remain fresh until arrive at harbor. But, this method is not practical economically nor practically. One of the solution to this problem is using absorption refrigeration. This refrigeration system using heat from engine exhaust gas for power source. This project has purpose to create an effcient generator design for absorption refrigeration system. Generator is an equipment to separate betwen refrigerant (H2O) and absorbent (LiBr). Generator works with absorbing heat from engine exhaust gas. To achieve capacity 5,5358 kW, generator must have 17 stainless tube with OD 12mm and 1m length. For shell dimension,it has OD 350mm and 1 m in length. Key words : generator, absorption refrigeration

Pendahuluan Pelabuhan Brondong di Lamongan

panas dan diteruskan menuju ke kondensor. Pada akhirnya, sistem pendingin ini akan mengurangi jumlah es yang perlu dibawa sehingga biaya operasi akan lebih murah dan berat es yang dibawa lebih sedikit. BATASAN MASALAH 1. Generator berfungsi untuk memisahkan absorbent dan refrigerant. 2. Generator sebagai salah satu alat dari bagian sistem refrigerasi absorpsi. 3. Sistem refrigerasi absorpsi ini nantinya tidak akan di uji. TUJUAN PENULISAN Dengan permasalahan diatas maka tujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah: 1. Mendapatkan yang efisien desain untuk generator sistem

merupakan salah satu pelabuhan yang kegiatan penangkapan ikannya cukup banyak. Daerah penangkapannya mencakup hingga daerah Kangean dan Laut Jawa. Ikan yang dihasilkan dari penangkapan tersebut sangat beragam dan juga tergantung dari musimnya. Untuk mengawetkan ikan, para nelayan biasa mengisi kapal mereka dengan es dari pelabuhan. Es balok yang dibawa nelayan dari pelabuhan digunakan untuk mendinginkan ikan hasil tangkapan. Jarak pelayaran yang jauh dan jumlah ikan yang mampu ditangkap oleh suatu kapal akan mempengaruhi jumlah es yang akan dibawa. Apabila jarak pelayaran jauh, maka es yang dibawa akan semakin banyak dan berat sehingga dapat menyebabkan kerugian, baik dari segi biaya operasi maupun berat kapal itu sendiri. Oleh karena itu, perlu dipikirkan suatu cara agar jumlah es yang dibawa bisa berkurang tanpa mengurangi jumlah ikan yang mampu ditangkap. Salah satu solusinya adalah dengan memakai sistem refrigerasi absorpsi. Sistem tenaga refrigerasi absorpsi ini panas tidak yang

refrigerasi absorpsi. 2. Membuat alat yang sesuai ukuran sebenarnya perhitungan. yang didapat dari

HASIL TUGAS AKHIR Hasil dari tugas akhir ini adalah berupa jurnal dan generator sebagai salah satu bagian dari sistem refrigerasi absorpsi.

memerlukan energi listrik untuk sumber tetapi menggunakan dihasilkan oleh mesin kapal. Panas yang diambil dari gas buang engine ini kemudian akan digunakan untuk memisahkan refrigerant dan absorbent, dimana refrigerant-nya adalah air dan absorbent-nya adalah LiBr. Di generator, panas dari gas buang akan diserap oleh larutan campuran antara LiBr dan air sehingga air akan berubah fase menjadi uap

4.2.1

Perhitungan generator Didapatkan nilai Q dari perhitungan simulasi :

Q= =

w3.h3 + w2h2 - w1h1 5.5358 kW

5535.8

= =
o o o

0.023 30861.01 Nu k/d

3E+07

0,8

1.75

0,4

inlet gas buang outlet gas buang

= =

200 150 30

C C C

hi =

= (256.7 x 0.623) / 0.0127 = 1513890 W/m2 K

masukan dari absorber =

karakteristik air pada 90C k = = 958 kg/m3 = Pr =

tahanan pipa termal untuk setiap satuan panjang pipa adalah: Rs = 0.000001 kg/ms Ln ( ro / ri ) 2k

0.623 Dimana: k

w/m C

1.75

ln ( 0.0127 / 0.009 ) 2 x 3,14 x 0.623

: kerapatan masaa jenis ( kg/m3 ) : kekentalan dinamis ( kg/ms ) : konduktivitas thermal ( w/m C )

0.036731

Pr : angka Prandtl nilai Re : Re = ud = 958 x 3.8 x 0.01

tahanan termal di dalam pipa untuk satuan panjang pipa adalah: Ri = 1 hi Ai = 1 / ( 14031 x 2 x 0.09 ) = 1.17E-06 = 1 hi2ri

0.000001 = 34521034

Koefisien perpindahan kalor luar dan tahanan karena alirannya turbulen, maka digunakan persamaan : Nu = 0,023 Re
0,8

termalnya : ho = 1,32 (T/d)0,25 = 1,32 x ((90-30)/0,011)0,25 = 11.34393 W/m2 K

x Pr

0,4

Ro =

1 h0A0

= 11.344

1 x 2 ro l

diperlukan dapat dicari melalui persamaan : Q = A x U x T A = Q / (U x T) A = = 5535.8 / ( 74.125 x 35.4 )

1 90.47466

1.342594 m2

= 0.011053 Direncanakan pipa yang dipakai berjenis Stainless steel jadi koefisien perpindahan kalor total yang terjadi di permukaannya adalah : Uo = 1 RiAo/Ai + AoRs + Ro = 1.35E-06 + Uo = 74.125 W/C 1 0.0029 + 0.01 dengan skedul 40. diameter luar = 0.0127 0.011 m m

diameter dalam =

Panjang pipa yang diperlukan : A 1,34 l l = 2xxrxl = 2 x 3,14 x 0,012 x l = 1,34 / ( 2 x 3,14 x 0,012 ) = 16,83 m

Karena direncanakan menggunakan heat exchanger tipe shell and tube, maka tube di dalam shell akan dipasang 17 buah

T =

suhu inlet - suhu outlet ln ( suhu inlet / suhu outlet)

dengan panjang masing-masing tube adalah 1 meter.

= (200-30)

(150-100)

Analisa Generator
Generator yang sudah di desain ini merupakan bentuk yang sudah tetap, sehingga dimensinya tidak akan dapat dirubah-rubah lagi. Data-data dari generator yang diketahui adalah : 1. Beban yang dihasilkan oleh generator (Q)

ln ( (200-30) - (150-100)) = 35.4

sehingga, pada generator nantinya luas permukaan panas yang

2. Luas area permukaan panasnya ( A ) 3. Koefisien perpindahan kalor total ( U ) 4. Perbedaaan temperatur rata-rata ( Tm ) Dilihat dari data di atas, dapat disimpulkan yang bisa diberikan perlakuan agar kapasitas generator dapat berubah adalah suhu atau perbedaan temperaturnya. Karena Tm memiliki persamaan berikut : Untuk shell : Diameter luar Diameter dalam : Panjang Material : : : 35 cm 34,8 cm 100 cm besi

Ukuran tube : Diameter luar Dimana F = desain factor = Perbedaan temperatur panas dan dingin fluida di inlet = Perbedaan temperatur panas dan dingin fluida di outlet Maka dapat disimpulkan untuk merubah kapasitas dari generator ada dengan memvariasikan temperatur inlet dan outlet dari generator itu sendiri. Semakin jauh jarak antara perbedaan Diameter dalam : Panjang Jumlah Material : : : : 12 mm 11 mm 100 cm 17 buah stainless steel

temperatur di sisi inlet dan outlet generator, maka semakin besar pula kapasitas yang akan di dapatkan. Gambar. Skema generator Desain Generator Dari perhitungan dan perancangan generator, didapatkan ukuran generator sebagai berikut : Keterangan gambar : A B : Inlet dari gas buang. : Outlet dari gas buang.

C D E

: Inlet larutan dari absorber. Daftar pustaka

: Outlet steam menuju kondensor. : Outlet larutan kembali ke absorber.

1. M.Boumaza ,et al., 2005, THERMODYNAMICS ANALYSIS OF REFRIGERATING

Kesimpulan Setelah dilakukan perhitungan untuk mendesain generator sebagai salah satu bagian alat dari sistem refrigerasi absorpsi, maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1. Untuk mendesain 5,5358 generator kW

ABSORPTION SYSTEM. Amman, Jordania. 2. Ratiko, STUDI DAN DESAIN SISTEM PENDINGIN UNTUK INSTALASI DEKONTAMINASI ELEKTROLITIK BERSKALA LAB, Serpong. 3. Pongsid Srikhirin , Satha Aphornratana,Supachart Chungpaibulpatana, 2001, A review of absorption refrigeration technologies, Patumthani, Thailand. 4. Adnan Sozen, 2000, Effect of Heat Exchangers on Performance of Absorption Refrigeration System, Ankara, Turkey. 5. http://cfdsof.com/elearning/mod/wiki/view.php?wid=31& userid=0&groupid=0&page=chiller%2 0absorpsi&allowcache=0

berkapasitas

membutuhkan 17 buah tube dengan ukuran diameter luar 12mm dan panjang 2. Untuk 1 meter agar luasan permukaan panasnya tercapai. menghasilkan berkapasitas lebih besar, diperlukan generator dengan ukuran lebih besar. 3. Apabila ingin menambah kapasitas generator tanpa merubah dimensinya, maka variable yang dapat dirubahrubah adalah perbedaan temperatur antara inlet dan outlet. Semakin besar perbedaannya, maka kapasitasnya juga akan bertambah.

Saran 1. Diharapkan tugas akhir ini dilakukan pengujian karena simulasi melalui perhitungan saja tidaklah cukup.