Вы находитесь на странице: 1из 19

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN OSTEOMYELITIS

DI SUSUN OLEH :

S1 KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2009


OSTEOMYELITIS

A. PENGERTIAN Osteomyelitis adalah infeksi dari jaringan tulang yang mencakup sumsum dan atau korteks tulang dapat berupa exogenous (infeksi masuk dari luar tubuh) atau hematogenous (infeksi masuk dari dalam tubuh). (Reeves, 2 !)

Osteomyelitis adalah infeksi pada tulang dan sum"sum tulang yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus, atau proses spesifik (m.tuberkulosa,jamur). (#rif mansjoer, 2 2)

Osteomyelitis adalah infeksi jaringan tulang yang dapat bersifat akut maupun kronis. ($rice and %ilson, 2 &). 2)

Osteomyelitis adalah infeksi tulang ( smelt'er 2 B. KLASIFIKASI Menu u! A "# M$n%&'e ()) *2002+:

$embagian Osteomyelitis yang la'im dipakai adalah ( !. Osteomyelitis primer yang disebabkan penyebaran kuman"kuman mencapai tulang secara langsung melalui luka Osteomyelitis primer dapat dibagi menjadi Osteomyelitis akut dan kronik 2. Osteomyelitis sekunder atau Osteomyelitis yang disebabkan penyebaran kuman dari sekitarnya, seperti bisul dan luka. ,. ETIOLOGI Menu u! E#en(" *200-+: Osteomyelitis dapat disebabkan oleh karena bakteri, virus, jamur dan mikro organisme lain. )olongan atau jenis patogen yang sering adalah *taphylococcus aureus menyebabkan + ,"- , infeksi tulang, $neumococcus, .yphus bacil, $roteus, $sedomonas, /cherchia coli, .uberculose bacil dan *pirochaeta. D. PATOFISIOLOGI

Menu u! S./e!01e 2 2002: *taphylococcus aureus merupakan penyebab + , sampai - , infeksi tulang. Organism patogenik lainnya yang sering dijumpai pada osteomilitis meliputi proteus, pseudomonas, dan escerechia coli. .erdapat peningkatan insiden infeksi resisten penisilin, nosokomial, gram negative dan anaerobic. #%itan osteomielitis setelah pembedahan ortopedi dapat terjadi dalam 0 bulan pertama( akut fulminan stadium !) dan sering berhubungan dengan penumpukan hematoma atau infeksi supervisial. 1nfeksi a%itan lambat (stadium 2) terjadi antara 2 sampai 22 bulan setelah pembedahan. Osteomielitis a%itan lama (stadium 0) biasanya akibat penyebaran hematogen dan terjadi 2 tahun atau lebih setelah pembedahan. Respon inisial terhadap infeksi adalah salah satu dari inflamasi, peningkatan vaskularisasi, dan edema. *etelah 2 atau 0 hari, thrombosis pada pembuluh darah terjadi pada tempat tersebut, mengakibatkan iskemia dengan nekrosis tulang sehubungan dengan peingkatan tekanan jaringan dan medulla. 1nveksi kemudian berkembang ke kavitas medularis dan keba%ah poriesteum dan dapat menyeber ke jaringan lunak atau sendi di sekitarnya. 3ecuali bila proses inveksi dapat dikontrol a%al, kemudian akan terbentuk abses pada tulang. $ada perjalan alamiahnya, abses dapat keluar secara spontan4 namun yang lebih sering harus dilakukan insisi dan drainase oleh ahli bedah. #bses yang terbentuk dalam dindingnya terbentuk daerah jaringan mati, namun seperti pada rongga abses pada umumnya, jaringan tulang mati (se5uestrum) tidak mudah mencair dan mengalir keluar. Rongga tidak dapat mengempis dan menyembuh, seperti yang terjadi pada jaringan lunak. .erjadi pertumbuhan tulang baru (involukrum) dan mengelilingi se5uestrum.jadi meskipun tampak terjadi proses penyembuhan, namun se5uestrum infeksius kronis yang tetap ada tetap rentan mengeluarkan abses kambuhan sepanjang hidup pasien. 6inamakan osteomielitis tipe kronik.

/. $#.78#9

:actor predisposisi ( virulensi kuman,ri%ayat trauma, usia, nutrisi 1nvasi mikroorganisme :raktur terbuka dari tempat lain melalui darah ;asuk ke juksta epifisis 3erusakan pembuluh darah tulang panjang dan adanya port de entree 1nvasi kuman ke tulang sendi osteomilitis fagositosis $roses inflamasi ( gang fungsi ,pembengkakan, pembentukan pus, kerusakan integritas jaringan $embentukan pus, $eningkatan nekrosis jaringan jaringan tulang dan medula $enyebaran 3omplikasi $enurunan 6emam , 1skemia dan Risiko infeksi ke organ infeksi kemampuan malaise, tinggi nekrosis tulang penting pergerakan penurunan traum kemampuan a $embentukan abses septikemia tonus otot 7ambatan tulang mobilitas fisik 3urang terpajan informasi dan 6efisit pera%atan diri 1nvolucrum, nyeri pengetahuan pengeluaran pus dan luka 3erusakan lempeng epifisis 3etidakseimb 3elemahan fisik angan nutrisi ( 6eformitas, bau Risiko kurang dari )angguan .irah baring lama, dari adanya luka osteomilitis kebutuhan pertumbuhan penekanan lokal kronis $roses inflamasi secara umum 3eterbatasan pergerakan 3erusakan integritas kulit F. MANIFESTASI KLINIS )g citra diri 6efisiensi pengetahuan dan informasi

Menu u! S.e/!0e *2002+ !. <ika infeksi diba%ah oleh darah, biasanya a%itannya mendadak, sering terjadi dengan manifestasi klinis septikemia (mis. ;enggigil, demam tinggi, denyut nadi cepat dan malaise umum). )ejala sismetik pada a%alnya dapat menutupi gejala lokal secara lengkap. *etelah infeksi menyebar dari rongga sumsum ke korteks tulang, akan mengenai periosteum dan jaringan lunak, dengan bagian yang terinfeksi menjadi nyeri, bengkak dan sangat nyeri tekan. $asien menggambarkan nyeri konstan berdenyut yang semakin memberat dengan gerakan dan berhubungan dengan tekanan pus yang terkumpul. 2. =ila osteomielitis terjadi akibat penyebaran dari infeksi di sekitarnya atau kontaminasi langsung, tidak akan ada gejala septikemia. 6aerah infeksi membengkak, hangat, nyeri dan nyeri tekan. 0. $asien dengan osteomielitis kronik ditandai dengan pus yang selalu mengalir keluar dari sinus atau mengalami periode berulang nyeri, inflamasi, pembengkakan dan pengeluaran pus. 1nfeksi derajat rendah dapat menjadi pada jaringan parut akibat kurangnya asupan darah. G. FAKTOR PREDISPOSISI Menu u! A "# .u!!$3"n *2004+ !. >sia ( terutama mengenai bayi dan anak"anak) 2. <enis kelamin (lebih sering pada pria daripada %anita dengan perbandingan !(2) 0. .rauma( hematoma akibat trauma pada daerah metafisis merupakan salah satu faktor predisposisi terjadinya osteomilitis) 2. ?okasi ( osteomilitis sering terjadi pada daerah metafisis) &. @utrisi, lingkungan dan imunitas yang buruk serta adanya fokus infeksi sebelumnya H. PEMERIKSAAN PENUN5ANG Menu u! A "# .$n%&'e ()) *2002+: 1. $emeriksaan laboratarium( pada fase akut ditemukan AR$ yang meninggi, laju endap darah (?/6 ) yang meninggi dan leukositosis. 2. $emeriksaan Radiologik( pada fase akut gambaran radiologik tidak menunjukkan kelainan, pada fase kronik ditemukan suatu involukrum dan sekuester. I. PENATALAKSANAAN

Menu u! A "# M$n%&'e *2002+: a. $era%atan di rumah sakit b. $engobatan suportif dengan pemberian infuse c. $emeriksaan biakan darah d. #ntibiotic spectrum luas yang efektif terhadap gram positif maupun gram negative diberikan langsung tanpa menunggu hasil biakan darah secara parenteral selama 0"B minggu e. 1mmobilisasi anggota gerak yang terkena f. .indakan pembedahan indikasi untuk melakukan pembedahan ialah ( . #danya abses . Rasa sakit yang hebat . #danya sekuester . =ila mencurigakan adanya perubahan kearah keganasan (karsinoma epedermoid). *aat yang terbaik untuk melakukan tindakan pembedahan adalah bila infolukrum telah cukup kuat untuk mencegah terjadinya fraktur peasca pembedahan. 5. KOMPLIKASI Menu u! A "# .u!!$3"n *2004+ : !. *eptikemia. 6engan makin tersedianya obat"obat antibiotik yang memadai, kematian akibat septikemia pada saat ini jarang ditemukan 2. 1nfeksi yang bersifat metastatik. 1nfeksi dapat bermetastasis ke tulang sendi lainnya ,otak dan paru"paru, dapat bersifat multifokal, dan biasanya terjadi pada klien dengan gi'i buruk 0. #rtitis supuratif. 6apat terjadi pada bayi karena lempng epifisis bayi belum berfungsi dengan baik 2. )angguan pertumbuhan. Osteomilitis hematogen akut pada bayi dapat menyebabkan kerusakan lempeng epifisis sehingga terjadi gangguan pertumbuhan, tulang yang bersangkutan menjadi lebih pendek

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN OSTEOMYLITIS KASUS: *eorang lelaki, 6idit (2 tahun), diduga menderita infeksi bakteri patogenik dengan keluhan pyrexia, rubor, dolor, dan sinus pada tungkai ba%ah. 2 tahun yang lalu, ada ri%ayat kecelakaan dengan fraktur terbuka pada tungkai ba%ah lalu diba%a ke dukun tulang. $ada plain foto didapatkan penebalan periosteum, bone resorption, sklerosis sekitar tulang, involucrum. $asien didiagnosa osteomyelitis, didapatkan deformitas, scar tissue, sinus dengan discharge, seropurulent, dan ekskoriasi sekitar sinus. 3lien mengeluh nyeri pada tungkai ba%ah yang mengalami fraktur, skala nyeri +, terasa senut"senut, panas, sifatnya sering, %ajah menahan sakit, akral hangat, bibir kering. $emeriksaan ..C didapatkan( .6( !0 DE mm7g, *( 0E A, @ ( ! A. PENGKA5IAN 1. $asien yang datang dengan a%itan gejala akut (mis. @yeri lokal, pembengkakan, eritema, demam) atau kambuhan keluarnya pus dari sinus disertai nyeri, pembengkakan dan demam sedang. 2. 3aji adanya faktor risiko (mis. ?ansia, diabetes, terapi kortikosteroid jangka panjang) dan cedera, infeksi atau bedah ortopedi sebelumnya. 3. $asien selalu menghindar dari tekanan di daerah tersebut dan melakukan gerakan perlindungan. 4. $ada osteomielitis akut, pasien akan mengalami kelemahan umum akibat reaksi sistemik infeksi. 5. $emeriksaan fisik memperlihatkan adanya daerah inflamasi, pembengkakan nyata, hangat yang nyeri tekan. Aairan purulen dapat terlihat. $asien akan mengalami kelemahan umum akibat reaksi sistemik infeksi. 6. $asien akan mengalami peningkatan suhu tubuh. 7. $ada osteomielitis kronik, peningkatan suhu mungkin minimal, yang terjadi pada sore dan malam hari. xDmnt, RR ( 22 xDmnt

B. ANALISA DATA DATA 6O( 8ajah pasien tampak meringis, menahan sakit, dan sering mengeluh tentang sakitnya. suhu tubuh pasien 0E A. terdapat bekas fraktur pada tungkai ba%ah, scar tissue, sinua dengan discharge, seropurulen, dan ekskoriasi. 6*( $asien mengatakan bah%a4 $( nyeri terasa apabila dipegang atau diraba. F( nyeri terasa panas, senut" senut R( nyeri terasa pada bagian tungkai ba%ah yang mengalami fraktur *( skala nyeri pasien + .( nyeri sifatnya sering dan terus menerus. 6O( resorption, sclerosis sekitar tulang. .erdapat scar tissue dan bekas fraktur pada tungkai ba%ah. 6*( $asien mengatakan nyeri, tidak nyaman pada tungkai bagian ba%ah. @yeri, tidak nyaman, 3erusakan mobilitas fisik ETIOLOGI 1nflamasi, infeksi, bengkak, hipertermia, nekrosis jaringan, fraktur. PROBLEM )angguan rasa nyaman( nyeri

.erdapat penebalan periosteum, bone kerusakan muskuloskeletal, anjuran imobilitas

6O( resorption, sclerosis sekitar tulang. .erdapat scar tissue dan bekas fraktur pada tungkai ba%ah. 6*( $asien 6O( *uhu tubuh pasien 0E A. #kral hangat .erdapat rubor :rekuensi napas meningkat( 22xDmnt 6*( $asien mengeluh badannya panas. 6O( mengatakan nyeri, tidak nyaman pada tungkai bagian ba%ah.

$roses penyakit,

Risiko fraktur patologi

.erdapat penebalan periosteum, bone penyebaran infeksi

$roses infeksi, peningkatan kecepatan metabolik.

7ipertermia

3eterbatasan informasi, terhadap informasi.

6efisit pengetahuan

$asien selalu mengeluh, gelisah, dan interpretasi yang salah selalu bertanya. 6*( $asien mengatakan bah%a dirinya pernah datang ke dukun tulang untuk mengobati penyakitnya. ,. DIAGNOSA

=erdasarkan pada data pengkajian, diagnosa pada pasien dengan osteomielitis kepera%atan menurut %ilknson (2 B) D@#@6# meliputi( !. @yeri yang berhubungan dengan inflamasi dan pembengkakan. 2. 3erusakan mobilitas fisik yang berhubungan dengan nyeri, tidak nyaman, kerusakan muskuloskeletal, anjuran imobilitas.

0. 3erusakan integritas jaringan yang berhubungan dengan proses supurasi di tulang, luka fraktur terbuka, sekunder akibat infeksi inflamasi tulang. 2. 7ipertermia berhubungan dengan proses infeksi, peningkatan kecepatan metabolik. &. 6efisit pengetahuan tentang pengobatan berhubungan dengan keterbatasan informasi, interpretasi yang salah terhadap informasi. D. INTERVENSI 1. N6e " 6$n7 8e 1u8un7$n (en7$n 9 '%e% "n#/$.$%" ($n 9e.8en7)$)$n Tu&u$n( nyeri berkurang, hilang, atau teratasi. K "!e "$ 1$%"/: secara subyektif, klien melaporkan nyeri berkurang atau dapat diatasi, mengidentifikasi aktivitas yang meningkatkan atau mengurangi nyeri. 3lien tidak gelisah. *kala nyeri "! atau teratasi. In!e :en%" ;andiri . 3aji nyeri dengan skala "2 a. @yeri merupakan respon subyaktif yang dapat dikaji dengan menggunakan skala nyeri. 3lien melaporkan nyeri biasanya di atas tingkat cidera. . #tur posisi imobilisasi pada b. 1mobilisasi yang adekuat dapat mengurangi nyeri pada daerah nyeri sendi atau nyeri di daerah nyeri sendi atau nyeri di tulang yang mengalami infeksi. . =antu klien tulang yang mengalami infeksi. dalam c. @yeri dipengaruhi oleh kecemasan , pergerakan sendi mengidentifikasi factor pencetus. d. $endekatan dengan menggunakan relaksasi . <elaskan dan bantu klien terkait dan tindakan nonfarmakologi lain dengan tindakan peredaran nyeri menunjukkan keefektifan dalam mengurangi nonfarmakologi dan noninvasi. nyeri. . #jarkan mengurangi intensitas relaksasi( ketegangan nyeri teknik otot dan e. .eknik ini melancarkan peredaran darah sehingga kebutuhan O2 pada jaringan terpenuhi dan nyeri berkurang. R$%"'n$/

rangka yang dapat mengurangi meningkatkan relaksasi masase.

. #jarkan metode distraksi selama f. ;engalihkan perhatian klien terhadap nyeri nyeri akut. ke hal"hal yang menyenangkan. . =eri kesempatan %aktu istirahat g. 1stirahat merelaksasi semua jaringan sehingga meningkatkan kenyamanan. bila terasa nyeri dan beri posisi yang nyaman (misal( ketika tidur, punggung klien diberi bantal kecil). tersebut membantu . .ingkatkan pengetahuan tentang h. $engetahuan mengurangi nyeri dan dapat membantu penyebab nyeri dan hubungan dengan beberapa lama nyeri akan berlangsung. 3olaborasi $emberian analgesik #nalgesik memblok lintasan nyeri sehingga akan berkurang. 2. Ke u%$)$n .'8"/"!$% #"%") 6$n7 8e 1u8un7$n (en7$n n6e "2 !"($) n6$.$n2 )e u%$)$n .u%)u/'%)e/e!$/2 $n&u $n ".'8"/"!$%. Tu&u$n: meningkatkanDmempertahankan mobilitas pada tingkat paling tinggi yang mungkin. K "!e "$ H$%"/: $asien mampu ( a. mempertahankan posisi fungsional. b. meningkatkan kekuatanDfungsi yang sakit dan mengkompensasi bagian tubuh. c. menunjukkan teknik yang memampukan melakukan aktivitas In!e :en%" ;andiri( a. 3aji derajat imobilitas yang dihasilkan oleh cederaDpengobatan dan perhatikan persepsi pasien terhadap imobilisasi b. 6orong partisipasi pada aktivitas . ;emberikan kesempatan untuk mengeluarkan terapeutikDrekreasi. energi, memfokuskan kembali perhatian, .$asien mungkin dibatasi oleh pandangan diriDpersepsi diri tentang keterbatasan fisik aktual, memerlukan informasi, intervensi untuk meningkatkan kemajuan kesehatan. R$%"'n$/ meningkatkan kepatuhan klien terhadap rencana terapeutik.

meningkatkan rasa kontrol diriDharga diri dan membantu menurunkan isolasi sosial. c. 1nstruksikan pasien untukDbantu . ;eningkatkan aliran darah ke otot dan tulang dalam rentang gerak pasien untuk meningkatkan gerak tonus sendi, otot, mempertahankan tidak digunakan. d. 6orong latihan . 3ontraksi otot isometrik tanpa menekuk sendi isometrik mulai dengan tungkai atau menggerakkan tungkai dan membantu yang tak sakit. e. =antuDdorong mencukur. f. =erikanDbantu dalam movili'Gis dengan cursi roda, kruk, tongkat, sesegera mungkin. 1nstruksikan keamanan dalam menggunakan alat mobilitas. g. #%asi .6 dengan melakukan aktivitas. pusing. $erhatikan keluhan pera%atan mempertahankan kekuatan dan masa otot. . ;eningkatkan kekuatan otot dan sirkulasi, meningkatkan kontrol pasien dalam situasi, dan meningkatkan kesehatan diri langsung. . ;obilisasi dini menurunkan komplikasi tirah baring (contoh( flebitis) dan meningkatkan penyembuhan dan normalisasi fungsi organ. =elajar memperbaiki cara menggunakan alat penting untuk mempertahankan mobilisasi optimal dan keamanan pasien. . 7ipotensi postural adalah masalah umum menyertai tirah baring lama dan memerlukan intervensi khusus (contoh( kemiringan meja dengan peninggian secara bertahap sampai posisi tegak). diriDkebersihan (contoh( mandi, penggunaan mencegah

kontrakturDatrofi, dan resorpsi kalsium karena

3olaborasi( 3onsul spesialis. dengan ahli terapi fisikDokupasi danDatau rehabilitasi

3olaborasi( =erguna dalam membuat latihan. $asien aktivitas dapat yang individualDprogram gerakan,

memerlukan bantuan jangka panjang dengan kekuatan, aktivitas, mengendalikan berat badan, juga penggunaan

alat. 3. Ke u%$)$n "n!e7 "!$% &$ "n7$n 6$n7 8e 1u8un7$n (en7$n 9 '%e% %u9u $%" (" !u/$n72 /u)$ # $)!u !e 8u)$2 %e)un(e $)"8$! "n#e)%" "n#/$.$%" !u/$n7. Tu&u$n( integritas jaringan membaik secara optimal K "!e "$ 1$%"/( pertumbuhan jaringan meningkat, keadaan luka membaik, pengeluaran pus pada luka tidak ada lagi, luka menutup. 1ntervensi ;andiri a. 3aji kerusakan jaringan lunak a. ;enjadi data dasar untuk memberi informasi tentang intervensi pera%atan luka, alat, dan jenis larutan apa yang akan digunakan. b. ?akukan pera%atan luka ( b. $era%atan luka dengan tehnik steril dapat mengurangi kontaminasi kuman langsung ke area luka. membuka stimulus luka nyeri dan dengan dapat balutan dan mengguyur larutan @aAl ke perban dapat mengurangi menghindari terjadinya perdarahan pada luka osteomielitis kronis akibat perban yang kering oleh pus. d. ?arutkan pembilasan luka dari d. .ehnik membuang jaringan dan kuman arah dalam keluar dengan larutan @aAl. e. .utup luka dengan kasa steril e. @aAl merupakan larutan fisiologis yang atau kompres dengan @aAl yang dicampur dengan antibiotik. lebih mudah diabsorbsi oleh jaringan dapat daripada larutan antiseptik. @aAl yang dicampur dengan antibiotik mempercepat penyembuhan luka akibat infeksi osteomielitis. f. ?akukan nekrotomi pada f. <aringan nekrotik dapat menghambat diarea luka sehingga keluar dari area luka. lakukan pera%atan luka dengan tehnik steril. membuka Rasional

c. 3aji keadaan luka dengan tehnik c. ;anajemen mengurangi stimulus nyeri, bila perban melekat kuat, perban diguyur dengan @aAl.

jaringan yang sudah mati. setiap kali bila pembalut basah atau kotor. h. 7indari pera%atan kontak pemakaian luka dengan yang sudah klien

penyembuhan luka. membantu jaringan luka. meningkatkan pertumbuhan

g. Ra%at luka setiap hari atau g. ;emberi rasa nyaman pada klien dan dapat

peralatan h. $engendalian infeksi nosokomial dengan menghindari kontaminasi langsung dari pera%atan luka yang tidak steril.

osteomielitis, jangan digunakan lagi untuk melakukan pera%atan luka pada klien lain. i. )unakan perban elastis dan gips i. $ada klien osteomielitis dengan kerusakan pada luka yang tulang disertai atau tulang, stabilitas formasi tulang sangat labil. )ips dan perban elastis dapat membantu memfiksasi dan mengimobilisasi sehingga dapat mengurangi nyeri. j. /valuasi perban elastis terhadap j. $emasangan perban elastis yang terlalu kuat resolusi edema. dapat menyebabkan edema pada daerah distal dan juga menambah nyeri pada klien. k. /valuasi kerusakan jaringan dan k. #danya batasan %aktu selama +x22 jam perkembangan pertumbuhan dalam melakukan pera%atan luka klien osteomielitis menjadi tolok ukur keberhasilan intervensi yang diberikan. jaringan dan lakukan perubahan intervensi bila pada %aktu yang ditetapkan perkembangan tidak ada pertumbuhan kerusakan

pembengkakan sendi.

#pabila masih belum mencapai kriteria hasil sebagainya kaji ulang faktor"faktor yang menghambat pertumbuhan jaringan luka. a. =edah perbaikan terutama pada klien fraktur terbuka luas sehingga menjadi pintu masuk kuman yang ideal. =edah perbaikan biasanya dilakukan setelah masalah infeksi osteomielitis teratasi b. ;anajemen untuk menentukan antimikroba yang sesuai dengan kuman yang sensitif

jaringan yang optimal. 3olaborasi a. 3olaborasi dengan tim bedah untuk bedah perbaikan pada kerusakan jaringan agar tingkat kesembuhan dapat dipercepat. b. $emeriksaan kultur jaringan

(pus) yang keluar dari luka

atau

resisten

terhadap

beberapa

jenis

antibiotik. c. #ntimikroba yang sesuai dengan hasil kultur c. $emberian antibiotikDantimikroba (reaksi sensitif) dapat membunuh atau mematikan kuman yang menginvasi jaringan tulang. ;. H"9e !e ."$ 8e 1u8un7$n (en7$n 9 '%e% "n#e)%"2 9en"n7)$!$n )e<e9$!$n .e!$8'/"). Tu&u$n: $asien akan menunjukkan termoregulasi, yaitu merupakan keseimbangan di antara produksi panas, peningkatan panas, dan kehilangan panas. K "!e "$ H$%"/: suhu kulit dalam rentang yang diharapkan, suhu tubuh dalam batas normal, nadi dan pernapasan dalam rentang yang diharapakan, perubahan %arna kulit tidak ada, keletihan tidak tampak. 1ntervensi ;andiri( a. $antau terhadap tanda hipertermia . ke%aspadaan terhadap hipertermia malignan maligna takipnea, kekakuan, banyak). b. $antau suhu minimal setiap dua . Regulasi suhu dapat mencapai atau jam, sesuai dengan kebutuhan. mempertahankan suhu tubuh yang diinginkan $antau %arna kulit dan suhu secara kontinu. c. $antau tanda vital . $emantauan tanda vital seperti pengumpulan dan analisis data kardiovaskuler, respirasi, suhu 3olaborasi( a. =erikan obat antipiretik sesuai a. Obat antipiretik digunakan dengan kebutuhan. menurunkan suhu tubuh. b. )unakan matras dingin dan mandi untuk tubuh untuk menentukan serta mencegah komplikasi. selama intraoperasi. (misalnya aritmia, dan demam, perubahan berkeringat dapat mencegah atau menurunkan respon hipermetabolik farmakologis pembedahan. terhadap yang obat"obatan selama digunakan Rasional

tekanan darah, bercak pada kulit,

air hangat

b. ;atras

dingin

dan

mandi

air

hangat

digunakan untuk mengatasi gangguan suhu tubuh, sesuai dengan kebutuhan. =. De#"%"! 9en7e!$1u$n !en!$n7 9en7'8$!$n 8e 1u8un7$n (en7$n )e!e 8$!$%$n "n#' .$%"2 "n!e 9 e!$%" 6$n7 %$/$1 !e 1$($9 "n#' .$%". Tu&u$n: pasien menyatakan pemahaman kondisi, prognosis, dan pengobatan. K "!e "$ H$%"/: melakukan prosedur yang diperlukan dan menjelaskan alasan dari suatu tindakan, memulai perubahan gaya hidup yang diperlukan dan ikut serta dalam regimen pera%atan "n!e :en%" R$%"'n$/ a. kaji ulang patologi, prognosis dan a. memberikan dasar pengetahuan dimana pasien harapan yang akan datang mobilisasi sebagaimana dan yang ambulasi dianjurkan dapat membuat pilihan informasi. memerlukan nyembuhan penopang selama proses pe" nyembuhan sehingga keterlambatan pe" disebab" kan oleh penggunaan alat bantu yang kurang tepat. dan siapa yang perlu menolongnya. (apakah fisioterapi, pera%at atau ke" luarga). bantuan untuk memudahkan pera%atan diri dan mendukung kemandirian . meningkatkan pera%atan diri optimal dan pemulihan e. #jarkan cara teknik balutan e. ;emudahkan pera%atan diri dan menjaga terjadi infeksi secara mandri dan optimal secara steril dan dan teknik kompres hangat. b. ;emberikan dukung an cara"cara b. *ebagian besar osteomilitis

oleh bagi" an fisioterapi. c. ;emilah"milah aktif" itas yang dibantu. d. identifikasi tersedianya sumber tim rehabilitasi, pelayanan

bisa mandiri dan yang harus c. ;engorganisasikan kegiatan yang diperlu kan

pelayanan di masyarakat , contoh d. ;emberikan pera%atan dirumah

PERTANYAAN TAMBAHAN 1. Pen7e !"$n "n:'/u< u.>

selubung tulang baru, yang terbentuk di sekeliling tulang yang mengalami nekrosis. (7inchliff, !EEE). 2. Pen7e !"$n 96 e?"$: pyrexia adalah panas, febris, hyperthermi, atau dalam keadaan demam. (7inchliff, !EEE). 3. Pen7e !"$n %"nu% ("%<1$ 7e: sinus discharge merupakan keadaan dimana sinus terdapat eksudat akibat infeksi. (7inchliff, !EEE). 4. Pen7e !"$n %e '9u u/en: *eropurulen adalah keadaan dimana membran mukosa (pada kasus ini sinus) terdapat pus. (7inchliff, !EEE). 5. Pen7e !"$n 9e "'%!eu.: <aringan penyambung khusus yang membungkus tulang seluruh tubuh dan memiliki kemampuan membentuk tulang, pada orang de%asa, periosteum terdiri atas dua lapisan yang tidak memiliki batas yang jelas, lapisan luar yang merupakan jalinan padat jaringan penyambung yang mengandung pembuluh darah dan lapisan dalam yang tersusun dari berkas. =erkas kolagen yang lebih longgar dengan sel"sel jaringan penyambung bentuk kumparan serta jalinan serat elastis tipis 6. Pen7e !"$n 8'ne e%' 9!"'n: $roses penyerapan kembali pada tulang setelah terjadi fraktur tulang. (7inchliff, !EEE). 7. Pen7e !"$n e?<' "$!"'n: /xcoriation merupakan istilah lain dari abrasion, yaitu merupakan cedera superfisial pada membran mukosa (sinus) akibat kerokan atau gosokan (ekskorasi) sehingga dapat menjadi jaringan parut. (7inchliff, !EEE). 8. P '%e% 9e $($n7$n Radang sebenarnya adalah gejala yang menguntungkan dan pertahanan, karena hasilnya adalah netralisasi dan pembuangan agen penyerang, penghancuran jaringan nekrosis dan pembentukan keadaan untuk perbaikan dan pemulihan. $ada proses peradangan terjadi pelepasan histamine ke dalam jaringan sekitar. #kibat dari sekresi histamine berupa ( !. $eningkatan aliran darah lokal 2. peningkatan permeabilitas kapiler 0. perembesan arteri dan fibrinogen ke dalam jaringan 2. edema ekstra seluler lokal

$eradangan adalah reaksi vascular yang hasilnya merupakan pengiriman cairan, 'at"'at yang terlarut dan sel"sel dari sirkulasi darah ke jaringan"jaringan interstitial pada daerah cedera atau nekrosis. $ada setiap luka pada jaringan akan timbul reaksi inflamasi atau reaksi vaskuler.;ula" mula terjadi dilatasi lokal dari arteriole dan kapiler sehingga plasma akan merembes keluar. *elanjutnya cairan edema akan terkumpul di daerah sekitar luka, kemudian fibrin akan membentuk semacam jala, struktur ini akan menutupi saluran limfe sehingga penyebaran mikroorganisme dapat dibatasi.6alam proses inflamasi juga terjadi phagositosis, mula"mula phagosit membungkus mikroorganisme, kemudian dimulailah digesti dalam sel. 7al ini akan mengakibatkan perubahan p7 menjadi asam. *elanjutnya akan keluar protease selluler yang akan menyebabkan lysis leukosit.*etelah itu makrofag mononuclear besar akan tiba di lokasi infeksi untuk membungkus sisa"sisa leukosit.6an akhirnya terjadilah pencairan (resolusi) hasil proses inflamasi lokal. Aairan kaya protein dan sel darah putih yang tertimbun dalam ruang ekstravaskular sebagai akibat reaksi radang disebut eksudat. .anda"tanda pokok peradangan adalah ( !. 2. 0. 2. &. Rubor (kemerahan) 3alor (panas) 6olor (nyeri) .umor (pembengkakan) :ungsio laesa (perubahan fungsi)

DAFTAR PUSTAKA

7inchliff,*ue. 2000. K$.u% )e9e $@$!$n.$enerbit buku kedokteran /)A ( <akarta 6onges ;arilynn, /. 2 kedokteran /)A( <akarta $rice *ylvia, # 2 &, P$!'#"%"'/'7": K'n%e9 K/"n"% P '%e%AP '%e% Pen6$)"!. <ilid 2 . . Ren<$n$ A%u1$n Ke9e $@$!$n, /disi 0, $enerbit buku

/disi 2. $enerbit buku kedokteran /)A( <akarta *melt'er *u'anne, A 2 2. Bu)u A&$ Me(")$/ Be($12 B unne H Su(($ !. /disi -.

Col 0. $enerbit buku kedokteran /)A( <akarta 8ilkinson, <udith ;. 2 B. Bu)u S$)u D"$7n'%"% Ke9e $@$!$n, edisi +. $enerbit

buku kedokteran /)A( <akarta