Вы находитесь на странице: 1из 27

I. KONSEP KELUARGA A. Pemgertian Keluarga a.

Pendapat yang menganut teori interaksional, memandang keluarga se agai suatu arena erlangsungsnya interaksi kepri adian. Sedangkan mereka erorientasi pada perspekti! system so"ial memandang keluarga se agai so"ial terke"il yang terdiri dari seperangkat komponen yang sangat tergantung dan dipengaru#i ole# struktur internal dan system$sistem lain. . Spradley dan Allender %&''() mengemukakan satu atau le i# indi*idu yang tinggal ersama, se#ingga mempunyai ikatan emosional dan mengem angkan dalam ikatan so"ial, peran dan tugas ". UU No. &+ ta#un %&'',) mengemukakan keluarga adala# unit terke"il dari masyarakat yang terdiri dari suami, istri dan anak atau suami istri, atau aya# dan anaknya, atau i u dan anaknya. d. -epkes RI %&'..) mende!inisikan keluarga adala# unit terke"il dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan e erapa orang yang erkumpul dan tinggal di suatu tempat di a/a# suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan e. 0riedman %&''.) mende!inisikan keluarga se agai suatu system so"ial. Keluarga merupakan se ua# kelompok ke"il yang terdiri dari indi*idu$ indi*idu yang memiliki #u ungan erat satu sama lain, saling tergantung diorganisasi dalam satu unit tunggal dalam rangka men"apai tu1uan tertentu. 2. Struktur Keluarga a. Patrilineal Adala# keluarga sedara# yang terdiri dari sanak saudara sedara# dalam e erapa generasi, dimana #u ungan itu disusun melalui 1alur aya#. . 3atrilineal Adala# keluarga sedara# yang terdiri dari sanak saudara sedar# dalam e erapa generasi, dimana #u ungan itu disusun melalui 1alur i u.

". 3atrilokal Adala# sepasang suami istri yang tinggal ersama keluarga sedara# i u. d. Patrilokal Adala# sepasang suami istri yang tinggal ersama keluarga sedara# aya#. e. Keluarga Ka/in Adala# #u ungan suami istri se agai dasar agi pem inaan keluarga, dan e erapa sanak saudara yang men1adi #u ungan dengan suami atau istri. 4. 4iri 5 4iri Keluarga a. 3enurut Ro ert 3a" I*er dan 4#arles 6orton 7 &) Keluarga merupakan #u ungan perka/inan ,) Keluarga er entuk suatu kelem agaan yang erkaitan dengan #u ungan perka/inan yang senga1a di entuk atau dipeli#ara. 8) Keluarga mempunyai suatu system tata nama %Nomen "latur) termasuk per#itungan garis keturunan. 9) Keluarga mempunyai !ungsi ekonomi yang di entuk ole# anggota$ anggotanya erkaitan dengan kemampuan untuk mempunyai keturunan dan mem esarkan anak. :) Keluarga merupakan tempat tinggal tangga. -. ;ipe Keluarga 2er agai di edakan seperti 7 &. 3enurut 3a"lin %&'..), pem agian tipe keluarga 7 a. Keluarga tradisional &) Keluarga inti adala# keluarga yang terdiri dari suami, istri dan anak$anak yang #idup dalam ruma# tangga yang sama entuk dan tipe keluarga, erdasarkan er agai sum er, erdasarkan keluarga tradisional dan keluarga non tradisional ersama, ruma# atau ruma# agian keluarga karena adanya

,) Keluarga dengan orang tua tunggal yaitu keluarga #anya dengan satu orang yang mengepalai aki at dari per"eraian, pisa# atau ditinggalkan. 8) Pasangan inti, #anya terdiri dari suami dan istri sa1a, tanpa anak atau tidak ada anak yang tinggal ersama mereka. 9) 2u1ang de/asa yang tinggal sendirian :) Pasangan usia pertenga#an atau lansia, suami se agai pen"ari na!ka#, istri tinggal di ruma# dengan anak suda# ka/in atau eker1a () <aringan keluarga esar 7 terdiri dari dua keluarga inti atau le i# atau anggota keluarga yang tidak menika# #idup erdekatan dalam daera# geogra!is. E. 0ungsi Keluarga 0ungsi keluarga merupakan #asil atau konsekuensi dari struktur keluarga atau sesuatu tentang apa yang dilakukan ole# keluarga. ;erdapat e erapa !ungsi keluarga menurut 0riedman %&''.) = Setia/ati > -erma/an %,++:) yaitu 7 &. 0ungsi a!ekti! 3erupakan respon dari keluarga ter#adap kondisi dan situasi yang dialami tiap anggota keluarga aik senang maupun sedi#, dengan meli#at agaimana "ara keluarga mengekspresikan kasi# saying. ,. 0ungsi sosialisasi 0ungsi sosialisasi ter"ermin dalam melakukan pem inaan sosialisasi pada anak, mem entuk nilai dan norma yang diyakini anak, mem erikan atasan perilaku yang ole# dan tidak ole# pada anak, meneruskan nilai$ nilai udaya keluarga. 8. 0ungsi pera/atan kese#atan 0ungsi pera/atan kese#atan keluarga merupakan !ungsi keluarga dalam melindungi keamanan dan kese#atan seluru# anggota keluarga serta men1amin pemenu#an ke utu#an perkem angan !isik, mental dan

spiritual, dengan "ara memeli#ara dan mera/at anggota keluarga serta mengenali kondisi sakit tiap anggota keluarga.

9. 0ungsi ekonomi 0ungsi ekonomi, untuk memenu#i ke utu#an keluarga seperti sandang, pangan, papan dan ke utu#an lainnya melalui kee!ekti!an sum er dana keluarga. :. 0ungsi iologis 0ungsi iologis, ukan #anya ditu1ukan untuk meneruskan keturunan tetapi untuk memeli#ara dan mem esarkan anak untuk kelan1utan generasi selan1utnya. (. 0ungsi psikologis 0ungsi psikologis, terli#at agaimana keluarga mem erikan kasi# saying dan rasa aman, mem erikan per#atian diantara anggota keluarga, mem ina pende/asaan kepri adian anggota keluarga dan mem erikan identitas keluarga. ?. 0ungsi pendidikan 0ungsi pendidikan di erikan keluarga dalam rangka mem erikan pengeta#uan, ketrampilan, mem entuk perilaku anak, mempersiapkan anak untuk ke#idupan de/asa, mendidik anak sesuai dengan tingkatan perkem angannya.

0. ;a#ap Keluarga 2erikut diuraikan kedelapan ta#ap siklus ke#idupan keluarga erikut tugas perkem angannya. %-u*al, &'?? dalam !riedman, &''.) &. ;a#ap keluarga pemula % eginning !amily) Keluarga aru@ pasangan yang elum memiliki anak. ;ugas perkem angan keluarga 7 a. 3em angun perka/inan yang saling memuaskan

. 3eng#u ungkan 1aringan persaudaraan se"ara #armonis ". Keluarga eren"ana %keputusan tentang kedudukan se agai orang tua) d. 3enetapkan tu1uan ersama e. Persiapan men1adi orang tua !. 3ema#ami prenatal "are %pengertian ke#amilan, persalinan dan men1adi orang tua) ,. ;a#ap keluarga sedang mengasu# anak %4#ild earing) Keluarga dengan anak pertama erusia kurang dari 8+ ulan Studi klasik le master %&':?) dari 9( orang tua dinyatakan &?A tidak ermasala# sele i#nya ermasala# dalam #al 7 a. Suami merasa dia aikan . Peningkatan perselisi#an dan argument ". Interupsi dalam 1ad/al kontinu d. Ke#idupan seksual dan so"ial terganggu dan menurun ;ugas perkem angan keluarga ta#ap ini adala# 7 a. 3em entuk keluarga muda se agai se ua# unit yang mantap %integrasi ayi dalam keluarga) . Rekonsiliasi tugas$tugas perkem angan yang ke utu#an anggota keluarga ". 3emperta#ankan #u ungan perka/inan yang memuaskan d. 3emperluas persa#a atan keluarga esar dengan menam a# peran orang tua, kakek dan nenek e. 2im ingan orang tua tentang pertum u#an dan perkem angan anak !. Konseling K2 post partum ( minggu g. 3enata ruang untuk anak #. 3enyiapkan iaya 4#ild earing i. 3em!asilitasi role learning anggota keluarga 1. 3engadakan ke iasaan keagamaan se"ara rutin ertentangan dan

8. ;a#ap keluarga dengan anak usia prasekola# Keluarga dengan anak pertama erusia 8+ ulan 5 ( ta#un ;ugas perkem angan keluarga 7 a. Pemenu#an ke utu#an anggota keluarga seperti ruma#, ruang ermain, peri*asi dan keamanan . 3ensosialisasikan anak ". 3engintergrasikan anak yang aru dan memenu#i ke utu#an anak yang lain d. 3emperta#ankan #u ungan yang se#at %#u ungan perka/inan dan #u ungan orangtua$anak) serta #u ungan di luar keluarga %keluarga esar dan komunitas) e. Pem agian /aktu, indi*idu, pasangan dan anak !. Pem agian tanggung 1a/a g. 3eren"anakan kegiatan dan /aktu stimulasi tum u# dan kem ang anak 9. ;a#ap keluarga dengan anak usia sekola# Keluarga dengan anak pertama erusia ($&8 ta#un ;ugas perkem angan keluarga 7 a. 3ensosialisasikan anak$anak, termasuk meningkatkan prestasi sekola# dan mengem angkan #u ungan dengan teman se aya yang se#at . 3emperta#ankan #u ungan perka/inan yang memuaskan ". 3emenu#i ke utu#an kese#atan !isik anggota keluarga d. 3endorong anak untuk men"apai pengem angan daya intelektual e. 3enyediakan akti*itas untuk anak :. ;a#ap keluarga dengan anak rema1a Keluarga dengan anak pertama erusia &8$,+ ta#un ;ugas perkem angan keluarga 7 a. 3em erikan keseim angan antara ke e asan dan tanggung 1a/a ketika rema1a men1adi de/asa dan semakin mandiri . 3em!okuskan kem ali #u ungan intim perka/inan

". 2erkomunikasi se"ara ter uka antara orangtua dan anak$anak d. 3empersiapkan peru a#an untuk memenu#i ke utu#an tum u# dan kem ang anggota keluarga (. ;a#ap keluarga dengan anak de/asa Keluarga dengan anak pertama meninggalkan ruma# ;ugas perkem angan keluarga 7 a. 3emperluas siklus keluarga dengan memasukkan anggota keluarga aru dari perka/inan anak$anaknya . 3elan1utkan dan menyesuaikan kem ali #u ungan perka/inan ". 3em antu orangtua lan1ut usia dan sakit$sakitan dari suami atau istri d. 3em antu anak untuk mandiri se agai keluarga aru dimasyarakat e. 3empersiapkan anak untuk #idup mandiri dan menerima kepergian anaknya !. 3en"iptakan lingkungan ruma# yang dapat men1adi "onto# agi anak$anaknya ?. ;a#ap keluarga usia pertenga#an %middle age !amily) ;ugas perkem angan keluarga 7 a. 3enyediakan lingkungan yang dapat meningkatkan kese#atan . 3emperta#ankan #u ungan yang memuaskan dan penu# arti dengan para orangtua %lansia) dan anak$anak ". 3emperkoko# #u ungan perka/inan d. Persiapan masa tua@pension .. ;a#ap keluarga lan1ut usia ;ugas perkem angan keluarga 7 a. Penyesuaian ta#ap masa pension dengan "ara meru a# "ara #idup . 3emperta#ankan pengaturan #idup yang memuaskan ". 3enyesuaikan ter#adap pendapatan yang menurun d. 3emperta#ankan #u ungan perka/inan e. 3enyesuaikan diri ter#adap ke#ilangan pasangan !. 3emperta#ankan ikatan keluarga antar generasi

g. 3elakukan li!e re*ie/ masa lalu G. ;ingkat Kemandirian Keluarga Ke er#asilan asu#an kepera/atan keluarga yaitu dilakukan pera/at keluarga, dapat dinilai dari se erapa tingkat kemandirian keluarga dengan mengeta#ui kriteria atau "iri$"iri yang men1adi ketentuan tingkatan mulai dari tingkat kemandirian I sampai tingkat kemandirian IB, menurut -ep$Kes %,++() se agai erikut 7 &. ;ingkat kemandirian I %keluarga mandiri tingkat I@ K3$I) a. 3enerima petugas Pera/atan Kese#atan 3asyarakat . 3enerima pelayanan kepera/atan yang di erikan sesuai dengan ren"ana kepera/atan ,. ;ingkat kemandirian II %keluarga mandiri tingkat II@ K3$II) a. 3enerima petugas Pera/atan Kese#atan 3asyarakat . 3enerima pelayanan kepera/atan yang di erikan sesuai dengan ren"ana kepera/atan ". ;a#u dan dapat mengungkapkan masala# kese#atan se"ara enar d. 3elakukan dian1urkan e. 3eman!aatkan !asilitas pelayanan kese#atan se"ara akti! 8. ;ingkat kemandirian III %keluarga mandiri tingkat III@ K3$III) a. 3enerima petugas Pera/atan Kese#atan 3asyarakat . 3enerima pelayanan kepera/atan yang di erikan sesuai dengan ren"ana kepera/atan ". ;a#u dan dapat mengungkapkan maslaa# kese#atan se"ara enar d. 3elakukan dian1urkan e. 3eman!aatkan !asilitas pelayanan kese#atan se"ara akti! !. 3elaksanakan tindakan pen"ega#an sesuai an1uran 9. ;ingkat kemandirian IB %keluarga mandiri tingkat IB@K3$IB) tindakan kepera/atan seder#ana sesuai yang tindakan kepera/atan seder#ana sesuai yang

a. 3enerima petugas Pera/atan Kese#atan 3asyarakat . 3enerima pelayanan kepera/atan yang di erikan sesuai dengan ren"ana kepera/atan ". ;a#u dan dapat mengungkapkan masala# kese#atan se"ara enar d. 3elakukan dian1urkan e. 3eman!aatkan !asilitas pelayanan kese#atan se"ara akti! !. 3elaksanakan tindakan pen"ega#an sesuai an1uran g. 3elakukan tindakan promoti! se"ara akti! Kriteria tingkat kemandirian keluarga, diuraiakan seperti ta le &.& ;a el &.& No & , kriteria tingkat kemandirian keluarga Kriteria 3enerima petugas Pera/atan Kese#atan 3asyarakat 3enerima pelayanan kepera/atan yang di erikan sesuai dengan ren"ana 8 9 : ( ? kepera/atan. ;a#u dan dapat mengungkapkan masala# kese#atan se"ara enar 3elakukan tindakan kepera/atan seder#ana sesuai yang dian1urkan 3eman!aatkan !asilitas pelayanan kese#atan se"ara akti! 3elaksanakan tindakan pen"ega#an sesuai an1uran 3elakukan tindakan promoti! se"ara akti! B B B B B B B B B B B B ;ingkat kemandirian keluarga I II III IB B B B B B B B B tindakan kepera/atan seder#ana sesuai yang

6. Le*el Pen"ega#an Pera/atan Keluarga Pelayanan kepera/atan keluarga, er!okus pada tiga le*el pre*ensi yaitu7

&. Pen"ega#an primer (primary prevention), merupakan ta#ap pen"ega#an yang dilakukan se elum masala# tim ul, kegiatannya erupa pen"ega#an spesi!ik (specific protection) dan promosi kese#atan (health promotion) seperti pem erian pendidikan kese#atan, ke ersi#an diri, penggunaan lunitasi lingkungan yang tanggung1a/a ersi#, ola# raga, imunisasi, pem a#an gaya #idup, Pera/at keluarga #arus mem antu keluarga untuk memikul kese#atan mereka sendiri, keluarga tetap mempunyai peran penting dalam mrm antu anggota keluarga untuk men"apai ke#idupan yang le i# aik. ,. Pen"ega#an sekunder (secondary prevention), yaitu ta#ap pen"ega#an kedua yang dilakukan pada a/al masala# tim ul maupun saat masala# erlangsung, dengan melakukan deteksi dini (early diagnosis) dan melakukan tindakan penyem u#an (promp treatment) seperti s"reening kese#atan deteksi dini adanya gangguan kese#atan. 8. Pen"ega#an tersier (tertiary prevention), merupakan pen"ega#an yang dilakukan pada saat masala# kese#atan tela# selesai, selain men"ega# komplikasi 1uga meminimalkan keter atasan (disability limitation) dan memaksimalkan !ungsi melalui re#a ilitasi (rehabilitation) seperti melakukan ru1ukan kese#atan, melakukan konseling kese#atan agi yang ermasala#, mem!asilitasi ketidakmampuan dan men"ega# kematian. Re#a ilitasi meliputi upaya pemuli#an ter#adap penyakit atau luka #ingga pada tingkat !ungsi yang optimal se"ara !isik, mental, sosial dan emosional. I. ;ugas Keluarga ;ugas keluarga merupakan pengumpulan data yang erkaitan dengan ketidakmampuan keluarga dalam meng#adapi masala# kese#atan. Asu#an kepera/atan keluarga, men"antumkan lima tugas keluarga se agai paparan etiologi @ penye a masala# dan iasanya dika1i pada saat pen1a1agan ta#ap II ila ditemui data maladapti! pada keluarga. Lima tugas keluarga yang dimaksud adala#7

&. Ketidakmampuan keluarga mengenal masala# kese#atan, termasuk agaimana persepsi keluarga ter#adap tingkat kepara#an penyakit, pengertian, tanda dan ge1ala, !aktor penye a dan persepsi keluarga ter#adap masala# yang dialami keluarga. ,. Ketidakmampuan keluarga mengam il keputusan, termasuk se1au#mana keluarga mengerti mengenai si!at dan luasnya masala#, agaimana masala# dirasakan ole# keluarga, keluarga menyera# atau tidak ter#adap masala# yang di#adapi, adaka# rasa takut ter#adap aki at atau adaka# sikap negati! dari keluarga ter#adap masala# kese#atan, agaimana system pengarn ilan keputusan yang dilakukan keluarga ter#adap anggota keluarga yang sakit. 8. Ketidakmampuan keluarga mera/at anggota keluarga yang sakit, seperti agaimana keluarga mengeta#ui keadaan sakitnya, si!at dan perkem angan pera/atan yang diperlukan, sum er$sum er yang ada dalam keluarga serta sikap keluarga ter#adap yang sakit. 9. Ketidakmampuan keluarga memodi!ikasi lingkungan, seperti pentingnya #ygiene sanitasi agi keluarga, upaya pen"ega#an penyakit yang dilakukan keluarga, upaya pemeli#araan lingkungan yang dilakukan keluarga, kekompakan anggota keluarga dalam menata lingkungan dalam dan luar ruma# yang erdampak ter#adap kese#atan keluarga. :. Ketidakmampuan keluarga meman!aatkan !asilitas pelayanan kese#atan, seperti keper"ayaan keluarga ter#adap petugas kese#atan dan !asilitas pelayanan kese#atan, ke eradaan !asilitas kese#atan yang ada, keuntungan keluarga ter#adap penggunaan !asilitas kese#atan, apaka# pelayanan kese#atan ter1angkau ole# keluarga, adaka# pengalaman yang kurang aik yang dipersepsikan keluarga.

II. KONSEP -ASAR 3O2ILISASI A. Pengertian mo ilisasi 3o ilisasi adala# kemampuan seseorang untuk ergerak se"ara e as,

muda#, dan teratur yang ertu1uan untuk memenu#i ke utu#an #idup se#at. Setiap orang utu# untuk ergerak. Ke#ilangan kemampuan untuk ergerak menye a kan ketergantungan dan ini mem uru#kan tindakan kepera/atan. 3o ilisasi diperlikan untuk meningkatkan kemandirian diri, meningkatkan kese#atan, memperlam at proses penyakit$k#ususnya penyakit degenerati!, dan untuk aktualisasi diri %#arga diri dan "itra tu u#). 2. 0aktor yang mempengaru#i mo ilisasi Gaya #idup

3o ilitas seseorang dipengaru#i ole# latar elakang udaya, nilai$nilai yang dianut, serta lingkungan tempat tinggal ia tinggal %masyarakat, "onto# seder#ananya adala# /anita <a/a. -i masyarakat tempat mereka tinggal, /anita <a/a dituntut untuk erpenampilan lema# dan lem ut. Selain itu, ta u agi mereka untuk melakukan akti*itas erat).

Ketidakmampuan

Kelema#an !isik dan mental akan meng#alangi seseorang untuk melakukan akti*itas #idup se#ari$#ari. Se"ara umum, ketidakmampuan ada dua ma"am, yakni ketidakmampuan primer dan sekunder. Ketidakmampuan primer disa kan ole# penyakit atau trauma %misal, paralisis aki at "angguan atau "edera pada medula spinalis).Sedangkan ketidakmampuan sekunder ter1adi aki at dampak dari ketidakmampuan primer %misal, kelema#an otot dan nitra# narung). Penyakit$penyakit tertentu dan kondisi "edera akan erpengaru# ter#adap tingkat mo ilitas. ;ingkat energi

Energi di utu#kan untuk anyak #al, sala# satunya mo ilisasi. -alam #al ini, "adangan energi yang dimiliki masing$masing indi*idu er*ariasi. -i samping itu ada ke"enderungan seseorang untuk meng#indari stresor guna memperta#ankan kese#atan !isik dan pdikologis. Usia Usia erpengaru# ter#adap kemampuan seseorang dalam melakukan

mo ilisasi. Pada indi*idu lansia, kemampuan untuk melakukan akti*itas dan mo ilisasi menurun se1alan dengan penuaan. 4. Konsep Imo ilitas -e!inisi Imo ilitas merupakan suatu kondisi yang relati!, maksudnya, indi*idu tidak sa1a ke#ilangan kemampuan geraknya se"ara total, tetapi 1uga mengalami penurunan akti*itas dari ke iasaan normalnya. Ada e erapa alasa dilakukan imo ilisasi7 Pem atasan gerak yang ditu1ukan untuk pengo atan atau terapi. 3isalnya pada klien yang men1alani pem eda#an atau yang mengalami "edera pada tungkai dan lengan.

Ke#arusan %tidak terelakan) ini iasanya dise a kan ole# ketidakmampuan primer, seperti penderita paralisis.

Pem atasan se"ara otomatis sampai dengan gaya #idup.

-. <enis imo ilitas Se"ara umum ada e erapa ma"am keadaan imo ilitas antara lain7 &. Imo ilitas !isik. Kondisi ketika seseorang mengalami keter atasan !isik yang dise a kan ole# !aktor lingkungan maupun kondisi orang terse ut. ,. Imo ilitas intelektual. Kondisi ini dapat dise a kan ole# kurangnya pengeta#uan untuk dapat pada kasus kerusakan otak 8. Imo ilitas emosional. Kondisi ini isa ter1adi aki at proses pem eda#an atau ke#ilangan seseorang yang di"intai 9. Imo ilitas sosial. Kondisi ini isa menye a kan peru a#an interaksi sosial yang sering ter1adi aki at penyakit. E. -ampak 0isik dan Psikologis Imimo ilitas 3asala# imo ilitas dapat menim ulkan er agai dampak, aik dari segi !isik maupun psikologis. Se"ara psikologis, imo ilitas dapat menya a kan penurunan moti*asi, kemunduran kemampuan dalam meme"a#kan masala#, dan peru a#an konsep diri. Selain itu, kondisi 1uga disertai dengan ketidaksesuaian antara emosi dan situasi, perasaan tidak er#arga dan tidak erdaya, serta kesepian yang diekspresikan dengan perilaku menarik diri, dan apatis. Sedangkan masala# !isik dapat ter1adi adala# se agai erikut7 &. Sistem muskuloskeletal Pada sistem ini, imo ilitas dapat menim ulkan er agai masala#, seperti osteoporosis, aro!i otot, kontraktur, dan kekakuan serta nyeri pada sendi. er!ungsi se agaimana mestinya, misalnya

Osteoporosis. ;anpa adanya akti*itas yang mem eri

e an pada tulang,

tulang akan mengalami demineralisasi %osteoporosis. Proses ini akan menye a kan tulang ke#ilangan kekuatan dan kepadatannya se#ingga tulang men1adi keropos dan muda# pata#. Atrofi otot. Otot yang tidak dipergunakan dalam /aktu lama akan ke#ilangan se agian esar kekuatan dan !ungsi normalnya. Kontraktur. Pada kondisi imo ilisasi, sera ut otot tidak mampu memendek atau meman1ang. Lama$kelamaan, kondisi ini akan menye a kan kontraktur %pemendekan otot permanen). Proses ini sering mengenai sendi, tendon, dan ligamen. Kekakuan dan nyeri sendi. Pada kondisi imo ilisasi, 1aringan kolagen pada sendi dapat mengalami ankilosa. Selain itu, tulang 1uga akan mengalami demineralisasi yang akan menye a kan akumulasi kalsium pada sendi yang dapat mengaki atkan kekakuan dan nyeri pada sendi. ,. Eliminasi urine 3asala# yang umum ditemui pada sistem perkemi#an aki at imo ilisasi antara lain7 Statis urine. Pada indi*idu yang mo il, gra*itasi memainkan peran yang penting dalam proses pengosongan gin1al dan kandung kemi#. Se aliknya, saat indi*idu erada dalam posisi er aring untuk /aktu lama, gra*itasi 1ustru akan meng#am at proses terse ut. Aki atnya, pengosongan urine men1adi ter#am at, dan ter1adila# statis urine %ter#entinya atau ter#am atnya aliran urine). Batu gin al. Pada kondisi imo ilisasi, ter1adi ketidakseim angan antara kalsium dan asam sitrat yang menye a kan kele i#an kalsium. Aki atnya, urine men1adi le i# asa dan garam kalsium mempresentasi ter entuknya

atu gin1al. Pada posisi #orisontal aki at imo ilisasi, gin1al yang terisi urine asa men1adi tempat yang ideal untuk pem entukan atu gin1al. !etensi urine. Kondisi imo ilisasi menyulitkan upaya seseorang untuk melemaskan otot perineum pada saat erkemi#. Selain itu penurunan tonus otot kandung kemi# 1uga meng#am at kemampuan untuk mengosongkan kandung kemi# se"ara tuntas. "nfeksi perkemihan. Urine yang statis merupakan media yang aik untuk pertum u#an akteri. Selain itu, si!at urine yang asa aki at #iperkalsiuria 1uga mendukung proses terse ut. Organisme yang umumnya menye a kan in!eksi saluran kemi# adala# Es"#eri"#ia "oli.

8. Gastrointestinal Kondisi imo ilisasi mempengaru#i tiga !ungsi sistem pen"ernaan, yaitu !ungsi ingesti, digesti, eleminasi. -alam #al ini, masala# yang umum ditemui sala# satunya adala# konstipasi. Konstipasi ter1adi aki at penurunan peristalsis dan motilitas usus. <ika konstipasi terus erlan1ut, !eses akan men1adi sangat keras dan diperlukan upaya yang kuat untuk mengeluarkan. Respirasi #enurunan gerak pernafasan. Kondisi ini dapat dise a kan ole# pem atasan gerak, #ilangnya koordinasi otot, atau karena 1arangnya otot$otot terse ut digunakan= o at$o at tertentu %misal., sedati! dan analgesik) dapat pula menye a kan kondisi ini. #enumpukan sekret. Normalnya sekret pada saluran perna!asan dikeluarkan dengan peru a#an posisi atau postur tu u#, srta dengan atuk. Pada kondisi

imo olisasi, sekret terkumpul pada 1alan napas aki at gra*itasi se#ingga mengganggu proses di!usi oksigen dan kar on dioksida di al*eoli. Selain itu, upaya atuk untuk mengeluarkan sekret 1uga ter#am at karena melema#nya tonus otot$otot pernapasan. $telektasis. Pada kondisi tir# aring %imo ilisasi), peru a#an aliran dara# regional dapat menurunkan produksi sur!aktan. Kondisi ini, ditam a# dengan sum atan sekret pada 1alan napas, dapat mengaki atkan atelektasis. Sistem kardio*askular %ipotensi ortostatik. 6ipotensi ortostatik ter1adi karena sistem sara! otonom tidak dapat men1aga keseim angan suplai dara# ke tu u# se/aktu indi*idu angun dari posisi er aring dalam /aktu yang lama. #embentukan trobus. ;rom us atau massa padat dara# yang ter entuk di 1antung atau pem ulu# dara# iasanya dise a kan ole# tiga !aktor, yakni gangguan aliran alik *ena menu1u kantung, #iperkoagula ilitas dara#. <ika trom us lepas dari dinding pem ulu# dara# dan masuk ke sirkulasi dise ut se agai em olus. &dema dependen. Edema dependen iasa ter1adi di area$area yang

menggantung seperti kaki dan tungkai a/a# pada indi*idu yang sering duduk er1untai di kursi. 3eta olisme dan nutrisi #enurunan la u metabolisme. Pada kondisi imo ilisasi, la1u meta olisme asal, motilitas usus, serta sekresi kelen1ar digesti! menurun seiring dengan penurunan ke utu#an energi tu u#. Balans nitrogen negatif. Pada kondisi imo ilisasi, terdapat

ketidakseim angan antara proses ana olisme dan kata olisme protein. -alam #al ini, proses kata olisme meli i#i ana olisme.

Anoreksia. Penurunan na!su makan %anoreksia) menyertai kondisi imo ilisasi. 9. Sistem integumen

iasanya ter1adi aki at

penurunan la1u meta olisme dan peningkatan kata olisme yang kerap

'urgor kulit menurun. Kulit dapat mengalami atropi aki at imo ilitas yang lama. Pada ak#irnya kondisi ini akan menye a kan penurunan elastisitas kulit.

Kerusakan kulit. Kondisi imo ilitas mengganggu sirkulasi dan suplai nutrien menu1u area tertentu. Ini mengaki atkan iskemia dan nekrotis 1aringan super!isial yang dapat menim ulkan ulkus deku itus. Sistem neurosensorik Ketidakmampuan mengu a# posisi menye a kan ter#am atnya input sensorik, menim ulkan perasaan lela#, trita el, persepsi tidak realistis, dan muda# ingung.

0.

;ingkat imo ilitas ;ingkatan imo ilitas er*ariasi, diantaranya adala#7 1. Imo ilitas komplet. Imo ilitas ini dilakukan pada indi*idu yang mengalami gangguan tindakan kesadaraan 2. Imo ilitas parsial. Imo ilitas ini dilakukan pada klien yang mengalami !raktur, misalnya !raktur ekstremitas a/a# %kaki)

Gam ar &+.&. Proses ter1adinya ulkus deku itus 3. Imo ilitas karena alasan pengo atan. Imo ilitas ini dilakukan pada indi*idu yang menderita gangguan pernapasan dan 1antung. Pada kondisi tira# aring % edrest) urat, klien tidak ole# ergerak dari tempat tidur dan tidak ole# er1alan ke kamar mandi atau duduk di kursi. Akan tetapi, pada tira# aring ukan total, klien masi# diper ole#kan untuk turun dari tempat tidur dan er1alan ke kamar mandi atau duduk di kursi. Keuntungan dari tira# aring antara lain mengurangi ke utu#an oksigen sel$sel tu u#, menyalurkan sum er energi untuk proses penyem u#an dan dapat mengurangi respons nyeri.

III. KONSEP -ASAR S;ROKE A. Pengertian Stroke Stroke adala# kerusakan 1aringan otak yang dise a kan karena erkurangnya atau ter#entinya suplai dara# se"ara ti a$ti a. <aringan otak yang mengalami #al ini akan mati dan tidak dapat er!ungsi lagi. Kadang pula stroke dise ut dengan 4BA %"ere ro*as"ular a""ident). Stroke adala# se agai ge1ala klinis yang mun"ul aki at pem ulu# dara# 1antung %kardio*askular) yang ersamaan. Stroke merupakan meni!estasi gangguan sara! umum, yang tim ul se"ara mendadak dalam /aktu yang singkat, yang diaki atkan gangguan aliran dara# ke otak aki at penyum atan %s"#emi" stoke) atau perdara#an %nemoragi" stroke). 2ila #al ini ter1adi, maka !ungsi kontrol ke agian tu u# tertentu akan terganggu atau rusak, maka kelumpu#an pada agian tu u# tertentu akan tim ul. ;ingkat kepara#an serangan stroke untuk setiap indi*idu tidakla# sama, tergantung pada agian otak yang rusak. Apa ila gangguan aliran dara# ke otak ter1adi pada luasan yang ke"il, maka dampak stroke yang ter1adi ringan dan kemungkinan !ungsi "ontrol otak dapat segera puli#. Namun apa ila gangguan aliran dara# ke otak meliputi daera# yang luas, maka dampak stroke isa eraki at !atal, "a"at menetap dan sulit untuk puli# kem ali, a#kan tidak tertutup kemungkinan dapat menye a kan kematian.;er1adinya serangan stroke se"ara garis esar stroke akan di a#as men1adi , su yang terdiri atas 7 &. Stroke iskemik Stroke Iskemik Serangan stroke iskemik ter1adi pada otak yang mengalami gangguan pasokan dara# yang dise a kan karena penyum atan pada pem ulu# dara# otak. Penyum atnya adala# CplakC atau tim unan lemak yang mengandung kolesterol yang ada dalam dara#. Penyum atan isa ter1adi pada pem ulu# dara# esar (arteri karotis), pada pem ulu# dara# sedang (arteri serebri) atau pem ulu# dara# ke"il. Kalau penyum atan ter1adi pada pem ulu# dara# ke"il, dampak stroke yang ermasala#, penyakit 1antung, atau keduanya, se"ara

ditum ulkan tidakla# para#. Sedangkan penyum atan yang ter1adi pada pem ulu# dara# esar dan pem ulu# dara# sedang, dampak stroke isa !atal tergantung pada agian otak yang rusak. Penyum atan pem ulu# dara# isa ter1adi karena dinding agian dalam pem ulu# dara# %arteri) mene al dan kasar, se#ingga aliran dara# tidak lan"ar dan terta#an. Ole# karena dara# erupa "airan kental, maka ada kemungkinan akan ter1adi gumpalan dara# (trombosis), se#ingga aliran dara# 1adi makin lam at dan lama$lama men1adi sum atan pem ulu# dara#, Aki atnya, otak mengalami kekurangan pasokan dara# yang mem a/a nutrisi dan oksigen yang diperlukan ole# dara#, dan ini erarti serangan stroke. Apa ila kekurangan pasokan dara# erlangsung lama, otak tidak mendapatkan nutrisi dan oksigen, maka sel$sel 1aringan otak akan rusak dan mati. Sel$sel 1aringan otak yang rusak dan mati tidak dapat dipuli#kan kern ali, tidak isa melaku$kan regenerasi seperti #alnya sel$sel 1aringan tu u# lainnya, Ole# karena sel$sel 1aringan otak tidak dapat eregenerasi, maka kese#atan sel$sel 1aringan otak perlu di1aga dengan aik, kese#atan tu u# perlu di1aga 1angan sampai terkena serangan stroke. Sum atan pem ulu# dara# isa ter1adi pada pem ulu# dara# (arteri) di luar otak dan isa 1uga ter1adi penyum atan pem ulu# dara# (arteri) di dalam otak. Atas dasar ini, maka stroke iskemik isa di agi lagi men1adi , ma"am, yaitu 7 a. Stroke Em olik, yaitu stroke iskemik yang ter1adi pada pem ulu# dara# (arteri) di luar otak. . Stroke ;rom otik, yaitu stroke iskemik yang ter1adi pada pem ulu# dara# (arteri) di dalam otak. Stroke 6emoragik Serangan stroke #emoragik ter1adi pada otak yang mengalami ke o"oran atau pe"a#nya pem ulu# dara# di dalam otak, se#ingga dara# menggenangi atau menutupi ruang$ruang 1aringan sel otak. Adanya dara# yang menggenangi dan menutupi 1aringan sel otak, akan menye a kan kerusakan 1aringan sel otak dan ini menye a kan kerusakan !ungsi kontrol otak. Genangan dara# isa ter1adi pada otak sekitar pem ulu# dara# yang pe"a# (intracerebral hemorage) atau dapat 1uga

genangan dara# masuk ke dalam ruang sekitar otak (subarachnoid hemorage). Apa ila ter1adi genangan dara# se"ara subarachnoid hemorage, dampak stroke sangat luas dan !atal a#kan sampai kepada kematian. Stroke #emoragik pada umumnya ter1adi pada orang lan1ut usia, karena penyum atan ter1adi pada dinding pem ulu# dara# yang suda# rapu# (aneurisme). Pem ulu# dara# yang suda# rapu# ini, akan muda# menggelem ung dan pe"a# atau o"or. Kerapu#an pem ulu# dara# ini dise a kan karena !aktor usia (degeneratif), akan tetapi isa 1uga dise a kan karena !aktor keturunan (genetik). Dalaupun demikian, keadaan yang sering ter1adi adala# kerapu#an karena mengerasnya dinding pem ulu# dara# aki at tertim$ un plak atau arteriosklerosis. Arteriosklerosis akan le i# para# liigi apa ila disertai dengan ge1ala tekanan dara# tinggi dan #iktor$!aktor penye a #ipertensi, Arteriosklerosis dapat 1uga ter1adi pada usia muda, karena !aktor pen"etus atau penye a yang erasal dari pola makan dan pola #idup yang tidak aik. Pem ulu# dara# yang suda# rapu# pada usia muda dengan sendirinya 1uga muda# pe"a# dan #o"or, seperti #alnya yang ter1adi pada lan1ut usia. Peru a#an tekanan dara# yang naik se"ara ti a$ti a, misalnya ter1adi pada seorang ola#raga/an %usia muda) yang ertanding disertai dengan emosi yang tinggi, dapat memi"u pe"a#nya pem ulu# dara# otak. Aki atnya ter1adi stroke #emoragik, se#ingga kasus ini sering 1uga pada usia muda. Stroke iskemik dan stroke #emoragik aki at yang ditim ulkan sama, yaitu #ilangnya !ungsi kontrol otak yang eraki at pada kelumpu#an agian tu u# tertentu. Kalau ter1adinya serangan stroke isa segera diketa#ui dan pertolongan pertama pada stroke 1uga isa segera di erikan, maka kemungkinan ter1adinya kelumpu#an isa dikurangi dan a#kan isa disem u#kan. Pertolongan pertama pada stroke tidak ole# mele/ati C/aktu emasC atau (golden time( yaitu sekitar (+ menit setela# serangan stroke ter1adi. 2ila /aktu emas terle/ati, kerusakan otak akan semakin para# dan penyem u#an dampak stroke men1adi semakin sulit, kelumpu#an menetap agian tu u# tertentu akan ter1adi. Ke1adian inila# yang sering menye a kan serangan stroke men1adi le i# para# 2. Penye a Stroke

Serangan stroke yang datangnya se"ara ti a$ti a dan dapat menyerang siapa sa1a, dimana sa1a dan kapan sa1a, tentu ada penye a nya. -engan mengeta#ui penye a serangan stroke, maka usa#a untuk meng#indari penye a serangan stroke isa dilakukan le i# dini. Penye a serangan stroke se"ara umum dapat di agi men1adi , agian, yaitu 7 &. Penye a internal yang irre*ersi le atau !a"tor tak terkendali 0a"tor risiko yang tidak isa di#indari atau !a"tor tak terkendali, adala# 7 a. 0aktor 1enis kelamin 3enurut data statisti" yang diperole# dari #asil Riset Kese#atan Indonesia, kaum pria erisiko terkena stroke kurang le i# &,+: kali le i# anyak dari pada kaum /anita. 6al ini dapat dili#at pada ;a el & di a/a# ini. ;a le ,7 6u ungan Stroke dan <enis Kelamin NO <ENIS KELA3IN ;ERKENA S;ROKE A & Pria (,&+ , Danita :,.+ Sum er 7 )ata !iset Kesehatan "ndonesia th. *++, - "da . 0aktor Usia 2erdasarkan #asil -ata 6asil Kese#atan Indonesia, diperole# data kaitan antara serangan stroke dan usia, seperti yang ditampilkan pada ;a el , di a/a# ini. ;a el 8 7 6u ungan Kasus Stroke dan Usia No & , 8 9 : ( Usia % ;a#un ) &.$,9 ,:$89 8:$99 9:$:9 ::$(9 (:$?9 ;erkena Stroke %A) &,&+ &,(+ ,,'+ .,&+ &:,:+ ,:,++

E?:

,',?+

Sum er 7 )ata !iset Kesehatan "ndonesia th. *++, - "da ". 0aktor Keturunan Ri/ayat Stroke 0aktor keturunan yang dimaksudkan di sini ukannya !a"tor terkena serangan strok se agai !a"tor genetika, akan tetapi !a"tor pen"etus atau !a"tor risiko terkena serangan stroke yang dapat menurun, misalnya !a"tor yang erupa penyakit atau "a"at 7 &. Sakit 1antung ,. Sakit gula atau dia etes 8. Sakit tekanan dara# tinggi 9. 4a"at a/aan pem ulu# dara# -isamping #al terse ut di atas, pola #idup atau gaya #idup dan pola makan seringkali 1uga erpengaru# pada !a"tor keturunan yang dapat menim ulkan serangan stroke. d. keturunan Ras@Etnik ,. 0aktor Eksternal yang Re*ersi le atau !a"tor terkendali -ikatakan isa dikendalikan atau di#indari, karena !a"tor pen"etusnya dari luar %eksternal) yang isa dikendalikan atau di#indari dengan memakai o at tertentu di antu pola #idup dan pola makan yang aik. a. Kadar kolesterol dara# Pene alan dinding dalam pem ulu# dara# dapat menye a kan ter1adinya sum atan aliran dara# ke otak akan ter1adi serangan stroke. ;a el 9 7 <enis kolesterol dankadar dalam dara# yang aman . Kadar gula dara# Penderita dia etes mellitus yang disingkat 7 F-3G kemungkinan akan mendapat serangan stroke &,: 5 8 kali di andingkan dengna orang yang tidak kena -3. Seorang penderita dia etes pada usia :+ 5 (+ ta#un, kemungkinan akan mendapat serangan stroke 8 kali lipat dari iasanya.

". Ke iasaan merokok Rokok dapat memi"u peningkatan produksi fibrinogen, yaitu !a"tor penggumpalan dara# yang merangsang stroke karena merokok. d. Ke iasaan minum al"o#ol e. Ke iasaan memakai o at$o atan terlarang !. Penyakit tekanan dara# tinggi %#ipertensi) g. Penyakit 1antung #. In!eksi i. 4idera kepala dan le#er 4. ;anda$tanda Serangan Stroke 2erikut ini tanda$tanda serangan stroke a/al yang perlu diketa#ui se agai erikut &. Sering merasa kesemutan, atau geringgingan % a#asa 1a/a) ,. 3erasa sulit er i"ara, karena lida# terasa kaku, 8. Pengli#atan ti a$ti a 1adi ka ur, atau isa 1uga uta sesaat. 9. 2ila menulis, tulisan tidak teratur rapi %tidak karuan), tandatangan, entuk tandatangannya eru a#$u a#. :. Kalau memegang enda, enda yang dipegang terlepas tanpa disadari. (. Sulit memasukkan enang ke lo ang 1arum, dan 1uga kadang$kadang sulit memasukkan kan"ing a1u ke lu angnya. ?. Kalau memakai sandal, seringkali sandal terlepas tanpa disadari. .. Sulit melepaskan sandal dengan mengi askannya, tapi #arus dilepas dengan antuan tangan. '. ;i a$ti a lupa sesaat, misalnya lupa nama isteri@suami, atau lupa nama anak, atau iupa nama teman. &+. Kadang$kadang tekanan dara# 1adi tinggi. &&. Rasa nyeri di etis pada /aktu er1alan. &,. Rasa pusing di kepala sesaat kemudian #ilang dengan sendirinya. &8. Sakit kepala pada /aktu dini #ari pada saat ter angun. ila melakukan

&9. Sakit kepala erat yang #ilang ila dio ati. &:. Gangguan pengli#atan pada saat merrmtar le#er. &(. Rasa mual, pusing dan pingsan tanpa se a yang 1elas. &?. 3erasa ingung se1enak, kemudian #ilang dengan "epat. &.. ;erasa ada suara mendengung atau mendesing di dalam telinga. ;anda$tanda serangan stroke susulan terse ut dapat ersi!at7 &. Sesaat, artinya tanda$tanda serangan stroke susulan #anya erlangsung se entar, #anya e erapa menit sampai dengan e erapa 1am sa1a setela# itu tanda$tanda serangan stroke meng#ilang tanpa #arus dio ati. 2ila #al ini ter!adi, maka serangan stroke terse ut dinamakan serangan otak selintas atau ('ransient "schemic Attact( %;IA) dan peristi/a ini #arus di/aspadai, karena serangan stroke yang sama akan ter1adi lagi dalam /aktu tidak terlalu lama, isa ter1adi dalam #itungan 1am, #ari, minggu atau e erapa ulan kemudian dan dampaknya akan le i# erat. 2er#ati$ #atila# ila ada tanda$tanda terserang ;IA. ,. Sementara, artinya tanda$tanda serangan stroke susulan erlangsung agak lama isa le i# dari ,9 1am. ;anda$tandanya suda# tampak 1elas, se#ingga dokter dengan muda# mengatakan Canda terkena strokeC dan segera di a/a ke ruma# sakit untuk mendapatkan pera/atan le i# lan1ut 8. Serius, artinya tanda$tanda serangan stroke makin lama makin erat dan ini dise a kan karena adanya penyum$ atan pada pem ulu# dara# yang menu1u ke otak. -ampak yang ditim ulkan kerap kali suda# menetap atau menim ulkan "a"at permanen. Seperti suda# di1elaskan di muka, tanda$ tanda serangan stroke tidak #arus ter1adi semua se"ara ersamaan, isa #anya mun"ul sala# satu tanda, dapat 1uga tim ul dua atau le i# tanda$ tanda serangan stroke.

;anda Pasti Serangan Stroke

-an sekian anyak tanda$tanda serangan stroke aik serangan stroke a/al maupun serangan stroke lan1utan, ada tanda pasti serangan stroke yang perlu diingat yaitu7 ;S2. Apa itu ;S2H ;S2 adala# singkatan dari tanda$tanda pasti a#/a tela# ter1adi serangan stroke, yaitu 7 ; I tangan, apa ila kedua lengan tangan tidak isa diangkat se1a1ar dengan a#u $ tanda pasti terkena serangan strokeJ S I senyum, apa ila diminta tersenyum, senyum nampak miring atau muka tampak perot atau mencong . tanda pasti terkena serangan strokeJ 2 I i"ara, apa ila diminta mengu"apkan kalimat atau kata$kata erikut7 Ckering$kerontang, kurus$kering, kerupuk$keripik, kira$kira, kerut$kerut....,.C tidak isa diu"apkan sempurna, lida# 1adi "edal atau pelo $ tanda pasti terkena serangan stroke.

-A0;AR PUS;AKA Arya , Disnu . ,+&& .Strategi 3engatasi dan 2angkit dari Stroke . <akarta . Pustaka Pela1ar Auryn , B . ,++? . 3engenal dan 3ema#ami Stroke .<akarta . Kata 6ati Ayu ,Komang . ,+&, . Aplikasi Praktis Asu#an Kepera/atn Keluarga . <akarta . Sagung Seto 3u arok . Nurul . ,++? . 2uku A1ar Ke utu#an -asar 3anusia . <akarta . 2uku Kedokteran Padila . ,+&, . 2uku A1ar Kepera/atan Keluarga .yogyakarta . Nu#a 3edika