You are on page 1of 7

METODE MANUFAKTUR

2 SKS

SILABUS MATA KULIAH


o Membahas tentang Industri manufaktur, aturan-aturan dalam manufaktur serta hal-hal yang berhubungan dengan manufaktur diantaranya : o Perencanaan manufaktur, o Pemilihan material untuk manufaktur, o Proses-proses dalam manufaktur: proses pengecoran, metalurgi serbuk, proses pembentukan, proses pengelasan, perlakuan panas, proses pemotongan, dan proses pemesinan non konvensional

TUJUAN PEMBELAJARAN
Agar mahasiswa mengetahui dan memahami tentang metode manufaktur, sehingga diharapkan mahasiswa mempunyai bekal untuk merencanakan dan membuat suatu produk/komponen

KEGIATAN DI DALAM KELAS

Kuliah & diskusi Studi kasus Presentasi & Diskusi Kelompok kelompok Latihan Soal/Kuis Ujian Tengah Semester Ujian Akhir Semester

RENCANA KEGIATAN MINGGUAN


MINGGU KE

MATERI KULIAH Pendahuluan Proses Pembentukan Panas (Hot Forming) Proses Pembentukan Dingin (Cold Forming) Proses Pengecoran Logam besi ( Ferro-casting) Proses Pengecoran non logam besi (Non ferro casting) Proses Perlakuan Panas Metalurgi Serbuk Proses Pemotongan (Mesin sekrap, mesin bubut) Proses Pemotongan (Mesin bubut, boring)

I II III IV V VI VII VIII IX

X XI
XII XIII XIV

Proses Pemotongan (Mesin gerinda, mesin potong, pembuatan roda gigi) Proses Pemotongan (Mesin gerinda, mesin potong, pembuatan roda gigi)
Proses Pengelasan Proses Pengelasan Mesin Perkakas Non-Konvensional

KOMPONEN PENILAIAN
Penilaian individual, meliputi: Absensi : 20 % Tugas : 15 % Kuis : 0% UTS : 30 % UAS : 35 % Standar konversi nilai yang direncanakan: A Nilai 80-100 B 65-79,99 C 55-64,99 D 40-54,99 E 0-39,99

REFERENSI 1. Paul De Garmo, Material and Processes in Manufacturing, Mc Millan, New York, 1988. 2. Myron L. Begeman, Manufacturing Processes, John Wiley & Sons Inc, 1979 3. Niebel, Modern Manufacturing and Processes Engineering, Mc Graw Hill, New York, 1989.