You are on page 1of 19

PEMANFAATAN TEMPURUNG KEMIRI MENJADI BRIKET

KARYA TULIS ILMIAH


(KIR)
Pemanfaatan Tempurung Kemiri Menjadi Briket
DISUSUSN OLEH:
JUWINDA SANDODO(023)
MELISA(025)
SY.FAKHRIAH FILDZAH(036)
SMA NEGERI 12 MAKASSAR
TAHUN AJARAN 2010/2011

DAFTAR ISI
Lembar pengesahan i
Kata pengantar ii
Daftar isi iii
BAB I (pendahuluan)
a)Latar belakang 1
b)Rumusan masalah 2
c)Tujuan penelitian 2
d)Manfaat penelitian 2
BAB II (kajian pustaka dan kerangka pikir)
a)Kajian pustaka 4
b)Kerangkah piker 15
BAB III (metode penelitian)
a)Materi penelitian 16
b)Metode penelitian 17
c)Metode pengambilan sampel 17
d)Teknik pengumpulan data 20
e)Populasi dan sampel 20
f)Waktu dan lokasi penelitian 21
BAB IV (hasil dan pembahasan)
a)Hasil dan pembahasan 22
BAB V (penutup)
a)Kesimpulan 29
b)Saran 30
daftar pustaka iv
Lampiran

LEMBAR PENGESAHAN
Judul : Pemanfaatan Tempurung Kemiri Menjadi Briket
Nama : Juwinda Sandodo
Melisa
Sy.fakriah fildzah
DISETUJUI
GURU PEMBIMBING
Dra.Herlina Sulaiman
NIP.19621018 198603 2 012
MENGETAHUI
Kepala SMA Negeri 12 Makassar
Drs.Abbas Pandi.M.A
NIP.19641231 198303 1 231
Tanggal pengumpulan
24 November 2010
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,atas berkat dan rahmat-Nyalah
penulis dapat menyelesaikan karya tulis ilmiahPEMANFAATAN TEMPURUNG KEMIRI
MENJADI BRIKET
Karya tulis ini adalah salah satu syarat untuk mencapai kompetensi dasar dalam bidang studi Muatan
Lokal(Mulok). Dalam menyelesaikan karya tulis ini, penulis banyak menemukan kendala-kendala.
Tentunya, karya tulis ini tidak dapat terselesaikan dengan baik tanpa bantuan dari pihak-pihak yang
ikut membantu. Dalam hal ini penulis berterima kasih kepada:
1.Guru bidang studi Muatan Lokal ( Dra. Herlina Sulaiman)
2.Orangtua yang turut serta membantu baik dari segi materi maupun moril
3.Rekan-rekan kelas XII IPA 1
Kami menyadari bahwa karya tulis ini tidak luput dari kesalahan-kesalahan yang tidak disengaja oleh
penulis. Maka dari itu, penulis memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada pembaca.
Atas perhatiannya, penulis mengucapkan banyak terima kasih.
Makassar, 07 November 2010
Penulis

BAB I

PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Dewasa ini kita telah mengetahui bahwa negara berkembang khususnya Indonesia memiliki angka
kehidupan yang cukup tinggi,dan juga memiliki angka kebutuhan yang cukup besar pula. Sehingga
sehingga memungkinkan sumber daya alam menipis. Untuk menanggulangi hal tersebut,maka di
butuhkan suatu cara untuk dapat menanggulangi masalah tersebut. Pemerintah telah menyediakan
BBM,salah satunya minyak tanah sebagai bahan bakar untuk menganti bahan bakar dari kayu yang
lebih efisiensi. Akan tetapi bahan bakar seperti minyak tanah merupakan bahan bakar yang sulit untuk
diperbaharui.karena bahan bakar ini berasal dari fosil fosil yang telah mati dan membutuhkan waktu
yang cukup lama bahkan hingga beratus-ratus tahun untuk dapat terurai. Melihat hal ini,pemerintah
telah berusaha mengeluarkan bahn bakar lain yaitu gas elpigi. Walaupun pemerintah telah
mengeluarkan gas elpigi untuk mensejaterakan rakyat,namun gas elpigi juga ternyata memiliki
kekurangan yang dapat menimbulkan keresahan didalam masyarakat.
Melihat hal ini,kami berusaha untuk mencari jalan keluar dari masalah tersebut.salah satunya dengan
memanfaatkan tempurung kemiri. Karena kita sendiri mengetahui bahwa tempurung kemiri di
masyarakt telah menjadi sampah dan sebagian masyarakat tidak tahu mengetahui cara mengelolah
tempurung kemiri menjadi suatu barang yang beguna. Sehingga masyarakat hanya membuangnya
begitu saja.
Inisiatif ini kami ambil sebagi bahan karya ilmiah remaja (KIR) karena ternyata tempurung kemiri
mudah didapatkan dan juga dapat dimanfaatkan. Pembutan briket telah banyak dilakukan oleh
masyarakat, namun kami mencoba untuk membuat briket dari bahan yang berbeda yaitu tempurung
kemiri.
RUMUSAN MASALAH
Rumusan Masalah :
Pembuatan briket tempurung kemiri ini dapat dirumuskan beberapa masalah:
Apakah tempurung kemiri dapat dimanfaatkan sebagai briket?
Bagaimana cara pembuatan briket dari tempurung kemiri?
Apakah briket tempurung kemiri dapat barmanfaat?
TUJUAN PENELITIAN
Tujuan penelitian:
Untuk mengetahui pemanfaatan tempurung kemiri menjadi bahan bakar.
untuk mengetahui cara pembutan briket bahan bakar dari tempurung kemiri.
Untuk mengetahui manfaat dari briket tempurung kemiri.

MANFAAT PENELITIAN
Bagi siswa:
Dapat mengembangkan kreativitas siswadalam pembuatan karya ilmiah
Meningkatkan kepedulian terhadap lingkukngan sekitar
Bagi lingkungan:
Mengurangi volume sampah masyarakat disekitar
Membantu menjaga kelestarian lingkungan
Dapat meringankan beban ekonomibagi masyarakat dalam konsumsi energy.
Bagi masyarakat:
Memberikan alternatif sebagai penganti bahan bakar
Memajukan teknologi tepat guna didalam masyarakat
BAB II
KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR
Kajian pustaka
Pengertian Sampah
Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah
merupakan konsep buatan manusia, dalam proses-proses alam tidak ada sampah, yang ada hanya
produk-produk yang tak bergerak.
Sampah dapat berada pada setiap fase materi: padat, cair, atau gas. Ketika dilepaskan dalam dua fase
yang disebutkan terakhir, terutama gas, sampah dapat dikatakan sebagai emisi. Emisi biasa dikaitkan
dengan polusi.
Dalam kehidupan manusia, sampah dalam jumlah besar datang dari aktivitas industri (dikenal juga
dengan sebutan limbah), misalnya pertambangan, manufaktur, dan konsumsi. Hampir semua produk
industri akan menjadi sampah pada suatu waktu, dengan jumlah sampah yang kira-kira mirip dengan
jumlah konsumsi.
Jenis-jenis sampah berdasarkan sumbernya
ampah alam

Sampah yang diproduksi di kehidupan liar diintegrasikan melalui proses daur ulang alami, seperti
halnya daun-daun kering di hutan yang terurai menjadi tanah. Di luar kehidupan liar, sampah-sampah
ini dapat menjadi masalah, misalnya daun-daun kering di lingkungan pemukiman.
Sampah manusia
Sampah manusia (Inggris: human waste) adalah istilah yang biasa digunakan terhadap hasil-hasil
pencernaan manusia, seperti feses dan urin. Sampah manusia dapat menjadi bahaya serius bagi
kesehatan karena dapat digunakan sebagai vektor (sarana perkembangan) penyakit yang disebabkan
virus dan bakteri. Salah satu perkembangan utama pada dialektika manusia adalah pengurangan
penularan penyakit melalui sampah manusia dengan cara hidup yang higienis dan sanitasi. Termasuk
didalamnya adalah perkembangan teori penyaluran pipa (plumbing). Sampah manusia dapat dikurangi
dan dipakai ulang misalnya melalui sistem urinoir tanpa air.
Sampah konsumsi
Sampah konsumsi merupakan sampah yang dihasilkan oleh (manusia) pengguna barang, dengan kata
lain adalah sampah-sampah yang dibuang ke tempat sampah. Ini adalah sampah yang umum dipikirkan
manusia. Meskipun demikian, jumlah sampah kategori ini pun masih jauh lebih kecil dibandingkan
sampah-sampah yang dihasilkan dari proses pertambangan dan industri.
Sampah nuklir
Sampah nuklir merupakan hasil dari fusi nuklir dan fisi nuklir yang menghasilkan uranium dan thorium
yang sangat berbahaya bagi lingkungan hidupdan juga manusia. Oleh karena itu sampah nuklir
disimpan ditempat- tempat yang tidak berpotensi tinggi untuk melakukan aktifitas tempat-tempat yang
dituju biasanya bekas tambang garam atau dasar laut (walau jarang namun kadang masih dilakukan).
Sampah industri.
Sampah pertambangan
Berdasarkan sifatnya
Sampah organik - dapat diurai (degradable)
Sampah Organik terdiri dari bahan-bahan penyusun tumbuhan dan hewan yang diambil dari alam atau
dihasilkan dari kegiatan pertanian, perikanan atau yang lain. Sampah ini dengan mudah diuraikan
dalam proses alami. Sampah rumah tangga sebagian besar merupakan bahan organik. Termasuk
sampah organik, misalnya sampah dari dapur, sisa tepung, sayuran, kulit buah, dan daun,dan tempurunf
kemiri.
Sampah anorganik - tidak terurai (undegradable)
Sampah Anorganik berasal dari sumber daya alam tak terbarui seperti mineral dan minyak bumi, atau
dari proses industri. Beberapa dari bahan ini tidak terdapat di alam seperti plastik dan aluminium.
Sebagian zat anorganik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan. Ada banyak sekali sampah plastik
yang kita jumpai disekeliling kita saat ini. Sampah plastik telah menjadi salah satu ancaman global
diseluruh dunia dengan sulitnya proses penguraian sampah plastik dan jumlahnya yang semakin lama

semakin meningkat. Ternyata dari semua sampah plastik tersebut terdapat jenis dan kandungan yang
berbeda-beda tergantung dari bahan. Dari yang memiliki kandungan kimia ringan hingga yang sangat
berbahaya bagi kesehatan. Jadi ada baiknya kita tahu jenis-jenis plastik yang sering kita gunakan
sebagai kemasan makanan, bahan mainan atau peralatan lainnya dan tahu kandungan yang terdapat
didalamnya.
Kode 1 bertuliskan PET atau PETE
PET atau PETE (Polyethylene Terephthalate) sering digunakan sebagai botol minuman, minyak
goreng, kecap, sambal, obat, maupun kosmetik. Plastik jenis ini tidak boleh digunakan berulang-ulang
atau hanya sekali pakai. Jadi ada baiknya jika kalian segera menghabiskan isinya jika tutup wadah
telah dibuka. Semakin lama wadah terbuka, maka kandungan kimia yang terlarut semakin banyak.
Kode 2 Bertuliskan HDPE
HDPE atau High Density Polyethylene banyak ditemukan sebagai kemasan makanan dan obat yang
tidak tembus pandang. Plastik jenis ini digunakan untuk botol kosmetik, obat, minuman, tutup plastik,
jeriken pelumas, dan cairan kimia.
Kode 3 Bertuliskan PVC
PVC atau Polyvinyl Chloride (PVC) sering digunakan pada mainan anak, bahan bangunan, dan
kemasan untuk produk bukan makanan. PVC dianggap sebagai jenis plastik yang paling berbahaya.
Beberapa negara Eropa bahkan sudah melarang penggunaan PVC untuk bahan mainan anak di bawah
tiga tahun.
Kode 4 Bertuliskan LDPE
LDPE atau Low Density Polyethylene (LDPE) sering digunakan untuk membungkus, misalnya
sayuran, daging beku, kantong/tas kresek.
Kode 5 Bertuliskan PP
Polypropylene (PP) PP memiliki daya tahan yang baik terhadap bahan kimia, kuat, dan memiliki titik
leleh yang tinggi sehingga cocok untuk produk yang berhubungan dengan makanan dan minuman
seperti tempat menyimpan makanan, botol minum, tempat obat dan botol minum untuk bayi. Biasanya
didaur ulang menjadi casing baterai, sapu, sikat dan masih banyak lagi yang lainnya.
Kode 6 Bertuliskan PS
Polystyrene (PS) PS biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai,
tempat CD, karton tempat telur, dll. Pemakaian bahan ini sangat dihindari untuk mengemas makanan
karena bahan styrine dapat masuk ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Bahan
Styrine berbahaya untuk otak dan sistem syaraf manusia. Bahan ini sudah mulai dilarang
penggunaannya di beberapa negara bagian Amerika untuk pemakaian tempat makanan berbahan
styrofoam termasuk di Cina.
Kode 7 Bertuliskan PC

Plastik yang menggunakan kode ini terbuat dari resin yang tidak termasuk enam golongan yang lainnya
atau terbuat dari lebih dari satu jenis resin dan biasanya digunakan dalam kombinasi multi-layer.
Kita tahu kandungan kimia yang terdapat di semua plastik sekitar kita. Jadi kita harus cerdas dalam
memilih penggunaannya terutama yang berkaitan dengan makanan yang kita konsumsi dan tentunya
berusaha untuk mengurangi sekecil penggunaan plastik untuk mengurangi menumpuknya timbunan
sampah plastik yang akan menimbulkan masalah besar nantinya. Rajin daur ulang dan gunakan
kantong plastik kita berulang-ulang.
Dampak Negatif Dari Sampah Bagi Masyarakat
Dampak negatif dari sampah sangatlah besar dan menrugikan banyak masyarakat, apabila masyarakat
membuang sampah sembarangan seperti di sungai, dapat mengakibatkan banjir dan apabila masyarakat
membuang sampah sembarang di sekitar lingkunganny dapat mengakibatkan sumber penyakit bagi
luas.

Pengertian kemiri
Kemiri merupakan hasil hutan kayu (HHBK) potensial dengan beragam kegunaan, diantaranya yang
belum banyak disentuh adalah pemanfaatan tempurung kemiri. Pada umumnya masyarakat menjadikan
tempurung kemiri sebagai limbah dan hanya sebagian kecil saja yang memanfaatkannya sebagai
pengeras jalan dan lantai rumah. Tempurung kemiri sebenarnya mempunyai prospek sebagai bahan
baku pada pembuatan arang aktif. Tujuan penelitian ini adalah `untuk mengetahui sifat dan kualitas
arang aktif dari tempurung kemiri. Tempurung kemiri dibuat arang menggunakan tungku dari drum
bekas pakai kapasitas 200 liter yang dimodifikasi, kemudian arang yang dihasilkan direndam dalam
larutan H3PO4 pada konsentrasi 2,5%, 5,0% dan 7,5% selama 24 jam. Selanjutnya di panaskan dalam
retort pada suhu 750C dan 800C. Apabila suhu telah dicapai maka dialirkan uap air panas selama 60
dan 90 menit pada tekanan 4 bar dengan laju alir 1,5 - 2,5 ml/menit yang sebelumnya melewati ruang
pemanas pada suhu 400C. Arang yang direndam dengan menggunakan larutan H3PO4 2,5%, 5% dan
7,5% pada suhu 750C dan 800C yang dialiri uap air panas selama 90 menit telah menghasilkan daya
serap terhadap yodium di atas 750 mg/g (SNI), kecuali pada suhu 750C yang direndam dalam larutan
H3PO4 7,5%. Kondisi optimum pembuatan arang aktif dihasilkan pada suhu 750C, direndam dalam
larutan H3PO4 2,5% dengan waktu aktivasi selama 90 menit.
Kemiri (Aleurites moluccana Willd) adalah salah satu jenis tanaman yang sejak lama telah ditanam dan
dikembangkan melalui program hutan kemasyarakatan dan hutan rakyat. Di Indonesia tanaman kemiri
tersebar hampir di seluruh Nusantara dengan produksi biji 79.137 ton/tahun. Biji kemiri terdiri dari
karnel (daging biji) dan tempurung (kulit biji). Karnel kemiri memiliki banyak manfaat, antara lain
digunakan sebagai bumbu masak dan bahan baku untuk menghasilkan beberapa produk industri.
Akan tetapi sebaliknya dengan tempurung kemiri yang sampai saat ini hanya sejumlah kecil telah
digunakan secara langsung sebagai bahan bakar atau sebagai bahan baku pembuatan arang. Arang aktif
adalah produk yang bernilai lebih ekonomis dan memiliki lebih banyak kegunaan dibandingkan dengan
arang. Produk ini dapat dibuat dengan cara mengaktivasi arang dengan maksud memperbaiki sifat
penyerapannya terhadap bahan dalam bentuk larutan atau gas. Arang aktif memiliki banyak manfaat

dan telah digunakan dalam industri makanan, minuman, farmasi, bidang pertanian dan kedokteran.
Beberapa bahan yang dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan arang aktif, antara lain batu
bara, kayu dan limbah pertanian seperti tempurung dan kulit biji.
Pengertian Briket
Briket adalah sumber energi alternatif pengganti Minyak Tanah dan Elpiji dari bahan-bahan bekas atau
bahan yang sudah tidak terpakai..
Briket Sebagai Bahan Braket Alami
Pengamatan yang jeli akan lingkungan sekitar dan sedikit kreatif ternyata bisa menjadi mata
pencaharian baru. Setidaknya itu yang dilakukan Kaffi, warga Desa Langkea Raya, Kecamatan Towuti,
Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
"Gara-gara istri di rumah marah-marah melulu ketika BBM menghilang seperti minyak tanah dan
harganya yang naik turun, saya lalu jalan-jalan di lingkungan sekitar sini. Saya perhatikan ada serbuk
gergaji yang menumpuk dan kurang termanfaatkan di kecamatan ini.
Sementara saya pernah menonton di televisi pembuatan briket dari ampas tebu. Maka saya coba-coba
buat secara manual untuk kebutuhan sendiri membuat briket dari serbuk gergaji dan ternyata bisa," ujar
Kaffi, menjelaskan ide awalnya membuat briket dari serbuk gergaji.
Sejak memakai briket serbut gergaji, tambah Kaffi, istri menjadi lebih tenang. "Selain tidak pusing lagi
dengan BBM, juga tidak perlu abu gosok untuk membersihkan peralatan masak. Karena dengan briket
serbuk gergaji, tidak menjadi alat-alat masak menjadi hitam atau terlihat gosong. Selain itu tentu
menghemat belanja bulanan," terang Kaffi. Keberhasilan Kaffi membuat briket serbuk gergaji menarik
tim community development PT Inco.
"Dalam pertemuan dengan Karang Taruna dan tim community development PT Inco, saya sampaikan
tentang briket serbuk gergaji yang saya buat, yang saya konsumsi sendiri. Dari Inco, ternyata diusulkan
supaya tidak hanya dinikmati sendiri, tapi briket ini bisa juga digunakan oleh masyarakat sebagai bahan
bakar alternatif. Untuk itu, Inco bantu peralatan produksi yang saya butuhkan," ungkap Kaffi.
Hasilnya, sementara ini, setiap hari Kaffi bisa memproduksi 100 briket besar dan 50 kg briket kecil.
"Saya menjual untuk satu briket besar seharga Rp.500 rupiah, sedang briket kecil harganya 3 ribu
rupiah perkilogram. satu briket besar bisa tahan untuk memasak kurang lebih selama satu setengah jam.
kalau apinya ingin lebih besar tinggal tambah briket-briket kecil. ini ada kompornya sekalian, harganya
lima puluh ribu rupiah per satuan," ujar kaffi.
Selain dari,percobaan diatas,ada pula upaya pemanfaatan limbah tempurung kemiri, dimana tempurung
kemiri merupakan bahan yang masih mengikat energi, oleh karena itu rantai pelepasan energi dimaksud
diperpanjang dengan cara memanfaatkan tempurung kemiri sebagai bahan pembuatan briket arang.
Eugenius Manukule membuat briket tempurung kemiri dan kompor briket karena begitu banyak limbah
tempurung kemiri di kampungnya di Kelurahan Rana Loba, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai
Timur. Di wilayah ini, kemiri merupakan salah satu komoditas unggulan dan banyak warga setempat
menggantungkan ekonomi dari hasil kemiri.Namun yang menjadi masalah adalah limbah kemiri. Pada
umumnya warga setempat membuang begitu saja kemiri, meski sebagian lagi digunakan untuk bahan

bakar pengasap kemiri agar tetap kering. Di sisi lain, limbah atau tempurung kemiri ini bisa
membahayakan pejalan kaki khususnya mereka yang tidak menggunakan alas kaki karena biasanya
kulit luar kemiri yang sudah pecah keras dan tajam."Biasanya kulit kemiri ini dibuang begitu saja, ada
juga yang dipakai untuk pengasapan kemiri. Padahal kilit ini bisa digunakan untuk bahan bakar," jelas
Eugenius Manukule yang ditemui di Anjungan BPMD-Pameran Pembangunan di Arena Promosi
Fatululi, Jumat (21/8/2008) malam. Dengan penuh semangat, Eugenius Manukule mengatakan kulit
tempurung kemiri yang begitu banyak di kampungnya membuatnya berpikir untuk memanfaatnya
untuk bahan bakar. Dan, ia mencoba dengan membuat arang kemiri. "Tapi saya tidak puas dengan ini
sehingga saya terus melakukan riset. Dan, selama satu tahun melakukan riset, baru saya temukan briket
ini," jelas Manukule.
Melalui inovasi ini, briket bio kemiri ini menjadi salah satu komoditi yang memiliki nilai ekonomis
sebagai bahan bakar altenatif yang murah untuk rumah tanggah dan industri kecil.
Tujuan dari penelitian pembuatan biobriket dari tempurung kemiri sebagai bahan bakar alternatif, yaitu
mengetahui pengaruh komposisi bahan baku pada biobriket terhadap nilai kalor dan membandingkan
antara biobriket dari tempurung kemiri dengan biobriket di pasaran. Prosedur penelitian pembuatan
biobriket dari tempurung kemiri meliputi beberapa kegiatan, antara lain mencampur bahan baku
(tempurung kemiri) dan bahan penolong (oksidator dan larutan starch) sesuai variabel yang telah
ditentukan. Lalu mengaduk hingga semua bahan tercampur. Lalu memasukkan bahan yang sudah
tercampur dalam cetakan untuk dipres dengan alat pengepresan. Setelah itu proses selanjutnya yaitu
mengeringkan biobriket hasil cetakan tersebut. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini
adalah oksidator yang digunakan berupa KMnO4 berfungsi untuk mempercepat proses pembakaran
dalam biobriket. Laju pengurangan massa dipengaruhi oleh kadar abu dan volatile matter bahan baku
dan penambahan oksidator. Laju pengurangan massa tercepat diperoleh dari 15% penambahan KMnO4
sebesar 0,011 g/s dan laju pengurangan massa terlama diperoleh dari 5% penambahan KMnO4 yaitu
sebesar 0,00829 g/s. Nilai kalor terbesar diperoleh dari 15% penambahan KMnO4 yaitu 6140,202
cal/gr bentuk bulat lobang 160 mesh dan nilai kalor terkecil diperoleh dari 5% penambahan KMnO4
yaitu sebesar 4040,444 cal/gr bentuk bulat gepeng 80 mesh. Bila dibandingkan dengan biobriket
batubara (5000 - 6000) nilai kalor tempurung lebih besar. Biobriket tempurung kemiri hasil penelitian
layak untuk dijual dipasaran.
Melalui beberapa orang yang telah melakukan percobaan yang kami dapatkan dari
internet(www.google.com)kami,kemudian mengambil judul yang sama Pemanfaatan Tempurung
Kemiri Menjadi Briket tetapi ada perbedaannya,yaitu terletak pada alat pencetakan.
B. Kerangka Pikir
BAB III
METODE PENELITIAN
Materi penelitian
NO
ALAT DAN BAHAN
KEGUNAAN

1
Tempurung kemiri
Sebagai bahan dasar pembuatan briket
2
Lem kanji
Sebagai perekat
3
Korek api
Untuk membakar tempurung kemiri
4
kamera
Alat dokumentasi penelitian
5
Alat tulis
Untuk mencatat data
6
PENUMBUK
Menghancurkan tempurung kemiri
7
saringan
Menyaring tempurung kemiri yang telah di tumbuk
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan metode penelitian dengan cara observasi dan memberikan fakta secara
actual dan kontektual. Data yang di peroleh hanya berlaku bagi tempat , waktu, dan kondisi penelitian
METODE PENGAMBILAN SAMPEL

Pengertian sampah
Sampah adalah bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau utama
dalam pembikinan atau pemakaian barang rusak atau bercacat dalam pembikinan manufaktur atau
materi berkelebihan atau ditolak atau buangan. (Kamus Istilah Lingkungan, 1994). Sampah adalah
suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun proses alam yang
belum memiliki nilai ekonomis. (Istilah Lingkungan untuk Manajemen, Ecolink, 1996). Sampah
adalah sesuatu yang tidak berguna lagi, dibuang oleh pemiliknya atau pemakai semula. (Tandjung, Dr.
M.Sc., 1982) Sampah adalah sumberdaya yang tidak siap pakai. (Radyastuti, W. Prof. Ir, 1996).
Pengertian briket
Briket adalah sumber energi alternatif pengganti Minyak Tanah dan Elpiji dari bahan-bahan bekas atau
bahan yang sudah tidak terpakai..
Manfaat briket
Dengan penggunaan briket sebagai bahan bakar maka kita dapat menghemat penggunaan tempurung
kemiri sebagai limbah produksi yang gampang di jumpai. Selain itu penggunaan briket dari tempurung
kemri dapat menghemat pengeluaran biaya untuk membeli minyak tanah atau gas elpiji.Dengan
memanfaatkan tempurung kemiri sebagai bahan pembuatan briket maka akan mengurangi volume
sampah, karena selama ini tempurung kemiri yang ada hanya dibuang begitu saja.Manfaat lainnya
adalah dapat meningkatkan pendapatan masyarakat bila pembuatan briket ini dikelola dengan baik
untuk selanjutnya briket dijual.Bahan pembuatan briket mudah didapatkan disekitar kita berupa
tempurung kemiri

Tujuan
Tujuan dari penelitian pembuatan biobriket dari tempurung kemiri sebagai bahan bakar alternatif, yaitu
mengetahui pengaruh komposisi bahan baku pada biobriket terhadap nilai kalor dan membandingkan
antara biobriket dari tempurung kemiri dengan biobriket di pasaran. Prosedur penelitian pembuatan
biobriket dari tempurung kemiri meliputi beberapa kegiatan, antara lain mencampur bahan baku
(tempurung kemiri) dan bahan penolong (oksidator dan larutan starch) sesuai variabel yang telah
ditentukan. Lalu mengaduk hingga semua bahan tercampur. Lalu memasukkan bahan yang sudah
tercampur dalam cetakan untuk dipres dengan alat pengepresan. Setelah itu proses selanjutnya yaitu
mengeringkan biobriket hasil cetakan tersebut.
Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah oksidator yang digunakan berupa KMnO4
berfungsi untuk mempercepat proses pembakaran dalam biobriket. Laju pengurangan massa
dipengaruhi oleh kadar abu dan volatile matter bahan baku dan penambahan oksidator. Laju
pengurangan massa tercepat diperoleh dari 15% penambahan KMnO4 sebesar 0,011 g/s dan laju
pengurangan massa terlama diperoleh dari 5% penambahan KMnO4 yaitu sebesar 0,00829 g/s. Nilai
kalor terbesar diperoleh dari 15% penambahan KMnO4 yaitu 6140,202 cal/gr bentuk bulat lobang 160
mesh dan nilai kalor terkecil diperoleh dari 5% penambahan KMnO4 yaitu sebesar 4040,444 cal/gr

bentuk bulat gepeng 80 mesh. Bila dibandingkan dengan biobriket batubara (5000 - 6000) nilai kalor
tempurung lebih besar. Biobriket tempurung kemiri hasil penelitian layak untuk dijual dipasaran.
Alasan kami mengambil tempurung kemiri karena tempurung kemiri mudah didapatkandan juga dapat
dimanfaatkan.selain itu kandungan kalori yang terdapat didalam tempurung kemiri samgat tinggi.

TEKNIK PENGUMPULAN DATA


Membakar tempurung kemiri hingga menjadi arangsetelah menjadi arang kami menghaluskannya
dangan cara menunbuk/menggilingkami mengayaknya sampai mendapatkan ayakan yang paling
halussetelah itu kami mencampurkannya dengan kanji kami mencetaknya dengan berbagai bentuk
seperti ( tabung, stick, dan oval) setalah itu kami mengeringkannya.

POPULASI DAN SAMPEL


POPULASI: Sampah organic
SAMPEL : Tempurung kemiri

Waktu dan Lokasi Penelitian


Penelitian ini dilakukan pada tanggal 17 Oktober 2010-31 Oktober 2010
17 Oktober 2010-19 Oktober 2010: pengumpulan sampel sampah tempurung kemiri.
20 Oktober 2010 : proses pembakaran tempurung kemiri.
21 Oktober 2010: proses penhancuran arang tempurung kemiri.
22 Oktober 2010:proses penyaring tempurung kemiri yang telah hancur.
23 Oktober 2010: proses pembuatan lem kanji,pencampuran tempurung kemiri dengan lem kanji,dan
proses pencetakkan.
24-31 Oktober 2010: proses pengeringan.
Lokasi penelitian dilakukan disalah satu rumah anggota kelompok bertempat di (Kompleks bukit
baruga 2 jl.duku no 2 & 3)
BAB IV

Hasil dan Pembahasan


Hasil
Masyarakat Indonesia menbutuhkan bahan bakar dalam kehidupan sehari-hari. Untuk menanggulangi
masalah-masalah yang dihadapi oleh rakyatnya,pemerintah berusaha untuk mencari jalan keluarnya.
Salah satunya dengan menyediakan gas elpigi sebagai penganti bahan bakar kayu dan minyak tanah.
Namun,dengan adanya gas elpigi teryata selain mendatangkan dampak positif,juga mendatangkan
dampak negative dalam kehidupan masryakat sehingga meresahkan masyarakat. Melihat dari masalahmasalah yang di hadapi masyarakat kami,telah melakukan sebuah penelitian debagai penganti bahan
bakar gas elpigi. Tentu manfaatnya tidak jauh beda dengan bahan bakar gas elpigi. Melihat hal ini
timbul pertanyaan-pertanyaan dalam kelompok kami yaitu apakah tempurung kemiri dapat
dimanfaatkan sebagai briket ?, bagaimana cara pembuatan briket dari tempurung kemiri ?, dan apakah
briket dari tempurung kemiri dapat bermanfaat ?. Oleh karena itu, untuk menjawab pertanyaanpertanyaan yang timbul dalam benak kami, kami kemudian merancang sebuah percobaan yaitu
menbuat briket.
Adapun cara pembutan briket dari tempurung kemiri adalah membakar tempurung kemiri tetapi tidak
sampai hangus,kemudian,setelah dibakar arang yang hangus ditumbuk hingga nyaris halus. Arang yang
ada dicampur dengan tanah liat dan tepung tapioka serta air secukupnya. Setelah adonan tercampur,
barulah dibentuk dalam mal kecil sehingga membentuk gumpalan- gumpalan briket dan jemur hingga
kering. Selanjutnya briket tersebut siap digunakan. Bahan bahan yang digunakan . hanya berupa arang
kemiri, tepung tapioka dan tanah liat. Komposisi membuat briket adalah arang kemiri yang sudah
dihancurkan (nyaris halus) 90 persen, tepung tapioka (sebagai pengerat) lima persen dan tanah liat lima
persen.
Tempurung yang sudah diolah menjadi briket dapat dimanfaatkan sebagai penganti bahan bakar
kayu,minyak tanah dan gas elpigi. Harganya pun terjangkau.dan proses pembuatan dapat dilakukan
sendiri oleh masyarakat. Menggunakan bahan bakar briket kemiri harus menggunakan kompor khusus
dengan bahan bakar ini. Kompor yang terbuat dari lapisan besi dari bekas drum aspal ini sudah
dipasarkan dengan harga kisaran 150 ribu. Untuk memasak menggunakan briket maka siapkan kompor,
kemudian masukan tiga hingga lima briket yang telah direndam dalam minyak tanah selama lima
menit.
Kemudian, briket lainnya dimasukan mengelilingi tiga hingga lima briket tersebut dan mulainya
menyalan api serta biarkan api menyala antar lima hingga 15 menit atau menunggu api hingga
sempurna dan mulainya memasak. Untuk menyala tiga hingga lima jam, diperlukan 1,5 kg briket.
Hasil uji yang sudah dilakukannya mendapat hasil dimana menggunakan briket kemiri jauh lebih hemat
bila menggunakan bahan bakat minyak tanah. dengan harga minyak tanah yang terus melambung
khususnya di daerah pedesaan maka menggunakan briket kemiri ini akan sangat membantu dan lebih
hemat.
Menggunakan bahan bakar ini tidak menimbulkan resiko kompor meledak, kualitas api lebih baik dan
tidak membuat hitam alat memasak, kompor juga tidak menimbulkan asap bahkan abu hasil
pembakaran atau residu bisa digunakan sebagai pupuk tanaman.

Penggunaan bahan bakar briket ini telah melahirkan sumber pendapatan baru bagi masyarakat. Sebab,
tempurung kemiri yang tadina dianggap tidak bernilai, kini bisa diolah menjadi bahan bakar yang bisa
dijual. Dan, dengan sendirinya pereknomian keluarga bisa meningkat. Di sisi lain, pemanfaatan limba
hasil kemiri ini akan menciptakan lingkungan yang semakin bersih karena kulit kemiri yang
sebelumnya dibuang, kini mulai dimanfaatkan.
Cara Menggunakannya
Menggunakan bahan bakar briket kemiri harus menggunakan kompor khusus dengan bahan bakar ini.
Kompor yang terbuat dari lapisan besi dari bekas drum aspal ini sudah dipasarkan dengan harga kisaran
150 ribu. Untuk memasak menggunakan briket maka siapkan kompor, kemudian masukan tiga hingga
lima briket yang telah direndam dalam minyak tanah selama lima menit.
Kemudian, briket lainnya dimasukan mengelilingi tiga hingga lima briket tersebut dan mulainya
menyala api serta biarkan api menyala antar lima hingga 15 menit atau menunggu api hingga sempurna
dan mulainya memasak. Untuk menyala tiga hingga lima jam, diperlukan 1,5 kg briket.
Keuntungan juga bisa dirasakan oleh masyarakat karena tidak tergantung lagi dengan minyak tanah
sebagai bahan bakar atau sumber energi di dapur.
Pembahasan
Percobaan pembuatan briket dari tempurung kemiri dilakukan di salah satu rumah anggota kelompok
bertempat tinggal di kompleks baruga II jln.Duku no 2 dan 3.
Dari percobaan yang telah kami lakukan ternyata tempurung kemiri dapat dijadikan briket bahan bakar,
cara pembutan briket dari tempurung kemiri adalah membakar tempurung kemiri tetapi tidak sampai
hangus,kemudian,setelah dibakar arang yang hangus ditumbuk hingga nyaris halus. Arang yang ada
dicampur dengan tanah liat dan tepung tapioka serta air secukupnya. Setelah adonan tercampur, barulah
dibentuk dalam mal kecil sehingga membentuk gumpalan- gumpalan briket dan jemur hingga kering.
Selanjutnya briket tersebut siap digunakan. Bahan bahan yang digunakan . hanya berupa arang kemiri,
tepung tapioka dan tanah liat. Komposisi membuat briket adalah arang kemiri yang sudah dihancurkan
(nyaris halus) 90 persen, tepung tapioka (sebagai pengerat) lima persen dan tanah liat lima persen.
Tempurung yang sudah diolah menjadi briket dapat dimanfaatkan sebagai penganti bahan bakar
kayu,minyak tanah dan gas elpigi. Harganya pun terjangkau.dan proses pembuatan dapat dilakukan
sendiri oleh masyarakat. Briket tempurung kemiri dapat bermanfaat bagi kehidupan masyarakat.
Percobaan yang telah kami lakukan sebenarnya telah dilakukan oleh mansyarakat dari NTT,kami
mendapatkan materi ini dari sebuah situs di internet yang menjelaskan tentang pembuatan dan zat yang
terkandung didalam tempurung kemiri. Setelah kami melakukan percobaan, kami mendapatkan
berbagai perbedaan maupun persamaan dari pembuatan briket yang telah dilakukan oleh masyarakat
NTT.
Perbedaan yang spesifik dapat dilihat dari bentuk maupun halus tidaknya briket ini. Briket yang dibuat
oleh masyarakat NTT memiliki tingkat kehalusan yang baik dan bentuk yang menarik pula. Hal ini
terjadi karena alat yang kami gunakan cukuplah seerhana. Walaupun mempunyai perbedaan terdapat
pula persamaan-persamaan yaitu briket yang kami buat tidaklah mengurangi kalori yang terdapat dalam
tempurung kemiri.

Cara Menggunakannya
Menggunakan bahan bakar briket kemiri harus menggunakan kompor khusus dengan bahan bakar ini.
Kompor yang terbuat dari lapisan besi dari bekas drum aspal ini sudah dipasarkan dengan harga kisaran
150 ribu. Untuk memasak menggunakan briket maka siapkan kompor, kemudian masukan tiga hingga
lima briket yang telah direndam dalam minyak tanah selama lima menit.
Kemudian, briket lainnya dimasukan mengelilingi tiga hingga lima briket tersebut dan mulainya
menyala api serta biarkan api menyala antar lima hingga 15 menit atau menunggu api hingga sempurna
dan mulainya memasak. Untuk menyala tiga hingga lima jam, diperlukan 1,5 kg briket.
Keuntungan Briket
Menggunakan briket kemiri jauh lebih hemat bila menggunakan bahan bakat minyak tanah. Dengan
harga minyak tanah yang terus melambung khususnya di daerah pedesaan maka menggunakan briket
kemiri ini akan sangat membantu dan lebih hemat.
Contohnya, harga satu kg briket ini hanya Rp 3.000,-- sementara harga satu liter minyak tanah sekitar
Rp 5 ribu rupiah. Namun penggunaan satu liter minyak tanah hanya untuk sekitar satu jam memasak,
sementara briket tempurung kemiri ini antara tiga jam hingga enam jam.
Selain itu, menggunakan bahan bakar ini tidak menimbulkan resiko kompor meledak, kualitas api lebih
baik dan tidak membuat hitam alat memasak, kompor juga tidak menimbulkan asap bahkan abu hasil
pembakaran atau residu bisa digunakan sebagai pupuk tanaman.
Penggunaan bahan bakar briket ini telah melahirkan sumber pendapatan baru bagi masyarakat. Sebab,
tempurung kemiri yang tadina dianggap tidak bernilai, kini bisa diolah menjadi bahan bakar yang bisa
dijual. Dan, dengan sendirinya pereknomian keluarga bisa meningkat. Di sisi lain, pemanfaatan limba
hasil kemiri ini akan menciptakan lingkungan yang semakin bersih karena kulit kemiri yang
sebelumnya dibuang, kini mulai dimanfaatkan.
Keuntungan juga bisa dirasakan oleh masyarakat karena tidak tergantung lagi dengan minyak tanah
sebagai bahan bakar atau sumber energi di dapur.
BAB V
PENUTUP
Kesimpulan
penggunaan bahan bakar briket ini telah melahirkan sumber pendapatan baru bagi masyarakat.
menggunakan bahan bakar ini tidak menimbulkan resiko kompor meledak, kualitas api lebih baik dan
tidak membuat hitam alat memasak, kompor juga tidak menimbulkan asap bahkan abu hasil
pembakaran atau residu bisa digunakan sebagai pupuk tanaman.

mengurangi volume sampah masyarakat disekitar


membantu menjaga kelestarian lingkungan dapat meringankan beban ekonomi bagi masyarakat dalam
konsumsi energy
Saran
kami menyarankan agar dilakukan percobaan lebih lanjut mengenai manfaat dari pembuatan briket
tempurung kemiri.
kami menyarankan agar analisah kami dapat di sosialisasikan ke masyarakat.

LAMPIRAN
BAHAN
TEMPURUNG KEMIRI
KANJI
KOREK API
PIPA
TEPUNG KANJI
Fingsinya sebagai lem dalam proses pencetakan briket
Tempurung kemiri
Sebagai bahan dasar dalam pembuatan briket.
Saringan
Untuk menyaring arang tempurung kemiri yang telah di tumbuk.
Batu
sebagai alat untuk menghancurkan arang tempurung kemiri.
Korek api
Untuk menbakat tempurung kemiri.

Air
Untuk mencairkan tepung kanji sebelum di masak
Panci
Tempat untuk memasak tepung kanji
Ember
Tempat untuk mencampurkan tempurung kemiri dengan lem kanji.
Pipa
Untuk mencetak tempurung kemiri yang telah tercampur dengan lem kanji.
Proses pembakaran tempurung kemiri.
Tempurung kemiri saat dibakar.
Tempurung kemiri setelah di bakar.
Penghancuran arang tempurung kemiri.
Arang tempurung kemiri,setelah di hancurkan dan di haluskan.
Proses penyaringan tempurung kemiri.
Proses pencampuran kanji dengan air 3:1
Proses pemasakan kanji kanji yang telah masak.
Proses pencampuran tepung kanji dan tempurung kemiri
Proses pencetakkan tempurung kemiri.
Hasil pengeringan

Biodata penulis
Nama : Juwinda Sandodo
Kelas : XII IPA 1
Tempat/tanggal lahir :Ujung Pandang,14 Juni 1993
Jenis kelamin :perempuan

Agama :Kristen Protestan


Alamat :Jl.Dr.laimena Komp.IDI
Nama orang tua
Ayah : markus Sandodo
Ibu :merda
Telepon :085299241084
Biodata penulis
Nama : Melisa
Kelas : XII IPA 1
Tempat/tanggal lahir : Ujung Pandang,27 Mei 1993
Jenis kelamin :Perempuan
Agama :Kristen Protestan
Alamat :Jl.haji kalla lr.1 no.30
Nama orang tua
Ayah :Kornelius Ngenge
Ibu :Martina Danga
Telepon :085256305592
Biodata Penulis
Nama : Sy.Fakriah Fildzah
Kelas :XII IPA 1
Tempat/tanggal lahir :Ujung Pandang,13 Oktober 1993
Jenis kelamin :Perempuan
Agama :Islam
Alamat :komp.BUKIT BARUGA,jl duku no.2 dan 3

Nama orang tua


Ayah :Ir.Khalil A.M Syihab,M.T
Ibu :Dra.Nieke Dewi Ratna Wardani
Telepon :088258039902
DAFTAR PUSTAKA
Radyastuti, W. Prof. Ir, Istilah Lingkungan untuk Manajemen, Ecolink, 1996
http/:www.google.com. pembuatan biobriket tempurung kemiri.
PRAMANA, ALIEF NASRULLAH ( 2306030043 ) PRADANA, SHENDY GILANG
( 2306030062 ), BIOBRIQUETTE FROM SOLID WASTE Aleurites moluccana AS AN
ALTERNATIVE FUEL.