You are on page 1of 3

Rusdian Hasbi Ridho D4 - SKL 1B / 1341150042 / 24

HARMONISA
A. Pengertian Harmonisa adalah distorsi periodik dari gelombang sinus tegangan, arus atau daya dengan bentuk gelombang yang frekuensinya merupakan kelipatan diluar bilangan satu terhadap frekuensi fundamental (frekuensi 50 Hz atau 60 Hz). Nilai frekuensi dari gelombang harmonisa yang terbentuk merupakan hasil kali antara frekuensi fundamental dengan bilangan harmonisanya (f, 2f, 3f, dst). Bentuk gelombang yang terdistorsi merupakan penjumlahan dari gelombang fundamental dan gelombang harmonisa (h1, h2, dan seterusnya) pada frekuensi kelipatannya. Semakin banyak gelombang harmonisa yang diikutsertakan pada gelombang fundamentalnya, maka gelombang akan semakin mendekati gelombang persegi atau gelombang akan berbentuk non sinusoidal

B. Penyebab Beban linear adalah beban suatu alat yang memberikan bentuk gelombang keluaran yang linear. Atau dengan kata lain arus yang mengalir sebanding dengan impedansi dan perubahan tegangan. Contoh dari beban ini adalah resistor. Beban non-linear adalah beban suatu alat yang bentuk gelombang keluarannya tidak sebanding dengan tegangan dalam setiap setengah siklus sehingga bentuk gelombang arus mauput tegangan keluarannya tidak sama dengan gelombang masuknya. Contoh dari alat dengan beban non-linear adalah televisi, komputer, mesin las, dll. Penggunaan beban non-linearlah yang menyebabkan terjadinya harmonisa pada sistem pelistrikan. Harmonisa sangatlah ingin dikurangi dalam sebuah sistem pelistrikan. Namun kita tidak dapat mengurangi penggunaan alat yang merupakan beban non-linear seperti televisi, komputer, dan sebagainya. Oleh karena itu, dibuatlah suatu ukuran yang mengukur prosentase gelombang harmonisa dengan gelombang fundamentalnya. Dimana ukuran inilah yang akan mengontrol perusahaan-perusaah pembuat barang-barang elektronik agar tidak menimbulkan harmonisasi yang terlampau parah. Ukuran ini disebut dengan Total Harmonic Distortion atau biasa disingkat THD. Nilai THD dari tegangan dapat dicari dengan rumus berikut :

Sedangkan nilai THD untuk arus dicari melalui rumus berikut :

Berdasarkan kesepakatan yang disepakati negara-negara di dunia. THD yang dapat diterima adalah apabila THD-nya bernilai di bawah 5% dari tegangan atau arus fundamentalnya. Apabila di atas batas tersebut maka alat elektronik tersebut tidak boleh digunakan. C. Akibat 1. 2. 3. 4. 5. 6. Rusaknya peralatan listrik Kabel pembawa arus terbakar, sehingga bisa menimbulkan kebakaran hebat Loses transformator bertambah Overheating pada motor listrik Kegagalan fungsi relay Kesalah pengukuran KWH meter elektromekanis

D. Cara Mengatasi 1. Penggunaan Filter Pasif Arus harmonisa akan mengalir pada reaktansi yang lebih rendah. Dengan pemasangan filter C (kapasitor), arus dengan frekuensi tinggi akan mengalir melalui kapasitor karena kapasitor memiliki impedansi yang rendah pada frekuensi gelombang tinggi. Maka dengan dipasangnya filter C secara paralel terhadap beban. Tegangan beban akan bebas dari harmonisa. Jenis filter lainnya selain Filter C adalah Filter L. Filter L dipasang secara seri dengan beban. Dengan menggunakan filter L, arus yang mengalir melalui L akan sulit berubah berbanding lurus dengan besarnya L. Dari dua penjelasan jenis filter. Dapat disimpulkan bahwa apabila ingin memasang filter pasif. Kita harus mengerti dan mengetahui frekuensi dari gelombang harmonisa yang terjadi. Dalam meneliti bentuk gelombang harmonisa yang terjadi, biasa digunakan Osiloskop dan Spectrum Analyzer. Osiloskop memamntau adanya arus maupun tegangan harmonisa secara menyamping. Sedangkan spectrum analyzer memantau arus maupun tegangan harmonisa dari depan sehingga gelombang dengan frekuensi yang lebih itnggi dari gelombang fundamental bisa dipantau. Selain dua alat ini, analisis gelombang harmonisa juga dapat dilakukan dengan menggunakan deret Fourier. 2. Penambahan Jumlah Fasa 3. Kompensasi atau Injeksi Harmonisa Negatif
Metode ini bekerja berdasarkan prinsip superposisi. Dengan menginjeksikan gelombang dengan frekuensi yang sama dengan gelombang harmonisa namun nilainya berlawanan dengan gelombang harmonisa aslinya akan menyebabkan gelombang harmonisa negatif ini dan gelombang harmonisa saling menghilangkan sehingga tidak ada lagi gelombang harmonisa. Namun seperti metode filter pasif, sebelum menjankan metode ini kita harus terlebih dahulu mengetahui karakteristik dari gelombang harmonisa yang ada. Sebagai Petroleum Engineer, harmonisa haruslah dipelajari karena harmonisa dapat terjadi pada banyak alat di lapangan. Misalnya yang paling utama adalah pada rectifier dan inverter. Oleh karena itu bagian berikut ini akan membahas kedua alat tersebut lebih mendalam.