Вы находитесь на странице: 1из 6

Jurnal Manajemen dan Bisnis - Edisi 1 : Januari Juni 2010

PENGARUH CURRENT RATIO DAN DEBT TO EQUITY RATIO TERHADAP PERUBAHAN LABA PADA PERUSAHAAN MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) Oleh : Hj. Hasni Novriana Dosen Fakultas Ekonomi, Universitas Indragiri ABSTRAK Informasi akuntansi yang tersaji di dalam laporan keuangan tahunan yang dipublikasikan perusahaan memberikan gambaran mengenai kondisi keuangan perusahaan pada saat tertentu. Populasi dari penelitian ini adalah perusahaan sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode penelitian yaitu tahun 2007 sampai dengan tahun 2009. Sampel penelitian diambil dengan menggunakan metode porposive sampling. Yaitu berjumlah 18 perusahaan. Variabel independen dari penelitian ini adalah CR dan DER, sedangkan variabel dependennya adalah perubahan laba. Data diperoleh berdasarkan publikasi Indonesian CapitalMarket Directory (ICMD). Metode analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah analisis regresi berganda dengan terlebih dahulu melakukan uji asumsi klasik. Untuk mengetahui pengaruh secara parsial digunakan uji t dan untuk mengetahui pengaruh secara simultan digunakan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik secara parsial dan simultan rasio keuangan CR dan DER tidak berpengaruh signifikan terhadap perubahan laba. secara parsial rasio-rasio tersebut menunjukkan bahwa nilai signifikasi uji variabel CR sebesar 0,071>5%, sehingga CR tidak berpengaruh terhadap perubahan laba, DER memiliki nilai signifikasi sebesar 0,938>5%, sehingga DER tidak berpengaruh terhadap perubahan laba. Secara simultan rasio CR, dan DER tidak berpengaruh signifikan terhadap perubahan laba dengan signifikansi lebih besar dari 5%. Berdasarkan hasil temuan tersebut, sebaiknya perlu mengkaji lebih lanjut mengenai variabel informasi keuangan lain yang mempengaruhi laba perusahaan. Rasio keuangan yang digunakan tidak hanya CR dan DER, tetapi bisa juga menggunakan rasio-rasio lainnya yang dapat mempengaruhi perubahan laba perusahaan. Kata Kunci: CR, DER, dan Perubahan laba PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Laba perusahaan merupakan salah satu parameter kinerja suatu perusahaan. Hal ini dikarenakan pertumbuhan laba yang baik menunjukan bahwa kinerja perusahaan juga baik. Bagi para investor prediksi laba sering digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan investasi. Dan kegiatan operasional dapat terlaksana jika perusahaan mempunyai sumber daya. Untuk dapat melihat hubungan dari berbagai pos-pos yang ada dalam laporan keuangan maka diperlukan analisis rasio keuangan yang dapat menginterpretasikan kondisi keuangan dan hasil operasi suatu perusahaan. Dalam mengadakan analisis laporan keuangan suatu perusahaan diperlukan adanya ukuran tertentu. Ukuran yang digunakan dalam analisis laporan keuangan adalah rasio. Rasio keuangan merupakan instrumen analisis prestasi perusahaan yang menjelaskan berbagai hubungan dan indikator keuangan, yang ditujukan untuk menunjukkan perubahan dalam kondisi keuangan atau prestasi operasi di masa lalu dan membantu menggambarkan trend pola perubahan tersebut, untuk kemudian menunjukkan risiko dan peluang yang melekat pada perusahaan yang bersangkutan (Warsidi dan Bambang 2000:1). Widarjo (2009), menyatakan bahwa rasio keuangan tersebut akan memberikan informasi akuntansi yang penting dalam proses penilaian kinerja perusahaan, sehingga dengan rasio keuangan tersebut dapat mengungkapkan kondisi keuangan suatu perusahaan maupun kinerja yang telah dicapai perusahaan untuk suatu periode. Dengan demikian rasio keuangan dapat menggambarkan aktivitas-aktivitas perusahaan yang tercermin dalam laporan keuangan tersebut. Disamping itu juga mempunyai kemampuan dan kebijakan yang cukup dalam mengambil keputusan. Besar kecilnya laba dapat dilihat dari peningkatan atau penurunan rasio keuangan, sehingga pemakai dapat melihat kondisi perusahaan yang bersangkutan. Current ratio menunjukan kemampuan perusahaan untuk melunasi kewajiban jangka pendeknya. Rasio ini dihitung dengan membagi aktiva lancar dengan kewajiban jangka pendeknya. Pengaruh current ratio terhadap perubahan laba adalah semakin tinggi current ratio maka laba bersih yang dihasilkan perusahaan semakin sedikit karena rasio lancar yang tinggi menunjukan adanya kelebihan aktiva lancar yang tidak baik terhadap profitabilitas perusahaan karena aktiva lancar menghasilkan return yang lebih rendah dibandingkan dengan aktiva tetap. Nilai current ratio yang tinggi belum tentu baik ditinjau dari segi profitabilitasnya. Debt to equity ratio menunjukkan perbandingan antara hutang (pinjaman) yang diberikan oleh para kreditur dengan jumlah modal sendiri yang diberikan oleh pemilik perusahaan. Besaranya hutang yang terdapat

Jurnal Manajemen dan Bisnis - Edisi 1 : Januari Juni 2010


dalam struktur modal perusahaan sangat penting untuk memahami perimbangan antara risiko dan laba yang didapat. Hutang membawa risiko karena hutang pada umumnya membawa keterikatan yang tetap bagi perusahaan berupa kewajiban untuk membayar beban bunga beserta cicilan kewajiban pokoknya (principal) secara periodik. Kewajiban bukan suatu yang jelek jika dapat memberikan keuntungan kepada pemiliknya. Jika kewajiban dimanfaatkan secara efektif dan laba yang didapat cukup untuk membayar bunga secara periodik. Penelitian-penelitian yang menghubungkan rasio keuangan dengan fenomena-fenomena akuntansi tertentu, dengan harapan akan dapat ditemukan berbagai kegunaan obyektif rasio keuangan telah banyak dilakukan. Penelitian ini dilakukan oleh Melisa (2010), pengaruh rasio keuangan terhadap perubahan laba perusahaan food and beverages yang go publik. Dengan periode penelitian dari tahun 2003-2008, sampel sebanyak 16 perusahaan menggunakan metode purposive sampling. Variabel independen yang digunakan adalah CR, TDTA, NPM, GPM, ROA, TATO, dan ITO. Sedangkan variabel dependen adalah perubahan laba. Penelitian ini menggunakan metode regresi berganda danhasil penelitian menunjukkan dengan menggunakan uji asumsi klasik yaitu dengan uji t bahwa current ratio tidak berpengaruh secara signifikan dan current ratio negatif terhadap perubahan laba. Sari (2010), analisis pengaruh rasio keuangan terhadap perubahan laba pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.Periode penelitian 2005-2008 dengan sampel sebanyak 18 perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode multiple regressiondan hasil penelitian tersebut ialah terdapat tiga variabel independen yeng berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (perubahan laba), yaitu variabel CR, DR, TATO, OPM, dan NPM.dengan menggunakan uji t bahwa CR tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (perubahan laba). Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa current ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap perubahan laba. Sari (2007),pengaruh current ratio, debt to equity ratio dan total assets turn over terhadap perubahan laba perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta.Dengan sampel sebanyak 44 perusahaanmenggunakan metode random sampling.Periode pengamatan tahun 2001-2004. Variabel independen yang digunakan adalah current ratio, debt to equity ratio dan total assets turn over. Sedangkan variabel dependen adalah perubahan laba. Penelitian ini menggunakan regresi berganda dengan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan dengan menggunakan uji t bahwa current ratio dan debt to equity ratiomempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap perubahan laba. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa analisis rasio keuangan dapat membantu para pelaku bisnis, untuk mengevaluasi keadaan finansial masa lalu, sekarang dan untuk memproyeksi hasil atau laba yang akan datang, serta berdasarkan penelitian terdahulu membuktikan ada hubungan antara rasio keuangan terhadap perubahan laba. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan tersebut, maka pokok permasalahan penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Apakah current ratio berpengaruh terhadap perubahan laba perusahaan manufaktur sektor makanan dan minuman? (2) Apakah debt to equity ratio (DER) berpengaruh terhadap perubahan laba perusahaan manufaktur sektor makanan dan minuman? (3) Apakah current ratio (CR) dan debt to equity ratio (DER) secara simultan berpengaruh terhadap perubahan laba perusahaan manufaktur sektor makanan dan minuman? Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi investor dan kreditur dalam mengambil keputusan dengan melihat Current ratio (CR) dan Deb Equity to Ratio (DER). Dijadikan sebagai bahan masukan dan sumbangan pemikiran dalam mengambil kebijakan perbankan khususnya mengenai perubahan laba yang akan datang. Mendukung penelitian selanjutnya dalam melakukan penelitian yang berkaitan dengan rasio keuangan dan perubahan laba pada perusahaan perbankan dan sebagai bahan masukan dan sumberinformasi untuk melakukan penelitian selanjutnya. TINJAUAN TEORITIS Laba adalah kenaikan manfaat ekonomi selama satu periode akuntansi dalam bentuk pemasukan atau penambahan aktiva atau penurunan kewajiban yang mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal. Dalam Statement of Financial Accounting Concept No. 1 (2002) informasi laba berfungsi untuk menilai kinerja manajemen, membantu meperkirakan kemampuan laba dalam jangka panjang, memprediksi laba perusahaan untuk tahun yang akan datang dan menaksir risiko dalam meminjam atau dalam melakukan investasi. Keberhasilan perusahaan dapat di ukur berdasarkan kemampuan perusahaan yang tercermin dalam kinerja manajemennya. Pengaruh current ratio terhadap perubahan laba adalah bahwa rasio ini menunjukkan sejauh mana aktiva lancar menutupi kewajiban lancar. Semakin besar perbandingan aktiva lancar dengan utang lancar semakin tinggi kemampuan perusahaan menutupi kewajiban jangka pendeknya. Current ratio yang tinggi mungkin menunjukkan adanya uang kas yang berlebihan di banding dengan tingkat kebutuhan atau adanya unsur aktiva lancar yang rendah likuiditasnya (seperti persediaan) yang berlebih-lebihan. Current ratio yang tinggi tersebut memang baik dari sudut pandangan kreditur tetapi dari sudut pandangan pemegang saham kurang menguntungkan karena aktiva lancar tidak didayagunakan dengan efektif.

Jurnal Manajemen dan Bisnis - Edisi 1 : Januari Juni 2010


Sebaliknya current ratio yang rendah relatif lebih riskan, tetapi menunjukan bahwa manajemen telah mengoperasikan aktiva lancar secara efektif (Djaswanto, 2004).Current ratiomenunjukkan tingkat keamanan kreditur jangka pendek, atau kemampuan perusahaan untuk membayar hutang-hutang tersebut. Perusahaan menghasilkan laba, laba perusahaan yang dibagikan dinamakan deviden, dan yang tidak dibagikan yaitu laba ditahan. Laba ditahan masuk di aktiva lancar. Semakin besar aktiva lancar semakin mudah perusahaan membayar hutang. Dan semakin tinggi current ratio menunjukkan perubahan laba yang tinggi. Hal ini didukung penelitian sebelumnya olehSari (2007), yang menyimpulkan bahwa current ratio mempengaruhi perubahan laba. Hipotesa 1 : Current ratio (CR) berpengaruh signifikan terhadap perubahan laba Debt to Equity Ratio (DER) menunjukkan pentingnya dana dari modal pinjamandan tingkat keamanan yang dimiliki kreditor mengatakan bahwa semakin tinggi debt to equity ratio maka semakin besar risiko yang dihadapi dimana menunjukkan proporsi modal sendiri yang rendah untuk membiayai aktiva, dan investor akan meminta tingkat keuntungan yang semakin tinggi. Perusahaan dengan debt to equity ratio yang tinggi bukan sesuatu yang jelek jika dapat memberikan keuntungan kepada pemiliknya dan dimanfaatkan dengan efektif serta laba yang didapat cukup untuk membayar biaya bunga secara periodik. Dengandebt to equity ratio yang tinggi perusahaan menanggung risiko kerugian yang tinggi tetapi juga berkesempatan untuk memperoleh laba yang meningkat. Debt to equity ratio yang tinggi berdampak pada peningkatan perubahan laba, berarti memberikan efek keuntungan bagi perusahaan. Hal ini didukung oleh penelitian sebelumnya oleh Kurniawati (2008) dan Sari (2007),yang menyimpulkan bahwa debt to equity ratio mempengaruhi perubahan laba. Hipotesis 2 : Debt to equity ratio (DER) berpengaruh signifikan terhadap perubahan laba. Hipotesis 3 : Current ratio (CR) dan debt to equity ratio (DER) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap perubahan laba. METODE PENELITIAN Populasi penelitian ini adalah lembaga keuangan yaitu bank umum konvensional yang terdaftar di direktori Bank Indonesia selama periode 2002-2010. Pemilihan sampel berdasarkan metode purposive sampling yaitu sampel ditarik sejumlah tertentu dari populasi emiten dengan menggunakan pertimbangan atau kriteria tertentu (Nur Indriantoro dan Supomo 2002), dengan tujuan mendapatkan sampel yang representative sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Adapun kriteria yang digunakan untuk memilih sampel pada penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Perusahaan manufaktur sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan ini dipilih karena skala produksinya besar dan membutuhkan modal yang besar pula untuk pengembangan produk dan eksfansi pangsa pasarnya. 2. Perusahaan telah mempublikasikan laporan keuangan per 31 Desember selama periode 2007 sampai dengan 2009. 3. Data untuk penelitian ini meliputi CR, DER dan perubahan laba dari tahun 2007 sampai dengan 2009 yang tersedia dalam laporan keuangan. Berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan diatas terdapat 18 perusahaan manufaktur sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang menjadi sampel penelitian ini. Pengukuran Variabel 1. Variabel Dependen dalam penelitian ini adalah perubahan laba yang diukur dengan : Laba Sekarang-Laba Sebelumnya Perubahan Laba Tahun Sekarang = Laba Sebelumnya 2. Variabel Independen, yaitu : Current Ratio /CR (X1) Aktiva Lancar Current Ratio (CR) = Hutang Lancar Debt To Equity Ratio/DER (X2) Total Kewajiban Debt To Equity (DER) = Modal Sendiri Alat Analisis Yang Digunakan Uji Asumsi Klasik 1. Uji Normalitas Asumsi bahwa suatu model regresi mengikuti distribusi yang mendekati normal adalah penting.

Jurnal Manajemen dan Bisnis - Edisi 1 : Januari Juni 2010


2. Uji Multikolineritas Penyimpangan model asumsi klasik ini adanya moltikolinearitas dalam model regresi yang dihasilkan. Artinya, antar variabel independen yang terdapat dalam model memiliki hubungan linier karena akan membuat prediksi atas variabel terikat menjadi bias. Uji Autokorelasi Penyimpangan asumsi klasik ini adanya autokorelasi, artinya adanya korelasi antar anggota sampel yang diurutkan berdasarkan rangkaian waktu time series data. Uji heterokedastisitas Untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual, dan dari suatu pengamatan lain. Jika varian dari residualnya tetap maka tidak ada heterokedastisitas (homokedastisitas).

3.

4.

Uji Hipotesis 1. Uji t Uji t digunakan untuk menguji signifikan koefisien regresi secara parsial atau pengaruh masing-masing variabel independen secara individual terhadap variabel dependen. 2. Uji F Pengujian hipotesis yang dilakukan untuk mengetahui variabel independen secara simultan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen (perubahan laba). 3. Uji Koefisien Determinasi Koefisien determinasi (R2) berguna untuk mengukur seberapa besar peranan variabel independen secara bersama-sama menjelaskan perubahan yang terjadi pada varaibel dependen. PEMBAHASAN Hasil Pengujian Hipotesis 1 (H1) Dari hasil pengujian H1 menyatakan current ratio (CR) memiliki pengaruh signifikan terhadap perubahan laba. Maka dari hasil pengujian secara parsial dengan uji t variabel CR terhadap perubahan laba diperoleh suatu gambaran bahwa CR memiliki thitung sebesar -1.846 sedangkan ttabel sebesar 2.007 sehingga thitung < ttabel dengan tingkat signifikansi sebesar 0.071. Maka H1 ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa secara parsial CR tidak berpengaruh secara signifikan dan negatif terhadap perubahan laba. Hasil Pengujian Hipotesis 2 (H2) Dari hasil pengujian H2 menyatakan debt to equity ratio (DER) memiliki pengaruh signifikan terhadap perubahan laba. Maka secara parsial dengan uji t variabel DER terhadap perubahan laba menunjukkan bahwa DER memiliki thitung sebesar -0.079sedangkan t tabel sebesar 2.007 sehingga thitung< t tabel dengan tingkat signifikansi sebesar 0.938yang artinya lebih besar dari taraf nyata signifikansi sebesar 0.05. Maka H2 ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa secara parsial DER tidak berpengaruh secara signifikan dan negatif terhadap perubahan laba yang berarti menyatakan bahwa setiap penambahan rasio ini akanmengurangi laba yang diperoleh.Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan Nababan (2010) yang menyatakan bahwa DER tidak berpengaruh signifikan terhadap perubahan laba. Hasil Pegujian Hipotesis 3 (H3) Hipotesis H3menyatakan CR dan DER memiliki pengaruh simultan yang signifikan terhadap perubahan laba. Pengujian ini dengan melihat hasil Secara simultan dengan uji F menunjukkan bahwa nilai Fhitung sebesar 1.709sedangkan Ftabel sebesar 3.165 dengan taraf signifikan = 0.05 sehingga fhitung< Ftabel. Dengan demikian maka H3 ditolak artinya tidak berpengaruh signifikan antara CR dan DER secara bersama-sama terhadap perubahan laba. Terlihat pula tingkat signifikansi sebesar 0.191lebih besar dari taraf yang ditentukan = 0.05 mengindikasikan bahwa pengaruh CR dan DER secara bersama-sama terhadap laba tidak signifikan. Dengan nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0.063yang berarti bahwa 6.3%. perubahan laba dapat dijelaskan oleh kedua variabel independen. Dari presentase yang tergolong rendah tersebut menunjukkan bahwa 93.7% masih terdapat pengaruh dari faktor lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Roselina (2011) yang menyatakan bahwa CR dan DER secara simultan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap perubahan laba. Hal ini dikarenakan masih banyak faktor lain yaitu rasio-rasio keuangan yang berpengaruh dalam perubahan laba yang tidak dimasukan dalam penelitian ini. KESIMPULAN Berdasarkan hasil-hasil yang diperoleh dari analisis data dalam bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

Jurnal Manajemen dan Bisnis - Edisi 1 : Januari Juni 2010


1. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan manufaktur jenis makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dalam kurun waktu 3 tahun dari tahun 2007 sampai tahun 2009, dan perusahaan yang dijadikan sampel sebanyak 18 perusahaan Hasil penelitian menunjukkan bahwa CR dan DER secara parsial tidak berpengaruh secara signifikan terhadap perubahan laba. Hal ini dibuktikan bahwa variabel CR dengan menggunakan uji t dengan t hitung sebesar -1.846< t tabel 2.007 dan tingkat signifikan sebesar 0.071 (P value>0.05) sehingga CR tidak berpengaruh secara signifikan dan negatif terhadap perubahan laba. Dan DER juga tidak berpengaruh signifikan dan negatif terhadap laba. Hal ini dibuktikan bahwa variabel DER dengan menggunakan uji t dengan t hitung sebesar -0.079< t tabel 2.007 dan tingkat signifikansi sebesar 0.938(P value>0.05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa CR dan DER secara bersama-sama (simultan) tidak berpengaruh signifikan terhadap perubahan laba. Hal ini ditunjukkan dengan menggunakan uji F dengan tingkat signifikan sebesar 0.191 (P value > 0.05). Pengaruh CR dan DER terhadap perubahan laba sebesar 6.3%. Sedangkan 93.7% dijelaskan oleh faktorfaktor variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini.

2.

3.

4.

DAFTAR PUSTAKA Almalia, Luciana Spica dan Kristijadi. 2003.Analisis Rasio Keuangan Untuk Memprediksi Kondisi Financial Distress Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Jakarta. JAAI, Vol 7. No. 2: 183-184. Elga, Sari. 2010. Analisis pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Perubahan Laba Perusahaan Makanan dan Minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.Skripsi. Jurusan Ekonomi. Hadi, Samsul. 2009. Metodologi Penelitian Kuantitatif Untuk Akuntansi dan Keuangan. Edisis Kedua.Yogyakarta: EKONISIA. Harahap, Sofyan Syafri. 2008.Teori Akuntansi. Edisi Revisi. Cetakan Ke Sepuluh Jakarta: PT.RajaGrafindo Persada. Indonesian Capital Market Directory (ICMD). Bursa Efek Indonesia.Jakarta. 2007, 2008, dan 2009. Indriantoro, Nur Dan Bambang Supomo. 2002. Metodologi Penelitian Bisnis.Edisi Pertama.Yogyakarta: BPFE. Kieso, E Donald,Jerry J. Weygandt Dan Terry D. Warfield. 2003.Akuntansi Intermediate,.Edisi Kesepuluh. Jilid Satu. Jakarta:Erlangga. Kurniawati. 2006. Pengaruh Analisis Rasio Keuangan Terhadap Perubahan Laba Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Jakarta. Skripsi Fakultas Ekonomi Manajemen UMS. Kuswadi. 2005. Meningkatkan Laba Melalui Pendekatan Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Biaya. Jakarta: PT Elex Media Komputindo Meriewaty dan Yuli Setyani. 2005. Analisis Rasio Keuangan Terhadap Perubahan Kinerja Pada Perusahaan di Industri Food and Beverages yang terdaftar di BEJ. SNA VIII Solo. Nababan, Daniel. 2010.Kemampuan Rasio Keuangan Dalam Memprediksi Perubahan Laba Pada Perusahaan Food and Beverages Yang TerdaftarDi Bursa Efek Indonesia. Skripsi. Jurusan Ekonomi. Pakpahan, Roselina. 2011. Pengaruh Rasio keuangan terhadap Perubahan Laba Pada Perusahaan Otomotif Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Skripsi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. Ps. Djaswanto, 2004.Pokok-Pokok Analisis Laporan Keuangan. Edisi Ke Dua.Yogyakarta: BPFE. Sari ,Yuni Nurmala. 2007.Pengaruh Current Ratio, Debt To Equity Ratio, Total Assets Turn Over Terhadap Perubahan Laba Pada Perusahaan Manufaktur Di Bursa Efek Jakarta. Skripsi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang. Sulistyo, Joko. 2010. 6 Hari Jago SPSS 17. Cetakan Pertama. Yogyakarta: Cakrawala. Warsidi dan Bambang Agus Pramuka. 2000. Evaluasi Kegunaan Rasio Keuangan dalam Memprediksi Perubahan Laba di Masa yang Akan Datang Suatu Studi Empiris pada Perusahaan yang Terdaftar di BEJ.Jurnal Akuntansi. Manajemen dan Ekonomi.Vol. 2 No. 1. 2000: 1-11. Wibowo, Hendra Agus dan Diyah Pujiati. 2011. Analisis Rasio Keuangan Dalam Memprediksi Perubahan Laba Pada Perusahaan Real Estate Dan Property Di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Singapura (SGX).The Indonesian Accuunting Review. Vol.1. No. 2. 2011:155-178. Widarjo, Wahyu dan Dody Setiawan. 2009.Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Kondisi Financial Distress Perusahaan Otomotif. Jurnal Bisnis dan Akuntansi. Vol. 11. No. 2: 107-119. Yusfelina, Melisa. 2010. Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Perubahan Laba Perusahaan Food And Beverages Yang Go Publik. Skripsi STIE. PERBANA. Surabaya. Ikatan Akuntan Indonesia Per 30 September 2009.Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta:Salemba Empat. http://blogspot.com./17/07/2009/Pengujian hipotesis-Regresi Berganda. http://file. etabwordpress.com./2/04/2011/Uji Normalitas. http://setabasri.blogspot.com/2011/04/Uji Uji Regresi Berganda.

Jurnal Manajemen dan Bisnis - Edisi 1 : Januari Juni 2010


http://shelmi.wordpress.com/03/04/2009/Rasio-rasio Keuangan Perusahaan. http://wihandaru.3/05/2011/Uji Statistik.